
Kami berjalan masuk ke dalam lestoran di bimbing oleh pelayan.
Jazon dan ana berjalan mendahului kami.
Dan alan memberikan lengannya untuk aku gandeng. Dia membisikan sesuatu di telingaku "sangat cantik" dan aku tersenyum lebar karena senang dengan pujiannya.
Kami berjalan menuju lantai atas yang sudah di boking jazon.
Aniversarry satu bulan saja sudah semewah ini. Jika aku di posisi ana aku akan memarahi jazon karena sudah berlebihan menghabiskan uang.
*****
Setelah sampai
Kami duduk di meja yang berbeda.
Jazon dan ana memakai meja yang sudah di rias dengan romantis, sedangkan aku dan alan duduk di meja biasa.
"apa kita pergi saja" tawar alan padaku, ya ini memang ajakan yang mengejutkan. Tapi aku menyukainya. Lagian aku juga tidak sanggup untuk melihat mereka berdua...
"baiklah, aku juga berpikir kita berdua hanya akan membuat suasanah canggung di acara mereka" bisikku di telinga alan.
"baiklah aku akan menghitung setelah hitungan ketiga kita lari" saran alan
"ahh itu terlalu ekstrim, lagian aku sedang memakai hak tinggi, nanti takutnya jatuh, kita kabur dengan cara elegan saja! Bagaimana?" saranku
"jadi maksudmu kita pergi dengan cara diam-diam tanpa ketahuan, itu ide yang bagus" setuju alan.
Kami berdua pun segera pergi dengan cara diam-diam. Tanpa di ketahui oleh jazon dan ana. Karena mereka berdua sedang menikmati musik romantis yang di mainkan oleh para musisi lestoran ini.
Alan mengajakku ke suatu tempat.
Dan kami berhenti di depan rumah mewah. Tapi auranya sangat mengerikan seperti tidak ada kehidupan.
"hey ini rumah siapa" tanyaku
"ini rumahku,,, ehh bukan ini rumah kakakku" jelas alan.
"ehh untuk apa kita ke sini" tanyaku
"untuk memperkenalkanmu dengannya " jelas alan yang membuat ku keringat dingin.
"ahh aku tidak mau, aku belum siap. Lagian aku juga belum menjawabmu" jelasku
"hey! Jangan tegang aku akan memperkenalkanmu sebagai sahabatku, dan malam ini adalah ulang tahun kakakku" jelas alan
"Aku tidak tau jika kamu mempunyai seorang kakak" tanyaku
"dia keluarga rahasia di rumah kami, karena papaku mempunyai cinta terlarang. Dan ibunya kakakku duluan yang masuk di dalam hati papaku, tapi karena orang tua papaku tidak menyetujui hubungan mereka karena alasan ibunya seorang maaf! ,,,mantan pelac*r..., oleh karena itu papaku tetap diam-diam menjalin hubungan dengan wanita itu. Lalu mempunyai anak. dan 6 tahun kemudian ayahku di jodohkan dengan mamaku. Satu tahun kemudian mamaku mengandungku. Dan ibunya kakakku meninggal dunia bunuh diri karena tidak rela papa pergi bersama mamaku.
Dan saat kakaku menangis datang ke rumah kami. Akhirnya rahasia papaku terbongkar....
Mamaku sebenarnya tidak bisa memaafkan papaku tapi karena ada aku, akhirnya mama memaafkan papa. Dan mama beserta keluarga besar bersedia untuk membesarkan kakakku tapi dengan satu syarat statusnya harus di rahasiakan. Kau pasti bingung kenapa kami dekat karena aku memang menyukai sosok kakaku yang selalu melindungiku. Dan saat usianya sudah menginjak 18 tahun. Kakaku pergi meninggalkan rumah. Dan Tada hasilnya tidak sia-sia. Dia menjadi pria yang mapan. Dan tinggal di Amerika. Lalu dia memutuskan untuk membeli sebuah rumah di sini, agar bisa bulak balik semau dia. Jika dia rindu kampung halamannya, hah.... Aku sudah bicara banyak ya! Maaf karena kamu harus mendengarkannya" cerita alan membuat aku menangisT_T
"hey! Kenapa menangis" tanya alan segera menyeka air mataku dengan tangannya.
"ahh maaf, sepertinya aku terbawa perasaan mendengar ceritamu, cinta itu memang benar-benar rumit ya" kataku yang ujungnya ngelantur
"iya memang sangat rumit, cinta itu benar-benar rumit" lanjut alan.
"ahh lebih baik kita tidak membicarakan tentang cinta, karena itu hanya akan membuat sakit" jelasku.
"baiklah ayo kita masuk" ajak alan
"ehh bukannya kakakmu ulang tahun ya, mana kue nya"
"ehh iya aku lupa! Untung saja kamu ingeti, ayo kita beli kue untuknya" kata alan segera membalikan mobilnya pergi.
Kami mencari-cari cake, dan pilihan kami jatuh kepada cheesecake.
Hore aku bisa mencicipi kue ini dengan senang hati. Karena aku menyukai rasanya.
JAZON meneleponku. Apa dia baru sadar jika aku dan alan tidak ada di sana.
"siapa rub" tanya alan
"jazon" jawabku
Alan mengambil hpku...
"lebih baik hpmu di matikan saja" kata alan segera mematikan hp ku.
Lalu kami kembali ke rumah kakaknya alan. Sampai sekarang aku tidak tau nama kakaknya. Apa aku bertanya saja yah.
"alan siapa.... " belum sempat menyelesaikan perkataan. Tiba-tiba saja HP alan berbunyi.
" kakak!" ucap alan. Ternyata kakaknya yang menelepon.
"ohh baiklah" kata alan lagi dengan wajah sedih.
"kenapa?" tanyaku penasaran
"hmm kakak bilang pasti aku akan datang ke rumah nya untuk memberi sebuah kejutan. Dan dia memberi tahuku. Bahwa dia baru saja naik pesawat menuju Inggris untuk perjalanan bisnis" jelas jazon padaku. Sayang sekali padahal aku ingin melihat wajah kakaknya.
"bagaimana kalo kita tetap ke rumahnya untuk memakan cake ini" saran alan
"baiklah" setujuku, setidaknya aku bisa melihat isi dalam rumah kakaknya. Mungkin saja ada fotonya.
*****
Kami sampai di rumah, gila ini rumah atau kuburan sepi dan lampunya juga tidak terang. Apalagi semua barang-barangnya di tutup oleh kain putih.
"kamu takut ya dengan suasanah rumah ini " tebak alan yang memang benar " mungkin karena hidupnya kesepian membuat dia menyukai gaya seperti ini. Apalagi dia tidak suka orang lain menyentuh barangnya. Oleh karena itu tidak ada pegawai di sini. Tapi untung saja dia bisa bersosial untuk pekerjaan bisnis nya,"
Sepertinya kehidupan kakaknya alan benar-benar menyedihkan. Di tinggal ibu dan di rahasiakan keberadaannya oleh keluarga ayahnya.
"apa kakakmu punya kekasih" tanyaku
"sepertinya tidak, tapi dia mempunyai sekretaris seorang perempuan. Dan aku bisa melihat perempuan itu menyukai kakakku" jelas alan "kenapa kamu bertanya? Apa kamu ingin daftar jadi kekasihnya" tanya alan
"tidak! Aku hanya ingin bertanya saja. Setidaknya dalam hidup ini aku ingin kakakmu benar-benar bisa merasakan cinta dan kebahagiaan dalam hidup" jelasku
"iya aku juga berharap seperti itu" ucap alan
"apa ana juga dekat dengan kakakmu" tanyaku
"hah dia! Dia malah takut pada kakakku. Karena kakakku mempunyai mata yang tajam. Apalagi pada saat itu kami masih kecil dan ana kan anak yang manja tidak bisa melihat tatapan seperti itu" jawab alan
"apa aku bisa melihat foto nya" tanyaku
"ahh dia mana pernah foto. Lihat saja rumah ini saja seperti tidak ada kehidupan" jelas alan. Yah aku tidak bisa melihatnya.
"jika kamu memang penasaran, nanti aku akan mempertemukanmu pada kakakku jika dia sudah pulang" janji alan padaku
"baiklah " setuju ku
" apa kita keluar saja, karena kamu terlihat tidak nyaman di sini" kata alan yang benar-benar sangat peka
"iya" jawabku.
Kami pergi ke sebuah taman. Dan makan cake di dalam mobil.
"apa kita bisa menghabiskan berdua" tanyaku
"pasti bisa" jawab alan
"ahah kalau begitu kamu saja yang makan banyak. Aku hanya mau sepotong" jelasku memberitahu alan
"Curang!" gerutu nya
"habisnya aku suka mual jika makan cake banyak" jelasku
"baiklah aku akan memakan semuanya untukmu, tapi kamu tetap bantu ya, Jika masih bisa" saran alan
"baiklah" setujuku....
Setelah menghabiskan cake, kami segera pulang karena sudah jam 9 malam, dan besok harus sekolah.....