RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 25


Mampir ke minimarket untuk membeli permen lolipop. Tentu saja ini bukan untuk ku tapi untuk alan.



Haha pasti dia sangat kelelahan dan permen ini untuk jaga-jaga jika dia menangis...


Saat aku datang semua anak berkumpul di depan kelas. Kenapa mereka tidak masuk ya.


"hey jangan masuk dulu!" hadang salah satu teman sekelasku.


"kenapa" tanyaku.


"sedang ada pertengkaran pasangan" jawabnya


Dan akupun mengintip dari sela-sela jendela. Ternyata di dalam kelas ada ana jazon dan penengahnya alan. Syukurlah ada alan aku yakin dia bisa mrnghendelnya.


Dan beberapa menit kemudian alan dan jazon keluar dari kelas, lalu menyuruh semuanya untuk kembali masuk ke kelas.


Aku menutupi wajahku dengan tas, agar mereka berdua tidak perlu berhenti untuk menyapaku. Pergilah sana usss.... Dua pria jelek pergilah sana.


"ruby" panggil alan, dan aku merespon dengan senyuman lebar. berengsek aku ke tahunan. Tapi jazon malah melewatiku seperti nya dia sedang dalam ke adaan tidak mau menyapa.


Aku masuk ke kelas. Mata ana bengkak seperti panda. Pasti dia benar-benar sangat sedih. Saat aku bangun tidur mataku juga bengkak tapi untunglah tadi sudah aku kompres dengan air es jadi tidak bengkak lagi. Sebaiknya aku mengajak ana ke uks, dalam ke adaan seperti ini juga tidak bagus untuk belajar. Dan aku segera meminta izin ketua kelas untuk menyampaikan pada guru mata pelajaran untuk izin tidak masuk kelas dan pergi ke uks dengan alasan sakit.


Aku membaringkan tubuh ana di di kasur.


Dan langsung pergi ke kantin untuk mencari batu es dan juga kain. Untuk mengompres mata ana yang bengkak.


Ana diam saja dari tadi bahkan sudah mau jam istirahat. Dia benar-benar terlihat seperti wanita yang patah hati karena pria. Padahal dulu dia sering kali mematahkan hati pria. Maaf ana mungkin ini karma untukmu. Andai aku bisa berkata seperti ini. Tapi jika bisa dia akan memecatku menjadi sahabat.


Dan Tring istirahat pun tiba. Dan jazon tiba-tiba datang menghampiri kami.


"berhentilah bersedih" tegur jazon "aku tidak pantas untuk di tangisi"


"iya benar yang di katakan jazon, dia ini pria brengsek tidak pantas untuk di tangisi" cetusku dan perkataanku memang benar, tapi faktanya aku juga sering menangis karenanya


Anapun duduk "Ruby bantu aku melepaskan ini" yang di maksudnya adalah kalung liontin hati yang di beri oleh jazon untuk satu bulannya mereka.


Aku segera membantu ana melepaskan kalung pemberian jazon, dan ana menaruh kalung ini ke telapak tanganku.


"berikan kepada dia, jika dia tidak mau buang saja" suruh ana. Gila kalung semahal ini mau di buang.


Aku segera menyodorkan kalung ini kepada jazon, dan jazon tidak menerimanya "buang saja" ucapnya dengan semudah itu, padahal kalung ini sangat mahal. Enak aja mereka berdua dengan enteng bilang jual aja!!!


"bagaimana jika kalung ini aku jual, dan uangnya aku sumbangankan pada panti asuhan" saranku


"terserah" ucap jazon.


"tinggalkan aku sendiri" perintah ana


"tapi an... "


" dia butuh waktu sendiri" potong jazon, segera menarik tanganku keluar.


"lepasi!!" teriaku dan tangan kiriku memukul-mukul tangannya yang sedang menggengam tangan kananku.


"Lepas! Lepas!" teriakku tidak bisa diam tapi jazon tetap ngotot tidak mau ngelepasi.


Dan pas sekali alan datang ke arah kami. Dan jazon pun membalikan arah. jazon menggenggam lalu menarikku berlarian dan alan yang berada di belakang sedang belarian mengejar kami.



Kami menuju taman belakang sekolah yang sangat sepih dan mentok di dinding pembatas sekolah. Akhirnya dinding ini bisa membuat kami berhenti karena aku benar-benar sangat lelah.


Alan pun berhasil mengejar kami di sini.


"ahh gila ya! Mau culik Ruby sampai keliling dunia pun bakal aku kejar" ucap alan membuatku terharu sepenting itukah aku baginya cocwet.


"siapa yang culik, orang mau ngelindungi dia dari pria sepertimu" kata jazon dengan ekspresi ngeseli.


"ehh jaga mulut!!, Lo sendiri yang cowok brengsek, beraninya maini perasaan orang, lihat sepupu gue jadi korban lo" omel alan.


Aduh mereka memulai perang mulut. Seperti bebek dan bebek. Bibir mereka sangat lancip jika saling melontarkan kejelekan musuh. dan kupingku pun mulai memanas!


"STOPPPPPP" teriaku dengan penuh tenaga. Dan sangat ajaib mereka diam seribu bahasa.


"akan aku belikan air" ucap mereka secara bersamaan.


"tunggu di sini" ucap mereka lagi secara bersamaan.


Dan akhirnya mereka berdua sedang lomba lari membeli air untuk aku minum. Ya tuhan mimpi apa aku semalam hingga di rebuti kayak begini.


Aduh di sini sendirian cukup seram juga ya, mana sepi, banyak pohon. Apa aku pergi saja yah. Dan resiko mereka jika aku tidak ada di sini. Siapa suruh maen tinggal anak perawan sendirian.....


Dan saat aku mau berjalan kembali ke uks. Di depanku sedang ada rombongan cabe-cabe an. Ada apa ya mereka ngumpul di depan uks, oh ternyata ratunya sedang sakit. Emang ratu cabe beda kalo sakit bawak rombongan. Kasian ana ku dari tadi bukan nya sendirian malah sumpek oleh para cabe..


Aku segera mendekati ana.


"Ruby ayo kita ke kelas, aku tidak suka di sini karena para cabe menatapku dengan sinis" bisik ana. Akhirnya ada untungnya juga. Karena para cabe ini bisa membuat ana tidak sedih lagi.


"bagus deh kalo tau diri" sindir salah satu cabe pada kami, tapi aku dan ana tidak mempedulikannya karena sungguh sangat tidak penting!


Saat sampai di kelas


"Ruby pengen makanan yang manis" rengek ana. Oh iya aku kan ada permen yang ku beli buat alan. Ahh tidak apalah jika ku berikan untuk ana. Karena dia sedang sakit. Sakit hati... Dan aku segera memberikan ana permen lolipop.


"baiklah aku tidak boleh sedih! Dalam hidup ini ana tidak boleh sedih hanya karena pria. Lagian pria itu banyak" ucap ana untuk menguatkan dirinya sendiri.



Ternyata ampuh juga permenku hingga bisa membuatnya sadar dari kegalauan.


Dan ana segera memelukku dengan erat.


"sepertinya aku hanya akan mencintaimu saja" ucap ana membuatku merinding.


"iya cinta i aku saja, karena aku juga mencintaimu" jawabku.


"hore kita pacaran" ucap ana yang pasti ini hanya bercandaan tidak serius kok. Kami berdua sangat normal


Pulang sekolah... Ana mengajakku untuk pergi makan.



Ternyata saat ana sedang sedih pasti dia akan makan banyak. Kalo aku mah sebalik nya malah nggak nafsu. Kerjaan nya nyari coklat berharap coklat itu bisa membuatku bahagia.....