
Tapi ternyata dia tidak pulang malah mampir ke indomarket.
Dia masuk kedalam indomarket tanpa mengajakku uhuu dia benar-benar ngambek T_T jazon jarang ngambek tapi sekali ngambek bakal kelewatan ngambeknya. Ampun deh!
Akhir nya tuan mudaku keluar dari indomarket membawa kantong belanjaan. Dia belanja apa ya?, bukannya di rumah zekdlyn menyiapkan banyak makanan bahkan di rumahnya sudah kayak ada tokoh sendiri sangking banyaknya.
Dia masuk ke dalam mobil menaruh belanjaannya di kursi belakang...
Kami masih dalam keadaan diam. Rasanya sangat tidak enak. Ngantuk sekali sebaiknya aku tidur saja dari pada menunggu jazon membuka mulutnya bakal lama..
*****
Nyaman sekali rasa nya. Kepalaku terasa bersandar di tempat yang empuk dan tanganku memeluk benda yang panjang. Aku merabanya seperti kerangka manusia. Ini seperti tangan yang mempunyai otot yang empuk dan besar. Karena penasaran aku membuka mataku. Aku menjauhi diriku dari tangan jazon. Aku benar-benar terkejut saat membuka mata aku melihat wajah jazon. Aduh jantungku mau copot rasanya. Tapi dia sedang tertidur.
Aku sangat suka saat jazon tertidur dia terasa tenang dan lembut.
Tanganku tiba-tiba tersihir mencubit hidungnya yang mancung ini. Saat sedang enak memainkan hidung jazon. Dia tiba-tiba..
membuka matanya aku sudah tidak sempat lagi untuk melepas tanganku dari hidungnya. Karena dia sangat tiba-tiba!
Jazon memegang pergelangan tanganku
"sedang apa" tanyanya sambil mengedip-edipkan matanya.
"tadi ada nyamuk di hidungmu" dustaku agak. Gelagapan "jadi aku perlahan-lahan ingin menepuknya dengan cara mencubit hidungmu tapi nyamuk itu! dia sangat lincah dan aku gagal membunuhnya! Berani sekali dia menghisap darah tuan mudaku yang sangat berharga ini"
"hah kamu berbohong!" ucap jazon memiringkan senyumannya
"bagaimana mungkin nyamuk bisa masuk sedangkan mobil ini kututup dengan rapat" jelasnya
"baiklah kau benar" serahku
Jazon mengambil plastik belanjaan nya. Dia mengambil yougurt rasa stawberry kesukaanku dan benar saja dia menyodorkan kepadaku. Dan aku mengambilnya dengan senang hati. Lalu meminumnya dengan cepat.
"pelan-pelan tidak ada yang ingin merebut milikmu" tegur jazon
Aku tidak mendengarkan nya terus saja menghisap dengan cepat. Jazon menatapku tapi aku merasa nyaman. Tapi jika yang menatapku alan jangankan yougurt yang ku minum bahkan mencucuk pipet saja aku akan gemetaran. Aduh mata alan memang mengerikan terutama senyumnya yang genit bisa membuatku merinding.
"sedang memikirkan apa?" tanya jazon seolah tau isi otakku ini.
"alan" jawabku jujur.
"Mau lagi" pintaku pada yougurt yang masih banyak di kantong
"tidak boleh!" tolak jazon "sebaiknya kita pulang ini sudah sore"
Di dalam perjalanan kami kembali ke posisi saling diam. Aku benci suasana ini. Kenapa jazon terlihat tidak senang bahkan dia tidak memberiku yougurt lagi T_T aku masih sangat haus.
Masih cukup lama untuk mencapai rumah sebaiknya aku mencoba mengajak nya berbicara.
"jazon" panggilku yang tidak di responnya
"jazon" panggilku lagi dan dia masih tidak meresponku
Hari sudah mulai gelap pertanda malam tlah tiba. Malam ini terasa sangat dingin dan hampa, meskipun jazon berada di sampingku, sangat dekat! Tapi seperti ada dinding yang tidak boleh aku tembus, meskipun aku berusaha menembus nya itu tidak akan mungkin bisa.
Dan akhirnya sampai juga di rumah tapi jazon tidak mengantarku pulang ke depan rumah malah di depan rumah utamanya. Bahkan dia keluar saja tidak menungguku dan juga tidak menoleh padaku. Jadi pak satpam yang membantuku keluar perlahan.
Jazon benar-benar terlihat sedang marah dia berjalan masuk ke rumahnya.
🍁
benar-benar sangat menyedihkan, aku yang sedang terluka berjalan sendirian di malam yang begitu dingin ini. Tidak ada yang membantuku. Karena jempol kakiku terluka aku berjalan agak terbata-bata. Sabar rubby sebentar lagi akan sampai rumah hanya beberapa langkah lagi semangat lagian jangan lebay yang terlukakan hanya jempol kakimu bukan seluruh anggota kakimu.
🍃🍃🍃🍃
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang mendekatiku lalu mengendongku dengan perlahan. Orang ini jazon! Kenapa dia tiba-tiba ada di belakangku. Bukannya dia tadi masuk kerumah meninggalkanku.
🍃
"Aku tidak bisa jahat padamu" ucapnya dan tiba-tiba aku tersenyum sendiri karena ucapannya. Rasanya sangat senang seperti anak kecil yang mendapatkan permen. Dan aku juga melihat jazon tersenyum sambil melihat ke arah depan.
🍃
Pas sekali saat kami berjalan semua pohon berguguran menjatuhkan daunnya. Boleh kan aku menghayal sedikit.
Kami seperti seorang pengantin pria yang sedang menggendong pengantin wanita berjalan menuju masa depan.
Aduh rubby apa-apaan itu berhentilah menghayal ini sangat memalukan.
"kenapa terlihat senang" tanya jazon. Apa aku sangat kelihatan senang ya di matanya.
"tidak aku hanya sedikit terharu ternyata kau bukan teman yang jahat" kataku sedikit menyinggung
"apa kita bisa menghapus kata teman dengan kata lain" ucap jazon yang membuatku tidak bisa menjawab nya.
"kenapa kamu diam! Aku sedang bertanya?! " tegur jazon
"hmm tidak tau mungkin saja kita bisa menjadi musuh atau yang lainnya" jawabku sebenarnya aku ingin mengucapkan pasangan tapi ahh sangat memalukan jika berkata seperti itu. Lagian nanti pembicaraan bisa panjang.
"bagaimana jika kita menjadi pasangan seperti suami istri" kata jazon yang kurasa dia sedang bercanda
"ahh aku rasa itu tidak mungkin, lagian yang akan jadi pengantinmu adalah ana dia lebih cocok darimu" kataku yang setiap kata terasa sakit untuk aku ucapkan. "benar kalian sangat cocok menjadi sepasang pengantin"
"tapi bagaimana jika aku menyukaimu" kata jazon sambil menghentikan langkahnya. Aku tau dia hanya sedang berbicara ngawur.
"Aku rasa itu tidak akan pernah terjadi. Jika suka padamu pasti tidak akan jadian dengan orang lain" kataku yang hampir saja meneteskan air mata
"jika itu be... "
" STOP" potongku "hentikan sampai di sini saja bercanda nya. Lihat rumahku sudah sangat dekat. Ayo jazon antar aku dengan cepat"
Jazon akhirnya melanjutkan jalannya. Dan mengantarku ke dalam kamar.
Akhirnya aku bisa bernafas lega aku sudah tidak kuat lagi dengan bercandanya.
Dia memang sangat indah bagi hidupku tapi sekarang dia seperti luka dalam hidupku 🥀.
kupikir dia sudah pulang ternyata mengambil belanjaan yougurt yang di belinya.
"ini untukmu" katanya sambil menaruh kantong plastik yang berisi yougurt di atas meja belajarku.