RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 17


Jangan lebay yang terluka hanya jempol kakiku bukan semua anggota tubuhku.


Hari ini aku akan menggunakan motor kesayanganku si merah.


Aduh sudah beberapa hari ya aku tidak mengendarai motor ini. Angin sepoi sepoi aku merindukanmu juga ahh rasanya sejuk nya🍃🍃🍃


Tidak terasa aku sudah sampai saja di sekolah. Baru saja turun dari motor eh, tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang.


"rubby" panggilnya kegirangan.


"aduh si alan tidak melihat situasi ya, parkiran rame begini dia main peluk aja! Kampret aku melihat mata tajam lagi di seberangku.



Matanya seperti ingin membunuhku lagi dan lagi. Ternyata benar sepertinya bukan matanya yang bermasalah tapi karena viona menyukai alan.


"hey! Main mesra aja di tempat parkiran" kejut ana, yang baru datang bersama jazon.


Alan melepaskan pelukannya. Dia juga memeluk ana mungkin agar kelihatan alami jadi dia juga mau memeluk jazon.


"berani peluk! Cari mati" ancam jazon.


"baiklah aku akan memeluk rubby lagi" ucap alan karena jazon menolak pelukannya.


Jazon segera memeluk alan "congratulation" ucapnya yang terdengar tidak ikhlas.


"thaks bro!" balas alan


"tapi sayang juara dua" celetuk jazon


"setidaknya gue bisa ngeharumi sekolah lah elu" balas alan


"padahal sekelas 3 tahun masa tidak tau bro! Jika aku selalu membawa medali emas untuk sekolah, setiap perlombaan matematika dan mata pelajaran lainnya" sombong jazon


"cih! Sombong" umpat alan


Tidak tau sejak kapan rombongan wanita mengerumuni kami, termasuk viona dia juga ada di kerumunan ini membawa bingkisan.


Sebaiknya aku kabur saja. Ehh bukan aku saja yang kabur meninggalkan alan, ana dan jazon juga. Kasian alan malang sekali dia tidak bisa kabur karena harus mengurusi para fans wanita nya.


****,


Mulai sekarang kami akan di banjiri oleh les dari sekolah untuk persiapan UN agar mendapatkan nilai baik. Tapi baguslah setidaknya aku jarang melihat ana dan jazon bersama. Apalagi alan aku masih bisa memikirkan jawabanku padanya dengan matang. Dan dia juga tidak akan terburu-buru menagih jawabanku.


Kami pulang jam 5 sore karena les.


Aduh lelah sekali otakku. Seperti tidak ada tenaga untuk pulang.


"ana rasanya aku sangat capek!" keluhku


"bukan hanya capek, otakku terasa mau pecah! Kupingku rasanya tidak mau lagi mendengar guru menjelaskan ini itu! Otakku menolak untuk berpikir" keluh ana



"tenang perjuangan kita tinggal sebentar lagi!" gumamku untuk menyemangati diri kami



"iya rasanya aku ingin cepat-cepat tamat sekolah" gumam ana



"hah! maaf bung! Perjalanan kalian masih panjang, setelah ini masih ada tahap kuliah" kata alan yang datang menghampiri kami.


"uhh aku benci belajar" keluh ana "rasanya aku tidak ingin kuliah"


"mau kena marah oom" peringat alan


"aduh! aku si pengennya cari kerja" kataku


"sebaiknya kamu Di rumah saja! Menunggu lamaranku. Nanti, jika aku sudah bekerja akan ku halali kamu. Jadi rubby will you merry me" aduh si alan cintanya aja belum keterima malah mau ngelamar.



"cihh sirik aja lu!" cetus jazon


"suatu hari nanti aku dan jazon menikah uwu tidak sabar menunggunya" kata ana. Sesak sekali mendengarnya


"kurasa hubungan kita tidak sampai di situ" kata jazon yang mengejutkan kami semua


"baguslah! Karena aku juga tidak ingin mempunyai ipar sepertimu" celetuk alan


"yah kalian mulai lagi" kataku "sebaiknya kita pulang saja, hari sudah mulai gelap".


"iya sebaiknya kita pulang saja" kata alan dengan bersemangat "satu dua tiga" selesai menghitung alan menggendongku dan belarian menuju tempat parkir.


"aduh sebaik nya aku hati-hati" kata alan sambil melambatkan jalan nya "karena aku takut jika berlarian akan membuat bidadariku jatuh" aduh gila dia ngegombal. Aku tidak kuat lagi rasanya pengen loncat saja T_T


"rubby" panggil alan


"ya" sahutku


"apa jawabanmu?" tanya alan dan pas sekali kami sampai di tempat parkiran. Alan menurunkanku. Dan aku bingung harus menjawab apa, tapi aku tidak mencintainya! Tapi aku juga tidak tega menolak nya, siapapun tolong aku T_T


"ibu rubby tidak mengizinkannya pacaran" kata jazon, sejak kapan dia dan ana menyusul kami. Tapi setidaknya ada alasan yang baik untuk menolak alan.


"jadi sudah jelas kamu di tolak" sambung jazon.


"hey! Aku ingin mendengar jawaban rubby bukan lu" kata alan tidak setuju dengan pendapat jazon


"tapi alan, jazonkan menjelaskan jika ibu rubby tidak mau anaknya pacaran apalagi sebentar lagi mau ujian. Mungkin ibunya tidak mau rubby memikirkan belajar harus fokus pada belajar " lurus ana


" baiklah! Rubby aku akan menunggu jawabanmu saat ujian telah selesai" kata alan yang seperti tidak mau penolakan.


"hey! Kau itu sudah di tolak! Jikapun UN selesai rubby tetap tidak akan menerimamu" tegas jazon.


"benarkah kita lihat saja nanti!" ucap alan sambil menatap tajam jazon!


"ayo alan pulang" suruh ana "jazon aku pulang bareng alan bye sayang"


Dan aku segera menaiki motorku jazon pun masuk ke dalam mobilnya.


Kami pulang secara bersamaan menggunakan kendaraan masing-masing dan haripun mulai gelap.


Tapi di sepanjang jalan jazon mengiringiku dengan mobilnya.


"ke cafe sweet heart" teriaknya dari jendela mobil. Baiklah aku juga sangat lapar sebaiknya mengikutinya.


Saat kami mau masuk ke cafe.


"dor!" semprotan dan confeti membanjiri kami, ini di siapkan cafe Sweetheart untuk couple ke1000 yang datang ke cafe.


Kami di beri makan gratis. Lalu berfoto untuk di pajangkan di cafe. Aku ingin menolak tapi jazon malah menarikku untuk foto bersama.


Dan kami mendapatkan baju couple berwarna putih.



"jazon kita ini bukan pasangan"bisikku "bagaimana jika ada orang yang mengenal kita, foto kita di pajang"


"tenang aku akan membayar mahal untuk mendapatkan foto itu" kata jazon.


Dan benar saja dia menembus foto entah berapa uang yang dia keluarkan.


Dan apalagi ini! Kami mendapatkan kalung perak couple yang liontinnya berbentuk hati! Masing-masing mendapatkan setengah hati. Iyuh alay banget. Tapi jazon malah tersenyum dan dia memakainya. Apa-apaan jazon seorang pria yang tidak suka hal ini. tapi sekarang aku menyaksikan dia tersenyum senang apa jazon sudah mulai berubah ya.


"ayo pakai" suruh nya


"tidak ah! Berikan saja ini pada ana" suruh ku dan wajah jazon lagi-lagi terlihat tidak senang. Lalu dia melepas kalung yang di pakai nya tadi dengan wajah marah. Kalung di tanganku di rebut nya lalu di berikan nya kepada pasangan lain.


Jazon menarikku keluar.


Dan kami pulang menggunakan kendaraan masing-masing. Dia tidak menggiringku pulang. Tuan mudaku suka marah dengan alasan yang tidak aku ketahui.