RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 21


Ke esokan harinya, Hari minggu🍁


Aku mendapatkan pesan dari jazon.


Apa dia sudah tidak marah lagi padaku.


Apa ini pesan permintaan maafnya.


Sepertinya Lebih baik aku membacanya dari pada harus menebak-nebak * jam 6 di depan rumah, dinner untuk merayakan aniversarry 1 bulanku dan ana, aku mengajakmu karena ada alan, tidak enak jika dia menjadi obat nyamuk! Jadi kumohon untuk ikut*


Oh... ternyata karena alan, dan apa aku akan sanggup untuk datang. Tapi jika aku tidak datang kasian alan dia bakal jadi obat nyamuk seperti yang di katakan jazon. Ya sudahlah rubby kan sekarang sudah jago berakting jadi tidak apa kan, semuanya akan baik-baik saja.


Pas sekali orang yang sedang aku khawatirkan meneleponku.


"hallo alan, kamu pasti mau membicarakan dinner kan, ya aku ikut! Agar kamu tidak menjadi obat nyamuk haha :D" kataku langsung mengawali panggilan.


" terimakasih atas perhatianmu bidadari " balas alan


"bidadari lagi, bidadari lagi!" gerutuku


"hmm maaf, yaudah sampai bertemu nanti malam ya" kata jazon


"oke" kataku mengakhiri panggilan.


Pakai baju apa ya? O iya jazon kan pernah memberikanku kado sebuah gaun saat ulang tahunku tahun lalu, apa aku pakai saja ya. Iya pakai saja kan sayang jika tidak pernah di pakai. Lagian aku ingin menghargai jazon. Semoga dia senang aku memakainya


Di depan kaca aku melihat diriku yang memakai riasan, apa aku terlalu berlebihan. Semoga saja ana lebih bagus dariku. Karena ini acara spesial untuknya bukan untukku.


"Rubby temani ibu masak dong" teriak ibuku dari dapur. Aduh aku lupa memberitahu ibuku jika malam ini aku akan makan di luar, sebaiknya aku segera ke dapur untuk memberitahunya. Kasian ibuku harus di tinggal pergi. Pasti dia akan merasa kesepian.


"ibu" panggil ku


"sini bantu ibu memotong sayur" suruh ibu



"ibu lihat aku" ucapku yang langsung di lihat ibu, ibu membuka mulutnya dengan sangat lebar. Aku mendekati nya dan menutup mulutnya "nanti ada serangga yang masuk jika ibu seperti ini" ledekku.


Ibu memegang pipiku "ini benar anakku rubby" tanya ibu yang pangling melihatku.


"iyalah rubby anak ibu, masa anak tetangga" kataku


"ada acara apa. Sampai kamu berdandan seperti ini" tanya ibu penasaran


"apa ini terlalu berlebihan ya bu" tanyaku


"iya si berlebihan tapi cantik kok, ibu sampai pangling" jawab ibu jujur


"Aku berdandan karena lagi pengen aja, ini gaun pemberian jazon sayang jika tidak di pakai. Dan pas sekali malam ini kami akan merayakan aniversarry satu bulannya jazon dan ana sahabatku" jelasku


"siapa saja yang di undang" tanya ibu


" hanya aku dan alan, ini acara kecil-kecilan si bu" jelasku


"hmm siapa itu alan" tanya ibu kepo


"sepupunya ana, dia pernah loh sekali ke sini, ngebantui aku dan ana ngerjain tugas matematika, dia itu anak band bu, pokoknya keren deh" jelasku dan entah kenapa aku malah menjabarkan alan pada ibu.


"ohh anaknya baik kan" tanya ibu lagi


"bukan lagi baik, tapi sangat baik" jawabku


"hmm yaudah semoga sukses ya" ucap ibu sambil senyam senyum yang pasti mempunyai arti di baliknya.


"Aku dan alan itu cuma sahabat kok, enggak lebih!" jelasku agar ibu tidak salah paham


" yaudah biasa aja kali, lagian ibu kan tidak bilang kalian pacaran" sergah ibu


"tapi ekspresi ibu itu sangat mengganggu" gerutuku


"ya sudah maaf, pergi sana" suruh ibu


"tapi aku enggak tega ninggalin ibu, selama ini kan kita jarang makan malam bersama" sedih ku


"udah deh sayang jangan sedih, ibu biasa aja nih. Malahan ibu senang kamu makan di luar enggak repot buat makanannya" ucap ibu


Aku melangkah perlahan menuju rumah utama zekdlyn. Jantung ku berdegup kencang bagaimana ya ekspresi jazon saat melihatku berdandan seperti ini dan memakai gaun pemberiannya. Apa aku pulang saja ya ganti pakaian. Rasanya aku tidak sanggup karena malu! Tapi butuh proses lama untuk mengganti pakaian. Dan pakaian ku juga tidak ada yang sebagus ini. Ya sudahlah terobos-terobos saja.


Aku sampai di depan rumah utama zekdlyn.



Dan tada! jazon akhirnya keluar dari rumah. Wah dia benar-benar sangat keren. Dia benar-benar sangat sempurna. Bukan hanya untuk hari ini, setiap hari dia memang terlihat sangat luar biasa. Dan sekarang aku memujinya bukan sebagai sahabat tapi sebagai orang yang sedang jatuh cinta. Ayo rubby kembali fokus jangan terlalu terlihat jelas jika kamu sedang terpesona olehnya.


Jazon sedang menatapku dari atas sampai kebawah. Lalu akhirnya dia dan aku berdekatan dengan jarak 5cm. "untuk alan ya" katanya yang tidak aku mengerti. Untuk alan maksudnya apa ya!


"maksudnya?!" tanyaku


"kau seperti itu untuk alan kan" jawabnya sambil melihatku dari bawah hingga ke atas dan mata kami bertemu tes! air mataku tiba-tiba mengalir, ternyata di matanya aku hanya untuk alan. Padahal aku seperti ini untuk menghargai gaun pemberiannya dan yang pasti untuk di lihatnya.


Jazon segera ingin menyeka air mataku, dan aku langsung menghempaskan tangannya "kelilipan" dustaku.


Mobil lamborgini di parkiran di bawa oleh pak satpam ke hadapan kami. Aku segera masuk mendului yang punya. Segera mencari tisu dan mengelap air mataku yang masih saja mengalir.


Jazon masuk ke dalam mobil.


"jujur saja itu bukan kelilipan kan! Dan itu air matamu tidak mau berhenti! Apa aku salah bicara lagi!" kata jazon. Ya tentu kamu salah! Aku seperti ini untukmu bukan untuk alan, andai saja aku bisa berkata seperti ini!


"ya sudah aku minta maaf, jika bukan untuk alan.... Berarti ini untuk.... "


"ayo jalan" potongku


Jazon segera menjalankan mobilnya...


Ayo rubby jangan menangis, begini saja aku menangis bagaimana jika nanti jazon memakaikan kalung itu ke leher ana. Ayo dong tegar dan kuat...


Jazon menyodorkanku coklat, dan coklat yg dia sodorkan berbentuk love. "ambil ini, agar sedihmu membaik" tawarnya.


Dan aku segera mengambilnya, tapi sayang jika di makan. Ini kan sama saja seperti hati jazon. Ehh apa-apaan si rubby, ayo makan ini coklat bukan hati jazon.


"kok di liati aja si meaw" tegur jazon "ayo makan"


Aku segera memakan coklat dengan cepat dan tidak peduli lagi dengan lipstik yang aku gunakan di bibir. Lagian jazon juga tidak terpukau melihatku. Kok aku jadi tambah sedih si. Rasanya ingin pulang saja. Ibu aku sedih uhhh.


Jazon memberhentikan mobilnya di depan lestoran. Apa ini lestorannya. Wah dari luar saja terlihat mewah apa lagi dalamnya. Ana pasti sangat bahagia.


"meaw! Smile" ucap jazon yang membuat ku bingung.


Dan aku melakukan perkataannya dengan muda segera smile.


"sudah ku duga pasti coklatnya akan lengket di gigimu" kata jazon yang membuatku segera berkaca, ahh kebiasaanku jika makan coklat pasti akan lengket di gigi dan lucunya aku sering tidak tau.


Jazon memberikanku air mineral. Segera Meminumnya untuk berkumur-kumur. Dan aku kembali berkaca gigiku sudah putih kembali...


Dan ekor mataku melihat jazon sedang tersenyum melihatku. Ahh bahagia sekali rasanya. Karena sudah satu minggu aku merindukan senyumannya.


*****


Kami keluar dari mobil. Dan jazon memberikan kunci mobilnya kepada pelayan untuk di parkirkan. Ehh saat mau masuk ada mobil yang membunyikan klaksonnya. Aku dan jazon pun berbalik menatap mobil.


Orang yang keluar pertama adalah alan.



Wah alan memang sangat tampan apalagi tatapan mata nya yg sangat tajam.


Dan yang satunya di tunggu-tunggu yaitu ana.



Ana benar-benar cantik! Seharusnya aku tidak mengkhawatirkan penampilannya. Dia berbeda level denganku. Ya dan dia benar-benar sangat cocok jika di sandingkan dengan jazon.



Lihatlah! aku harus melihat kenyataan. Saat jazon bersama ana, Dan aku bersama alan.


Kami sudah di pisahkan oleh orang lain yang mencintai kami, tapi bedanya jazon juga mencintai orang yang mencintainya, sedangkan hatiku masih berharap padanya. Rasanya ingin kutarik lengan jazon agar dia terus tetap berada di sampingku. Tapi semuanya terlambat... Dan aku juga ingin ana bahagia karena cintanya juga tulus.