
2 bulan lagi kami akan Ujian Nasional.
Dan otakku penuh dengan latihan belajar. Lelah sekali tapi untunglah ini hari sabtu, hari libur aku bisa istirahat tidur dengan nyenyak. Pokoknya aku akan menikmati istirahat ini dengan sangat nyaman.
Ahh! Kata istirahat sepertinya kutukan untukku. Baru saja mau tidur eh ada yang menelepon.
Jazon! Jazon meneleponku untuk apa! Bukannya dia marah. Bahkan sudah satu minggu kami tidak saling menyapa. Hehe apa dia rindu aku ya :D
ahh sudah kuduga aku ini orangnya ngangeni. Tapi aku harus jutek, harus jual mahal enak aja, aku enggak semuda itu bung!
"hallo" dahuluku
"5 menit aku tunggu di tempat parkiran" perintah jazon segera mematikan telepon.
Apa-apaan jika rindu juga nggak boleh nyuruh orang datang cepat 5 menit lagi! Mandi aja belom. Ya sudahlah hanya bertemu jazon tidak perlu mandi. Sikat gigi dan cuci muka saja.
Dan pas sekali aku tepat waktu.
Aduh hanya ingin bertemu denganku tidak perlu nyetel banget. Ahh rubby yang udah ke GR an tingkat langit ke 7, jazon kan memang dari dulu gayanya keren. Lagian bagiku dia tetap tampan dan bersinar meski pakai baju apapun. Bahkan baju robekpun dia akan terlihat sangat keren.
"ada apa!" kataku dengan jutek, sepertinya ektingku sangat keren. Pasti dia mau nyogok aku, agar kita bisa baikan lagi. Tidak semudah itu tuan muda zekdlyn
"besok aniversarry 1 bulan aku dan ana" ucapnya. Mendengarnya membuat aku ingin muntah, ternyata tidak terasa mereka sudah satu bulan saja. Aduh bodohnya aku berpikir jika jazon merindukan aku. Bodoh sekali sangat memalukan rubby!
"Aku tidak tau hadiah apa yang harus aku berikan pada wanita, karena kamu wanita pasti kamu mengerti. Jadi tolong bantu aku" lanjutnya lagi. Tahan rubby! Tahan ayo pura-pura senang.
Aku menarik nafas perlahan lalu membuka mulutku "meskipun aku wanita aku juga tidak mengerti selera wanita apalagi ana. Dia sangat jauh berbeda denganku, jika mengajakku hanya akan mendapatkan barang yang tidak sesuai" tolakku secara halus. Bagaimana mungkin aku ikut air mataku saja sedang aku tahan.
"baiklah tidak apa, kita bisa bertanya pada semua penjual di mall" ucap jazon yang tetap mau mengajakku pergi.
"tapi aku belum mandi" jelasku
"tidak apa! Kamu tetap cantik kok" pujinya yang malah membuat perasaanku sakit. Apaan cantik. Dirimu itu hanya boleh bilang cantik pada ana, jangan memberiku sebuah harapan jazon.
"Ayo masuk" katanya sambil memasukanku ke dalam mobil. Untung saja dia masih di luar mobil sedang teleponan dengan seseorang itu pasti ana. Sudahlah yang penting aku bisa menangis tanpa ketahunan. Ayo rubby selesaikan tangisanmu ini. Setelah beberapa menit jazon masuk ke dalam mobil.
"Hadap ke jendela" perintah jazon yang aku ikuti. Ada apa sih dia menyuruhku hadap ke jendela apa dia tidak mau melihat wajahku ini! Baiklah aku juga tidak.... Gerutuku terhenti saat jazon mengumpulkan rambutku, setelah terkumpul rapi, dia mengikat rambutku.
"begini sudah rapi" ucapnya.
Apa-apa an dia! Lagi-lagi dia menyerang perasaanku dengan tiba-tiba! Andai saja aku ini seorang nyonya muda. Aku ingin sekali meneriakinya untuk tidak lagi membuat jantungku berdebar kencang tidak beraturan.
aku melihat kaca spion mobil. Wajahku sangat merah! Aku tidak mau jazon melihat ekspresiku seperti ini.
"sekarang boleh menghadap kedepan" katanya, waduh bagaimana ini! Cepat cari alasan..
"jalankan mobilmu saja, aku mau menghadap kejendela untuk melihat pemandangan" alasanku.
Dari kaca jendela aku bisa melihatnya.
kami berdua sangat dekat tapi ada jarak yang tidak memperbolehkanku menatapnya secara langsung. Dari kaca jendela ini saja aku sudah bahagia melihat bayang-bayangnya.
Hujan...
Hujan turun membuat suasanah hatiku mendung. Dari balik kaca jendela mobil ini aku hanya bisa melihat. Melihat air yang berjatuhan.
"dari tadi kamu melihat jendela terus, ada apa?" tanya jazon membuatku terkejut
"ahh tadi aku ingin berbalik tapi hujan ini kembali membuat aku ingin terus menghadap ke jendela" jelasku
"kamu lucu, menghadap ke depan juga bisa melihat hujan" ucap jazon, ya sudahlah sebaiknya aku duduk menghadap depan. Bye-bye samping
"jika tidak salah kita pernah mandi hujan kan" cerita jazon
"iya saat kita smp kelas satu, tapi setelah itu kamu demam. Dan mulai saat itulah pertama dan terakhir kita mandi hujan" jelasku mengingat masa lalu
"benarkah terakhir, kamu tidak ingat beberapa minggu ini pas hujan aku menarikmu masuk ke dalam mobil... Hmm! sepertinya ini jangan di ingat hanya akan membuat luka, aku menyesal telah memarahimu mungkin karena aku mempunyai alasan" ucap jazon, alasan apa memangnya, ahh sudahlah aku juga tidak mau mengingat masa itu.
Akhirnya kami sampai juga di mall, tapi karena hujan kami jadi diam di dalam mobil, karena jazon tidak pernah mau membawa payung di dalam mobil. Ayolah hujan berhenti aku tidak mau berduan bersama jazon di sini. Rasanya sumpek!
"kamu terlihat gelisah apa kamu kebelet ke toilet, jika benar aku akan keluar membeli payung" tanya jazon, ternyata dari tadi aku gelisah dan jazon melihatnya. Harus jawab apa ya aku bingung.
"sepertinya iya" tebak jazon, saat jazon mau membuka pintu aku menghentikannya dengan cara memegang tangan jazon, bagaimana mungkin seorang tuan muda rela basah demi anak pelayan sepertiku. Aku juga sadar diri.
"kenapa?" tanya jazon
" tidak usah jazon, aku tidak kebelet ke toilet aku hanya merasa dingin" alasanku
"benarkah!" ucap jazon segera mencari sesuatu, mengambil syal, lalu memakaikannya di leherku "apa masih dingin" tanyanya penuh dengan kekhawatiran
"sudah terasa hangat" jawabku
"benarkah! Meaw! Aku merasa kamu tidak nyaman saat bersamaku! Aku tau kamu tidak kedinginankan, karena kita di dalam mobil" gerutu jazon, aduh jangan sampai hanya karena syal ini jazon mengetahui semuanya termasuk perasaanku.
"tidak kok, aku benar-benar merasa dingin, mungkin karena aku mau pilek" dustaku
"semoga yang kamu katakan benar meaw" gumam jazon, maafkan aku jazon karena sering berbohong padamu.
"ayo keluar hujan sudah berhenti" beritahuku pada jazon. Aku sudah capek juga bermain teka teki bersamanya mencari sebuah alasan saat dia bertanya. Dan sampai kapan aku harus berbohong seperti ini terus. Sampai aku jujur pada perasaanku, ahh jangan gila! Aku bisa menghancurkan persahabatan kami.
"MEAW tunggu" panggil jazon dari belakangku, tapi aku terus saja berjalan cepat masuk ke dalam mall duluan.