RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 26


Aduh kenapa jazon ada di depan rumahku. Bahkan dia belum mengganti pakaian sekolahnya. Benar-benar ya tuan muda ini.


"ngapain di sini" tanyaku sedikit cetus


"nunggu kamu" jawabnya


"emangnya ada apa?" tanyaku lagi


"tidak ada, aku hanya ingin bersamamu, dan ingin mengingatkanmu untuk ikut bersamaku pergi ke Amerika" jelasnya.


"ohh gitu, tapi ganti baju dulu dong, mandi sana. Aku juga mau mandi. Nanti malam aku datang ke kamar kamu deh, jadi nggak perlu repot-repot buat ke sini" saranku


"oke aku tunggu" setuju jazon.


"bibi aku pulang dulu ya, dadah" pamit jazon pada ibuku.


Ibuku pun keluar mendengarnya "mau pulang kemana, tempat ini kan milikmu" kata ibuku dan jazon hanya tersenyum lalu pergi menuju rumah utama zekdlyn.


"dari jam 4 dia di sini nungguin kamu" kata ibu memberitahuku, berarti sudah 3 jam dia menungguku. Aduh tuan mudaku tidak biasanya begini.....


Setelah aku selesai mandi, niatnya si mau tidur karena capek. Tapi sudah janji akan menemui jazon. Baiklah rubby sebentar lagi dia akan pergi. Jadi kamu harus banyak menghabiskan waktu bersamanya...


Saat sampai di kamar jazon aku melihat jazon sedang menyantap makan malamnya, jazon memang selalu makan di kamarnya tidak pernah makan di meja makan, aku tau kenapa begitu.. Jazon yang malang saat dia diberi kabar oleh kedua orang tuanya bukan mereka yang pulang melainkan jazon yang harus pergi ke tempat mereka, dan di tambah lagi dia harus menggantikan ayahnya untuk menjalankan sebuah perusahaan padahal dia masih sangat muda. Bahkan dia pernah berkata kepadaku. Tidak ingin menjadi seperti kedua orangtuanya yang rela menghabiskan waktu hanya demi uang. Tapi dia tidak bisa tidak mau menjadi seperti orang tuanya karena takdirnya yang menjadi seorang pewaris keluarga zekdlyn.


"MEAW" panggil jazon "ngapain di depan pintu. Sini duduk di sebelahku. Kita makan malam bersama. Aku tadi ingin menunggumu tapi kamu terlalu lama jadi aku memakannya duluan.


"Aku sudah makan tadi" jujurku karena memang aku sudah makan banyak bersama ana.


Tapi karena jazon memasang wajah sedih terpaksa deh aku ikut makan. "yaudah aku makan tapi sedikit aja" kataku membuat wajahnya kembali bersinar.



Jazon makan dengan lahap hingga bibirnya berantakan terkena saus..


"pelan-pelan makannya" tegurku


"maaf! Habisnya aku sangat lapar dari pagi belum makan" jelasnya


Pasti penyebabnya karena dia banyak pikiran, aku segera mengelap sekitaran area bibirnya dengan tisu. Wajah jazon memerah membuat aku menghentikan kegiatan ini.


"udah bersih" ucapku dan jazon tersenyum tipis lalu kembali memakan makanannya dengan pelan.


bagaimana? ini jazon! aku ingin bilang sekarang bahwa aku tidak mau ikut denganmu tapi aku tidak ingin kamu bersedih sekarang. Aku akan menjawabmu pada saat harinya sudah sangat dekat dengan penerbanganmu.


Dan apa ini makan terakhir kita, tidak kan, karena waktu kita masih banyak. Baiklah mulai hari ini dan hari yang tersisa. aku akan fokus padamu, aku ingin menghabiskan waktu dengan puas bersamamu. Iya karena nanti kita akan saling melupakan. Tidak! Pasti tidak mungkin saling melupakan karena kita ada dalam cerita kita, dan cerita ini tidak bisa di hapus karena isinya penting... Sangat penting... Hingga diingat sampai hari tua nanti. Aku ingin menyimpanya dengan sangat dalam....


"MEAW" panggil jazon membuat ku sadar dari lamunan tentang nya "kamu menangis" katanya memberitahuku dan aku baru sadar jika air mataku sudah mengalir sangat deras..


Jazon menyeka air mataku. "tidak apa! Jangan menangis. Kita tidak akan terpisah! Kita akan bersama selamanya" ucapnya dengan tatapan hangat hingga membuat perasaanku ter iris iris


Jangan terlalu berharap jazon. Aku tidak mungkin ikut denganmu.....


Setelah selesai makan. Aku dan jazon bermain PS. Hingga kami lupa waktu kalo ini sudah jam 11 malam. Dan mataku pun sudah mulai mengantuk perlahan aku menutup mata.


"ehh jangan tidur!" perintah tuan muda menyebalkan ini.


"bukan! Aku ingin menyuruhmu untuk membacakanku sebuah dongeng" katanya yang membuat ngantukku ilang.


"apa-apaan kamu kan bukan bocah" tolakku


"please" ucapnya dengan tatapan maut, membuatku tidak bisa menolak.


"baiklah, tapi mana buku ceritanya" setujuku


"tidak ada!" jawab jazon dia segera mengambil bantal dan menaruhnya di paha ku Jangan-jangan dia mau! Kan benar dia tidur di pahaku.


"buat sendiri saja" perintah tuan muda yang sangat menyebalkan udah tau otakku cetek, malah di ajak mengarang.


🍃🍃🍃🍃🍃


"pada suatu hari hiduplah seorang pangeran yang sangat menyebalkan... Dia memang tampan si tapi tetap saja dia sangat menyebalkan.


Dan dia juga sudah membuat seorang tuan putri patah hati. Memang dia pangeran yang tidak mempunyai hati.......


Lalu dia sangat iri dengan seorang pangeran lain yang lebih baik darinya,


Dan dia selalu saja ingin berbuat seenaknya pada seorang itik.....


lalu dia ingin meminta si itik untuk membacakannya sebuah dongeng.


Sungguh pangeran yang mempunyai banyak dosa" dongengku panjang lebar, dan pantas saja tuan muda ini tidak merespon aku rasa dia sudah tidur dari tadi, jika tidak dia akan marah karena aku menjadikannya tokoh jahat...


Aduh gimana aku tidur ya, rasanya tidak nyaman jika begini. Bagaimana saat aku tidur aku menjatuhkan diri ke bawah dan bisa-bisa terjadi hal yang fatal. Sebaiknya aku harus mrnyingkirkan tuan muda ini dari pangkuanku.


Dan dia sangat berat membuat aku tidak bisa menyingkirkannya. Ya sudahlah biarkan seperti ini saja.


🍃🍃🍃🍃🍃


Saat aku bangun aku sudah berada di atas kasur, pasti jazon yang membawaku di sini dan dia ada di mana.


Ada sebuah surat kecil menempel di jidatku. Ini pasti kerjaannya.


"cepat mandi nanti terlambat" setelah aku membaca aku langsung melihat jam di dinding, dasar berengsek! Ini sudah jam setengah 8. setengah jam lagi... Akan masuk sekolah.


Awas saja jika aku telat akan aku tinju jazon, karena dia tidak membangunkanku...!!!!!


Dengan kecepatan kilat aku segera kembali ke rumah. Ibu juga dasar tidak membangunkanku.


Didepan pintu aku berpapasan di depan pintu.


"RUBBY! Bukannya kamu sakit" tanya ibu menghentikan langkahku.


"kata jazon, dia bilang semalam kamu demam" jelas ibu


"apa-apaan ibu! Kenapa percaya padanya. Sudahlah aku mau cepat-cepat" ucapku segera pergi ke kamar tidak ada waktu untuk mandi sebaiknya aku mencuci muka dan menyikat gigi saja. Setelah selesai. Masih tersisa 15 menit lagi.


Aku segera menancapkan gas motorku menuju sekolah, sudah seperti pembalap saja. Untung saja tidak ada polisi jadi aman. Awas saja jazon aku akan sangat sangat memarahimu hingga semua uratku menegang.