RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 31


#dirumah, malam hari.


Aku dan ibu sedang nonton tv.


Sebenarnya aku tidak suka menonton ini, tapi ibu menyuruhku untuk menemaninya, dengan terpaksa aku harus ikut nonton sinetron azab.


🍃


Ibu mulai mengeluarkan air mata karena korban sinetron azab. Dia menangis tiada henti. hampir setiap hari dia nonton ini, dan setiap kali nonton dia akan menangis. Rasanya aku ingin merusak tv ini saja. Agar ibu tidak sedih, dan tidak perlu menghabiskan tisuku. Bahkan aku menangis saja tidak memakai tisu. Hanya mengelap dengan tanganku atau mengelap dengan bajuku. Atau dengan tangan jazon...


Ahh bodoh kenapa aku harus menyebut namanya. Bodoh!!!


"hey sayang kamu menangis ya" tegur ibu yang melihat air mataku jatuh. Gawat bagaimana ini,apa yang harus aku jawab.


"apa ibu bilang, sinetron azab itu memang is the best" lanjutnya membuatku lega. Dengan terpaksa aku menjawab "iya bu, sedih sekali sinetron nya, ekting artisnya benar-benar sangat keren". Dustaku. Padahal ekting ku lebih keren dari pada mereka. Dan aku akam mendapatkan azab karena sering berdusta. Sungguh menyeramkan.


*****


Aku mendapatkan libur selama 3 hari, setelah tiga hari berlalu, ujian akan di mulai, gawat aku belum belajar sama sekali, akibat terus-terusan memikirkan jazon. Jazon aku mohon hilanglah dari pikiranku. Aku benar-benar menyebalkan. Pasti kamu memerintah pikiran ku untuk tetap memikirkanmu kan.


Ahh aku kangen jazon. Aku ingin bertemu dengan nya. Baiklah ayo rubby kita ke rumah utama zekdly berpura-pura saja ingin mencari ibu, lalu tersesat di kamarnya. Ide yang bagus tapi bodoh, mana mungkin aku tersesat sedangkan aku sudah tinggal di lingkungan ini dari kecil. Bodoh ahh pokoknya aku harus melihatnya agar bisa mendapatkan sebuah energi karena melihat jazon. Jazon aku mohon semoga kamu sedang tidur. Jadi aku bisa menatapmu diam-diam


🌱


Aku mulai pergi ke rumah utama zekdlyn dengan cara mengendap-endap. Untung saja ke adaan rumah sedang sepi. Dan aku juga tidak di anggap seperti pencuri kan. Aku kan orang dalam jadi tenang tidak perlu mengendap-endap rubby dasar bodoh di tambah **** sama dengan oon.


Akhirnya aku sampai juga di depan pintu kamar jazon. Ayo rubby kita intip jazon. Dengan perlahan aku membuka pintu tapi.....


Jazon tidak ada apa dia pergi ke luar yah, atau dia di kamar mandi.


"sedang apa" bisik seseorang yang berada di belakangku, "JAZON" panggilku segera berbalik.


Ini benar-benar jazon, aku melihat jazon, dia masih sangat tampan sudah lebih dari satu minggu aku tidak melihat wajahnya.


"MEAW" panggilnya, hatiku merasa remuk saat mendengarnya memanggilku dengan panggilan seperti biasa. Bagaimana mana ini aku benar-benar tidak ingin dia pergi dariku. Aku benar-benar tidak ingin melepasnya.


"jazon" panggilku segera memeluk tubuhnya. "kemana saja kamu selama ini, aku tidak pernah melihatmu" renggeku dalam pelukannya.


"Aku,,,, pergi ke Amerika dan semalam baru pulang" jawabnya segera membalas pelukanku "aku juga merindukanmu, maaf telah membuatmu meridukanku" ucapnya


"jika kau ingin pergi kau harus bilang dulu padaku, jangan menghilang seperti ini" pintaku


"maaf, karena tidak bilang. meaw aku mencintaimu meaw" katanya dengan suara kecil yang terdengar di telingaku, karena terlalu terbawa perasaan aku menjawabnya "aku juga mencintaimu jazon".


Jazon melepaskan pelukannya dia menatapku dengan tatapan terkejut, dan aku baru sadar dengan perkataanku tadi...


"aku... aku..aku... Salah berbicara maksudku, aku merindukanmu! yah itu yang seharusnya aku bicarakan" jelasku dengan gelagapan.


"AKU MENCINTAIMU" kata jazon sambil menatap mataku dengan serius "AKU TIDAK SEDANG BERCANDA, DAN AKU BENAR-BENAR MENCINTAIMU, AYO RUBBY MENIKAHLAH DENGANKU"...


CTAR!!! suara jatuhan barang yang terbuat dari beling. Aku dan jazon menatap ke arah suara. Ternyata ibu mendengar ucapan jazon.


Aku segera menghampiri ibu, sambil membersihkan pecahan beling.


"itu! Aku dan jazon sedang latihan drama" jawabku cepat. "IYA KAN JAZON!" kataku sambil melotot melihat jazon.


"IYA!" jawab jazon dengan terpaksa.


"ahh! kalian ini mengejutkan ibu saja" kata ibu dengan lega.


"maaf ya padahal ibu tadi mau membawakan jus untuk tuan muda, karena kaget ibu tidak sengaja menjatuhkannya" kata ibuku dengan rasa bersalah. "tapi ibu akan membawakannya lagi"


"tidak perlu bi, aku dan rubby berencana pergi keluar sekarang" kata jazon "di beri izin kan" tanya jazon.


"iya ibu izini, entah kenapa tuan muda sangat suka bermain dengan anakku yang jutek ini"...


"IBUUU!!" teriakku.


"hey jangan berteriak, memang benar kamu itu jutek" tambah jazon membuatku kesal.


"hah, kalo begitu ibu kembali ke dapur dulu ya" pamit ibuku, setelah ibu pergi.


Jazon menarikku masuk ke dalam kamar.


"AYO MENIKAH DENGANKU!?" ucapnya sekali lagi.


Saat aku mau berbicara jazon mendahuluiku "AKU SEDANG TIDAK BERCANDA MEAW!" ucapnya untuk meyakinkanku.


"tapi... Kenapa menikah, bukannya seharusnya menjadi pacar" tanyaku untuk mengulur jawabanku, gila saja jazon sedang tidak bermain dan dia melamarku dengan tiba-tiba. Hal yang aku inginkan jazon menyatakan cinta tapi ini malah lebih dari hayalanku dia ingin menikah denganku.


"KITA TIDAK PERLU PACARAN, KEBERSAMAAN KITA DARI KECIL, SUDAH CUKUP UNTUK MENIKAH. SETELAH MENIKAH KITA AKAN TINGGAL DI AMERIKA, DAN KAMU SATU-SATUNYA WANITA YANG AKU CINTA DI DUNIA INI. AKU TIDAK INGIN KEHILANGANMU" kata jazon membuat aku ingin menangis karena bahagia. Selama ini bukan hanya aku yang mencintainya tapi dia juga mencintaiku.


Aku juga ingin menikah dengannya sangat ingin menghabiskan waktu bersamanya, tapi....., apa kedua orangtuanya setuju, dan reaksi ibuku tadi benar-benar sangat terkejut. Apalagi sahabatku ana adalah mantan jazon. Itu sama saja aku menusuk ana kan.


Aku harus benar-benar memikirkannya. Banyak orang yang akan terluka karenaku jika aku menjawab iya. Aku yakin orang tua jazon pasti tidak merestui kami, dan mama juga pasti tidak merestui, apalagi ana mungkin dia akan menjauhiku, dan alan yang sudah ku anggap sahabat pasti dia akan sangat kecewa padaku.


"JAZON!" panggilku


"aku tidak menerima kata TIDAK aku mau IYA" PINTA JAZON.


"maaf".


"TIDAK! JANGAN KATAKAN MAAF!" kata jazon dengan marah


"AKU TIDAK BISA"


"KENAPA?!" kata jazon sambil memegang wajahku dengan kedua tangannya.


"KAMU SUDAH TAU JAWABANNYA" kataku segera menghempaskan kedua tangannya dari wajahku. Dan pergi meninggalkannya.


"AKU TIDAK TERIMA PENOLAKANMU! CEPAT UBAH JAWABANMU! JIKA TIDAK AKU TIDAK AKAN PERNAH LAGI BERTEMU DENGANMU MEAW! AKU BENAR-BENAR AKAN MELUPAKANMU" teriak jazon,


Dia tidak bisa menerima jawabanku, seharusnya dia bisa menerimanya dasar egois. Tidak! Aku juga egois. Kami sama-sama egois.