RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 29


Rumahku berada di belakang rumah utama zekdly di beri jarak oleh taman.


Saat sedang berjalan menuju rumah


Jazon menungguku di taman. saat aku ingin melarikan diri. Dia menghadangku.


"kamu belum menjawab pesanku semalam" tanya jazon.


"pesan yang mana" tanyaku seola lupa


"kamu benar-benar pelupa! Bahkan kamu tidak tau jika aku tidak sekolah hari ini" kata jazon,benar aku tidak menyadari jika dia tidak sekolah. pantas saja kenapa seperti ada yang kurang.


"baiklah aku akan mengulangi pesan itu" kata jazon "jika aku menyatakan cinta padamu apa yang akan kamu jawab meaw" tanyanya dengan tatapan yang benar-benar sangat menunggu.


Aku merasakan angin berhembus deras di tubuhku, rambutku yang terurai bertebrangan mengikuti arah angin.


Aku terdiam seribu bahasa tidak bisa menjawab. Padahal aku tau jawabanku pasti iya. Meskipun 1000 kali aku mengucapkan tidak kata iya akan muncul di akhir. Ini benar-benar rumit seandainya dia tidak pernah mempermainkan perasaanku bahwa dia mencintaiku kemarin, bahwa dia tidak jadian dengan ana. Mungkin dengan mudah aku akan menjawab IYA...


Hanya air mata yang jatuh dari mataku.


Jazon menyeka air mata ku dengan lembut. Lalu dia mencium keningku dengan hangat aku mulai tenggelam. Tapi dengan cepat aku segera sadar dari kehangatan ini, Membuat aku mendorong tubuh jazon hingga dia terjatuh.


"AKU MEMBENCIMU" ucapku padanya yang sedang duduk di bawah rumput.


Terlihat raut wajahnya yang sedih. Membuat aku semakin membencinya dan membenci diriku sendiri.


Pergi berlari meninggalkannya dengan cepat, bukan hanya kakiku yang berlari cepat, tapi air mataku juga mengalir jatuh dengan cepat sangat deras hingga aku hanya melihat bayang-bayangan air . Hampir saja terjatuh. Hampir saja aku mendapatkan luka yang lain... Perasaanku benar-benar sangat gila. Aku benci cinta aku sangat membenci perasaan ini. Perasaan ini hanya bisa membuatku menangis pertama aku harus kehilangan ayah yang aku cinta i dan kedua aku mencintai orang yang salah......


Rasanya aku ingin menghilang saja dari dunia ini.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Saat sampai di depan pintu rumah, tiba-tiba saja ibu membuka pintu, dan aku segera membalikan tubuhku agar ibu tidak bisa melihat air mataku.


"SAYANG" panggilnya dengan lembut.


Aku segera berjalan dengan pelan entah tujuannya kemana, aku hanya tidak ingin ibu melihat keadaanku yang kacau ini. Pikiranku yang ingin menghilang dari dunia ini pun aku tarik kembali, karena aku masih mempunyai ibu yang aku cintai


"hey! Mau ke mana, jika mau pergi ganti baju dulu" teriak ibu yang aku hiraukan.


Berjalan lurus hingga sampai di taman yang membuat aku menangis tadi.


Tapi Untunglah jazon sudah tidak ada di taman ini.


Beberapa menit kemudian๐Ÿƒ


Trings* ponselku berdering.


Aku segera memeriksanya ternyata alan yang meneleponku. Aku tidak bisa mengangkatnya jika dia mendengar suaraku, dia akan tau jika aku habis menangis.


Sudah satu jam aku duduk di sini, wajahku pun sudah mulai membaik. Aku segera pulang langsung masuk ke kamar rasanya sangat capek aku ingin tidur dan berharap bangun dengan ke adaan lupa tentang jazon.


"sayang" panggil ibu yang membuat aku tidak jadi tidur.


"ya ada apa bu, rubby sangat ngantuk" jawabku


"mandi ganti baju, terus makan" perintah ibu dengan tegas


"baiklah" jawabku dengan malas-malasan, terpaksa aku segera pergi ke kamar mandi. Lalu pergi makan. Dan lanjut tidur.


*****


#di sekolah


Alan menungguku di depan kelas, benar-benar ya pria ini ingin aku jadi perhatian semua orang, apalagi kejadian kemarin harusnya membuat dia menjaga jarak denganku, bisa-bisa nanti viona marah habislah aku.


"rubby" panggilnya dengan suara kecil


Segera masuk ke kelas lalu duduk di kursiku.


"rubby" panggil alan menghampiriku. Tapi aku masih pura-pura tidak mendengarnya, lihat saja manusia di kelas ini menatap kami. Dasar cwok gila.


"Hey rub, alan manggil kamu tu" kata ana, dan aku baru sadar ana ada di sampingku.


"bilangi dia, aku nggak mau jawab, suruh pergi" bisikku di telinga ana.


"oke" jawab ana


"alan pergi sono" perintah ana, dan alan segera menurutinya. "baiklah" ucapnya. Pergi dengan pundak kecewa.


"kamu marah ya sama alan gara-gara viona" tanya ana penasaran dengan sikapku yang cueki alan.


"tidak! Aku hanya sedang tidak ingin jadi bahan perhatian di kelas" kataku.


Sebenarnya aku hanya merasa galau karena kemarin jazon membuatku menangis.


Tapi kenapa aku jadi baper ya padahal kan jazon hanya mengatakan jika aku menyatakan cinta apa yang akan kamu jawab!?, ahh bodoh!. Jika seperti ini jazon akan tau perasaanku yang sebenarnya.


"bodoh! Bodoh! Bodoh" kataku untuk diri sendiri.


Saat sebentar lagi mau istirahat jazon mengirimiku pesan.


"temui aku di taman belakang sekolah" pesannya. Aku harus menolak tapi jazon mengancamku dengan pesan ini "jika tidak datang, aku yang akan datang menemuimu" ancamnya.


Bagaimana ini, apa yang harus aku bilang pada ana. Tidak mungkin kan aku bilang mau menemui jazon. Sama saja aku mencari mati.


Ayo ayo rubby sebentar lagi istirahat kamu harus memikirkan sebuah alasan untuk menemui jazon. Ahhh iya ALAN! aku bisa menggunakannya sebagai alasan.


Jam istirahat pun di mulai.


Ahh syukurlah alan datang ke kelas kami.


Alan hanya berdiam diri di depan pintu.


Aku dan ana segera menghampirinya.


"ana kamu bisa kan kekantin dengan yang lain" tanyaku


"kenapa?" tanya ana bingung


"aku mau ngomong sesuatu pada alan" ucapku


"oke deh, jangan sampe nggak jadian aja ya" ancam ana dengan muka manyun. Pasti dia sebal karena sahabatnya malah pergi sama alan bukan dengannya.


Ketika aku melihat alan, wajahnya sudah memerah seperti cabe. Aku rasa dia sedang dalam mode ke GR an. Kasian alan. Maafkan aku yah.


"alan sebenarnya, aku mau pergi menemui jazon di taman belakang sekolah" saat aku mrngatakan ini wajah alan terlihat marah.


"AKU merasa tidak enak, jika bilang pada ana, ingin menemui jazon. Aku takut dia sedih" lanjutku menjelaskan dan pyuhh ekspresi alan berubah seperti biasa tapi masih terlihat dari raut wajahnya merasa kecewa.


"tapi untuk apa kamu menemui pria gila itu" tanya alan. Aduh gawat-gawat ayolah otak cari sebuah alasan.


"hmm... hmm... " hmm ku yang tak bersambung-sambung.


" hmm... Hm... Berbicaralah yang jelas" kata alan sedikit kesal


"hmm,,, hanya ingin membicarakan tentang rumah karena sebentar lagi setelah selesai ujian nanti jazon akan pindah ke amerika. Oleh karena itu aku sebagai anak pelayan harus mengatakan sesuatu padanya" dustaku.


"baiklah, tapi... Setelah selesai kamu harus segera cepat mendatangi aku di sini oke" syarat alan


"baiklah" setuju ku