
Untung saja aku datang dengan tepat waktu. Tapi saat aku berjalan mau menuju kelas, semua orang menatapku sambil tertawa apa ada yang lucu padaku. Udah tau masuk kelas anak-anak ini masih saja belum masuk
Dasar mentang-mentang kaya jadi tidak menurut.
Saat sampai di kelas aku segera duduk dan ana tertawa geli melihatku.
"ada apa? Kamu dan semua orang berekspresi seperti itu" tanyaku penasaran
Lalu ana memberikanku sebuah kaca.
Ternyata bukan wajahku yang bermasalah tapi rambutku yang berantakan mengembang. Mungkin ini karena aku tidak memakai helm sambil ngebut-ngebutan.
Ana memberikanku sisirnya untuk merapikan rambutku dia memang sahabat terdebest ku. I love you ana.
Akhirnya pak guru masuk dia menjelaskan kepada kami untuk menjaga kesehatan dan giat belajar untuk ujian nasional nanti, dia ingin kami mendapatkan nilai yang memuaskan hingga bisa masuk universitas yg di inginkan. Sepertinya aku tetap harus giat belajar meskipun aku tidak masuk universitas.
🍃🍃🍃
Akhirnya jam istirahat tiba aku mau bertemu dengan tuan muda penyebab keterlambatan ku ini. Tapi sepertinya tidak bisa aku harus menemani sahabatku ana untuk menyembuhkan lukanya karena si tuan muda itu.!!!!!
Aku ana mendapatkan ketenangan karena entah kemana pria dua itu. Tidak menampakkan batang hidungnya. Tapi beberapa menit kemudian alan datang bersama para sahabatnya.
Akhirnya dia main kembali bersama sahabatnya karena dari bulan kemarin dia selalu ikuti aku kemana saja.
"rub ngapain liatin alan" tegur ana
"ohh itu.. Aku hanya merasa bebas akhirnya sepupumu itu bermain dengan sahabatnya" jelasku pada ana.
"iya akhirnya dia tidak menempel lagi pada kita" tambah ana
Berengsek alan! Tidak bisa membuat ku tenang dari sebrang sana dia menatapku tiada henti.
Dasar dia ternyata tipe pria yang suka nyuekin sahabatnya demi wanita. Benar-benar deh!
"RUB kekelas yu" kata ana yang membuatku sangat senang.
"ayuk! ayuk!" jawabku bersemangat.
Dan saat kami mau menuju kelas kami berpapasan dengan jazon dan sahabatnya. Benar-benar deh para pria tidak bisa membuat kami para wanita tenang. Liat ana menggandeng kuat tanganku. Aku segera menutupi mata ana agar dia tidak bisa melihat jazon.
Sudah senang mereka tidak terlihat tapi pada ujungnya masih aja nongol...
Dan ada masalah lagi ana menangis "seperti ini ya sakitnya di putusin, padahal dulu aku sering mutusin cwok dengan sangat gampang tanpa rasa bersalah karena aku bosan. Apa ini karma ya rubby" ucap ana
Aku segera memeluk ana untuk menenangkannya. Mana tidak ada permen lagi. Gara-gara telat padahal niatnya mau beliin ana permen tiap hari.
Seperti biasa sudah pulang sekolah ana mengajakku ke sebuah restoran. Dan yang pasti ini di traktir mana ada uang untuk membeli menu semahal ini...
Aku pulang jam 7 tepat lalu segera mandi dengan tenang. Ogah datang tepat waktu enak aja, pagi tadi aku gelabak gelubuk ngejar waktu karenanya.
Saat aku selesai mandi aku mendapatkan notifikasi 7 panggilan tak terjawab dari jazon.
Dan sekarang sudah hampir jam 8. Sebaiknya aku segera ke sana.
Ada apa ini, kenapa jazon menungguku di depan rumah.
Apalagi apa-apaan ekspresinya itu hihihi baguslah dia pasti marah dan kesal...
"Jam berapa ini?" tanyanya, haha dia benar-benar sangat marah.
"ayo masuk" ajaknya sambil menarik tanganku masuk ke dalam rumah, dan dia mengajakku ke meja makan, mejanya di penuhi oleh makanan.
"sudah mulai dingin karena kamu datang telat, apa sebaiknya di ganti saja" ucap jazon, enak aja main buang makanan sebanyak ini.
Aku segera duduk di meja makan "tidak perlu" ucapku sambil memakan salah satu makanan yang ada di meja ini "hmm masih enak kok" ucapku.
Di saat aku makan dengan nikmat aku melihat wajah jazon. Matanya berkaca-kaca.
"kamu kenapa?" tanyaku menghawatirkannya
"tidak aku hanya terharu sudah lama sekali tidak makan di sini, biasanya selalu di kamar" jelas jazon dengan penuh emosional hingga aku bisa merasakan kesedihannya. Sudah lama sekali tidak makan di sini, karena terakhir saat dia masih kecil, makan bersama kakeknya di sini, setelah kakeknya meninggal dia benar-benar sendirian..
Tuan mudaku yang malang andai kita di dunia yang sama mungkin aku akan mengajakmu ke dunia yang hanya akan di penuhi oleh kebahagiaan. Andai saja bisa.. Dan membayangkannya saja sudah bisa membuatku bahagia.
"ayo cicipi ini rasanya sangat enak" tawarku pada jazon dan dia segera memakan dengan lahap.
Aku juga menyuapinya beberapa jenis makanan ke dalam mulutnya, dari dulu aku selalu memperhatikannya. Dan setelah SMA aku mulai cuek padanya itu juga karena faktor kepergian ayahku membuatku sering tidak bersemangat dan jazon pun mendapatkan dampaknya pasti dia merasa kesepian dan saat dia menggantikan ayahnya di perusahaan nanti, pasti dia akan sangat kesepian lagi. Rasanya hatiku sakit memikirkan kepergianmu dan di sisi yang lain aku juga ingin kamu pergi. Pergi yang jauh hingga kita tidak bisa bertemu kembali. Apa aku bisa seperti itu. Dan yang paling aku khawatirkan itu kamu jazon. Maaf! setiap melihatmu aku selalu mengucapkan maaf untukmu di dalam hati karena rasa bersalahku tidak bisa ikut pergi denganmu.
🍃🍃🍃
Setelah selesai makan aku baru sadar tidak ada pelayan satu pun. Yang terlihat olehku. Padahalkan jika malam shipnya bibi ami dan bibi ijah, karena mereka tinggal di rumah utama.
"sedang memikirkan apa?" tanya jazon
"Aku hanya memikirkan di mana bibi ami dan bibi ijah" tanyaku
"ohh setelah masak aku menyuruh mereka untuk makan di luar agar tidak mengganggu kita di sini" jawab jazon. Ternyata pergi keluar dan tadi karena makanan dingin dia menawarkan untuk menggantinya dengan cara apa. Dasar tuan muda bodoh!
"kamu tidur di sini lagi kan" tanya jazon ya tentu tidak lah, gila aja tidur di sini apalagi di kamarnya apa kata orang yang ada di dalam rumah ini. Apalagi aku kan wanita mempunyai harga diri.
"maaf tidak bisa, nanti ibu marah jika bermalam bersama pria" tolakku
"tidak apa aku akan bilang kamu sakit jadi tidak bisa pulang" ucapnya dengan se enak jidat
"jadi kamu pikir malamnya sakit dan paginya sehat. Bukannya ini seperti membuat sebuah ke salahfahaman yang besar" kataku dan wajah jazon memerah. Membuat aku malu saja sepertinya pikiranku terlalu kotor tapi benar kok bisa saja menyebabkan rumor begitu.
"Aku pulang dulu ya jazon" pamitku tanpa meminta persetujuannya, ogah pasti dia tidak memperbolehkanku.