RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 3


#Pulang sekolah


Semua siswa/i di kelasku sudah pulang. kecuali, aku dan ana yang masih berada di dalam kelas, ya ini kebiasaan kami, menunggu tempat parkiran sepi, baru kami keluar, alasannya karena malas mengantri di parkiran.


"RUBY!!" panggil ana dengan cempreng


"Apa" sahutku "bisa lembut nggak sih na"


"maaf,,,,, hari ini kita ngerjain tugas di rumahmu aja ya" saran ana


"pasti kamu mau ketemu jazon kan" tebakkanku yang pasti benar


"sudah hampir 3 tahun setiap ada tugas, pasti ngerjainnya di rumahku, dan tidak pernah sekalipun jazon terlihat oleh matamu, hanya satu kali selintasan dan itupun sudah hampir 3 tahun yang lalu" jelasku pada ana agar dia sadar untuk tidak mengharapkan jazon.


"oleh karena itu, aku mohon padamu cari cara agar jazon mau bantui kita ngerjain tugas, agar aku bisa melihatnya lebih lama... " mohonnya dengan wajah melas.


Sebenarnya sangat mudah membujuk jazon namun, aku sengaja bilang pada ana jika jazon tidak mau membantu mengerjakan tugas, alasannya agar ana tidak berpikir macam-macam tentangku dan jazon. Tapi kali ini sebaiknya aku mengabulkan permintaan ana. Lagian saat melihat mereka turun dari mobil yang sama terlihat sangat cocok meski hatiku terasa sedikit tidak senang, dan aku mau menyakinkan diriku bahwa perasaanku pada jazon biasa saja!


"RUBY!" panggil ana yang membuatku tersadar dari lamunanku.


"baiklah! Aku akan berusaha, tapi jangan hari ini ya besok aja kan sabtu, kita libur" saranku


"oke besok jam 12 yeah nggak sabar ketemu pangeranku" setuju ana dengan penuh semangat


Ponselku bergetar 🎶


" siapa yang telepon" tanya ana penasaran


"jazon" jawabku


"cepat angkat tapi di spekerin ya, biar aku juga bisa dengar" saran ana


Aku mengangkat telepon jazon


"parkiran udah sepi, ayo pulang" suruh jazon


"oke" jawabku singkat dan langsung mematikan telepon.


"cepatan! Jangan sampai pangeranku menunggu lama" tuntut ana


"kamu nggak mau pulang" tanyaku


"Aku lagi nunggu alan, katanya dia mau nebeng" jelasnya


"oh yaudah, aku duluan ya"


"oh iya rub, ada salam ni dari alan" kata ana yang membuatku sedikit terkejut tidak percaya


"oh salam kembali" jawabku untuk menghormati alan


"cuma salam kembali doang, nggak ada yang kata yang lain" kata ana


"terus mau bilang apa ana sayang" balasku sambil tersenyum pahit


"dasar cewek cuek" cetus ana


" habisnya aku nggak suka cwok tu " dustaku


" idih angker! Jangan-jangan selama ini kamu suka aku ya rub" kata anak sambil memasang wajah ilfel


"iyuhh najis, dasar aku normal kok. Cuman nggak mau jadi cwek bucin kayak kamu!" ejekku pada ana


"ya jadi bucin tu enak tau hidup jadi terasa berbunga-bunga terus" katanya sambil bergaya genit


"uwekkk" muntahku karena enek mendengar perkataannya


"udah pergi sana jangan biarkan pangeranku menunggu lama, kan kacian" tuntut ana, padahal dia sendiri yang mengajakku bicara.


Akupun berlarian kecil menuju parkiran


"JANGAN LUPA SAMPAIKAN SALAMKU PADA JAZON!" teriak ana


Tidak butuh waktu lama aku sampai di parkiran, terlihat jazon yang sedang duduk di atas motorku. Aku mendekatinya dengan ngos ngos an karena habis lari, dia langsung menyodorkan helm kepadaku.


"nih pakai" tuntutnya


"kamu aja yg pakai" sahutku


"kamu itu cewek sebagai cwok aku harus buat kamu aman" katanya yang membuatku merinding mendengarnya


"lah,,,, emang kita manusia" tukas jazon


"ahhh! Ribet, kesel kalo debat sama kamu, pasti aku kalah!" keluhku


Jazon langsung memakaikanku helm di kepalaku "MEAW! lagi PMS ya?" tanyanya


"enggak! Emangnya kenapa? Nembus ya?! " aku langsung memegang rok belakangku.


" abisnya marah terus kayak singa" jelasnya


"AUWWWW!!!" Aunganku sambil berekspresi garang seperti singa.


Jazon tertawa geli melihatku "nggak kek singa, malah kayak kucing" ejeknya


Ekspresiku seketika berubah menjadi datar! Segera menaiki motor duduk di belakang jazon, tanganku melingkari pinggangnya "ayo jalan" perintahku yang segera di laksanakannya.


Di dalam perjalanan aku hanya fokus merasakan hembusan angin, sejuk sekali...


Tapi, kenapa? Seperti ada yang berbeda di perjalanan ini! Hmm apa ya? Jalannya! berbeda! Seharusnya bukan di sini arah rumah jazon....


"hey! Kamu lupa ingatan ya?" teriakku dari belakang


"hah enak aja!" sahutnya "ingatanku ini sangat tajam"


"lalu kenapa kamu berjalan ke arah yang salah!" kataku


"Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat" katanya


"kemana?" tanyaku lagi penasaran


"nanti juga kamu akan tau" jawabnya


Kesuatu tempat, dia mau mengajaku kemana? Dasar! ingin membuatku penasaran saja! Apalagi katanya terdengar sedikit menyeramkan! Apa dia mau menculiku! Hah sepertinya aku rela di culiknya! Apaan sih ruby ngelantur amet pikirannya.


Aku melihat jalan yang terasa tidak asing, kami masuk ke dalam hutan



dan berhenti di danau...



"bagaimana? Masih ingat tempat ini" tanya jazon sambil menatapku dengan tenang


"bagaimana mungkin aku melupakannya, ini kan tempat yang hampir melenyapkan kita berdua" jawabku yang blak blak an


"kamu hanya mengingat yang buruk, tempat ini juga yang membuat kita menjadi dekat, tempat ini adalah sejarah kita jazon dan meaw" kata jazon penuh dengan perasaan


" jazon dan meaw! Nggak mau itu terdengar aneh aku maunya jazon dan ruby!" omelku tidak suka


"haha selalu saja tidak mau di panggil meaw padahal aku lebih suka meaw dari pada ruby apaan nama pasaran!" omelnya


"ihh jazon! Mulutmu! ntar aku kasih kamu nama panggilan GUKGUK!.. " kataku kesal


"wajahku enggak pantes tu di panggil GUKGUK!"


"pantes tu wajahmu kan jelek kaya... "


"kaya apa? Anj*ng" potongnya


"ihh aku nggak bilang kek gitu ya! Itu mulutmu sendiri yang bicara" kataku yang tidak mau merasa bersalah


"wajahku tampan kan?" tanyanya dengan jarak yang terlalu dekat


"tidak tampan kok " dustaku tidak tampan tapi sempurna kata sempurna yang hanya ku sebutkan dalam hati agar dia tidak bisa sombong.


"beneran nggak tampan, itu wajahmu memerah saat melihat wajahku!" oloknya


"enggak kok!" cetusku sembari memegang kedua wajahku "dasar GR!" Ejek ku sambil menjulurkan lidah.


"haha benar-benar kaya kucing, bukan terlihat menyebalkan tapi terlihat sangat imut! Meaw aku penggemarmu ayo beri hadiah fansmu ini dengan pelukan" katanya dengan enteng yang membuatku malu, apa dia tidak bisa mengontrol perkataannya aku saja bahkan tidak mau jujur tapi dia, ahh menyebalkan!....


Saat jazon ingin memelukku aku menghindari nya dengan gesit, tapi dia tetap berusaha ingin memelukku akhirnya kami kejar-kejaran di sekitar danau. . Dan akupun menyerah karena capek,


jazon segera menangkap dan memelukku dengan erat.


"Aku sangat merindukanmu!" katanya yang seperti tidak bertemu seribu tahun saja denganku padahal faktanya tiap hari kami bertemu "aku juga merindukan ayahmu" katanya yang kedua membuat aku menangis "aku juga merindukannya" rengekku menangis di pelukannya..