
Setelah selesai makan malam, aku meminta izin pada ibu untuk pergi kerumah utama zekdlyn menemui jazon.
Aku tidak memberitahu jazon untuk menemuinya karena aku sedikit gugup. Lebih baik aku diam-diam menemuinya.
Aku melihat bibi ratih pelayan yang tinggal di rumah utama zekdlyn. Karena aku bukan pemilik rumah ini. Aku harus meminta izin padanya untuk menemui tuan muda.
"bi jazon ada di kamar?" tanyaku sambil tersenyum.
"iya ini dia menyuruh bibi mengambilkan jus untuknya" jelas bibi
"jika bibi tidak keberatan aku saja yang membawa jus ke kamarnya sekalian ada sesuatu yang ingin di bicarakan" tawarku
"baiklah, tapi bibi boleh kepo nggak?"
"enggak boleh bi! Ini masalah pribadi"
"hah bibi tau kau dan tuan muda pasti ada sesuatu kan"
"ihh apaan sih bi, kami itu hanya sebatas teman"
"Tapi mesra" potong bibi
"terserah bibi deh, tapi awas aja jika bibi bilang yang aneh-aneh pada ibuku, aku tidak akan menganggap bibi rati sebagai bibiku lagi"
"iya iya bibi hanya bercanda kok, nih jusnya tolong bawakan pada jazon"
Aku membawa jus kelantai tiga, bisa di bilang lantai 3 memang di bangun khusus untuk jazon. Di lantai 3 ini semuanya lengkap,ada banyak ruangan seperti ruangan olahraga, musik, belajar, dll..
Aku memasuki kamar jazon. melihatnya sedang asik bermain game..
"jazon! Sudah malam tidak bagus untuk memainkan game! Nanti matamu rusak " tegurku
" ahh meaw! Kenapa ke sini?" tanya jazon sedikit kaget, karena aku tidak suka mendatangi jazon kecuali dia memaksaku untuk mendatanginya.
"Aku ingin menanyakan sesuatu " kataku
" silakan" izin jazon
"nih minum dulu jus mu" suruhku
"nanti saja, aku penasaran, apa yang ingin kamu tanyakan" kata jazon
"kenapa kalian bisa jadian" tanyaku to the point.
Jazon menatapku terlihat dia sedang berusaha menahan tawa
"siapa yang menembak pasti ana kan! Aku mohon jazon jangan mempermainkan ana" tebakku
"bukan ana tapi aku, dan aku juga tidak berniat mempermainkannya, kenapa? Kamu berpikir seperti itu!" mendengarnya membuatku sangat tidak percaya
"Aku mengenalmu! Bahkan saat kau bertanya apa aku berusaha mendekatimu dan ana wajahmu terlihat tidak suka" tegasku
"uhhh"Jazon menghelakan nafas "baiklah aku akan jujur tentang perasaanku pada ana! Aku memang belum mencintai wanita itu! Tapi saat melihat matanya aku merasakan ketulusannya padaku. Sangat di sayangkan jika orang secantik dia aku sia-siakan. Lebih baik aku berusaha mengenalnya siapa tahu dengan berjalannya waktu aku benar-benar akan mencintainya" jelas jazon tentang perasaannya.
ya benar ana adalah wanita yang sempurna sangat di sayangkan jika di sia-sia kan. Dan mereka berdua juga sangat terlihat cocok.
"oh baguslah, tapi ingat jangan pernah membuatnya menangis! Jika tidak aku akan sangat marah" tuntutku, dan jazon hanya menganggukan kepala
"bagaimana denganmu? " kata jazon yang membuatku menghentikan langkah kakiku, aku berbalik ke hadapannya.
" bagaimana! dengan perasaanmu?!" tanya jazon sambil menatapku serius
"perasaan apa?!" tanyaku! Apa dia tau perasaanku padanya apa sangat terlihat jelas!
"maksudku bagaimana perasaanmu pada alan?!" kata jazon, uhh akhirnya aku bisa bernafas lega...
"apaan sih, memangnya alan kenapa? Dan apa hubungannya denganku! Aku baru mengenalnya" gumamku
"karena aku bisa melihat jika alan menyukaimu" kata jazon yang memang benar
"ohh dia memang menyukaiku tapi aku belum menyukainya, perasaanku hanya biasa saja padanya. Lagian sebentar lagi ujian. anak tidak pintar seperti ku harus fokus memikirkan belajar, bukan cinta" jelasku
"tapi bukan berarti kamu tidak akan menyukainya"
"ya jika di pikir-pikir alan itu pria yang tampan, apalagi bakatnya dalam menyanyi dan bermain musik aku sangat menikmatinya. Tapi jika di pikir dia itu terlalu sempurna untukku. Wanita biasa sepertiku tidak boleh bersamanya" jelasku karena memang aku tidak mau membuka hatiku yang masih memikirkanmu jazon. Bahkan aku tidak mau jika perasaan ini adalah cinta.
"meaw! Berhenti selalu merendah diri, kamu itu wanita yang spesial, kamu itu cantik dan sangat imut jika cemberut, kulitmu juga putih bersih, apalagi senyummu bisa membuat pria manapun jatuh cinta pada pandangan pertama jika melihatnya, jikapun ada pria yang melihatmu sinis mereka hanya gengsi karena statusmu saja, dan iya jangan pernah bilang kamu tidak pintar ataupun bodoh, karena bakatmu di bidang seni. Aku juga sangat kagum pada lukisanmu dan aku juga jatuh cinta... " terhenti di jatuh cinta ayo jazon cepat lanjutkan perkataanmu jangan membuatku salah paham! Cepat! Jazon! Aku tidak mau berpikir macam-macam...
" jatuh cinta pada lukisanmu" lanjutnya yang ku tunggu-tunggu. Akhirnya aku bisa bernafas lega lagi meski ada sedikit kecewa di dalam hati...
"terimakasih jazon atas pujianmu, baiklah aku tidak akan merendahkan diri lagi. Jika alan menyatakan cintanya aku akan menerimanya sama seperti kamu yang ingin mengenal ana. Aku juga akan mengenal alan lebih dalam lagi" kataku karena sepertinya sama seperti aku yang ingin mendekati ana pada jazon. Dan jazon sebaliknya seperti menyuruhku untuk membuka hati pada alan.
Aku sesekali melihat kekecewaan di mata jazon. Tapi tidak mungkin kan dia bersedih dengan ucapanku ini.
"memangnya alan sudah pernah menyatakan cinta nya padamu" tanya jazon sambil menundukan pandangannya
"ya" dustaku "bahkan dia ingin menungguku" dustaku lagi, aku saja belum tau benar perasaan alan padaku, maafkan aku alan aku memakaimu untuk berbohong pada jazon.
Jazon menatapku "semoga dia bisa membuatmu bahagia meaw"...
Aku tidak tau lagi harus menjawab apa, bahkan aku tidak bisa lagi berpura-pura tersenyum. Aku hanya bisa membatu. Inilah kenyataannya bahwa aku dan Jazon memang hanyalah seorang teman. Bahkan dia yang sedang berdiri di hadapanku benar-benar sangat jauh dengan levelku. Dia tuan muda sedangkan aku anak pelayan. Ayolah rubby aku mohon jangan biarkan perasaan yang ingin kucari tau dalam hatiku adalah cinta.
"meaw!" panggil jazon yang membuatku tersadar dari kediaman ini "ada apa? Kenapa diam?" tanyanya yang membuatku tidak bisa menjawab.
Aku hanya ingin pergi dari hadapannya, aku tidak sanggup lagi untuk berada di dekatnya. Aku berusaha untuk selalu memperingati diriku bahwa perasaan ini bukanlah cinta. Tapi semakin aku lawan, semakin perasaan ini terlihat jelas. Ayo rubby jangan mempermalukan dirimu, ayo rubby berusaha bersikap normal,
"rubby" panggil jazon. Kali ini aku tidak mendiamkan panggilannya "ya jazon, kepalaku sedikit pusing, sebaiknya aku pulang saja" dustaku
"benarkah?!" kata jazon penuh dengan raut wajah kekhawatiran. Jazon ingin mendekatiku. Aku rasa dia mau memeriksa dahiku. Aku harus menghentikannya. Tapi tidak bisa!
"panas" ucap jazon, ternyata aku memang demam. Demam karena patah hati...
"kenapa kamu bisa demam?" tanya jazon yang ku jawab dalam hati "karenamu"..
" sebaiknya aku akan mengantarmu pulang" tawar jazon
"tidak perlu, aku masih bisa berjalan" tolakku
Aku pergi meninggalkan jazon. Dengan hati yang terasa tidak enak. Ternyata dalam hidup ini aku bisa patah hati dan pelakunya adalah jazon, tuan mudaku jazon!