RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 8


Setelah alan tidak terlihat oleh mata.


" jazon masih di dalam kamarmu kan" tanya ana


"kamu pura-pura lupa atau memorimu itu memang sedang bermasalah?" jawabku


"hm kenapa? Kau jadi jutek! Aku kan hanya ingin bertanya! Mungkin saja rumahmu mempunyai pintu yang lain!" kata ana yang menyadarkanku bahwa sikapku agak jutek padanya.


"iya dia mau mengobati lukaku, tapi karena kamu memanggilku pengobatannya di tunda" jelasku


"lukai aku dong rub! Gigit leher ku" ucap ana


"emang kamu kira aku vampire" cetusku


"yaudah pukul kepala ku pakai batu" suruh ana sambil mencari-cari batu di tanah, tapi dia malah menemukan batu mungil. "nih batunya! Ayo pukul" suruhnya


"emangnya buat apa si na" tanyaku heran


"biar aku terluka, biar aku di obati jazon!" katanya yang gila


"aduh ana sayang! Jangan bodoh! Udah deh jangan gila karena cinta!" Omelku "lagian batu sekecil ini, mana bisa lukai kamu"


"uhuu terus gimana dong T_T, aku udah terlanjur sayang sama jazon, bahkan udah mau gila di buatnya" curhatnya


Aku menarik ana masuk ke dalam rumah, mungkin karena cuaca di luar sangat panas membuat otaknya gosong...


Aku menyuruhnya duduk di sofa. Menyuruhnya untuk menghabiskan makanan yang dia bawa.


"nggak mau makan! Jika jazon nggak makan juga, suruh dia keluar" tuntut ana


"aduh ana, jangan seperti anak kecil, bagaimana? Caranya aku menyuruhnya keluar sedangkan dia adalah tuan muda zekdlyn pemilik tempat ini!" alasanku untuk mengelak agar ana tidak menyuruhku memaksa jazon keluar.


"uhh tidak seru!" keluhnya


"kalian sedang apa" tanya jazon yang baru keluar dari kamarku


"sedang makan" jawab ana bersemangat "jazon ikut makan yuk, sebagai ucapan terimakasih udah mau bantuin ngerjain tugas " ucap ana dengan senyuman lebar yang mengembang


"maaf! Aku sedang tidak lapar"tolaknya yang membuat wajah ana menjadi muram


"jazon ayo cicipi sedikit, hargai ana" suruhku


"baiklah" setujunya tapi bukannya dia mengambil makanan baru, dia malah mengambil Pizza bekas gigitanku dari tanganku.


"hey! Itu punyaku" teriakku


Dia malah menarik tanganku "ayo kita obati lukamu" katanya. Ana melihatku sedih dengan mata yang berkaca-kaca aku sungguh tidak tega meninggalkannya di sini dengan orang yang dia cinta.


"jazon kamu duluan saja masuk kamar, nanti aku akan menyusul" suruhku,


"baiklah" setujunya yang langsung pergi masuk ke dalam kamar.


"ana tunggu sebentar ya, jazon akan mengantarmu pulang aku janji" kataku agar ana tidak merasa cemburu


Dan benar wajahnya bersinar senang "janji ya"


"iya janji"....


Saat aku Masuk ke dalam kamar


"grep.... " jazon menarik ku lalu menekan tubuhku menempel di dinding


" ada apa?" tanyaku sedikit terkejut


"kamu berusaha mendekatiku dengan wanita itu" tanyanya


"hmm, tidak juga! Tapi kurasa kalian cocok" jawabku yang to the point


Jazon mengernyitkan alisnya seperti tidak suka. Tapi wajahnya dengan cepat berubah kembali seperti biasa.


Menarikku lembut duduk ke atas kasur,


"kurasa luka nya sudah kering, tidak perlu di obati" saranku


"Aku tidak ingin kamu terinfeksi" katanya, dan tiba-tiba dia mengecup jariku yang terluka.


"hey! Jangan jazon! Itu jorok!" teriaku sambil berusaha melepaskan jariku dari kecupannya. Dan berhasil...


"kamu tidak bisa diam ya!" cetus jazon


"buang air liurmu, darahku kotor takut kamu sakit" suruhku


"dasar bocah" umpatku


"lagian ini kan hal yang so sweet, wanita sangat menyukai ini. benar kan?" tanyanya PD


"hah aku nggak suka tuh yang so sweet" pungkasku


"dasar wanita aneh" umpat jazon


"hah! lagian untuk apa sih, bersikap sosweet denganku kita kan... Teman" jelasku sambil menatap matanya. Kata teman atau sahabat saat mengucapkan nya entah mengapa dada ini terasa sesak...


"teman ya" ucap jazon terdengar sedih. Dia memalingkan tatapannya menjauh dariku. Apa jazon juga merasakan hal yang sama denganku, apa dia juga berpikir hal yang sama denganku. Jangan! tidak boleh! Orang seperti kami hanya cocok bersahabat tidak boleh melewati garis ini. Banyak perbedaan di antara kami. Jika saling mencintai takutnya akan menyakiti orang sekitar...


"hmm, keluar yuk jaz ana udah nungguin di luar?" ajakku pada jazon agar kami berdua tidak terselimuti oleh rasa tidak nyaman ini. Saat aku berdiri dia malah membaringkan tubuhnya di kasur ku. Aku menatapnya bingung.


"ngantuk" ucapnya lalu dia memejamkan matanya.


Melihatnya tidur membuat hatiku tenang, dia terlihat seperti seorang pangeran benar-benar tampan. Tuan mudaku adalah pria yang sempurna hingga banyak orang yang menyukainya termasuk sahabatku sendiri.


Saat aku mau meninggalkannya dia memegang tangan kiriku.


"ada apa?" tanya ku


Dia membuka matanya dia hanya menatapku. Aku melambai lambaikan tangan kananku ke wajahnya. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu...


"ada apa?" tanya ku sekali lagi "ada yang ingin kamu bicarakan"


"kamu cantik" ucapnya yang membuat aku malu.


"apaan sih jazon serem deh!" cetusku "jangan pernah memujiku cantik jika matamu tidak ingin ku colok"


"kenapa? Kamu selalu saja tidak suka dengan sikap manisku!" gumam jaz


"karena itu terdengar mengerikan" jawabku


"kamu akan menyesal telah memperlakukanku seperti ini" ucapnya.


"tidak akan pernah menyesal!" tegasku


Aku pergi keluar kamar untuk menghampiri ana, lihatlah tuan putri ini dia malah sibuk dengan riasannya.


"ana itu percuma ?"


"why?"


"karena pangeranmu sedang tidur"


"benarkah?" teriaknya


"iya! Jika tidak percaya lihatlah sendiri" suruhku


"baiklah aku akan melihat pangeranku tertidur pasti dia sangat tampan seperti seorang malaikat" ucapnya


"hey! Jangan pergi dulu!" hentiku pada ana


"why? Rubby!"


"itu lipstikmu tidak rata" tegurku


"really!" katanya sembari mencari cermin, dan berkaca "uhh! Untung saja kamu memberitahuku, bagaimana? Jika jazon bangun melihat wajahku yang berantakan ini!" gumamnya"rubby kamu adalah penyelamatku"


"kamu benar-benar seperti anak kecil yang mendapat permen, terlihat sangat senang" kataku


"udah cantik belum?" tanya ana, padahal sudah jelas wajahnya itu memang sudah sangat cantik walau tanpa polesan make up


"iya" anggukku


"iya aja" kata ana tidak puas


"sempurna" pujiku


"over!" cetusnya padahal dia suka ku puji sempurna


Dia berjalan ke arah kamarku, dia berhenti di depan pintu, dia berbalik ke arahku, dia tersenyum padaku dan berbalik kembali ke arah pintu, dia terlihat gugup seperti tidak berani masuk, dia melangkahkan kaki perlahan masuk ke kamarku. Hingga mataku tidak melihatnya...


Entah kenapa? Hati ini terasa antara senang dan tidak senang. Di dalam kamarku hanya ada mereka berdua.ayolah rubby kau yang mendorong ana masuk dan kamu juga yang bilang jika mereka berdua sangat cocok. Ya berarti aku sangat bahagia


Jika jazon bangun melihat ana apa yang akan di lakukan jazon! Semoga saja dia tidak menyuruh ana keluar kamar dengan kasar. Jika ku lihat ana menangis olehmu jazon! Aku akan membalasmu 10 kali lipat.