
Eps 12
Mungkin karena alan melihat mataku menatap ke arah pintu dia juga melihat ke arah pintu. Setelah tau ada ana dan jazon alan Melepaskan cubitannya di pipiku.
"kalian menganggu saja" teriak alan tidak suka!
"hey! Jaga ucapanmu kami malah mengawasi, agar tidak ada seorangpun yang masuk ke kelas mengerti" jelas ana
Tring! Kring! ....
Lonceng berbunyi pertanda masuk kelas
"Aku tunggu jawabanmu" bisik alan di telingaku.
Aku menanyakan pada ana siapa yang membayar makananku dan alan. Ternyata jazon yang membayar..
Aduh sepertinya aku harus menemui jazon orang yang sebenarnya tidak mau aku temui di luar jam sekolah. Tapi itu juga tidak mungkin karena jazon adalah tuan mudaku. Kapanpun dia bisa memanggilku dan aku tidak bisa menolak.
Setelah pulang sekolah, aku mandi. Dan segera pergi ke rumah utama zekdlyn untuk menemuinya. Di sore seperti ini biasanya dia sedang beemain game di kamar.
Pas sekali ada ibu, sebaiknya aku bertanya pada ibu siapa tau jazon tidak ada di rumah.
"ibu" panggilku sambil mencium wajahnya
"ibu sedang apa?" tanya ku karena melihat ibu yang sedang membuat jus dua cangkir.
"ohh kamu tau tidak, jazon membawa wanita ke rumah jika tidak salah wanita itu kan temanmu siapa ya namanya, jika tidak salah Ana" jelas ibu
"oh itu pacarnya bu" jelasku
Bibi ratih datang mendekati kami "APA PACAR" Ucap Bibi ratih yang mendengar perkataanku terkejut " JAZON PUNYA PACAR"
"iya bibi, emangnya bibi tidak tau ya kedatangan tamu" tanyaku
"aduh si ratih ma abis bobok manja" ledek ibuku
"aisss seperti gadis saja bobok manja euy" lawak bi ratih
"ibu,,, ana sangat suka cake redvalvet di sini ada kan" kataku memberitahu ibu
"ada tuh, jazon kan juga sangat suka cake itu" kata ibuku "wah sepertinya mereka memang sangat cocok si tampan dan si cantik penyuka cake yang sama" mendengar perkataan ibu membuat hatiku rasanya tersetrum.
"emangnya anaknya cantik banget ya, apa dia bisa mengalahkan kecantikan rubby kita" kata bibi ratih, bibi pasti tau perasaanku pada jazon. Tapi dia memilih untuk pura-pura tidak tau dan tidak memberitahukan pada ibuku. Jika ibu tau dia pasti akan menceramahiku karena statusku dan jazon berbeda ibu tidak ingin aku terluka.
"tentu saja kecantikan rubby tidak ada tandingannya" puji ibu
"sudah! Sudah! Sebaiknya ibu dan bibi mengantarkan ini ke atas secepatnya. Jangan biarkan calon nyonya di rumah ini kelaparan" kataku agar kami tidak bergosip.
Sebaiknya nanti saja aku mengembalikan uang jazon.
Aku menatap ke arah lantai tiga rumah zekdlyn...
Selain aku akhirnya ada wanita lain yang memasuki tempat jazon.
Baguslah jika begitu, tapi aku sangat khawatir merekakan sedang pacaran bagaimana jika sesuatu terjadi bisa saja kan. Aduh rubby kenapa pikiranmu kotor. Dan juga pikiran seperti itu malah akan membuat hatimu bertambah sakit.
Tes! Air mataku lagi lagi mengalir
Tes! Aku tidak bisa menghentikannya, baiklah aku akan membiarkan mereka mengalir. Uhh rasanya aku tidak bisa berjalan lagi, aku sangat sedih hingga anggota tubuh yang lain juga sedih. Kenapa begini sih. Padahal sebentar lagi aku akan sampai ke rumahku
Ayo kaki kuatkan dirimu. Jangan biarkan ada orang lain yang melihatmu dalam ke adaan seperti ini. Ayo rubby! Kan sudah bilang bahwa rubby tidak mencintai jazon! Rubby hanya suka sedikit padanya hanya patah hati bukan putus cinta! Uhh jazon kamu kejam kamu membuatku menangis coba jangan tiba-tiba seperti itu. Kan hatiku juga tiba-tiba merasa sakit! uhuuu memalukan. Aku menjadi lemah! Ayah beri aku kekuatan ayah! Coba saja jika ada ayah! Ayah pasti akan mengendongku, ayah pasti akan menghiburku. Ibu sangat sibuk di rumah zekdlyn jika dia tau aku seperti ini pasti dia akan sedih dan marah.
🍁
"MEAW!" panggil pria yang aku tangisi,
Mendengar suaranya rasanya seperti ada petir yang menyambarku. Bagaimana? Ini! Aku sedang menangis dia tidak boleh melihatku seperti ini. Cari sesuatu rubby. Tiba-tiba Aku mengingat ana yang menyuruhku untuk melukainya dengan batu. Dan aku melihat batu yang cukup besar dan ujungnya agak tajam. Aku segera memukul jempol kakiku dengan kuat. Ahh sangat sakit kuku jempol kakiku retak dan berdarah.
"Meaw! Kamu kenapa" tanya jazon yang masih di belakangku.
Dia mendekatiku, dia melihat wajahku yang di penuhi air mata dan ingus.
"kamu kenapa?!" tanya jazon dengan wajah yang penuh khawatir"
"Aku tersandung" dustaku tidak! Ini memang nyata aku tersandung dalam lingkaran mencintaimu. Baiklah aku tidak bisa menghindarinya aku memang jatuh cinta padanya. Benar-benar menyukainya sangat ingin melihat wajahnya yang seperti ini sedang menghawatirkanku.
"kamu terluka! Kamu sangat ceroboh. Lihat kukumu hingga retak seperti ini! Aku akan membawamu ke dokter ini pasti sangat sakit! " katanya dengan penuh khawatir hingga matanya berkaca-kaca
" tidak usah!" tolakku"di polesi obat luka akan sembuh kok"
"kukumu retak rubby! Bagaimana bisa akan sembuh karena obat luka. Ini butuh dokter" ucapnya
"Aku hanya ingin pulang! Tapi tidak bisa berjalan karena kesakitan!" kataku...
Aku menatap jazon matanya yang berkaca-kaca tadi berubah menjadi air terjun, air matanya mengalir deras.
"kamu cowok kenapa nangis" tegur ku
Dia memelukku "meawku! Terluka bagaimana bisa aku tidak menangis! Pasti sangat sakit kan. Jika ada kekuatan super aku akan mengganti kukuku dengan kukumu yang terluka" katanya dengan penuh emosional. Dia benar-benar merengek seperti anak kecil. Maafkan aku ya jazon kamu menangis karena ulahku sendiri yang membuat luka pada jempol kakiku yang kukunya retak. Aku tidak mau kamu tau jika aku menangis karenamu. Aku sangat malu mengakuinya.
🍁
Aku di antar jazon hingga ke kamarku. Dan dia juga membantuku mengoleskan obat di lukaku, Dia bilang tadinya dia ingin mengajakku karena ana bilang aku bisa membuat suasanah lucu. Karena jazon masih sangat kaku terhadap wanita. Tapi aku ogah nanti aku bakal. Jadi obat nyamuk yang tersakiti.
"hey! Mau sampai kapan di sini! Ana menunggumu, pergi sana aku ingin tidur" usirku
"dia bisa pulang jika tidak ingin menungguku" katanya
"hey! Dia itu pacarmu jangan biarkan dia menunggumu" tegurku
"terserah aku tidak peduli! Sekarang meawku terluka" cetusnya
"jazon! Kamu sudah memacarinya bahkan kamu yang menembaknya! Kamu harus bertanggung jawab" tegurku
"ahh baiklah! Seperti kau memang menginginkan aku pergi bersamanya" gerutu jazon segera meninggalkanku.
Apa maksudnya dia selalu ingin membuatku salah paham dengan ucapannya. Padahal di kantin tadi dia sangat mesra. Hingga membuatku tidak tahan lagi melihatnya. 🥀