RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 6


Rubby! Rubby! Rubby!


Suara panggilan wanita dari luar rumahku, membuat aku terbangun dari tidur nyenyakku...


"Hoam" hawa nagaku menyembur indra penciumanku..


"RUBYYYYYYYY!!! " Suara jeritan ana yang membuat telingaku sakit, tidak ada pilihan lain aku harus membuka kan pintu secepatnya agar ana tidak menjerit lagi...


Berjalan ke arah pintu dan membuka nya.


" hey ana bisa sabar nggak! Bisa-bisa suara cemprengmu itu bisa mengganggu tetangga" tetangga yang ku maksud adalah para pekerja rumah zekdlyn yang tinggal berdempetan denganku.


"maaf! Habisnya kamu lama banget di panggil nggak nyaut nyaut" kata ana


Aku menguap lebar tanpa menutup mulutku sambil mengucek-ucek mataku yang masih ngantuk.


"Rub jaga imeg dong" kata ana yang membuat ku sedikit bingung dengan perkataan nya


"jaga imeg maksudnya?!"


"tuh" kata ana sambil melirik ke arah kananku


Akupun melirik ke samping.


Aku melihat pria yang sedang menempel di tembok rumahku, wajahnya sangat tampan, bermata belo, bibir doer yang sexy, tubuhnya sangat atlentis dan kulitnya sedikit gelap, dia adalah ALAN WANG sepupu ana....


Diriku masih sedang dalam loading.... bingung harus berekspresi seperti apa 😑



"Hay Rubby" sapa manis alan yang membuatku akhirnya sadar dari loading diam ini.


"hay juga" sapaku kaku


"silakan masuk" welcome ku sebagai pemilik rumah, tingkahku sedikit salting karena ada alan.


"biasa aja rub, jangan salting" kompor ana


"apaan salting, ga jelas deh" hempasku


"ayo masuk" suruhku. dan mereka berdua pun masuk, lalu duduk di kursi ruang tamuku yang kecil.


Aku segera menarik ana masuk ke dalam kamarku


"kenapa? Ngajak alan" tanyaku pada ana


"biar kamu nggak jadi obat nyamuk" jawab ana aneh


"apaan sih!" cetusku


" kan aku udah pernah bilang, kalo alan tertarik sama lo" jelas ana


"emang gue tali tambang, pakek acara tertarik sama gue" lawak ku


"hah gue serius rub, bukan bercanda. Sebagai sepupunya gue setuju jika lo PDKT sama alan" jelas ana


"tapi gue nggak mau" tolakku


"iss normal dikit kek" cetus ana "lagian alan tu orang yang baik anak band lagi cool banget, rugiii nolak nya"


"oleh karena itu orang biasa kayak gue nggak pantes buat dia" jelasku


"ya ampun rub gue bingung harus bilang apa lagi" kata ana sambil manyun


"sejak kapan yah! Kita sepanggilan Lo gue " kataku untuk mengalihkan topik pembicaraan tentang alan.


" sejak sekarang" kata ana


"hmm,,, mana jazon" rengek ana


"kan janjinya jam 12,kamu datangnya jam 11" jelasku "kek nggak kesabaran banget"


" telceyah acuuu " katanya


" udah keluar sana usssss, aku mau mandi" perintahku "dan help me bawakan air putih buat alan"


"idih air putih nggak keren" kata ana "aku udah bawa makanan sama minuman kok, sebagai pertanda terimakasih tela membuat pangeranku datang"


"buat gue atau buat jazon tu makanan" cetusku


"buat semuanya, jangan ngambek! Gih Mandi biar tampil cantik di depan alan" kata ana yang segera keluar dari kamarku.


Setengah jam kemudian,,,


Setelah selesai mandi, aku menelepon jazon


"pura-pura lupa ya?!" cetusku


"iya iya jangan marah! 5 menit lagi otw meawku" kata jazon


Aku sedikit ragu untuk keluar kamar, karena ada alan, inilah aku wanita yang tidak bisa di lirik cwok bisa-bisa salting seperti demam panggung, hanya jazon seorang yang bisa membuatku nyaman meski karena waktu membuatku sedikit mengisi jarak pada jazon, takut menembusnya...



Benar kan, saat aku keluar alan memperhatikanku matanya tidak berkedip sama sekali, memangnya aku pantas di lihatnya seperti itu. Aku kan bukan wanita yang keren sepertinya. Lagian banyak pria yang melihatku jijik selama sekolah di SMA STAR HIGHT.


"hey!" kejut ana yang membuat alan tersadar "biasa aja dong lihatinya, rubby sampe nggak bisa bernapas tuh karena tatapanmu" aduh si ana tukang kompor saja


"maaf!" kata alan yang ku balas dengan senyuman


"cieee cieee kalian berdua malu-malu polos banget si" goda ana rasanya aku ingin sekali memukul kepalanya dengan buku yang ada di meja ini.


Ana menjulurkan lidah ke padaku, dia mengejekku karena kesaltinganku pada alan. Namun tiba-tiba ekspresinya berubah seperti melihat makanan terlezat di dunia.



"hai jazon" sapa ana dengan manja


Jazon hanya tersenyum tipis, pasti hati ana sedang berbunga-bunga.


Jazon melihat alan, akupun segera memperkenalkan alan "jazon kenalin ini alan sepupunya ana"


"kami sudah saling kenal rub" jelas alan "kami satu kelas"


"tapi tidak dekat" potong jazon


Kenapa tiba-tiba aura mereka berdua terasa menyeramkan, mungkin ini perasaanku saja.


"hm aku baru sadar jika kalian berdua satu kelas, berarti kalian berdua adalah anak yang pintar, horee pasti nilai tugas kami dapat 100" kataku seperti orang bodoh agar bisa memecahkan aura gelap ini


"dia bodoh!" cetus jazon sambil melirik alan


"jazon nggak boleh gitu" tukasku


"nggak papa rub, yang dia bilangi itu benar kok nilai matematika ku nggak pernah dapat 100 selalu dapat 80" jelas alan


"apa 80 itukan nilai yang bagus, aku saja dan ana selalu mendapatkan nilai di bawah 50 iya kan ana" jelasku, dan si ana hanya fokus pada jazon T_T


"terimakasih telah memujiku" ucap alan dengan senyuman lebar


"oke! aku akan membagi tugas ini menjadi dua bagian agar cepat selesainya, aku dan alan akan mengerjakan ini, lalu ana dan jazon mengerjakan ini" jelasku


"kenapa harus alan kan ada aku" cetus jazon.


Aku benar-benar bingung harus bilang apa, dasar si ana dia malah enak enakan liatin jazon tanpa berkedip


"itu pilihan rubby" kata alan


"STOP! Sepertinya kalian berdua punya masalah pribadi ya" terka ku


"tidak ada kok! Tapi dia seperti tidak mau bersahabat denganku!" kata alan. Mereka berdua saling bertatapan tajam seperti seekor kucing dan anjing.


"ANA!" Jeritku pada ana yang membuat dia tersadar dari lamunannya.


"jazon kamu bantuin aku ngerjain tugas ini ya?!" kata ana dan jazonpun akhirnya mau.


Akupun segera mengerjakan setengah tugas yang dibagi bersama alan.


Aku melirik ana dan jazon, sepertinya hanya jazon sendiri yang mengerjakan tugas, dasar ana kerjaannya ngelihati jazon terus, untung saja jazon tidak mencolok medua bola mata ana.


"ruby" panggil alan


"ya" sahutku


"udah ngerti belum yang aku ajarin ini, dari tadi aku lihati kamu fokus melihat jazon!" kata alan yang terasa tidak senang


"oh kamu salahpaham, dari tadi aku lihati ana yang hanya terdiam melihat jazon, liat tu dia nggak ngerjai tugas dasar cwek bucin bentar lagi ilernya bakal jatuh" kataku


"ohh! nggak tau deh kenapa? Si ana bisa sampe segitunya sama tu cwok, padahal playgirls nya minta ampun, selalu tebar pesona dengan cwok, terus suka PHP in cwok dan gue selalu jadi tukang beresih cwok yang nggak nerima kelakuan ana, tapi jujur si jazon masang susuk ya rub, ampe ana bilang sama aku dia mau tobat jadi playgirls" jelas alan yang membuatku Tertawa geli


"hah kayaknya iya deh lan" rumpi ku


"Plak" suara pukulan meja


"kalian fokus ngerjain tugas dong, malah cerita terus dari tadi" omel jazon yang tertuju pada kami.


Melihat jazon marah ana terlihat gelagapan memegang pena dan buku. Hah rasanya aku ingin tertawa melihat tingkah ana. Dan alan pun satu koneksi denganku. Di dalam hati, kami sedang mentertawai ana yang bucin :D.