
Aku sudah libur selama 3 hari.
Dan hari ke dua ana menjengukku membawa banyak buah. Tapi ini sudah hari ketiga kenapa? Alan tidak menjengukku.
Apa sebaiknya aku menghidupkan ponselku.
Dan lihat banyak sekali notifikasi panggilan alan kira-kira sudah 20 kali miscall di hari pertama aku tidak sekolah. Dan ibu bilang dia menungguku sangat lama dari jam 12 hingga jam 4 sore. Apa dia ngambek ya! Aduh hati pria sebenarnya memang sangat senang ngambek.
Apa aku tanyakan ana saja ya. Ahh tidak mau nanti si ana malah nambah-nambahin.
Sudahlah besok juga akan ketemu kan! Tapi aku penasaran apa dia sudah menyerah ya, seharusnya kan dia harus lebih berjuang lagi untuk orang yang dia suka i!
Aku melihat bayangan pria dari jendela kamarku sedang berjalan ke arah rumahku. Apa itu alan ya. Sebaiknya aku menyabutnya sebagai permintaan maaf karena menungguku terlalu lama.
Tok! Suara ketukan pintu. Benar saja itu alan jika jazon dia akan masuk tanpa mengetuk pintu.
"ALAN" panggilku sambil membuka pintu.
"Aku jazon bukan alan!" kata jazon dengan tidak senang
"ahh maaf" ucapku
"sepertinya aku tidak di harapkan ya! Maaf telah membuatmu kecewa" kata jazon yang terdengar sangat dingin
"tidak! Bukan begitu" kataku untuk menghentikan jazon pergi.
Dan benar saja dia membalikan tubuhnya berjalan ke arahku. Sambil menyodorkan bingkisan plastik yang berisi yougurt kesukaanku "ini untukmu" katanya. Aku segera menerimanya "terimakasih" ucapku
"pasti kamu menunggu alan menjengukmu! Dia sedang sibuk dengan anggota band nya untuk mempersiapkan lombanya" jelas jazon segera pergi meninggalkanku.
Aku menangis lagi karena ulahnya. Dia tidak pernah mau mendengar penjelasanku. Dia selalu memaksa dan salah paham terhadapku. Dia pria yang aku sesali dalam hidup ini. Karena mencintainya benar-benar membuat hari-hariku terasa sakit..
****
Ke esokan harinya.
Jazon menawariku tumpangan.
Kejam sekali aku menyesal menerima tumpangan dia menjemput ana. Apalagi mobilnya ini merk lamborgini hanya untuk dua orang.
Aku segera keluar dari mobil "sepertinya jazon tidak bisa menghitung" cetusku kesal
"maaf aku pikir badan kalian kecil sangat muat untuk dua orang dalam satu kursi" katanya
"sepertinya aku naik taksi saja" saranku
"jangan kamu masih sakit. Sebaiknya kamu saja yang naik mobil. Aku bisa mengendarai mobilku rub" kata ana
"tidak usah na, naik taksi juga tidak akan melukaiku kok. Lagian aku ingin sesekali naik taksi karena aku tidak pernah menaikinya" jelasku
"andai saja alan sudah pulang dari perlombaannya, pasti dia akan mengantarmu rub" kata ana
"memangnya dia lomba ke mana sih" tanyaku
"dia lomba ke kota B untuk mewakili sekolah kita. Lombanya hari ini. Pas jam istirahat nanti kita bisa menonton live nya" kata ana
"Aku tidak sabar menontonnya! Pasti dia sangat keren" kataku dengan penuh semangat
"tin!" suara klakson mobil jazon
"ayo ana biarkan dia naik taksi" kata jazon, benar-benar menyakitkan hati kenapa dia menawariku jika dia membuangku. Aku benar-benar ingin membencinya.
"tapi bagaimana dengan rubby! Oh iya rub aku akan suruh supirku mengantarmu ke sekolah" tawar ana! Tapi tiba-tiba jazon menggerakkan mobilnya sedikit membuat ana panik segera mengejar mobil jazon. Dan ana belum sempat menyuruh supirnya untuk mengantarku ke sekolah.
Sebelum naik taksi online aku harus mengecek dompetku. Dan ternyata dompetku ketinggalan di rumah. Bagaimana? Aku sekola, masa jalan kaki kan jauh. Bisa-bisa telat. Lagian aku hanya menggunakan sendal. Bisa-bisa nanti kakiku lecet.
Siapapun tolong aku! Sudahlah lebih baik aku mencoba berjalan saja. Terlambat juga tidak apa-apa palingan nanti kena marah doang. Udah kebal juga dengan hinaan.
Saat di tengah perjalanan hujan turun sial sekali. Jika aku pulang juga masih sangat jauh. Dan aku tidak mau ibu melihat ke adaanku seperti ini...
Tapi aku sangat menyukai hujan karena di saat menangis sembarangan pun tidak ada yang tau. Karena air mata teetutupi oleh air hujan. Padahal lukaku masih basah bisa-bisa bonyok.
Aku melihat kesilauan itu pasti lampu mobil. Atau lampu apalah itu aku tidak mengerti
Mobil ini sangat familiar ini kan mobil jazon!
Jazon keluar dari mobil dan menarikku masuk ke dalam mobil.
"BODOH KENAPA MALAH BERJALAN KAKI! BUKANNYA KAMU TADI MAU NAIK TAKSI! DAN JUGA JIKA TIDAK MEMPUNYAI CUKUP UANG TUNGGU SAJA AKU DI RUMAH ANA. DAN KAMU PUNYA MULUTKAN BICARA SAJA PADA SOPIR ANA. JANGAN TERLALU MEMIKIRKAN HARGA DIRI LAGIAN ANA JUGA MENGIZINKANMU" kata jazon dengan se enaknya. Aku tidak mau menjawabnya aku sudah capek. Dia sendiri yang meninggalkanku. Harus nya dia memarahi dirinya sendiri.
Dia mengajakku ke tokoh pakaian sekolah.
Menyuruhku untuk menganti pakaianku yang basah ini. Dan sekalian dia juga mau mengganti pakaiannya yang basah karenaku.
Aku hanya mengikuti arahannya saja. Aku takut jika menolaknya hanya akan membuatnya memarahiku. Aku tidak suka sisinya yang marah. Aku benci itu!
Tapi pakaian dalamku juga basah bagaimana ini.
"tok!tok!" suara ketukan dari luar,
Aku membuka pintu, ternyata seorang mbak-mbak pegawai di tokoh ini. Dia memberikanku paperbag. Ternyata isinya pakaian dalam. Apa ukurannya sama dan ternyata sangat pas. Bagaimana mungkin jazon tau ukuranku. Uhh malu sekali rasanya jika seorang pria tau ukuranku.
Setelah selesai kami kembali ke sekolah.
Kami memang telat setengah jam tapi! Karena kekuasaan jazon kami tidak di hukum, di biarkan masuk dengan tenang ke dalam kelas.
Entah kenapa dia mengantarku sampai ke kelas, apa dia takut guru di kelasku memarahiku. Dan bahkan dia masuk ke kelas untuk meminta izin pada guru untuk mewakiliku.
Di dalam pelajaran setiap menit ana meminta maaf padaku, dan tiap menit juga aku bilang padanya tidak apa-apa. Ana memang anak yang baik selalu saja merasa bersalah padaku.
*****
Jam istirahat...
Ana dan anak-anak mulai membuka ponsel mereka untuk melihat penampilan alan.
Jantungku berdegup kencang karena ikut gugup menyaksikannya. Alan menjadi vokalis di bandnya. Dia bernyanyi dengan sangat keren di iringi permainan musik yang sangat luar biasa. Hingga membuatku tidak bisa berkedip sama sekali. Setiap detik sangat di sayangkan jika melewatkannya. Akhirnya band alan menyelesaikan pertunjukannya.
"rubby itu ilermu hampir jatuh" goda ana
Aku melirik ingin melihat ana tapi yang kulihat malah jazon berada di samping ana yang sedang bermain ponsel. Sejak kapan dia di sini, jika ada diakan aku mau pergi.
"terkejut ya, jazon datang tanpa bersuara, aku saja tadi terkejut dengan kedatangannya". Jelas ana
"Aku mau ke kantin ya" izinku
"tidak perlu! Jazon telah membawakan banyak camilan untuk kita" kata ana lalu,
Ana menyodorkanku paperbag "ini pakaianmu yang di londri sudah di antarkan"
Aku mengambil paperbag "terimakasih" ucapku tanpa menyebut nama. Karena aku masih sangat marah pada jazon.
Aku segera pergi untuk mengganti pakaian, jika aku tidak mengganti nanti ibu akan curiga padaku. Dan pakaian ini bagaimana ya? Jika di berikan pada jazon dia pasti tidak mau! Sebaiknya aku membawa pulang saja.
Masuk ke dalam kelas dan pas sekali bel berbunyi...
Uhh untunglah jazon juga sudah tidak ada, jadi aku tidak perlu melihat wajahnya.
*****
Pulang sekolah..
"rub kamu pulang bersama jazon saja" kata ana "hari ini aku di suruh mengajar sebentar ekstrakurikuler chiliders, karena gurunya sedang sakit" jelas ana
"aduh bukannya semua murid kelas 3 tidak di perbolehkan lagi ikut ekstrakurikuler" kataku
"aduh sayang aku tidak ikut, tapi guru menyuruhku untuk mengajar, uhuy bakal jadi guru sexy. Akan ku cungkil mata adik kelas yang menatapku tajam" jelas ana, aduh sepertinya karena aku tidak mau pulang bersama jazon jadi aku tidak fokus mendengar ana.
Aku jalan kaki saja! Aku tidak mau naik mobil jazon. Aduh kenapa ya aku dan jazon sehari saja tidak usah bertemu, di lorong kelas ini bahkan kami sedang berjalan berlawanan arah. Dan dia melihatku! Pura-pura sajalah untuk tidak saling melihat. Baiklah! Akhirnya aku dan jazon berpapasan saling melewati..
jazon juga sepertinya tidak ingin pulang bersamaku. Kenapa hatiku terasa sedih ya, seperti merasa kehilangan...