RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 19


Kami mengelilingi mall. Mampir di semua tokoh yang ada di dalam mall. Tapi sudah satu jam an masih belum mendapatkan hadiah untuk ana.


"Aku punya ide, bagaimana jika aku bertanya sesuatu pada ana, apa yang paling dia inginkan" saranku pada jazon


"ide yang bagus" jawab jazon


Aku menelepon ana dan telepon ku di angkat dengan cepat.


"ada apa rub?" tanya ana


"apa yang paling kamu inginkan" tanyaku langsung


"maksudnya" jawab ana yang tidak mengerti


"maksudku kamu mau apa, misalnya mau hadiah apa" tanyaku agar ana mengerti


"memangnya kenapa? hari ulang tahunku sudah lewat" jelas ana


"iya aku ingin menabung untuk ulang tahunmu nanti" dustaku


"hmm baiklah aku ku beritahu" jawab ana "aku ingin jazon" ucap ana membuat ku bingung harus berbicara apa. Segera mematikan telepon dan menatap jazon.


Jazon merespon tatapanku dengan menaikan kedua alisnya


"dia ingin kamu" ucapku "benar-benar wanita bucin" lanjutku mengejek


"tapi dia sudah mendapatkanku" ucap jazon menusuk hatiku...


"meaw kalo kamu mau apa?" ucap jazon membuat aku mengerutkan keningku. Ya jelas kamulah yang aku inginkan sama seperti ana tapi sayangnya aku tidak beruntung...


"Aku ingin es krim" jawabku untuk mencari alasan, tapi aku memang sedang menginginkan es krim dan mataku tidak berhenti menatap es krim, aku yakin makanan manis bisa membuat hatiku membaik. Tapi jazon manis malah membuatku sakit, okay i m sad girl.


"Aku akan membelikanmu, rasa coklat kan" tawar jazon yang ku jawab dengan anggukan kepala.


Jazon tiba-tiba menggenggam tanganku, kami masuk ke dalam lestoran. Padahal aku ingin menyuruh dia untuk membeli es krim di luar.


"mau tambah rasa apa lagi" tawar jazon.


Rasa cinta! Ingin sekali aku mengucapkan ini tapi itu hanya akan mempermalukan diriku.


"stawberry" jawabku


Jazon memanggil pelayan dia segera memesan es krim.


Beberapa menit kemudian es krim pesananku datang.



Wah es krimku imut sekali, aku tidak sabar untuk menghabiskannya. Dengan cepat aku menjilatinya dengan sendok. Ahh rasanya benar-benar enak, dan hatiku merasa kan kebahagiaan. Dan Saat es krimku habis ludes. Aku baru sadar jika jazon tidak memakan es krim. Dia malah menatapku.


"apa salah satu es krim ini milikmu" tanyaku


"tidak! Itu semua punyamu" jawab jazon tersenyum tipis


"kamu bahkan tidak memesan minuman" gumam ku


"Aku ingin memesan minuman tadinya, tapi aku lupa karena fokus melihatmu makan es krim" jelas jazon.


Saat jazon mau membayar es krim, aku langsung saja meninggalkannya pergi. Karena jantungku benar-benar tidak mau berhenti berdebar. Wajahku serasa terbakar. Lebih baik aku pergi ke toilet. Ahh benar kan wajahku memerah seperti udang rebus. Aku menyiram wajahku agar wajahku yang merah padam kembali mendingin.


Saat aku keluar dari toilet, aku melihat jazon yang sedang menungguku di depan toilet.


Dengan cepat aku melewatinya.


"meaw! jangan berjalan terlalu cepat" kata jazon yang berhasil menyusulku.


"Aku ingin ke tokoh aksesoris untuk membeli kuncir rambut" kataku pada jazon "tidak apa kan!". Ya ini cuma alasanku saja tapi aku benar-benar sedang memerlukan kuncir rambut.


"baiklah meawku" setuju jazon


Kami pun masuk ke tokoh aksesoris.


Dan aku mendapatkan kuncir yang mau aku beli.


"biar aku saja yang bayar" tawar jazon


"maaf tuan muda aku masih mempunyai uang" tolakku


"aduh! Aku tidak bisa berkata-kata lagi" serah jazon.


Setelah kami selesai keluar dari tokoh aksesoris.


Jazon mengajakku ke tokoh perhiasan. Waw sepertinya ana akan mendapatkan kado mahal. Gila ya orang kaya levelnya memang berbeda.


Saat kami masuk pegawai salah mengira, kami di kira pasangan yang mau membeli cincin pernikahan. Aduh menyakitkan sekali itu tidak benar.


"kami bukan pasangan hanya teman" jelasku


Mbakmbak "maaf saya kira kalian pasangan" ucapnya, setelah itu segera memperlihatkan kami koleksi tokoh ini.



Mataku tidak pernah berhenti melihat kalung cantik yang mempunyai mainan liontin berbentuk hati berwarna merah muda keunguan. Dan mataku membelalak saat melihat harganya 25 juta. Gila harganya 25 juta hanya seutas kalung semahal itu. Jika aku mempunyai uang banyak pun, aku akan pikir panjang dulu untuk membelinya meskipun ini cantik.


"kamu suka" bisik jazon yang membuat ku terkejut.


"aduh bikin kaget aja" cetusku


"jika mau ambil saja aku akan membelikannya untukmu" tawar jazon


"kau tidak lihat harganya benar-benar sangat mahal, oh iya aku lupa kamukan orang kaya, tapi maaf aku tidak mau" tolakku dengan judes, kenapa harus judes, jika tidak begitu jazon malah akan memaksaku jadi aku harus melukai sedikit harga dirinya. "lebih baik ini untuk ana saja" saranku agar memecahkan suasanah ini.


Jazonpun mendengarkanku dia membeli kalung itu untuk ana. Yah ana lebih cocok memakainya jika aku, semahal apapun barang itu hanya akan terlihat biasa saja.


Hmm suasana kembali dingin, jazon benar-benar terluka dengan perkataanku tadi. Tapi ya baguslah. Aku akan membuatnya benar-benar jauh dariku.


Persahabatan kami memang semakin lama semakin canggung. Beginilah jika mempunyai sahabat lawan jenis. Akan belok, mungkin salah satu pihak akan jatuh cinta, dan pihak satunya tidak jatuh cinta. Ya sudah saat nya aku akan mengakhiri hubungan kami. Tapi kadang hatiku tidak bisa menerimanya, mungkin ini hanya janji palsu semata. Karena aku tidak ingin berpisah dengannya. Dan tidak mau kehilangannya, dan entah kenapa aku berpikir untuk merebutnya dari ana. Ahh aku benar-benar jahat meski hanya pikiran saja. Jangan sampai aku berbuat seperti itu, karena hal itu sangat menjijikan dan tidak pantas. Aku tidak ingin menjadi perebut pacar orang. Dan lagi jazon pasti tidak mempunyai rasa yang sama sepertiku. Dia hanya menganggapku sebagai sahabat. Karena setiap kali dia bilang cinta itu hanya sebuah prank dan loluconnya saja. Ahh benar kata orang cinta pertama tidak akan pernah sukses. Ayolah hati cari cinta yang lain. Karena melamun aku kehilangan jazon. Apa dia sudah berada di dalam mobilnya. Sebaiknya aku pergi kemobil. Tapi aku lupa mobil apa yang di pakainya. Aduh rubby kamu memang benar-benar wanita ceroboh, bodoh, dan pelupa.


Saat aku berbalik aku melihat sosok jazon.


"ahh akhirnya aku menemukanmu" ucapku lega.


Jazon berjalan mendepaniku, dan aku mengikutinya dari belakang. Akhirnya mobilnya ketemu juga. Dan perutku terasa lapar, dasar rubby rakus awas aja jika perutmu bunyi. Ohh tidak! anggota tubuhku tidak bisa di ajak kerja sama dia bunyi sangat keras. Dan aku yakin jazon mendengarnya. Tapi dia tidak mempunyai respon dia mencuek i ku saja. Oh iya dia kan sedang marah padaku. Ya sudah perut kita tahan dulu. Saat sampai di rumah aku akan mengisimu.