RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 16


Ya sudahlah semangat rubby sekalian olahraga meskipun bisa 2 jam an kamu sampai rumah. Kamu kan wanita kuat itu tidak jadi masalah.


Aku membuang baju pembelian jazon ini ke tong sampah jalanan. Maafkan aku baju mahal. Jika ibu melihatnya dia akan mempertanyakan, aku sudah pusing mencari alasan untuk berbohong. Bye


Pyuh satu masalah terselesaikan...


Aku kembali melanjutkan perjalanan.


20 MENIT KEMUDIAN,


Aduh capek sekali rasanya dari tadi tidak sampai-sampai. Apa aku istirahat dulu ya.


Pantas saja terasa perih ternyata jempol kakiku berdarah. Sebaiknya aku membuka perban dan menggantinya baru. Aku mencari perbanku dan obatku tapi tidak ketemu! Oh iya ketinggalan di dalam mobil jazon.


"kenapa tidak memanggilku tadi" tanya suara pria yang terdengar familiar di telingaku, akupun melihat ke depanku. Ternyata jazon, apa dia menanyakan yang tadi!


"jangan jadi orang bodoh yang sok sok an" katanya yang sangat menyakitkan bagiku.


Lebih baik aku berjalan pergi menjauhinya.


Saat aku mau pergi jazon menghalangiku "mau kabur kemana? Kabur dengan cara jalan kaki, sampai kakimu patah saja tidak akan pernah sampai, rumah masih sangat jauh" ucap jazon


Aku merunduk karena seperti ada yang mau jatuh dari mataku "Tes!" mungkin karena terlalu lelah aku mengeluarkan air mata. Dasar rubby kenapa kamu jadi cengeng seperti ini.


"kebiasaan tidak menjawab perkataanku, selalu diam dan menghindar" cetus jazon "baiklah sebaiknya aku pergi! Aku tidak akan mempedulikanmu lagi! Terserah kamu, bahkan jika kamu meminta maaf padaku aku tidak akan memaafkanmu lagi" katanya yang seolah aku yg salah.


Saat jazon pergi aku menarik tangan kanan nya. Dia membalikan badan menghadapku.


"MEAW!" panggilnya yang terkejut melihat aku menangis.


"JANGAN SE ENAKNYA BERBICARA! KAU MEMBUAT SEOLAH AKU YANG SALAH! BUKANNYA KAMU YANG SALAH KARENA MENAWARIKU TUMPANGAN! LALU MENJEMPUT ANA, ITU SI TIDAK MASALAH DIA PACARMU! TAPI MASALAHNYA KAMU MEMBAWA MOBIL YANG HANYA BISA DIDUDUKI OLEH DUA ORANG! DAN SEENAKNYA BERKATA MENYURUH SUPIR ANA MENGANTARKU, DIKIRA SUPIR ITU MAU JIKA ANA TIDAK... TIDAK MENYURUH LANGSUNG, LAGIAN AKU SAJA TIDAK PERNAH KERUMAH ANA, BAGAIMANA SUPIR ITU TAU JIKA AKU INI TEMANNYA! DAN LAGI KAMU BILANG AKU TIDAK MEMPUNYAI UANG YANG CUKUP UNTUK NAIK TAKSI! HEY! DOMPETKU KETINGGALAN AKU TIDAK BISA MEMBAYARNYA. APALAGI KAU BERKATA KONYOL KENAPA TIDAK MENUNGGUMU SAJA! APA KAMU PERNAH BILANG PADAKU, KAMU MALAH PERGI SEENAKNYA" Teriakku dengan penuh emosional aku tidak kuat lagi menahannya. Uhuu hatiku sangat sakit, hingga aku memukul-mukul dadaku agar rasa ini segera musnah.


Jazon memelukku "jangan memelukku ini di jalan bagaimana jika ada yg melihat" jelasku sambil menangis tersedu-sedu.


"maaf" ucapnya, jazon! Aku tidak memerlukan maafmu karena kenapa baru sekarang kamu meminta maaf setelah membuatku menangis! Sebelum ada yang melihat aku mau melepaskan pelukan jazon yang sangat kencang ini!


"lepas" suruhku "lepas atau aku tidak akan pernah memaafkanmu" ancamku yang membuatnya melepaskan pelukannya padaku.


Aku melihat jazon menangis, tapi kali ini dia memang pantas menangis atas kesalahannya sendiri dan aku tidak ber empati padanya. Tidak!!! ahh bodoh sedihku malah bertambah melihatnya menangis, dia pria yang sangat kuat dan keren, jika menangis terlihat tidak berdaya seperti bayi.


Kami berdua masuk ke dalam mobil.


Aku mengobati lukaku dan Jazon menyetir sambil tersedu-sedu menahan tangis. Entah kenapa marahku tadi hilang seketika melihatnya yang terlihat sangat imut ini. Oh tuhan hatiku mencair kembali karena engkau menciptakan wajah jazon yang amat tidak bisa di benci.


"jazon berhentilah menangis aku sudah tidak marah lagi" suruhku


"ayo kita makan coklat agar hati membaik" tawarnya


"baiklah, kamu yang bayar aku tidak membawa uang" kataku


Kami mampir ke cafe sweet heart, ini kali pertamanya aku ke sini dengannya.


Kami memesan 2 es coklat dan 2 potong kue redvalvet. Jazon sangat menyukai makanan manis, meskipun wajahnya terkesan garang.


"kenapa kami tertawa" tanya jazon yang melihatku dari tadi senyam senyum sendiri.


"tidak boleh!" tuntut jazon.


Ternyata cafe ini untuk pasangan siapa yang datang akan mendapatkan foto card gratis. Lumayan juga untuk kenang-kenangan.



*****


Di dalam mobil


"nanti kafe ini akan jadi tempat favorit kita, aku akan sering mengajakmu ke sini" janji jazon


"ahh sebaiknya jangan, itu cafe untuk pasangan, sebaiknya kamu mengajak ana" jelasku


"please! Jangan membawa nama orang lain, saat kita sedang berdua" tuntut jazon


Jika aku menjawab hanya akan membuat suasanah pecah lagi! Entahlah kepalaku rasanya menyut tiap kali memikirkan isi kepala jazon yang sangat susah di tebak.


Akhirnya sampai juga dan jazon membawa mobilnya sampai ke halaman belakang, jalan rumahku.


"jazon aku mau mengganti uangmu karena kemarin saat di kantin, aku lupa membayarnya malah pergi bersama alan"


"Sudah ku bilang tidak boleh menyebut nama orang lain di saat kita berdua" peringatannya


"baiklah tapi tunggu, aku mau mengganti uangmu" kataku. Tapi dia malah mengunci mobilnya jadi aku tidak bisa keluar.


"cukup ganti dengan cara mendengar kejujuranku" ucap jazon, aku masih bingung dengan perkataannya. Tapi kenapa diriku sangat tegang.


"kenapa? Sikapku seringkali berubah!" katanya sambil menatapku "karena aku MENCINTAIMU!" aku sedikit terkejut dengan loluconnya, tapi aku sudah lumayan terbiasa dengan loluconnya.


"tidak lucu" cetusku "ayo buka pintu mobilnya, aku mau pipis sudah tidak tahan lagi" dan jazonpun membuka pintu mobil. Lalu aku bisa keluar dan saat masuk ke dalam rumah tubuhku ambruk! Jatuh di lantai.



Meski aku sudah terbiasa mendengar loluconnya tetap hatiku merasakan sakit yang begitu dalam. Hingga nafasku sesak setiap kali dia mengatakan itu, di satu sisi aku tau dia bercanda tapi di sisi lain aku juga mengharapkannya.


*****


Di meja makan sedang makan malam bersama ibu.


Aku mengingat wajah jazon yang menyatakan cinta. Raut wajahnya dan matanya terlihat sangat serius tapi Tidak! Tidak! Tidak! Dia hanya bercanda aduh! Rubby ayo hilangkan wajahnya itu. Hanya bikin sakit hati terus.....


"RUBBY!" panggil ibu "kenapa dari tadi menggeleng-gelengkan kepala apa kamu overdosis! Apa dokter salah memberi obat"


"tidak ibu, obatnya tidak salah tapi otakku yang sedang bermasalah! Setiap menit detik aku berhalusinasi" jelasku "dan aku benar-benar tidak nafsu makan, pokoknya aku harus menghilangkannya dari otakku! Rasanya aku tidak bisa bernafas dengan lega!!!! Rasanya aku ingin sekali...


" RUBBY! kamu gila!" potong ibu


"iya bu aku gila, gilaku sudah naik ke level satu" kataku sekalian aja ibu salah paham jika otakku sedang bermasalah hah lumayan juga untuk hiburan


"mengatakan hal yang aneh lagi ibu coret kamu dari kartu keluarga" ancam ibu "cepat habiskan makananmu"


Karena jazon aku selalu di marahi ibu... T_T