RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 32


Setelah kemarin aku terkejut dengan lamaran jazon, membuatku tidak berani untuk pergi keluar aku takut bertemu dengannya.


Tapi jika di rumah terus aku malah tidak konsen untuk belajar, bayang-bayang jazon terus mengelilingi pikiranku. Sebaiknya aku pergi ke perpustakaan umum.


Aku memeriksa hpku sebelum pergi ke perpus.


Banyak sekali panggilan masuk dari alan, alan juga mengirimkanku pesan 'ayo belajar bareng' tawarnya. Aku segera membalas pesannya 'maaf, aku menolak'.


Segera mematikan hpku. Tapi aneh tidak ada satupun pesan atau panggilan dari jazon. Apa dia sudah bisa menerimanya yah. Ahh sudahlah sebaiknya aku pergi ke perpustakan. Tidak lupa memberi pesan dengan kertas yang ku tempel di kulkas, siapa tau nanti ibu mrncariku, dan aku juga tidak akan pulang malam ini, mungkin besok pagi aku akan pulang.


Semoga tidak bertemu dengan jazon,


Saat ingin melewati gerbang pak satpam seperti ingin bertanya tapi aku segera menjelaskan "maaf pak! Dalam mode tidak mau di tanya". Dan pak satpam pun urung untuk bertanya.


Aduh bodoh!, aku melupakan motorku, mau ke perpustakaan naik apa jika bukan motor, tapi jika aku balik lagi 100% akan bertemu jazon, sebaiknya aku naik ojek online tapi, hpku kan aku tinggal. Terpaksa deh jalan kaki ke depan komplek, lalu naik angkot, benar-benar harus berjuang.


*****


#diperpustakaan kota


Perpus penuh dengan umat manusia, menyesal deh pergi ke sini, sebaiknya aku pergi ke perpus di luar kota saja, di sana lebih besar aku bisa fokus. Tapi uang jajanku seminggu, bakal habis deh karena ongkos. Tidak apalah demi bisa belajar. Ayo rubby semangat.


*****


#perpustakaanBIGdiluarkota


Akhirnya sampai juga, sungguh ini adalah tempat surganya buku. Dan nyaman. Apalagi di sini ada ruangan yang bisa untuk membaca sambil tidur. Aku bisa menginap deh di sini, good bye jazon, bukan kamu saja yang bisa pergi tanpa bilang, aku juga bisa. Tapi aku akan pulang besok siang. Andai saja ujiannya minggu depan, aku bakal bisa nginep di sini selama 1 minggu. Memang tidak ada kata istirahat untukmu rubby.



Dengan tenang aku bisa belajar. Buku yang aku cari saja ada, di sini benar-benar sangat lengkap. Tidak rugi deh bayar kartu member seharga 100 ribu, bisa sepuasnya sampai kapanpun. Aku bahagia. Dan aku juga mulai boros. Siap-siap buntu. Dan akan merengek minta uang jajan lagi sama ibu.


Ini sudah jam 7 malam, perutku sudah mulai lapar. Sebaiknya aku pergi keluar untuk mencari makan. Aku membeli nasi goreng dan teh manis di lestoran dekat perpus. Suasanah kota ini lumayan nyaman juga. Rasanya aku ingin tinggal di sini saja, dan aku pernah ke kota ini bersama alan ke rumah kakaknya yang misterius itu. Ahh masih sempatnya aku memikirkan kakak alan. Sudah pasti dia pria yang sangat kesepian.


Setelah selesai makan aku kembali ke perpus, menuju tempatku. Oh tidak brengsek ada seorang pria yang tidur di tempatku.


"hey" teriakku ingin membangunkannya. "ini tempatku, apa kamu tidak lihat ada beberapa buku tergeletak di sini, seharusnya kamu tau jika itu pertanda sudah ada orang yang menempatinya duluan" omelku dengan sedikit mengecilkan suara. Karena ini di perpustakaan.


Pria ini masih tidak merespon, dia menutup wajahnya dengan buku catatan belajarku, memang dasar orang yang tidak tau malu, aku yakin pria seperti dia wajahnya pasti mirip pantat panci. Aduh rubby! Kamu tidak boleh ngatain orang walaupun dia jelek tetap saja kan yang penting dia manusia. Tapi dia ini manusia tidak tau malu,.....


Karena tidak bisa menahan kesabaran aku segera mengambil bukuku yang sedang berada di wajah pria ini. Saat bukunya aku ambil, akhirnya aku bisa melihat wajah pria ini, aku merasa malu karena sudah berpikir jelek dengan wajahnya. Pria ini memiliki wajah yang sangat tampan bukan seperti pantat panci, dia seperti seorang bidadara yang jatuh dari langit.



Jantungku di buat berdegup kencang saat pria ini membuka matanya dan menatapku hingga mata kami saling bertemu.


"anu... Ini tempatku" kataku sedikit malu-malu.


Pria ini yang tadinya berbaring sekarang pindah posisi menjadi duduk. "bukankah ini perpustakaan umum" katanya membuatku sedikit kesal.


"ohh gitu" katanya pendek tapi terdengar seperti mempunyai arti yang panjang tapi jika di simpulkan dia ngejek. Yah dia mulai membuat aku sangat kesal.


"aku bisa beli perpus ini dalam waktu 1 menit" sombongnya, brengsek mentang-mentang dia orang kaya jadi dengan muda bilang beli. Apalagi dalam waktu singkat. Ahhh wajah tampannya benar-benar mubazir, untung saja jazonku yang tampan gantengnya tidak mubazir, alan juga tampannya tidak mubazir. Ehh kenapa aku malah mengingat 2 pria itu.


"Aku tidak mau pergi, meskipun kamu mau berteriak ribuan kali. Aku tidak suka!" pintannya dengan seenak jidat.


"aku juga ogah! Aku yang lebih duluan berada di sini, dan tadi aku pergi makan ke luar sebentar" tegasku dan jelasku.


"oke, sebaiknya aku pergi karena aku punya rumah" ucapnya segera pergi meninggalkanku.


Apa-apaan maksudnya apa dia pikir aku tidak punya rumah, aku seorang gelandangan. Sial! Padahal dia sendiri juga tadi tidur di sini, pasti dia mau menginap di sini juga kan. Sok-sok an ngatai aku, sabar-sabar rubby jangan masukkan di hati pria seperti dia juga hanya akan menjadi angin dalam hidupmu. Dalam hidup ini aku tidak mau bertemu dengannya lagi!


🍃🍃🍃


Tapi ke esokan paginya aku bertemu pria ini di dalam lestoran, dan kami duduk di meja yang sama, karena tidak ada pilihan lain, lestoran ini jika pagi sangat ramai dan penuh. Dan anehnya lagi kami berdua duduk secara bersamaan di sini.



Dia tidak berekspresi sedikitpun, hanya memasang wajah datar t(api keren. Yah! kuakui itu) dan tidak peduli. Apa dia lupa dengan aku ya! Secepat itu dia melupakanku, bahkan dengan kesal aku sangat mengingat wajahnya. Dia membuat apa yang aku pelajari dengan susah payah! Menjadi buyar karena jengkel.



Aku menatap tajam dirinya, tak ku biarkan sedikit pun dia tenang, aku akan membuat dia tidak nyaman.


Pesananku dan dia datang, hebatnya lagi kami memesan menu yang sama yaitu bubur dan coklat hangat. Apakah ini yang di sebut jodoh. Ahh lebih baik mati dari pada berjodoh dengannya. Melihat wajahnya saja membuatku kesal.


Karena gatal aku mengeluarkan suara untuk berbicara dengannya "hey! Kau masih ingat tidak denganku" tanyaku dan dia tidak menjawab seola itu tidak penting, benar-benar sangat menyesal telah bertanya dengannya.


"masih" ucapnya yang membuatku kaget, ternyata dia menjawab pertanyaanku. Syukurlah aku jadi tidak terlalu hina di matanya.


"wanita jelek si tukang ngomel" lanjut perkataannya membuatku naik darah.


"si pria tampan yang mubazir" balasku. Dia menatapku dengan tatapan datar. Tapi matanya se akan berbicara. Masih mending aku ada tampannya sedangkan kamu tidak ada bagusnya.


Dengan secepat kilat aku menelan semua buburku, dan meminum habis coklat panasku.


Segera pergi jauh jauh untuk tidak bertemu dengannya lagi. Aku juga membuang kartu memberku yang seharga seratus ribu ke dalam tong sampah karena aku tidak mau lagi ke kota ini! Tidak mau lagi bertemu dengan si tampan yang mubazir.


Segera otw menuju rumah, karena aku juga harus mempersiapkan diri besok akan di mulai ujian terakhirku di bangku SMA...


*****


Akupun sampai di rumah dengan selamat. Mengaktifkan kembali hpku. Dan ana segera meneleponku dia menanyai bagaimana tentang belajarku apa lancar, dan aku menjelaskan bahwa aku pergi ke luar kota untuk belajar di perpus dan bertemu dengan pria tampan tapi mubazir. Dan ana menertawaiku. Katanya pria itu terdengar biasa saja, dasar aku saja yang ingin membencinya. Iya si benar aku selalu mentranslate perkataannya dalam hatiku dan translatenya buruk semua. Ahhh pasti pria itu menilaiku wanita si tukang ngomel kayak nenek lampir. Tapi jika di pikir-pikir dia seperti pria dewasa. Atau jangan-jangan dia oom-oom dan aku sudah kurang ajar padannya. Ahh tidak dia terlihat masih muda mungkin umurnya dia atas 20 dan di bawah 30. Dan kenapa aku harus peduli tentang umurnya. Inilah kebiasaan burukku selalu memikirkan apa yang tidak mau aku pikirkan. Atau aku berobat ke dukun saja ya minta santet otakku yang tidak mau bekerja sama dengan tuannya.


Ayo rubby tenangkan dirimu untuk besok. Tinggalkan semuannya fokus untuk ujianmu besok. Semangat! kamu pasti bisa...