RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 30


Aku segera pergi ke taman belakang sekolah untuk menghampiri jazon.


Tapi dia tidak ada di sini, apa dia belum datang ya. Aku juga sudah berjalan ke sana ke mari tapi batang hidungnya masih tidak terlihat. Ahh sialan dia yang maksa dia yang telat. Dasar cwok nyebelin.


Tiba-tiba saja indra penglihatan ku menjadi gelap. Ada seseorang yang menutup mataku dengan tangannya. Aroma ini milik... "JAZON!" panggilku.


"yah! ketaunan deh!" keluhnya segera melepaskan tangannya dari mataku.


"dasar aneh, emangnya kita baru kenal kemarin yah" omelku.


"udah kenal lama, tapi ada something yang membuat kita tidak bisa jujur" ucapnya membuatku bingung. "canda meaw" lanjutnya.


"langsung ke intinya saja, ada apa?" tanyaku jutek.


"aku hanya ingin tanya" ucapnya dengan wajah serius "apa kamu mau ikut denganku ke Amerika" lanjutnya yang membuatku bingung harus bilang apa.


"AKU ULANGI SEKALI LAGI!" peringatnya dengan nada tinggi, dia memegang pundakku "MAU IKUT ATAU TIDAK!" tegasnya. Lagi-lagi aku hanya terdiam dan air mataku mulai mengalir.


Dia menyeka air mataku dengan lembut, dan melihatku dengan tatapan khawatir. Tolong jazon jangan seperti ini hatiku benar-benar lemah melihatmu seperti ini. Aku tidak tega jadinya.


"baiklah pulang sekolah nanti aku akan bertanya lagi, kau harus mengingatnya untuk menjawabnya dengan cepat tanpa menangis oke meaw" ucapnya tersenyum tipis.


Aku harus mengatakan tidak, aku tidak boleh memberikan harapan palsu pada jazon.


Saat jazon membalikan tubuhnya berjalan ingin meninggalkan ku tapi sebelum itu aku harus mengatakan "MAAF!" ucapku membuat langkah kakinya terhenti. Dia membalikan tubuhnya. Aku mulai menarik napasku lalu mengeluarkannya hingga membuat aku sedikit tenang "TIDAK BISA, AKU TIDAK MAU IKUT!" ucapku. membuat jazon menatapku dengan tatapan marah, kecewa, dan juga sedih. Membuat aku segera berlari dengan cepat meninggalkannya.


🍃Maaf jazon, maafkan aku, aku tidak bisa ikut denganmu pergi, aku juga sebenarnya tidak ingin kamu pergi. Tapi kita tidak cocok untuk saling berdampingan selama-lamanya. Aku hanyalah seorang anak pelayan bahkan masa depanku saja sudah ku ketahui jika aku hanya akan menjadi orang biasa. Dan aku baru-baru ini mengingat bisikan peringatan ibumu di telingaku saat aku masih duduk di kelas 1 SMP, dia tau jika suatu saat kita atau antara kamu dan aku akan jatuh cinta. Dan aku mencintaimu. itulah kesalahan terbesar. Andai saja aku tidak mencari tau perasaanku tentangmu pasti akan lebih mudah untuk melepaskanmu dengan rasa bahagia bukan kesedihan seperti ini. 🍃


Karena terlalu sedih, membuat aku tidak melihat sekitar, ada seseorang yang memangkaku hingga aku terjatuh. Kakiku merasa sakit tapi perasaanku lebih sakit dari ini.


"upss sorry" kata sang pemangka terdengar seperti bukan meminta maaf tapi bahagia di atas penderitaan orang. Aku melihat orang yang memangkaku dengan mata berkaca-kaca.


"sakit yah" kata viona mengejekku.


"iya sangat sakit" jawabku sambil menatapnya


"syukur deh kalo sakit, dan iya wajahmu sangat cocok seperti ini, teruslah menangis tak perdaya seperti ini. Tolong pertahankan ini perintah" katanya segera pergi meninggalkanku dengan rombongan cabe-cabeannya sambil tertawa bahagia.


Harusnya aku masih bisa berdiri tapi entah kenapa aku hanya ingin diam di sini. Dan tiba-tiba saja ada seorang yang mengendong tubuhku. Dia tidak menatap mataku. Dia hanya diam berjalan lurus tanpa mengatakan kata sepatahpun. Dia membawaku ke ruang uks.


Dia membaringkan tubuhku di kasur, dia menyuruh guru kesehatan yang bertanggung jawab di uks ini untuk mengobatiku.


"JAZON" panggilku saat dia ingin berjalan pergi "MAAF!" ucapku dengan penuh rasa sedih.


"tidak apa! Aku sangat bahagia bisa mengenalmu, aku tidak akan pernah melupakanmu" jazon memalingkan wajahnya ke arahku "meaw" panggil nya padaku seakan dia akan pergi sekarang.


*****


Di malam hari yang sunyi dan dingin ini. Aku terus membayangkannya.,,, dan beberapa kali kakiku ingin melangkah menghampirinya. Dengan mati-matian aku menghentikan langkahku untuk bertemu dengannya.


Jazon aku benar-benar sangat khawatir padamu.


*****


Aku melihat kabar bahwa viona tiba-tiba saja berhenti dari sekolah. Dan saat aku tidak melihat viona lagi. Aku juga tidak melihat jazon.


*****


Ayolah rubby hentikan memikirkannya satu minggu lagi akan ujian. Kamu harus belajar oke. Kamukan tidak pintar harus belajar mati-matian agar menjadi sedikit pintar.


*****


Dan hari ini aku juga tidak melihat jazon, aku tidak merasakan keberadaannya.


Aku benar-benar ingin melihatnya meski hanya beberapa detik saja...


*****


Dan hari ini lagi dan lagi aku tidak melihatnya.


Ini sudah satu minggu berlalu, apa dia amat sangat tidak ingin aku melihatnya, padahal waktu dia di sini sangat singkat. Harusnya kami menghabiskan waktu bersama.


"hey!" teriak ana membuat aku tersadar dari lamunan.


"sedang mikirin apa sih" tanyanya


"ahh tidak sedang memikirkan apa-apa, aku hanya merasa ngantuk" dustaku.


"akhirnya pria brengsek itu pergi juga... " sebelum alan menyelesaikan perkataannya.


Ana menyuruh nya diam " jangan pernah membicarakan pria itu" tegas ana, dan ana mengeluarkan air mata.


Aku tidak menanyakan apa yang mereka maksud, karena pikiranku juga sedang dalam mode galau. Palingan juga itu tentang kebucinan ana.


Hanya mengusap-usap air mata ana hingga dia berhenti menangis...


"apa kamu akan segera pindah dari rumah itu" tanya alan membuatku bingung apa yang sedang dia maksud. Pindah dari rumah itu.


"plak!" ana menampar wajah tampan alan hingga meninggalkan bekas tamparan. "sudah aku bilang jangan bicara itu" teriak ana.


"dasar cwek bar-bar" umpat alan sambil memegang pipinya yang kesakitan.


"baiklah kalau begitu, sebaiknya kita membicarakan tentang ujian nanti, waktunya 4 hari lagi kita harus belajar. Agar kita bisa masuk ke universitas yg di inginkan"


"ahh aku tidak mau kuliah" ucapku


"aku juga tidak mau, tapi keluarga ku pasti tidak mengizinkannya" sambung ana.


"kamu benar-benar tidak mau kuliah" tanya alan padaku


"iya, rasanya aku ingin bekerja saja mencari uang" ucapku.


"wanita yang hebat" puji alan membuatku meriding...


*****


Meskipun aku sedikit terhibur oleh ana dan alan. Pada akhirnya juga aku masih memikirkan jazon, terus menerus. Aku belum melihatnya. Aku ingin melihatnya. Apa mungkin dia tidak sekolah ya, atau jangan-jangan dia sakit. Baiklah sebaiknya pulang sekolah ini aku segera menemuinya. Tidak banyak waktu yang tersisa. Kami harus menghabiskan waktu yang tersisa. Tapi apa itu akan baik untuk ku dan jazon. Iya itu sangat tidak baik. Sebaiknya seperti ini saja. Aku juga harus belajar tanpa kehadirannya... Aku harus terbiasa tanpanya...