RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 28


Saat sampai di kamar jazon mengirimkanku sebuah pesan.


'aku masih sangat meridukanmu'.


Dan aku bingung harus membalas apa. Sebaiknya aku kacangi saja pesannya.


'kejam! Cuma di read' pesannya lagi


'abisnya tidak penting' balasku


'begitu ya, rinduku benar-benar tidak penting untukmu' balasnya. Membuat perasaanku tidak enak.


'habisnya tadi kan udah ketemu, masa rindu lagi. Itukan konyol' balasku.


'entah aku hanya mempunyai rasa rindu jika tidak melihatmu sedetikpun' pesannya membuat aku bingung dengannya, dia meridukanku jika tidak melihatku sedetik, seperti dia mencintaiku sja tapi aku tau itu semua hanya karena dia kesepian saja. Dan hanya sudah terbiasa dari dulu bersamaku.


'kau benar-benar tidak bisa hidup tanpaku kah' balasku


'sangat tidak bisa' pesannya


'kau harus bisa, jangan terlalu tergantung padaku ' balasku


' akan ku coba, tapi aku yakin itu sangat tidak bisa. Di ibaratkan kamu adalah oksigenku' pesannya membuat wajahku memerah.


'hey! Kau gila. Bagaimana jika suatu saat kau menemukan seorang wanita yang kamu cintai lalu menikahinya, apakah aku bukan lagi oksigenmu' balasku


'aku tidak akan menikah, dan kamu selama-lamanya menjadi oksigenku' pesannya


'hey! Berhentilah membuatku salahfaham, kau berbicara seakan-akan kau mencintaiku saja' balasku


'jika aku mengatakan cinta padamu apa yang akan kamu jawab' pesannya


Apa yang aku jawab jika kamu mengatakan cinta, hatiku pasti akan bilang iya aku juga mencintaimu. Tapi! Itu tidak akan pernah terjadi. Dan aku juga berharap itu tidak akan pernah terjadi. Bagaimana bisa kamu adalah mantan sahabatku sama saja aku seperti menusuk ana dari belakang. Aku tidak mau menjadi wanita jahat. Biarlah hubungan kita seperti ini saja. Aku yakin suatu saat nanti kita berdua akan menemukan jalan masing-masing. Aku harap kamu jazon mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari saat bersamaku.


Dan pesan kamipun berhenti...


🍃🍃🍃


#Di sekolah


Saat aku dan ana sedang menunggu pesanan makan siang kami di kantin sekolah. Tiba-tiba saja ada air yang jatuh di atas kepalaku. Dan rasanya amat manis ini seperti jus jeruk. Mungkin karena terlalu haus aku jadi menghayal.


"HEY!!!" teriak ana. Yang membuatku terkejut kupikir dia meneriakiku. Ternyata dia meneriaki orang yang sedang menjatuhkan jus jeruk di atas kepalaku. Dan aku baru sadar jika ini bukan hayalan tapi nyata!.


Aku menatap orang ini dan ternyata dia adalah salah satu anggota cabe cabeannya viona.


"upss! Nggak sengaja" ucapnya sambil senyum gila. Dia pikir aku anak kecil apa. Jelas-jelas dia sengaja tidak! Dia sangat sangat sengaja! Sepertinya dia tidak bisa berekting, benar-benar ya cabe ini sangat oon. Harusnya dia ekting jatuh kek bukannya malah numpahi jus di krpala dengan sangat terang terangan. Ampe segelas lagi di jatuhinya. aku ingin sekali menghajarnya tapi aku tidak mau memperpanjangnya karena orang seperti aku akan kalah juga dengan mereka yang kaya raya.


"iya enggak papa" jawabku


PLAK!!! tiba-tiba saja bakwan betabur cabe menempel di mukannya, dan ini adalah perbuatan ana dia melempar bakwan yang sudah di olesinya dengan cabe ke wajah wanita cabe ini! Dan wanita cabe ini berteriak histeris karena kepedasan. Dia mengucek-ucek matanya yang pedih karena terkena cipratan cabe. Dan otakku sedang dalam mode cabe...


"UPSS NGGAK SENGAJA" ucap ana sambil memasang mimik nyengir.


"gila ya kalian" ucap para cabe "keterlaluan"


"AIR! AIR! AIR" ucap si cabe yang kena cabe


Dan byurr..... Tiba-tiba ada air yang membasahi seluruh tubuhnya. Dan itu adalah perbuatan alan. Dia menyiram seember penuh si cabe.


"udah mendingan" tanya alan. Sungguh alan ternyata pria yang sangat jahat. Tapi aku suka.


Dan entah sejak kapan viona ada di dekat kami. Dia memasang wajah khawatir.


"alan makasih ya" ucapnya dengan manis, rasanya aku jadi enek melihatnya.


"oh sama-sama" ucap alan "singkirin semua orang lo dari sini sekarang juga" perintah alan dengan sangat dingin pada viona. Dan viona terlihat kesal karena alan mengusirnya dari kantin ini.


"harusnya para cwek sialan ini yang pergi" kata ana yang dimaksud cewek sialan itu adalah aku "gara-gara mereka dila jadi kepedesan liat tuh matanya merah"


"bukannya itu pantes ya buatnya, lagian salah dia duluan yg udah nyiram rubby" kata ana


Dan viona menatap tajam ana.


"kenapa nggak suka ah, dasar cwek pengemis cinta" ucap ana.


Dan tiba-tiba saja viona menampar ana.


Lalu ana membalas tamparan viona, terjadilah perkelahian wanita vs wanita. Kalian bisa membayangkan jika wanita berantem kayak apa, mereka akan main cakar-cakaran, main jambak-jambakan, dan main jerit-jeritan.


Dan di sekeliling kami ramai di tonton oleh semua orang.


Alan berusaha menenangkan mereka tapi malah dia yang kena jambak, tampar, bahkan kena tinju. Itulah kenapa aku tidak bisa bergerak sedikitpun hanya bisa melihat saja. Karena jika aku berusaha memisahkan mereka aku yang akan hancur. Kasian alan dia benar-benar KO.


Dan akhirnya guru BK datang. Lalu memisahkan mereka berdua di bantu oleh para siswa. Dan mereka berakhir kena hukuman bejemur di lapangan hingga jam pelajaran berakhir.


Dan aku menangis tiada henti di kelas karena sangat khawatir pada ana. Semua ini juga karena kesalahanku, ana membela ku hingga dia harus di hukum.


Akhirnya 2 jam kemudian, jam pelajaran berakhir aku segera berlarian menuju lapangan untuk menghampiri ana. Untung saja viona sudah menghilang.


"ini air" tawarku pada ana dan dia meminumnya dengan cepat. Aku segera memeluk ana dengan sangat erat "MAAF" ucapku sambil merengek.


Dan salah satu teman sekelas memberitahu pada ana bahwa aku di sepanjang pelajaran menangis tiada henti...


Ana tertawa mendengarnya.


"ini bukan salahmu, aku sendiri memang tidak suka dengan viona. Dari dulu sejak kecil dia berusaha menyingkirkan wanita yang mendekati alan. Dia wanita yang menyeramkan" kata ana. berarti sudah lama sekali viona menyukai alan.


"orang tua viona adalah sahabat keluarga kami" ucap alan yang datang menghampiri kami "kami bahkan pernah di jodohkan, tapi aku mati-matian menyuruh orang tuaku untuk tidak menjodohkan kami. Dan akhirnya berhasil tapi dia tidak bisa menerimanya, dengan diam-diam dia akan mengusik wanita yang dekat denganku" jelas alan.


Kenapa aku kasihan ya mendengarnya, pasti viona benar-benar sangat mencintai alan. Hingga dia berjuang untuk alan, tapi caranya saja yang salah. Cinta itu memang benar-benar sulit untuk di hilangkan. Jadi aku juga tidak bisa menilai viona wanita gila yang sangat terobsesi pada alan. Aku juga tetap mencintai jazon meski hanya mendapatkan sakit...


"rubby" panggil ana menyadarkanku dari lamunan "ayo ke kelas" ajak ana.


Kami mengambil tas lalu pulang ke rumah masing-masing.