RUBBY MEAW

RUBBY MEAW
Episode 24


Aku mengganti pakaianku sebelum memberikan dompet ke tuan muda yang kejam!!! Tidak sabar lagi aku ingin menanyakan siapa wanita yang ingin dia cemburu i. Jika itu benar aku. Aku tidak tau harus bahagia atau sedih karena dia mempermainkan temanku. Dan dia juga bisa merusak persahabatan kami!!!


Tapi besok dia akan pergi,,, ah sudahlah makannya besok dia akan pergi dan aku harus menghukumnya dulu!!! Iya dia tidak boleh pergi ke Amerika tanpa rasa bersalah.


Aku berjalan secepat mungkin menuju rumah utama zekdlyn! Lalu menuju kamar jazon! Aku melihat jazon sedang duduk di kasur sambil menutup wajahnya. Enak sekali dia tidur setelah menangisi anak orang.


Aku segera menarik bantal yang ada di wajahnya. Dia tidak tidur sama sekali, bantal ini untuk menutupi air matanya.


Dia segera duduk dan menghapus air matanya. matanya memerah "MAAF" ucapnya lirih dan hatiku tidak kuat melihatnya seperti ini tapi aku harus menanyakan ini.


"siapa wanita yang ingin kamu cemburu i" tanyaku dengan serius


Tapi jazon terdiam! Dia tidak meresponku. Benar-benar sangat menyebalkan.


"hey! Jawab! Apa itu aku" tanyaku to the point


Dan jazon tertawa "haha kamu sakit" katanya sambil memegang dahiku. Dan aku segera menepis tangannya.


Malu sekali aku, ternyata bukan aku tapi untunglah bukan aku, jadi aku tidak merasa bersalah pada ana "abisnya aku jawab kau hanya diam" pelesetku "jadi siapa wanita itu?!" tanyaku sekali lagi.


"tidak tau, dia hanya wanita hayalanku" jawab jazon membuat kepala ku pusing 7 keliling.


"apa kau mempunyai wanita hayalan, aduh kau benar-benar gila ya, aku sampai merinding mendengarnya" omelku.


"tapi meskipun begitu aku juga sudah berusaha untuk menyukainya tapi tetap saja tidak bisa, dan kamu meaw tidak boleh juga menerima seseorang jika kamu tidak cinta. Nanti jadinya seperti aku menyakiti ana" kata jazon sambil menundukan kepala.


"baiklah itu masalah hati memang tidak bisa di paksakan tapi aku tetap marah padamu karena telah melukai ana" kata ku, memang cinta itu tidak bisa di paksakan tapi jazon tetap bersalah.


"Aku tidak jadi pergi besok, aku sudah berbicara pada ibuku, ulangan sebentar lagi jadi lebih aku menamatkan SMA ku di sini lalu setelah itu baru pergi" jelas jazon "kamu senang kan"


"ahh aku malah muak melihat wajahmu, besok kau harus bilang yang benar pada ana jika memang ingin putus, dan jangan bilang karena kau memanfaatkan ana, karena aku tidak mau dia terluka lebih dalam lagi" kataku segera pergi dari hadapan tuan muda kejam ini.


Aku senang dia tidak jadi pergi, dan aku marah dia memanfaatkan ana, Dan aku malu karena terlalu percaya diri bahwa wanita itu aku, dan kepala ku pusing jika jazon sakit jiwa karena mempunyai wanita hayalan hingga membuat ku merinding. Tapi baguslah jika dia akan pergi ke luar negeri dan tidak perlu pulang lagi! agar kami saling melupakan.... Ya setelah dia pergi aku akan mengganti nomorku dan menghapus semua sosial media ku. Tapi kenapa aku menangis. Aku tidak boleh menangis. Bahkan wanita yang ingin jazon tes bukan aku itu wanita hayalannya, dia pria yang konyol. Aku tidak boleh menyukai pria seperti itu! Suka mempermainkan wanita.


GREP" jazon memelukku dengan sangat kencang "aku tidak ingin pisah darimu! Ayo ikut aku pergi! Aku tidak kuat tanpamu, aku tidak kuat untuk merindukan suhu tubuhmu" ucap jazon


"tapi kamu pernah ngambek hingga satu minggu jadi pasti bisa tidak bertemu untuk selama-lamanya" gumamku


Dan jazon melepaskan pelukan, dia mengernyitkan alis "jangan berbicara seperti itu! Karena kamu hanya akan menyakiti hatimu, lihat wajahmu sangat jelek karena air mata dan ingus yang keluar" katanya yang ujungnya ngejek.


"RUBBY MEAW ayo ikut aku pergi ke Amerika!" tawar jazon.


"Aku....!"


"nanti saja jawab nya setelah kita selesai ujian nasional! Kamu harus memikirkannya dengan matang-matang" POTONGNYA


"baiklah" jawabku


"Tapi! Jika kamu tidak mau ikut! Aku tidak akan pernah menghubungimu lagi, aku akan pergi ke Amerika dan melupakanmu" lanjut jazon yang mengancam.


Aku segera pergi meninggalkannya dengan air mata yang mengalir begitu deras. Baguslah! Jika begitu. Karena aku juga menginginkan hal seperti itu! Aku memang ingin mengakhiri nya. Karena aku sudah mulai cinta padamu! Kita tidak bisa menjadi teman lagi! Jika di dekatmu aku hanya akan mengharapkan cinta yang tidak bisa aku dapatkan darimu. Karena dunia kita memang sangat jauh!! Karena itu kepergianmu nanti yang aku tunggu, lalu jangan pernah kembali lagi.


🍁🍁🍁🍁🍁


Karena aku pulang dengan wajah yang bengkak karena menangis terlalu dalam. Ibu bertanya kenapa? Dan aku menceritakan semuanya. Kecuali tentang hubungan jazon dan ana.


"kasian sekali tuan muda, dia anak yang kurang kasih sayang. Lalu saat orang tuanya menghubunginya malah mendapatkan hal yang buruk, padahal 4 tahun yang lalu saat orang tua jazon pulang sangat sehat. Ibu....! Tidak menyangka jika tuan besar terkena struk itu pasti sangat sulit untuk jazon" tangis ibuku memikirkan jazon. Menangis tiada henti hingga ibu capek sendiri.


Dan aku masuk ke dalam kamarku, segera menjatuhkan tubuh ke dalam kasur. Aku sama sekali tidak bisa tidur. Aku masih memikirkan jazon. Pasti dia sedang menangis, dia pasti sangat shok. Dan ana aku rasa dia juga mrnangis lagi. Lalu alan apa yang dia lakukan.


Tring! Ponselku berbunyi ternyata itu alan.


"aduh aku capek sekali! Tiada henti berusaha menenangkan ana" keluh alan.


"bagaimana ke adaan ana sekarang" tanyaku khawatir


"sangat baik, dia sudah tidur" jawab alan membuat ku legah.


"ahh! Padahal mereka baru saja merayakan satu bulan aniversarry! Dan pada saat itu juga mereka putus. Benar-benar hubungan yang kejam" lanjut alan.


"apa kamu marah pada jazon" tanyaku ingin memastikan perasaan alan.


"dari dulu aku sudah membencinya, dia itu pria yang tidak punya perasaan. Bahkan aku tau jika dia tidak menyukai ana, karena ekspresinya benar-benar sangat kelihatan berpura-pura, tapi baguslah jika mereka putus. Aku tidak ingin memiliki adik ipar seperti dia" setelah berkata terdengar suara teriakan alan.


"maaf rubby nenek lampir ini bangun dan dia sedang memukul-mukul ku. Benar-benar ya siapa yang patah hati siapa yang tersiksa" ucap alan lalu mematikan panggilan.


Kasian sekali alan padahal besok harus sekolah, apa dia akan babak belur ya. Hah setidaknya dia sedikit bisa membuatku tertawa. Alan yang malang. Nanti besok aku akan menghiburnya...