
Penderitaanku bukan sampai disini saja. Alan meneleponku dia pasti mau menagih jawabanku. Kenapa juga aku berjanji pada diriku jika alan menembakku maka aku akan menerimanya. Padahal hati ini tidak bisa di permainkan. aku tak mencintainya. Tapi karena aku tau rasa sakit aku merasa tidak tega juga untuk menolak. Sebaiknya aku mendiamkan teleponnya. Aku harus menghindarinya dulu hingga hatiku tenang.
Sepertinya besok aku libur saja...
Ceklek! Ibu membuka kamar pintuku dengan sangat gelisa.
"RUBBY!!" teriaknya hingga mengeluarkan air mata! Ibu memeriksa kakiku dia melihat jempol kakiku yang kukunya retak. Dia menangis tersedu-sedu. Maafkan aku bu karena tidak ingin di lihat jazon aku melukai diriku untuk membohongi penyebab aku menangis. Dan pada akhirnya aku juga menyakiti orang sekitarku.
"pasti sakit ya! Kenapa sih! Kamu selalu ceroboh! Ibu bukan ayahmu yang lembut terhadapmu! Ibu akan memarahimu hingga kamu tidak ceroboh lagi" omel ibu karena sangat khawatir padaku.
"bu sini-sini" suruhku pada ibu yang sedang menangis di bawah kakiku. Saat ibu mendekatiku aku segera memeluknya "cup-cup" ucapku sambil menepuk-nepuk punggung ibu "berhenti menangis ibu sudah besar kan"
Ibu melepaskan pelukanku lalu mencubit pipiku, "dasar anak nakal! Jangan berani-berani menyuruh ibu untuk berhenti menangis! Ibu seperti ini karena melihat putri semata wayang ibu terluka. Cukup ayahmu saja yang pergi bahkan kamu setelah ini tidak ibu izinkan terluka lagi" tuntut ibu
"ibu membuatku menangis saja" rengekku.
Kami berdua pun pelukan sambil saling tempur tangisan. Hingga capek sendiri dan tertidur dalam satu kasur yang sama.
*****
Ke esokan harinya aku izin sekolah, ibu mengajakku ke pukesmas untuk berobat. Lukaku ini cukup parah seharusnya aku memukul pelan saja. Nanti takutnya kukuku akan tumbuh jelek. Lalu nanti siapa pria yang akan menikahiku jika ke adaanku seperti ini. Setelah ini aku tidak boleh lagi melukai diriku sendiri aku tidak akan menangis sembarangan lagi. Aku akan lebih berhati-hati.
Karena ibu tidak bisa mengendarai motor jadi kami meminjam fasilitas keluarga zekdlyn mobil pribadi. Saat masuk ke dalam mobil aku melihat jazon.
Inikan jam 10 bukannya dia harus sekolah.
"hey! Kenapa kau tidak sekolah!" kataku
"rubby sopan sedikit pada jazon" tegur ibu
"tidak apa bibi, aku sangat suka dengan ketidak sopanannya" ucap jazon
"iya ibu lagian meskipun dia tuan muda zekdlyn dia tetaplah temanku dari kecil" jelasku
"kau tadi menanyakan kenapa aku tidak sekolah? Karena aku ingin mengantarmu ke rumah sakit bukan pukesmas"
"tapi jika di dokter itu sangat mahal, aku tidak mempunyai banyak uang" ucap ibu
"tidak apa bi, aku akan membayarnya" jelas jazon
"tidak perlu! Kami tidak perlu di kasihani! Lagian aku maunya di pukesmas bukan di rumah sakit dan juga kualitasnya sama saja! Dan di situ juga ada dokter!" ucapku
"sayang, mulutmu! tuan muda hanya ingin berbuat baik. Dan bukannya dia temanmu dari kecil. Sopanlah sedikit ibu tidak pernah mengajarimu seperti itu" tegur ibuku
"iya bu aku tau! Tapi aku mau di pukesmas lagian hanya kukuku yang retak kok, bukan jempolku yang putus" jawabku. Sebenarnya entahlah aku sedikit judes pada jazon...
"baiklah aku akan mengantar ke pukesmas" setuju jazon.
Setelah sampai di puskesmas, hanya aku dan ibu yg masuk sedangkan jazon menunggu di dalam mobil. Kukuku dibersihkan dan di cabut oleh dokter, katanya agar bisa tumbuh lagi dengan baik. Aduh Perih sekali! menyesal rasanya telah melukai jempol kakiku T_T pokoknya tidak mau lagi!!!
Di saat mau pulang ibu meminta izin untuk pergi ke tempat temannya yang sedang sedekah.
Aduh ibu kenapa harus ada acara segala sih jadinya kan di dalam mobil ini hanya ada aku dan jazon.
"tidak baik! Rasanya sakit dokter itu mencabut kuku jempol kakiku" jawabku
"siapa dokter itu! Aku akan menghajarnya karena telah membuat meawku terluka!" ancam jazon
"dari pada dokter itu! lebih baik kamu menghajar dirimu saja, karenamulah awal aku terluka" ucapku tanpa aku sadari! Gila apa dokter itu memberiku obat bius ya hingga aku berbicara seperti ini! Bagaimana ini ayo rubby cari pelesetan! "maksudku kamu selalu saja ingin mengancam orang jadi lebih baik! kamu saja menghajar dirimu sendiri! Itu maksudku" dustaku dengan gelagapan, kurasa keringatku mengalir deras. Semoga tidak ketahunan aku sedang melesetkan ucapanku.
"benarkah" kata jazon yang terdengar sangat tidak enak di dengar. Katanya memang pendek tapi maknanya sangat panjang!
"ayo jalan" suruhku
"kenapa aku membuatmu sakit?!" tanya jazon lagi
Aku bingung harus menjawab apa, dan tiba-tiba aku melihat alan sedang mengendarai motor sportnya. "alan" panggilku spontan dan alan tidak mendengarku. Ya iyalah aku kan di dalam mobil.
"alan! Tidak ada alan di sini" tanya jazon
"bukan dia tadi lewat dan kurasa dia mau menjengukku" jelasku
"oh, apa kita segera pulang agar kamu bisa menemuinya dengan cepat" kata jazon
"jangan" suruhku "kemarin dia menyatakan cinta, jika bertemu dengannya dia pasti akan menagih jawabanku! Aku belum siap, aku masih bingung harus menjawab apa" jelasku pada jazon
"apa kamu menyukainya" tanya jazon sambil menatapku dengan serius.
"tidak tau" jawabku sambil menggelengkan kepala
"rubby ku mohon jangan mempermainkan perasaan orang lain, ya... awalnya aku memang ingin menyuruhmu untuk mengenalnya. Tapi aku tarik kembali kata-kata itu" saran jazon, apa-apaan dia se enaknya saja menyuruhku untuk ini itu.
"tidak kok, aku bingung bukan karena ingin menolak! Setiap kali dekat dengannya jantungku berdegup kencang tidak beraturan, wajahku memerah saat dia sedang menggodaku, mataku tidak bisa henti melihat wajahnya, dan dia selalu ada di pikiranku dia selalu mengangguku, terkadang dia juga suka membuatku sedih" jabarku seolah menceritakan alan padahal aku sedang menjabarkan jazon.
"dan iya yang membuat ku ragu untuk menerimanya, karena dia benar-benar sangat sempurna, banyak wanita yang menyukainya. Meskipun dia diam wanita tetap menganggapnya keren. Dia jarang tersenyum tapi ketika tersenyum bahkan sedikit tarikanpun sudah bisa membuat wanita manapun tergoda olehnya. Bahkan jika bisa aku ingin mengungkapkan perasaanku tapi karena sesuatu yang tidak bisa membuatku mengungkapkan isi hatiku padanya dia sangat berbeda denganku,... aku tidak ingin menyulitkan orang di sekitarku karena takutnya kami malah tidak di restui TAPI,,,..... "
"CUKUP!" potong jazon "kau kan baru mengenalnya tapi kau malah menjabarkannya dengan sangat panjang seolah kau sudah mengenalnya lama"
"Diam dulu! jangan di potong aku belum menyelesaikan perkataanku" kataku
"baiklah apa selanjutnya, aku mengingat perkataan terakhirmu pada bagian tapi... " beritahu jazon
Aku " Tapi.....
Jazon "TAPI APA?"
"TAPI BOHONG!" lanjutku
Jazon menatapku lempem kayak kerupuk yang udah nggak garing..
"Pulang aja ah males di ajak serius malah bercanda" ambeknya
"yaudah terserah" bales ambekku
Jazon segera menjalankan mobil