
Di depan rumah zekdlyn*
"terimakasih" ucap alan sambil tersenyum menatapku
"untuk apa" tanyaku
"karena kamu mau kabur bersamaku" jelasnya, dan tiba-tiba alan memegang tangan kananku lalu tiba-tiba saja dia mencium tanganku. Aku segera menarik tanganku.
"Aku pulang ya, sepertinya ibu sedang menungguku" alasanku agar bisa pergi dari alan.
Aku segera masuk ke dalam, dan berjalan menuju rumahku, awalnya pelan lalu lama-lama jalanku menjadi cepat. Aku mengelap tanganku yang di cium alan. Karena aku memikirkan jazon! Jazon tidak pernah mencium tanganku. Hanya orang yang ku suka boleh menciumnya. Hanya jazon seorang. Iya hanya jazon yang boleh.
Dan tiba-tiba saja ada yang menarik tanganku. Membuat aku menghentikan langkah kakiku.
"KABUR SE ENAKNYA!" Kata jazon, dan aku tidak berani membalikan diriku untuk menghadapnya. Karena air mataku sudah menetes sangat deras. Dan tangan yang di pegang jazon adalah tangan yang sudah di cium alan. Aku berusaha untuk melepaskan genggaman jazon yang sangat kuat.
"MAU KABUR LAGI! TIDAK AKAN PERNAH KU BIARKAN" ancam jazon.
Bahkan aku tidak bisa berbicara karena jika aku bicara hanya akan tersedu-sedu saja.
"TUAN MUDA " terdengar suara seorang perempuan itu pasti bibi ami seorang pelayan di rumah zekdlyn. " Nyonya menelepon dan dia ingin berbicara padamu" lanjut bibi ami yang membuat jazon melepaskan tanganku dari genggamannya...
Aku membalikan tubuhku menghadap jazon yang sedang pergi. Biasanya dia tidak mau dengan semudah itu untuk berbicara dengan orang tuanya, dia membenci mereka yang terlalu sibuk mencari harta. Baguslah sekarang Tuan mudaku akhirnya mau juga mengangkat telepon orang tuanya meski bukan aku yang menyuruhnya.
Entah sejak kapan aku terus berdiri seperti ini.
Akhirnya aku sadar dan ingin membalikan tubuhku pergi. Tapi dari jauh aku melihat bayangan seorang jazon sedang berjalan ke arahku memasang wajah sedih. Dan tiba-tiba saja dia memelukku. "RUBBY!" panggilnya di dekat telingaku yang membuat aku sadar bahwa ini benar-benar jazon! Ini nyata! Tapi kenapa dia menangis! Apa yang terjadi.
"AKU TIDAK MAU PERGI!!!" ucapnya yang membuat aku bingung.
"pergi ke mana" tanyaku dan entah kenapa aku menangis lagi. Dadaku terasa sesak...
"DADY!!!"
"ada apa!? DADYMU KENAPA!!! " tanyaku
" DADY terkena STRUK" ucap jazon yang membuat tubuhnya tiba-tiba ambruk jatuh. Dan karena dia berat membuat aku juga terjatuh.
"Aku segera membalas pelukannya! Dan menepuk-nepuk punggungnya untuk menenangkan jazon.... Aku tidak tau harus berkata apa. Karena aku juga ikut merasakan apa yang di rasakan jazon.
Jazon pun melepaskan pelukannya. Dia menggigit bibirnya seakan dia ingin berbicara tapi tidak kuat untuk mengeluarkannya. Dan aku harus bisa menahan emosiku.
"jangan seperti itu! Nanti bibirmu berdarah" tegur ku sambil memegang wajahnya. Dan akhirnya dia melepaskan gigitannya.
"Tahan nafas hembuskan" suruh ku yang di ikuti jazon agar dia bisa tenang.
"besok.... Ahhhh!... Besok aku akan pergi ke Amerika!!!" jelas jazon dengan terbata-bata.
Jantungku bendetak tidak beraturan! Seakan dia tidak akan kembali lagi.
"Aku tidak tau kapan akan kembali!!!" ucapnya yang membuat aku terkejut setengah mati!
"tapi kamu akan pulang kan!" tanyaku sambil menarik kerah baju nya.
"tapi jangan khawatir sekarang sangat canggih kita bisa, melakukan vidio call setiap hari atau setiap menit atau setiap detik" kata jazon agar aku tidak sedih.
Apa-apaan rubby ayolah kamu tidak boleh egois. Ayahnya baru saja terkena struk mau tidak mau! jazon seorang pewaris harus melakukan tugasnya.
"baiklah! Tapi! Bagaimana dengan ana" tanyaku yang masih sempat memikirkan orang lain. Tidak rubby dia bukan orang lain tapi dia kekasih jazon...
"Aku akan memutuskannya, karena aku memang tidak pernah menyukainya bahkan sedikit pun tidak pernah" ucap jazon dengan mudahnya bahkan selama ini tidak pernah ada cinta sedikit pun untuk ana.
"apa kamu mempermainkan ana selama ini!!! Dia temanku jika ia. Aku akan memukulmu hingga mati" sedih ku yang seketika berubah menjadi marah!
"BENAR!" ucap jazon
"benar apanya!!! " ucapku marah sambil mencengkam kuat kerah bajunya.
" Aku tidak mempermainkannya" syukur lah aku lega mendengarnya "Tapi aku menjadikannya alat untuk menguji seseorang" UCAP NYA yang membuat tanganku melayang ke wajahnya.
"PLAK" terdengar kuat sekali bahkan tanganku pun terasa sakit.
"darah" ucapku melihat bagian jariku berdarah, hidung jazon mengeluarkan darah! Aku terlalu kuat menamparnya.
"jangan khawatir ini pantas buatku" ucap jazon untuk membuatku agar tidak merasa bersalah.
Aku kembali bertanya pada jazon tapi dengan nada lembut, tidak berteriak menyakitkan telinga.
"apa maksudmu menjadi kan alat untuk menguji seseorang??"
"apa yang kalian bicarakan" ucap seorang wanita, dan itu ana. "kenapa? Kalian duduk di sini, ini kan kotor" lanjutnya. Dan saat dia melihat ekspresi wajah kami sedih. Dia mulai penasaran bertanya. Bagaimana? Ini! Aku tidak mau sahabatku tau jika dia di jadikan alat untuk menguji seseorang? Dan siapa seseorang itu apa jazon ingin membuatnya cemburu. Tapi wanita yang dekat dengan jazon aku!. Ahh jangan - jangan itu......
Aku segera menarik ana pergi agar dia tidak tau kebenarannya.
Tapi jazon menghentikan langkah kami. Dia menarik tangan ana.
"besok aku akan ke Amerika, ayahku terkena struk dan aku harus membantu ibu bekerja di perusahaan kami" jelas jazon dan ana benar-benar sangat khawatir bahkan air matanya sudah mengalir.
"baiklah jika begitu aku juga mau ikut ke Amerika untuk menemanimu"..
"tidak! Aku tidak mau merepotkanmu, lagian keluargamu ada di sini. Kita juga tidak mempunyai hubungan yang serius" kata jazon yang menyakitkan hati ana
"tapi jazon aku ini pacarmu, aku tidak mau di tinggal pergi" kata ana dengan penuh kesedihan.
"mulai sekarang kita putus!" ucapnya, dengan sangat mudah.
"apa kenapa! Baiklah tidak apa kamu pergi! Kita masih bisa melakukan vc. Dan sebentar lagi juga akan Ujian aku akan mengambil kuliah di sana"
"tidak! Aku pasti akan sibuk. Tidak punya waktu untukmu. Aku harus masuk universitas dan kerja"
"tapi jazon!" panggil ana lirih. Tubuhnya ambruk.
Jazon pergi meninggalkan kami. Dan aku segera menenangkan ana. Dia menangis sejadi-jadinya.
Setelah setengah jam ana menangis, mungkin karena capek membuat dia berhenti menangis.
Lalu aku menyuruhnya pulang. Dan dia memberikan aku dompet jazon. Ternyata ana ke sini karena ingin mengembalikan dompet dan dia pasti sangat shok karena jazon tiba-tiba saja pergi ke Amerika dan memutuskannya. Dan yang lebih parah ana menjadi alat untuk mencemburui seseorang. Jika ana tau pasti dia akan sangat membenciku karena mungkin saja wanita itu aku!...