
Malam ini terasa panjang bagi Ester, sebelum tidur Ester terlebih dulu mempersiapkan pakaian yang akan di pakai untuk besok malam nonton Band Jazz bersama Lutz, Ester mengambil T-Shirt putih polos dan Celana Jeans Dark Blue di padu padankan dengan Jaket Kulit hitam dan sepatu Converse.
" Besok malam cukup dengan pakaian sederhana ini aja" pikir Ester. Ester beranjak membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil berpikir bagaimana Lutz mampu untuk survive selama ini tanpa kedua orang, pasti terasa berat bagi Lutz,
"Hmmmm.., bagaimana mungkin dia mampu bertahan selama ini, sungguh Pria yang luar biasa, kalau dipikir pikir aku aja kalau bukan karna papa, aku tidak mungkin bisa sampai seperti ini, dan masa kecil pun kulewati dengan berat." Kenangan masa kecil pun kembali teringat di pikiran Ester, Disaat semua teman temannya memiliki orang tua yang lengkap.., Ester hanya memiliki Papa John yang selalu setia menemani dan memberikan support bagi Ester.
Di saat beberapa teman - teman Ester mulai membuly Ester akibat kematian mama nya, selalu saja Papa John memberikan kekuatan dan berkata "Tidak usah dihiraukan apa yang dikatakan temanmu, Tuhan sangat baik untuk dirimu Ester.., karena kamu akan tumbuh menjadi wanita yang lebih menghargai kehidupan dan menghargai cinta, karena mama mencintai Papa dan Ester, dia Ikhlas untuk kembali pada Sang pencipta dan menjadi malaikat penjaga untuk kita berdua sayang..."
Semua nasehat Papa John, selalu tertanam di hati dan pikiran Ester....
Ester merasa masih beruntung karena memiliki sosok seorang Papa, "lalu bagaimana dengan Lutz..??" pikir Ester,
"Tidak ada satu pun sosok orang tua kandung yang bersama dengannya, pasti sungguh lebih berat di jalani" gumannya..
"Bahkan dengan keadaannya yang begitu tidak beruntung, Lutz mampu untuk mandiri sampai dengan saat ini, sungguh luar biasa..., kalau aku mungkin belum tentu sanggup menjadi seperti Lutz yang sekarang" guman Ester sambil memandangi langit langit atap kamar hotel...
________________________
Keesokkan paginya, seperti biasa Ester menikmati sarapan paginya di Lobi Hotel, tepat jam 09:00 am tiba tiba seorang pemuda dengan pakaian hitam dan celana Jeans menghampiri Ester yang sedang duduk sambil menikmati minuman nya,
"Hi...Nona Ester, apa aku boleh duduk satu meja denganmu??" , Sontak Ester menengadah dan melihat Jacob sangat tampan dengan pakaian santai nya pagi hari ini,
"Heeyyy..., kok tumben datang pagi - pagi Pak Jacob, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Ester, dan sebenarnya kedatangan Jacob pagi ini sangat tidak di duga dan sungguh membuat Ester bingung,
"Tadi kebetulan aku ada urusan di dekat daerah ini dan mampir hanya sekedar menyapa kamu Nona Ester, dan tolong.... please.... just call me Jacob, pleaseee...., aku belum tua dan khusus dirimu, aku tidak mau di panggil dengan sebutan Pak..., cukup Jacob.., bisa kan Nona Ester?" Pinta Jacob sedikit memohon.
"Okaylah..., kalau gitu kamu juga panggil aku Ester, jangan di tambahi Nona yah.." jawab Ester sambil tertawa, begitu pula Jacob, mendengar Ester berkelakar singkat sudah membuat Jacob berbunga bunga
"Okay, just Ester and Just Jacob, thats fair enough for us" Sambung Jacob dengan tersenyum.
"Okay deal!!" sambung Ester dengan senyuman lebarnya.
"Ester tujuanku ke sini, hanya ingin bertanya apa makanan kesukaanmu ?" pinta Jacob,
"Apa??? Aku sangat tidak paham dengan orang ini, datang menyapaku dan hanya menanyakan my favorite food?? it's so Lebay..." guman Ester "O My God!! Jacob nggk usa repot repot please, aku baru saja selesai sarapan, nih... lihat piring kotor kosongku masih disini" Sembari menunjuk piring kotor Ester tersenyum.
"Ester bukan aku yang direpotkan Ester, hanya beberapa pelayan saja, dan aku benar benar ingin membuat besok menjadi Dinner terbaik untuk dirimu" sahut Jacob penuh semangat,
"Oh..., buat besok?"
Jacob mengangguk dengan pasti,
"Apa saja Jacob, aku bukan pemilih soal makanan, kamu bisa menyajikan apa saja untukku, tanpa perlu kawatir karena aku akan memakan semua makanan yang ada ahahahahaa!!!" kelakar Ester
"Apa kamu memiliki riwayat alergi makanan tertentu Ester?" tanya Jacob
"Oh... Iyah ada, Aku tidak bisa makan makanan yang mengandung kacang, hanya itu saja sih..." jawab Ester
"Okay, thank you so much, kalau begitu aku akan pulang dan jangan lupa besok jam 7 malam, aku akan jemput kamu yah...." Tingkah Jacob membuat Ester tertawa,
"Okay, jam 7 yah..., see you tomorrow" jawab Ester sambil melambaikan tangannya.
Ternyata Jacob yang angkuh bisa memiliki karakter yang berbeda di hadapan Ester, Jacob sudah tidak memperdulikan siapa latar belakang Ester lagi, bahkan sangat berbeda dengan Lutz, Jacob tidak menghabiskan waktunya untuk mencari tau siapa Ester sebenarnya, yang di pikirkan adalah bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan perhatian dari Ester, semua yang di lakukan oleh Jacob sangat tulus dengan motivasi ingin semakin dekat dengan Ester.
_________
Sore ini tidak seperti biasanya Lutz menyelesaikan semua tugas kantornya dan sesegera mungkin untuk kembali ke apartemennya, di tengah perjalanan Lutz mampir membeli 1 bucket bunga seruni berwana Ungu tua untuk Ester. Jam tangan sudah menunjukkan pukul 5:45pm, Lutz segera mempersiapkan diri sesampainya di Apartemen,
"Evening Nona Ester, jangan lupa nanti malam, aku akan jemput pukul 7:30pm." Lutz mengirimkan pesan melalui Direct Message di sosmed miliknya,
Kali ini Lutz menggunakan T-Shirt Dark Blue, Jeans Belel dan sepatu Converse, tidak lupa Lutz menggunakan Jaket Kulit Hitam, serasa janjian dengan Ester OOTD mereka boleh dikatakan sangat serasi, Tanpa menunggu tepat Pukul 7:00 Lutz segera menjemput Ester.
Di Penginapan Ester juga sudah mempersiapkan dirinya, dan menunggu Lutz di lobi hotel. Beberapa menit kemudian terdengar suara motor gede, tampak dari kejauhan Lutz masuk ke Lobi untuk menjemput Ester, tanpa mampir kearah Coztumer service Lutz langsung menjemput Ester yang sudah duduk menunggu,
"Hai,.." tegur Lutz
"Hi...," balas Ester " kok OOTD nya mirip" guman Ester,
"Mungkin ini pertanda baik untuk kita nona," jawab Lutz sambil memberikan 1 bucket bunga seruni ungu untuk Ester.
"For me??" tanya Ester dengan tersenyum,
"Yes, for you..., This flowers looks uniqe like you" Jawab Lutz, sontak kata - kata itu memberikan rasa yang berbeda di hati Ester, dengan seksama Ester melihat Wajah Lutz, bersih, tidak begitu rapi, mancung dengan bibir yang sexy, dagu terbelah, dan mata yang berwarna Coklat, selaras dengan warna rambut Ikal nya yang sedikit gondrong di Ikat cepol saat itu, Sungguh sesuatu rasa yang berbeda bagi Ester.
"Thank you so much, berikan aku waktu 5 menit untuk menyimpan bunga ini di kamarku" ijin Ester, dan Lutz pun menganggukkan kepalanya tanda menyetujui permintaan Ester.
Dengan sedikit berlari Ester kembali ke kamar dan menaruh Bunga pemberian Lutz itu di dalam Ceret Gelas milik hotel, tidak lupa Ester kembali melihat dirinya di kaca besar yang berada di lemari hotel,
"Okay Ester, control your self, Oh God!! Ternyata Lutz so so Cool" guman Ester tertawa sendiri di depan kaca., dengan berusaha tenang Ester kembali ke Lobi, dan bersama sama dengan Lutz menuju ke arah Parkiran Motor.
"Nona Ester, jika tidak keberatan, apakah kamu mau memelukku? agar tidak jatuh jika aku sedikit ngebut di jalan" Pinta Lutz sambil melirik ke arah Spion, untuk melihat reaksi Ester.
"Ehmmmm..., tidak usa terlalu ngebut" jawab Ester, Namun Ester tidak memeluk Lutz karena Ester merasa sedikit malu, saat Ester naik ke atas motor dan duduk di belakang Lutz, Harum parfum Lutz merasuki pikiran Ester dan Punggung Lebar Lutz membuat Ester sedikit gagal Fokus. Ada ketertarikan yang sudah di sadari oleh Ester, namun tidak secepat itu pikirnya.
Dengan sabar Lutz menunggu moment yang tepat untuk membuat Ester Jatuh hati kepadanya, Lutz menuruti kemauan Ester, mengendarai motor dengan kecepatan normal dan berusaha untuk sesopan mungkin, karena Lutz mampu sedikit membaca karakter Ester yang lebih tertarik dengan pria yang sopan, terlihat dari cara Ester mempermalukan Jacob di kantor notaris kemarin.
Sampai lah mereka ke Cafe H&K malam itu. Namun Lutz mengajak Ester untuk masuk lewat pintu yang tembus ke belakang panggung,
"Whatt?????!!!Esterr!!!" Teriak Glenn "Wowwww...., ternyata yah..., ini toh jawabannya...hmmmmm, pantesan di ajakin gak mau" goda Glenn, Ester hanya membalasnya dengan tertawa kecil dan langsung memeluk Glenn.
"Hussshh..., kamu jangan buat aku malu yah.." bisik Ester sambil mencubit pipi Glenn dan di susul dengan gelak tawa keduanya,
"Kalian saling kenal?" tanya Lutz sambil melihat heran Glenn dan Ester secara bergantian,
"Yesss..., She's my bestfriend Lutz" jawab Glenn dengan sedikit melotot membuat Lutz tertawa kecut sambil menggaruk garuk kepalanya , "Yukkk uda waktunya" panggil glenn mengajak Lutz menuju panggung,
"Okay" sahut Lutz "Ester....." bisik Lutz "Maaf aku panggil kamu Ester.." sambil sedikit mencium ujung rambut Ester lalu bergegas ke arah panggung.
DEG!!!!! DEGG!!!!!! Jantung Ester berdetak kencang, dengan apa yang baru saja Lutz lakukan, seakan wajah terasa memerah, dan rasa gerogi yang tidak wajar di rasakan oleh Ester, dan ketika Terdengar alunan Saxaphone yang dimainkan Oleh Lutz, membuat Ester seakan terbang melayang, kekaguman Ester tak terbendung, sungguh ini sesuatu yang sangat tidak biasa Ester rasakan.
"Apa yang terjadi dengan ku" guman Ester sambil menatap Lutz.....
*
*
*
minta kritik dan saran yah
jangan lupa like dan klik fav novel ini
follow IGku pleaseee @ovie.el
thank you so so much 😘😗