
Perjalanan memakan waktu 55 menit, dan selang beberapa saat pesawat yang di tumpangi Ester landing di bandara Adisucipto Yogyakarta,
"Hmmm... Jogja...." Guman Ester sambil tersenyum.., Bergegas Ester menghubungi Papa John dan segera menyusul Papa John ke kantor bersama mereka, di Yogyakarta Papa John membuka kantor besarnya tepat di daerah palagan dan Kantor Ester tepat berada di sebelah Timur Kantor Papa John, mereka sengaja membuat kantor yang berdekatan agar dengan mudah saling menawarkan product kerja Papa dan Ester bersama.
Papa John sudah menunggu Ester, untuk memberikan Rencana Anggaran Biaya dari Big Project yang akan di kerjakan oleh Ester di kantornya, selang beberapa menit Ester sampai di Kantor tersebut dan segera melakukan Meeting empat mata bersama Papa John, dalam hal pekerjaan Ester sangat Profesional dan sangat menghormati Papa John sebagai senior Bisnisnya, keuletan Ester sangat tidak bisa di remehkan, karena keuletan dan ketekunannya lah Hampir sebagian besar Karya Seni Ester sangat di kenal baik secara Nasional maupun tingkat Internasional.
Segala persiapan project telah di siapkan oleh Ester, hasil meeting bersama Papa John membuahkan hasil yang memuaskan dan Konsep untuk presentasi pun telah rampung seratus persen.
"Waktu serius dalam membahas pekerjaan sudah selesai nih Pap, Now I wanna talk with you..., about my love life Pap..., hehehee.., and He is the your big competitor Pap" Ucap Ester sambil tertawa lepas,
"Really? Is He Batman? or Superman?" Sahut Papa John menggoda Ester,
"His more than all superhero Pap..., will you give me time to talk pleasee??? I need your advice Pap.." Sambil memeluk manja Papa John, Ester benar - benar memohon agar Papa John mau mendengarkan Ester kali ini sebagai Papa dan Anak. Papa John memandang lembut Ester, ini adalah pertama kalinya Ester terbuka tentang seseorang yang disukainya.
"Okay...., Siapa namanya Nak? Orang tunya dari mana? Apa pekerjaannya? dan Apa Latar belakang pendidikannya?" Tanya Papa John secara lengkap dan membuat Ester sedikit tertawa karena melihat sedikit rasa panik dari Papa nya.
"Lutz..., Namanya Lutz Domzala pap, mamanya berasal dari denpasar dan ayahnya berasal Jerman, Lutz dibesarkan di Panti Asuhan Pap..., Mamanya Lutz menitipkan Lutz di sebuah Panti Asuhan karena merasa tidak sanggup unk membiayai hidup Kakaknya Lutz dan Lutz sendiri, sedangkan Papanya Lutz, yang juga memiliki namanya yang sama dengan Lutz tidak pernah datang lagi ke Denpasar untuk mencari Lutz dan mamanya, sedangkan kakaknya Lutz diadopsi oleh nenek nya sendiri, namun berbeda Lutz, keluarganya tidak ada yang mau mengakui keberadaan Lutz, dari kecil dia berjuang sendiri untuk hidupnya, panutannya hanyalah suster - suster di panti asuhan, untuk pendidikan Lutz sangat baik, sehingga mendapatkan beasiswa, kalau latar belakangnya Ester lupa Pap, tapi kalau tidak salah sih Manajemen Ekonomi, sekarang dia bekerja di perusahaan Jacob White sebagai kepala marketing, dan Ester bertemu dengan Lutz juga karena membeli Villa Rose" jelas Ester panjang dan berusaha memberikan infomasi secara lengkap kepada papanya,
"Wooww, dia bukanlah pria biasa pada umunya, tapi entahlah sayang..., papa merasa sangat ragu," wajah Papa John terlihat berpikir keras,
"Pap..., kehidupan kita masih jauh lebih beruntung, terlebih Ester Pap, Ester jauh lebih beruntung karena memiliki Papa di sisi Ester, sekalipun Papa selalu mendukung Ester tapi tetap saja ada ruang kosong di hati dan kehidupan Ester yang membutuhkan Mama..., apalagi Lutz..., Entahlah Pap..., bagi Ester dia pria yang tangguh, yang tepat untuk Ester karena kami bisa saling menguatkan..., tapi... Ester tidak bisa menjalin hubungan serius dengan siapapun tanpa seijin Papa.." Ester memandang lembut wajah Papa John, sehingga membuat Papa John menarik nafasnya dalam - dalam seraya memejamkan matanya,
"Apakah kamu begitu menyukainya?" tanya Papa John menatap kedua bola mata anaknya,
"ehemm..." Ester mengiyakan sambil mengangguk kepalanya,
"Baiklah, kapan dia bisa berkunjunhnke yogya?" tanya Papa John,
"Entahlah Pap..., akan Ester tanyakan nanti malam, setelah urusan kita dengan para Klienku beres" wajah Ester berubah menjadi sangat bahagia, karena merasakan dapat lampu hijau dari Papa John.
***
#Big Project
Para Calon Klien yang sudah ditunggu oleh Ester dan Papa John akhirnya datang, mereka adalah perusahaan arsitektur dari Eropa, dari awal masuk ke kantor Ester saja para calon Klien yang berjumlah 3 orang sudah terlihat sangat kagum dengan cara Ester mendesign Kantornya,
"Hi Mr. Smith? are you Miss Smith?, I'm Melani, and This is Luke and This is Sir Dom" Melani memperkenalkan diri serta para rekan dan Boss nya yang tidak lain adalah Sir Dom,
"Yes Please miss Smith" Jawab Sir Dom sambil tersenyum,
Tanpa menunggu lama Ester langsung berbicara entang rencana kerja serta menawarkan beberapa sample product yang ditawarkan, dan merincikin rencana anggaran biaya tanpa kekurangan satu kata pun, sehingga membuat Sir Dom sangat puas dengan presentasi yang baru saja di sampaikan oleh Ester, karena ini adalah pertama kalinya Sir Dom melakukan order di Indonesia, Sir Dom meminta ijin untuk masalah pembayaran menggunakan LC (Letter Of Credit), dan langsung di setujui oleh Ester.
Selama Presentasi Papa John hanya menatap kagum kepada anak semata wayangnya, "begitu pintarnya kamu anakku dalam pekerjaanmu, apakah kamu juga akan menjadi wanita yang pintar dalam memilih pria?" guman Papa John dalam hati,
Ketika semua beranjak berdiri dari kursi masing - masing, sontak Papa John tersadar dari lamunannya, semua saling berpamitan kepada Ester juga kepada Papa John, Ester mendapatkan proyek besar ini, sungguh ini proyek ini menjadi salah satu proyek yang besar yang akan di kerjakan oleh Ester.
"Miss Smith, I will make MoU and send the softcopy to your email, read and if you question just text me, if all done please send back to me" Sambung Dom, sambil memainkan satu matanya. Usia Sir Dom kurang lebih seperti Papa John, cukup pendiam dan sangat pintar serta jeli dalam urusan bisnis.
"Okay Sir Dom" jawab Ester singkat sambil mengantar Sir Dom keliar dari ruangan rapat tersebut.
Setelah semuanya pergi Ester berpelukkan dengan Papa John meluapkan kebahagiannya, begitu pula Papa John langsung memberikan selamat kepada anaknya,
"Ester, call Him soon" tiba - tiba Papa John memerintahkan Ester menelpon Lutz,
"Who Pap?" jawab Ester sedikit bingung,
"Your Lutz, call Him soon, and let Him know if I want to meet Him" Papa John memerintahkan Ester dengan sangat serius, dan Ester benar - benar melihat raut wajah Papanya yang berbeda, sambil menelan ludah, Esterpun menganggukkan kepalanya,
"Okay Pap..." jawab Ester singkat seraya mengambila telepon Genggamnya.
*
*
*
like and share my novel
sorry baru bisa update kmrin aku fokus di novel "Aku adalah Indah"
semoga kalian suka dengan novelku ini
jangan lupa follow IG ku yah @ovie.el