
"Iyah...karena aku jatuh cinta pada pandangan pertama ketika aku bertemu denganmu, segala keangkuhanku, dan tingkah konyolku.., semua terjadi karena aku sangat gugup ketika bertemu denganmu dulu.., tapi itulah yang kurasakan Ester.., seperti yang kamu rasakan sekarang.." jawab Jacob lembut..
mendengar ucapan dari Jacob, membuat Ester sungguh terkejut, kedua mata indah itu melebar dengan sempurna, "aku..., hanya menganggapmu sebagai teman mungkin bisa seorang sahabat Jacob.., tapi tidak lebih dari itu untuk saat ini.."
"Berarti suatu saat nanti kau bisa menganggapku lebih dari itu Ester?" tanya Jacob penuh harapan,
"Entahlah.." sahut Ester
"bukankah kalian belum sampai pada tahap pernikahan Ester, kumohon.., undur pernikahan mu sampai beberapa bulan lagi..., bila perlu undur pernikahan kalian selama setahun, bukalah hatimu untukku, bahkan kamu boleh menjalin hubungan dengan Lutz juga... agar kamu bisa membandingkan siapa yang paling tulus diantara kami Ester..." pinta Jacob
"tapi... aku tidak bisa seperti itu Jacob.., itu salah Jacob.."
"Tidak... salah bila kamu sudah menikah dan membuka hati mu untuk ku... tapi selama kamu belum Pernah menikah.. maka tidak ada salahnya Ester.. apakah kamu ingin menikah dan bercerai??" tanya Jacob
"Tentu saja tidak!!, aku tidak akan pernah mau itu terjadi.., " jawab Ester panik,
"Bila memang tidak mau, bukalah hatimu untukku." tegas Jacob
sejenak Ester menelan salivanya, dan bingung harus berbuat apa,
"Jacob!!, kamu sungguh membuatku bingung.." ucap Ester kesal,
"Ijinkan aku mencium bibirmu..." pinta Jacob..
"Kumohon ijinkan lah aku sekali ini saja, dan cobalah untuk merasakan hati ku Ester.., bila ciuman ini tidak mempengaruhi apapun, maka aku akan pergi dan membiarkan mu menikah dengan Lutz, tapi bila kamu merasa bimbang maka aku akan berjuang untuk mendapatkanmu menjadi milikku Ester" tutur Jacob dengan bersungguh-sungguh
Ester tidak dapat menjawab apapun, kini mata Ester memandang mata Jacob dengan dalam, Begitu pula dengan Jacob, perlahan Jacob mendekatkan wajahnya ke wajah Ester.., Jacob mengecup lembut kening Ester, seketika Ester memejamkan kedua matanya, Dan kini Jacob mengecup lembut bibir Ester yang masih tertutup dengan rapat.., lumatan lembut diberikan oleh Jacob kepada Ester, hingga membuat Ester menarik nafasnya dengan dalam, ketika ada celah diantara kedua bibir itu, Jacob dengan mudah melumat dan menjelajahi bibir Ester sangat-sangat lembut, hingga membuat jantung Ester seperti tertusuk oleh belati tajam dan menimbulkan sensasi ngilu pada Dada Ester, kini Jacob kembali mengecup lembut dahi Ester dan mengakhiri ciumannya,
"Apakah kamu tidak merasakan apapun Ester?" tanya Jacob penuh harapan,
"Jacob...aku tidak tau apakah ini benar, maafkan aku... aku harus pulang..," Jawab Ester dan segera berdiri dari dermaga itu,
Jacob merasakan kekecewaan yang dalam, "Baiklah aku akan mengantarmu pada Lutz... mungkin ini adalah malam terakhir kita bertemu sampai kamu menghubungi ku lagi Ester," ucap Jacob, lalu berdiri dan berjalan mendahului Ester ke arah parkiran mobil,
"Jacob.... aku merasakan itu... aku merasakan dadaku sakit bagai tertusuk belati.." jawab Ester dengan suara yang sangat pelan
Jacob yang sudah berjalan di depannya Ester tidak mendengar apapun selain suara deru pantai, dengan tabah dan senyuman manisnya, Jacob membukakan pintu untuk Ester, dan Ester pun bergegas untuk segera masuk ke mobil, lalu disusul oleh Jacob, Lalu dengan sigap Jacob memasangkan sabuk pengaman untuk Ester, tapi tiba - tiba Ester memegang kedua pipi Jacob, sontak sentuhan pertama kali itu membuat jantung Jacob berpacu tak beraturan,
"Ester..." guman Jacob heran, dan tanpa berkata-kata Ester langsung melumat bibir Jacob dengan lembut, Jacob sangat terkejut dan kembali jantung itu bagai dentuman genderang, kini Jacob langsung membalas ciuman Ester dengan lembut, dan memegang kedua pipinya, tak terasa air mata Jacob menetes di kedua sudut matanya, dan membuat Ester sungguh terkejut,
"Jacob...." sahut Ester..
"Kumohon beri aku kesempatan..., jangan abaikan perasaan ku kepadamu Ester.. aku sungguh mencintaimu...," bisik Jacob lalu memeluk erat Ester,
"ternyata benar... apa yang disampaikan dari hati akan sampai di hati juta" guman Ester dalam hatinya
"Iyah... aku akan membuka hatiku untukmu..., tapi kamu tau bila aku juga sangat mencintai dia..." jawab Ester
"Cinta saja tidak cukup Ester... cinta akan menjadi sempurna bila cinta itu terbalaskan" jawab Jacob,
"Iyah.... kau benar Juga Jacob..." lirih Ester..
"Apakah Lutz benar - benar mencintai ku?" tanya Ester,
"Kalau itu, kamu harus bertanya langsung kepada nya.., " jawab Jacob, " Aku akan mengantarmu sekarang Ester"
"Iyah... terima kasih" sahut Ester, sementara mobil di jalankan dengan kecepatan sedang mereka kembali berbincang satu sama lain,
"Yah.. apapun itu, selama aku bisa menjawab akan ku jawab" sahut Jacob
"Ada apa Antara Lutz dan keluarga Clara, mengapa aku melihat ada kejanggalan diantara mereka," tanya Ester, "bukankah kamu adalah teman nya Lutz?" sambung Ester,
"Kalau itu, tanyakanlah langsung kepada Lutz.. maaf aku tidak bisa menjawab itu.. karena Lutz adalah saingan ku saat ini, aku akan bersaing untuk memiliki mu dengan cara bersih tidak cara kotor, aku akan mendapatkan cintamu karena besarnya cintaku untukmu dan aku yakin kamu akan luluh Ester" sahut Jacob kembali pada sikap percaya diri nya,
"Hemmm... aku sungguh penasaran Jacob.." guman Ester
"Yah aku tau.., tapi aku bukanlah tipe orang yang menjatuhkan orang lain di belakang nya, thats not me Ester.." Tutur Jacob
"Baiklah.., terima kasih Jacob, " jawab Ester, namun satu penilaian positif lagi untuk Jacob, membuat Ester tersenyum.
"Mengapa kau tersenyum begitu?, apakah kau sedang membuat ku gugup dan aku tidak segan untuk kembali mencium mu Ester.." Ucap Jacob sambil melebarkan senyumnya,
"Hemmm... tidak... jangan membuatku terlalu malam sampai di vilaku" sahut Ester,
"Apakah kamu tinggal dengannya?" tanya Jacob
"He'em..." Jawab Ester,
Seketika wajah Jacob berubah kecewa, "tidak apa, bukankah kini aku yang menjadi penjahat diantara hubungan mu dengannya?, aku sungguh tidak keberatan dengan peran antagonis ku ini.." sahut Jacob asal,
Ester hanya tersenyum mendengar ucapan Jacob barusan, dan beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan pagar vila milik Ester,
"Sudah biarkan aku turun disini saja" pinta Ester,
"mengapa?" tanya Jacob
"Aku sungguh lelah Jacob, aku tidak ingin berkelahi dengannya,.. kumohon kali ini ikuti apa yang aku pinta" Ester memohon kepada Jacob,
"Baiklah kalau itu yg membuat mu nyaman untuk saat ini..," sahut Jacob,
"Terima kasih Jacob.."
"No.. thank you my lady... thank you for open this change for me" sahut Jacob, sebelum turun Jacob kembali mengecup lembut dahi Ester,
Lalu Ester segera bergegas untuk turun dari mobil Jacob, dan ketika mobil Jacob sudah berbalik meninggalkan tempat Ester, Ester langsung memasuki pekarangan Vila dengan perasaan yang kacau balau namun ada sedikit kebahagiaan di hatinya,
Ketika sampai di depan pintu utama dilihat Lutz tertidur di lantai depan bartender dalam Vila..
"Lutz!!!" teriak Ester panik
*
*
*
*
*
*
bersambung