
Clara adalah Sahabat Lutz dari kecil, memiliki sifat Baik, penyayang, ramah dan suka berbagi. Clara adalah cinta pertama Lutz, dan begitu pula sebaliknya, Clara anak yatim piatu yang di adopsi oleh keluarga Hugos yang berasal dari Australia, dan menetap di Bali.
"Dad!!!...., I'm going study Dad..., bye...!!!" pamit Clara,
"Wait!!!, you not gonna kiss your Daddy??" pinta Papa Ryan, Clara yang mendengar permintaan Daddy-nya langsung saja mendatangi Daddy-nya.
"Muaaacchhh" ciuman mesra mendarat di kening Daddy Ryan, Daddy merasa bahagia melihat anaknya yang sangat berprestasi dalam bidang akademis, walaupun Clara bukan anak kandung Ryan Hugos dan Bella Hugos tapi kedua orang tua Clara menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri,
"Clara..., jangan lupa nanti malam kita ketemuan sama Louis yah..." Papa Ryan mengingatkan Clara,
"Okay Daddy.., jam 7 malam yah Daddy.." sambung Clara,
"Iyah Clara..., but Clara.. are you okay? dengan keputusan Daddy and Mommy?" tanya Papa Ryan, karena Papa Ryan tau bahwa Clara mencintai teman masa kecilnya yaitu Lutz..,
"Daddy..., I'm okay" Ujar Clara sambil tersenyum, dan Papa Ryan pun membalas senyumannya, "Take Care Nak.." guman Papa Ryan.
Kali ini tidak seperti biasanya, Clara tidak langsung menuju ke Kampusnya, tapi Clara mampir ke kantornya Lutz,
"Siang mbk, apakah saya bisa bertemu dengan Tuan Lutz?" tanya Clara kepada CS di kantor Lutz,
"Siang mbk, coba saya hubungi yah......(beberapa saat kemudian) silahkan masuk saja ke ruangan Tuan Lutz, kebetulan beliau sudah ada di kantor" CS kantor mempersilahkan Clara untuk masuk ke ruangan Lutz.
"Terima Kasih.." Sahut Clara sambil berjalan menuju ke ruangan yang Lutz tempati,
tokkk..tokkk...,
"Masuk aja..." Sahut Lutz sambil membukakan pintu, karena Lutz sudah tau dari jauh bahwa yang datang adalah Clara..., Lutz memandang Clara dengan perasaan yang tak menentu, perasaannya masuk sedih dan jantung serasa di hujani banyak benda tajam yang menyakitkan ketika mengingat kejadian 1 tahun lalu, dimana Clara mengakhiri hubungan mereka, karena Clara memilih untuk nurut kepada kedua orang tuanya dari pada memikirkan keinginannya sendiri.
"Hai Lutz, apa kabar?" sapa Clara dengan lembut sambil mencium pipi Lutz,
"I'm okay, bagaimana dengan kamu?" tanya Lutz lembut kepada wanita yang paling dicintainya,
"Aku juga baik, Lutz..., aku kesini ingin memberitahu, malam ini aku akan segera bertemu kembali dengan Louis untuk membahas tentang pertunangan bahkan pernikahan kami, aku memintamu untuk berhenti mengirimkan email pesan cintamu kepadaku, sebentar lagi aku akan menjadi milik orang lain Lutz, kumohon mengertilah, bahwa kita tidak mungkin bisa bersama..." Pinta Clara kepada Lutz,
"Aku tidak bisa menyakiti kedua orang tuaku, mereka sudah terlalu banyak menolongku bahkan mengangkat derajatku Lutz.., maafkan aku.." sambung Clara,
"Clara..., selamanya kamu akan selalu menjadi milikku Clara..., aku tidak bisa membayangkan orang lain untuk memilikimu Clara.., aku tidak mau!!" Sahut Lutz sambil tertunduk,
"Lutz..." Clara mengangkat wajah Lutz..., "Kamu adalah cinta pertamaku, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakanmu.., namun Lutz.. ada yang lebih berharga dari cintaku padamu, itulah namanya cinta sejati, aku lebih mencintai kedua orang tuaku dari apapun Lutz..., akupun percaya suatu saat kamu akan mengerti apa itu Cinta Sejati Lutz..." sambung Clara dan mengecup lembut kening Lutz,
Tanpa Terasa air mata Lutz jatuh...
"Akan ada yang lebih Tulus mencintaimu dari pada aku Lutz..., daann..." belum selesai Clara berbicara Lutz langsung berdiri dan mendekat kepada Clara,
"Bila semua ini hanya karena Harta, Aku akan memiliki Harta yang berlimpah lebih dari pada kedua orang tua mu!!!! Aku akan membuat Papa mu sujud di kaki ku memohon belas kasihanku!! Agar dia tau bagaimana rasanya Sakit hati dan merasakan bagaiman memohonkan sesuatu yang mustahil untuk di kabulkan seperti keadaanku saat ini!!" Rasa Sakit hati yang Lutz rasakan membuat Lutz dendam dan Amarah yang tak tertahankan membuat pikirannya kalut, tiba tiba..
PLAAKKKK!!!!!!
Tamparan keras mendarat di pipi Lutz, terlihat Clara menangis..air matanya sangat deras bercucuran, "Jika kamu bilang hanya aku manusia yang mencintaimu selama ini, bila kau berani melakukan apa yang kamu katakan saat ini?! maka Aku akan menjadi orang yang paling membencimu di muka bumi ini!!" Ucapak Clara sontak membuat Lutz sangat terkejut, dan saat itu juga Clara meninggalkan kantor Lutz dengan cepat.
Rasa sakit semakin bertambah, dan amarah Lutz tidak pupus, kebencian Lutz kepada Papa Ryan Hugos membuat Lutz akan melakukan apa saja untuk mewujudkan ambisinya selama ini, "Baiklah,aku akan membuatmu menjadi wanita yang paling membenciku Clara, tapi kamu juga akan memohon kepadaku bersama sama kedua orang tuamu" guman Lutz,
****
"Selamat Malam, maafkan saya terlambat.." suara Clara terdengar dari arah pintu masuk rumahnya, di ruang tamu sudah terlihat Papa Ryan, Mama Bella, Louis Sweet dan kedua orang tuanya (Mr.Norman Sweet dan Mrs. Lauren Sweet), semua tersenyum melihat Clara yang baru saja sampai, ternyata Clara membawa beberapa makanan ringan dan segera menyuguhkan di meja ruang tamunya, serta membawakan satu bingkisan lukisan yang tadi sempat Clara beli di sebuah Galery kecil Smith Art & Design. Gambar itu adalah Gambar seorang wanita tua yang memberikan air kepada seorang gadis kecil di tengah persawahan,
"Mam Lauren.., ini kubelikan untuk Mam..., ini adalah gambaran kasih sayang seorang ibu, dan Clara berharap kasih sayang itu akan Clara dapatkan dari Mam Lauren, karena cinta dari Momy Bella akan lebih sempurna bila ditambah cinta dari mam Lauren.." Kata - kata manis Clara sontak membuat suasana saat semakin indah,
"Bagaimana mungkin Mam tidak mencintai anak mantu seperti kamu sayang...," ujar Mama Lauren sambil mengecup lembut kening calon menantunya itu,
"Clara adalah menantu ideal untuk kami Tuan Hugos" Sahut Papa Norman, dan dengan bangga Papa Ryan memeluk Clara dan juga mama Bella sambil tersenyum lebar,
"Ayo.., mari calon besanku, mari kita makan - makan santai di dalam," undang Papa Ryan sambil mempersilahkan keluarganya Louis masuk ke ruang makan,
"Papa..., apakah sudah bisa di tentukan tanggal pertunangannya?" tiba - tiba permintaan Louis membuat para orang tua tertawa sejadi jadinya,
"Sabar lah anakku..., kita makan dulu, baru kita tentukan tanggal pertunanganmu..Hahahahaaa" Sahut Papa Norman sambil tertawa
*
*
*
jangan lupa like and share yah,
minta kritik dan sarannya yah readers,
dan jangan lupa juga follow IG ku @ovie.el