
"Aku mencintaimu Ester!! jangan ragukan cintaku!" Jawab Lutz mantap,
Namun Ester memiliki firasat bila Lutz sedang berbohong saat itu, tapi perasaan lelah dan rasa pedih yang melanda ************ Ester membuat Ester enggan berargumentasi, dan memilih untuk beristirahat.
"Aku ingin tidur,. selamat malam Lutz" pamit Ester lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur,
Ada rasa bersalah yang terbesit di pikiran nya Lutz, kini perasaan nya campur aduk, di satu sisi Lutz ingin segera menghancurkan keluarga Hugos, namun di sisi lain Lutz merasa bersalah dengan apa yang baru saja dilakukan, "Aku memang ********, tapi aku tidak sebejat ini... Yah Tuhan.. apa yang aku lakukan pada Ester...," geramnya sambil menjambak rambutnya sendiri, lalu Lutz Beranjak Pergi dari kamar Ester,
Sedangkan Ester yang sudah berbaring di atas tempat tidurnya segera membuka kedua matanya diiringi dengan air mata yang berderai.., Sadar bila Lutz telah beranjak dari kamarnya, kini tangisan itu pecah sejadi - jadinya, seluruh air mata tidak terbendung mengingat apa yang baru saja terjadi, Ester merasa bahwa sebuah kesalahan terbesar baru saja terjadi, semua prinsip Ester telah hancur lebur malam itu, dan bagaimana mungkin Ester dapat memberikan kesempatan untuk Jacob bila Ester sudah tidak utuh lagi.
"Apa yang kau lakukan kepadaku Lutz, Apakah kau benar-benar mencintaiku ataukah hanya aku yang benar-benar mencintaimu..." lirih Ester malam itu
Merasa lelah akan tubuh dan pikirannya serta hatinya Ester memilih untuk memejamkan mata dan tertidur sedangkan Lutz tertidur di kamar sebelah dengan perasaan yang sungguh kacau.
___________
Di lain sisi, berbeda dengan Ester dan Lutz, dalam perjalanan pulang menuju ke apartemennya, Jacob merasa sangat bahagia karena mendapatkan kesempatan emas dari Ester..
"Akhirnya aku berkesempatan untuk memilikimu Ester, Apapun yang terjadi terhadapmu Aku tetap akan memperjuangkanmu menjadi Wanitaku selamanya.., "guman Jacob dalam hatinya..., tak bisa menutupi rasa bahagianya Jacob terus saja tersenyum selama perjalanan hingga sampai tepat di Loby Apartemennya.
Jacob segera memasuki Private Lift yang langsung menuju ke ruang Apartemen miliknya, sesampai di ruang Apartemen Jacob segera merebahkan tubuhnya di atas Sofa besar miliknya..., segera Jacob mengambil ponsel miliknya dan melihat foto - foto Ester, yang selalu saja di ambil saat ada kesempatan, "Ester... aku sangat mencintaimu..., mungkin sekarang hatimu hanya ada Lutz..tapi selama pintu hatimu belum terkunci maka aku masih bisa meruntuhkan tembok yang bertuliskan nama Lutz, dan akan kubangun tembok bertuliskan namaku di hatimu..." Ucap Jacob sambil memandang wajah Ester dan mengecup layar ponsel miliknya,
Tiba - tiba ponsel Jacob berbunyi tanda satu pesan masuk, ternyata pesan itu dari Ester, namun tidak tertulis apapun, Jacob tersenyum karena merasa lucu akan tingkah Ester yang mengirim pesan tapi pesan itu kosong.., bukankah itu sesuatu yah lucu pikir Jacob... atau tidak lucu?? namun sangat aneh.., perasaan tidak enak di hati tiba - tiba melanda dada Jacob, "Ada apa sebenarnya dengan mu Ester?" guman Jacob,
Jari - jari Jacob kembali mengalun indah di atas layar ponsel miliknya, "Ester... apakah kau baik - baik saja?" tanya Jacob kepada Ester..
"Jacob... mungkin aku tidak pantas memberikan kesempatan ini kepadamu..." balas Ester,
"What?!!! baru saja aku merasa sangat bahagia, kini dia bilang dirinya tidak pantas, ada apa sebenarnya ini" guman Jacob, pikirannya mendadak kacau balau,
"Ester...tidak ada yg tidak pantas untukmu, kumohon jangan membuatku terlihat seperti pecundang Ester..., ada apa sebenarnya Ester.. Bila kau membuatku sangat kawatir, aku akan segera pergi menuju ke Vilamu sekarang, aku tidak perduli dengan Lutz." jawab Jacob melalui pesan singkat kepada Ester,
"Tidak!!! jangan datang Jacob!!! jangan datang kumohon!!" Balas Ester, bahkan balasan Ester kali ini tidak membutuhkan waktu jeda beberapa menit, namun langsung terjawab selisih beberapa detik,
Tanpa menunggu balasan dari Ester, Jacob langsung bergegas menuju ke lift, saat pintu lift terbuka, saat itu juga pesan balasan dari Ester masuk,
"Tidak!!!! TIDAK JACOB!!!Bila kau datang maka aku tidak akan mau bertemu lagi denganmu selama-lamanya Jac" balas Ester,
Jacob mengernyitkan dahinya, dan Sungguh hatinya terasa seperti tertusuk oleh belati tajam bermata dua, langkah kaki itu sontak tertahan seketika.
"Ada apa ini sebenarnya Ester..., bila memang dirimu tidak mau aku pergi, baiklah aku akan menuruti apapun kemauanmu malam ini, tapi berjanjilah besok kita akan bertemu yah Ester.." pinta Jacob melalui pesan singkat,
"Aku tidak berani berjanji Jacob, aku takut besok aku tidak bisa bertemu denganmu," balas Ester
"Bila memang begitu, aku tidak perduli bila kau tidak mau bertemu denganku Ester, aku akan ke Vilamu sekarang juga!" balas Jacob, tidak mau tau karena tidak dapat lagi menahan rasa khawatirnya yang begitu besar,
Ada jeda selama 10 menit sampai akhirnya Ester kembali membalas pesan dari Jacob,
"Baiklah Jacob...besok kita bertemu pukul Enam sore saja" Jawab Ester,
dan balasan dari Ester membuat Jacob sedikit lega, walaupun tidak bisa dipungkiri, hati Jacob masih sangat tidak tenang malam itu, seolah memiliki firasat yang sangat buruk membuat Jacob tidak bisa beristirahat sama sekali, dan akhirnya Jacob bisa tertidur di pagi harinya.
*
*
*
*
*
bersambung