My Fatamorgana Love

My Fatamorgana Love
Rumah Mr. Hugos


"Lutz, kita akan menginap di Villa ku yah..." pinta Ester di ruang tunggu keberangkatan bandara,


"Baiklah honey.., tapi aku akan mampir ke apartemenku dulu untuk mengambil beberapa barang untukku, dan yah..., juga harus ke kantor besok, karena cuti liburku juga sudah habis, dan tentu saja aku akan membuat surat pengunduran diri di kantor White" sahut Lutz,


Ester hanya terdiam saat mendengar Lutz akan mengajukan surat diri, sesampai di rumah Ester segera bergegas memilih beberapa pakaian yang tidak akan di bawa lagi ke jogja namun pakaian itu akan stay di vila miliknya, nada WA terdengar dari ponsel Ester,


"Hai my Lady..., selamat berbahagia untukmu dan Lutz. Jacob" membaca pesan dari Jacob, Ester hanya tersenyum simpul, baginya Jacob salah satu teman yang baik, dan sejujurnya Ester sangat menghargai sikap Jacob yang berubah padanya saat makan malam terakhir mereka di vila tersebut, tapi sayang hati Ester sudah tertambat pada Lutz.


"Siapa?" tanya Lutz,


"Jacob..., dia memberikan selamat untuk kita" sahut Ester tersenyum sambil menunjukkan isi WA dari Jacob,


"Hmmmmm...." sahut Lutz


____________


Pagi ini tanggal 14 September, sesuai harapan Lutz, dia kembali ke Bali dengan hasil yang luar biasa, bisa di katakan semua rencana Lutz sangatlah sukses, walaupun mereka belum menikah namun dengan status bertunangan Lutz sudah sangat percaya diri, "Malam ini kau akan melihat siapa aku sebenarnya Carla" guman Lutz dalam hati. Lutz segera bersiap - siap dan menunggu Ester di meja makan, saat turun dari lantai dua rumah Ester, ternyata di meja makan sudah terlihat Papa John duduk sambil memainkan handphone nya, Papa john sadar akan kehadiran Lutz, dan dengah ramah Papa John mempersilahkan Lutz untuk duduk.


"Duduklah Nak, mari kita sarapan sambil menunggu calon istrimu selesai berdandan" ucapnya ramah,


Lutz pun duduk di hadapan Papa John, dan menuangkan Kopi Panas juga mengambil dua lembar roti tawar serta tidak lupa mengoleskan selai srikaya untuk di nikmati, "Lutz..."


"Iyah Pa?" sahut Lutz sambil menikmati santai sarapannya,


"Maafkan papa, kemarin papa sempat menolak lamaranmu, papa tidak ingin kalian menikah secara diam - dian Lutz, Papa ingin acara pernikahanmu harus mega dan papa harus mengundang seluruh kolega papa, serta memperlihatkan kamu dengan bangga sebagai menantuku yang akan mengelola perusahaanku." Tutur Papa John bersemangat (dan tetap memperhatikan Lutz dalam diam).


Mendengat ucapan Papa John, Lutz membulatkan matanya dan merasa sangat tidak percaya, Lutz mengira bila papa John akan menjadi penghalang bahkan Lutz sempat memiliki niat jahat kepada Papa John namun ternyata semua berjalan mulus "Hmmmmmm....,selamat kau tua bangka" gumannya dalam hati,


"Pa..., apakah tidak terlalu cepat? saya membantu papa untuk mengelola perusahaan pa?" tanya lutz munafik,


"Apa yang terlalu cepat nak?, kamu adalah calon menantuku, sesegera mungkin, tidak ada kata terlalu cepat nak.." jawab Papa John,


"Hei..., mengapa kalian asik makan, apa yang terlalu cepat tadi?" tanya Ester sambil menyeduh teh hijau di gelasnya,


"Tidak ada, ini adalah pembicaraan para lelaki" goda Papa John dan membuat mereka tertawa,


Setelah Ester selesai sarapan dan mereka berbincang - bincang ringan, Papa John memerintahkan supir pribadinya untuk mengantar Ester dan Lutz ke bandara adisucipto jogjayakarta, sesampai di bandara Adysucipto Ester dan Lutz seperti biasa langsung menuju keruang tunggu dan segera naik ke atas pesawat ketika ada panggilan boarding, selang beberapa menit sekitar lima puluh lima menit mereka pun sampai di Bandara Ngurah Rai Bali.


"Ester, kita akan ke apartemenku dulu mengambil beberapa barang yah..., lalu kita ke vila rose" Lutz segera memesan taxi bandara dan setelah itu mereka pun pergi ke apartemen Lutz dan mengambil beberapa pakaian milik Lutz juga beberapa berkas - berkas penting, dan mereka melanjutkan perjalanan menuju ke vila Ester menggunakan mobil sederhana Lutz.


"Maafkan, aku bukan kaya seperti mu, hanya memiliki mobil butut ini sayangku, kuharap kamu nyaman walaupun mobilku AC nya rusak" Lutz berkata dengan jujur, sungguh di percaya diri di hadapan Ester,


"Asal aku berada di sisimu Lutz, aku selalu merasa nyaman" sahut Ester sambil tersenyum dan menggegam erat punggung tangan Lutz,


Sesampai di Vila, mereka tidak menunggu lama, mereka segera bersiap - siap untuk menghadiri acara petunangan Clara dan Louis, Malam ini Lutz menggunakan kemeja hitam dengan dasi hitam dan di lapisi Jas hitam junkies, Rambut Lutz seperti biasa di sisir ke belakang tanpa ada belahan rambut, sangat tampan dengan wajah indo nya membuat siapa saya yang melihatnya berjalan pasti akan memutar kepalanya dan tak akan melepaskan pandangan dari sosok Lutz Domzala,


Sedangkan Ester memikih menggunakan gaun berwarna merah tua, dengan punggung terbuka dan bagian leher menutup dada dengan sempurna, Tali emas tersemat di leher. Ester berdandan bagai seorang bangsawan rambut di sanggul modern tinggi ke atas sehingga semakin mengekspos punggung mulusnya, siapapun pria yang bergandengan dengannya malam ini akan merasa sangat bangga memiliki teman kencan secantik dan sesempurna Ester Smith.


Ester juga segera menelpon supir pribadi Papa John untuk segera menjemput merela di Vila dan sebuah limosin putih sudah siap di depan vila untuk mengantarkan sepasang sejoli ini menghadiri pesta pertunangan Clara.


Sesampainya mereka di kediaman Mr. Hugos, Lutz segera menggandeng tangan Ester dengan penuh percaya diri, dan Ester merasa tak asing dengan suasana rumah Mr. Hugos, karena dulu ketika Ester berumur empat tahun papa John pernah mengajaknya ke rumah ini, baru saja kaki melangkah di depan pintu masuk rumah tersebut, terdengar suara tawa yang tak asing di telinga Ester dan Lutz, mereka berdua memalingkan wajahnya kearah suara tawa tersebut dan benar saja, itu dalah tawa Papa John, yang juga menghadiri acara tersebut.


"Pap???" sapa Ester keheranan, begitu pula dengan Lutz, yang tak bisa berkata apa - apa, Lutz takut niatnya terbongkar namun Lutz tetap berusaha menguasai dirinya,


*


*


*


bersambung