
Sesampainya mereka di kediaman Mr. Hugos, Lutz segera menggandeng tangan Ester dengan penuh percaya diri, dan Ester merasa tak asing dengan suasana rumah Mr. Hugos, karena dulu ketika Ester berumur empat tahun papa John pernah mengajaknya ke rumah ini, baru saja kaki melangkah di depan pintu masuk rumah tersebut, terdengar suara tawa yang tak asing di telinga Ester dan Lutz, mereka berdua memalingkan wajahnya kearah suara tawa tersebut dan benar saja, itu dalah tawa Papa John, yang juga menghadiri acara tersebut.
"Pap???" sapa Ester keheranan, begitu pula dengan Lutz, yang tak bisa berkata apa - apa, Lutz takut niatnya terbongkar namun Lutz tetap berusaha menguasai dirinya,
"Loh...,Ester???, Hai..., anak - anak ku" sambut Papa John pura - pura kaget, dan langsung memeluk Lutz dan Ester, begitu pula dengan kedua orang tua Clara sungguh terkejut melihat Lutz yang datang disana dan dipeluk oleh Papa John. "Bagaimana mungkin kalian disini nak?" tanya Papa John pura - pura tidak tau.
"Ester lagi menemani Lutz ke acara pertunangan sahabat kecilnya, Papap ngapain?" tanya Ester heran, sedangkan Lutz karena shock hanya diam tanpa bisa berbicara apa - apa,
"Ester, ini adalah rumah Uncle Hugos, apakah kamu lupa?" tanya Papa John, "Lutz, siapakah sahabatmu? Clara atau Louis?" tanya Papa John kepada Lutz,
"Ehem.." Lutz berdehem untuk menghilangkan rasa geroginya, "Clara Pap..." sambung Lutz,
"Baiklah, ayo..sini.. kita sama - sama ke tempat paman Hugos yukkk..." sambung Papa John,
"Ryaaan....." panggil papa John dan Papa Ryan pun datang mendekat kembali kepada sahabatnya, "ini adalah anakku Ester, apakah kau masih ingat?, dan ini adalah tunangannya Lutz" sambung Papa John,
"Yah Tuhan..., Ester..., how beautiful you are..., mom..., sini mom..." panggil Papa Ryan kepada Mama Bella Hugos sambil merangkul Ester,
"Uncle..." senyum Ester sambil membalas pelukan paman Hugos, lalu seketika itu juga Mama Bella datang memeluk Ester dan menangis karena melihat anak dari sahabatnya kini telah besar,
"Oh God..., Ester..., Oh my God..., John..., Ester memiliki senyuman Meili (nama mamanya Ester), Oh Tuhan..., mengapa kau baru membawanya sekarang ke sini John..." Mama Bella sangat emosional melihat Ester,
"Yeaahhh..., so sorry Bella...., and This is Lutz..." sambung papa John seolah sedang bermain perannya, Papa John memperhatikan raut wajah dari Lutz yang sudah memerah, dengan senyuman kecutnya,
"Yah..., John..., kami sudah kenal dengan Lutz...," sahut mama Bella,
"Oh Yah?? Denpasar is small city yah...," tawa Papa John, untuk mencairkan kecanggungan yang ada,
"Tante..., Om..., selamat atas pertunangan Clara" Lutz langsung bersalaman dengan kedua orang tua Clara, rasa dendam masih menguasai hati Lutz, Namun kini Lutz harus bermain lebih cantik lagi untuk memenuhi hasrat dan ambisinya,
Lalu Lutz menggandeng Ester dan mengajak untuk undur diri karena ingin memberikan selamat kepada Clara, Kedua orang tua Clara mempersilahkan dan Papa John memandang pungung Lutz yang berjalan menjauhi John berserta Ryan dan Bella,
"John...., are you sure???" tutur Papa Ryan membuyarkan pikiran Papa John yang sedang melanglang buana,
"Why Ryan?" tanya Papa John kepada sahabatnya itu,
"Lutz adalah anak yang sungguh tangguh, tapi aku kurang suka dengan ambisinya" Ucap Papa Ryan,
"Hmmmm....., Anakku sangat tergila - gila dengannya, aku tidak dapat berbuat apa - apa Ryan" jawab Papa John sambil tersenyum gertir,
"John..., sebenarnya kami bukannya tidak suka dengan Lutz, hanya Lutz berusaha.."
"Sssttt..., enough Bella" kalimat Mama Bella di potong oleh Papa Ryan, karena merasa tidak enak dengan perasaan Papa John,
"No.., it's okay Ryan..., aku juga pasti akan menjaga anak semata wayangku" sambung Papa John,
Disisi lain, Lutz menatap tajam kearah Clara dan Louis yang sedang bersalaman dengan para tamu, dan clara pun melihat tatapan mematikan itu dari Lutz, sedangkan Ester dengan polosannya tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi diantara mereka,
"Clara..., selamat atas pertunanganmu dengan Louis, selamat bro.." ucap Lutz sambil bersalaman dengan kedua orang di depannya, "Dan..., ini..., perkenalkan calon istriku, Ester.." ucap Lutz sombong,
"Ester..." sahut ester dengan ramah memperkenalkan dirinya kepada Clara dan Louis,
"Selamat yang Lutz dan Ester..., kapan kalian akan menikah?" tanya Clara,
"As soon as posible" jawab Lutz..,
"Hmmm..., tidak lama lagi..., kami akan mengundang kalian" jawab Ester dengan Ramah,
"Lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Lutz,
"Tiga hari lagi" jawab Louis, yang sadar akan tatapan mematikan Lutz kepada Clara..., yah,,, Louis tau bagaimana latar belakang hubungan mereja sebelumnya, Namun Louis tidak terlalu ambil pusing dengan hungan Lutz dan Clara, karena prinsipnya selama Clara lebih memilihnya, maka semua akan baik - baik saja,
"Wah..., selamat" sahut Ester dan memeluk Clara,
"Terima kasih Ester, mari silahkan nikmati hidangan makan malam sederhana kami" Clara mempersilahkan Ester dengan ramah, lalu terlihat Ester dan Clara berjalan beriringan dan menjadi semakin akrab dalam waktu yang singkat, sedangkan Louis melayani obrolan dari beberapa kolega yang diundang oleh dirinya, berbeda dengan Lutz yang berdiri di sudut ruangan memperhatikan Clara dan Ester, dan tentu saja perhatiannya fokus ke arah Clara,
"Sialan!!!! aku pasti akan menghancurkan kalian!!! kalian para ******** yang sangat meremehkanku!!!c geram Lutz dalam hati,
Terlihat Clara berbisik dengan Ester, dan Ester mengangguk, lalu Lutz memperhatikan Clara berjalan menuju ke kamar kecil, dan Lutz pun mengikuti kemana arah Clara berjalan, kamar kecil mereka terpisah dari ruangan di dalam, Clara berjalan menuju kamar kecil terdekat yaitu di ujung taman, dari pada harus naik ke kamarnya, lebih baik clara berjalan ketaman,
Setelah Clara selesai dengan urusanya di kamar kecil, dia langsung berlari kecil hendak menuju kedalam rumahnya, namun ada sosok lengan kekar yang menariknya di belakang bunga - bunga bougenvil, pohon bunga itu sudah lebih tinggi dari tinggi Lutz, sehingga memudahkan Lutz untuk bersembunyi di baliknya, dengan Kasar Lutz melumat bibir Clara dan meremas payudara Clara, mendapat perlakuan seperti itu Clara berontak namun tenaga Lutz lebih besar dari pada tenaga wanita langsing itu.
"Lepaskan!!!" bentak Clara
*
*
*
bersambung
*
*
Dear.., Lizbeth minta saran dan kritiknya dong..., dan jangan lupa coment yang banyak..., sama minta like nya yah readers..., kalau kalian berkenan please take a vote juga pakai free coin kalian, Lizbeth minta support dari kalian yah..., skrg lizbeth bakal fokus selesaikan novel ini, dan akan beralih ke novel "Portal Jiwa..., " biar pikiran Lizbeth nggak bercabang kemana - mana, hehehee
maaf juga karena baru update,