My Fatamorgana Love

My Fatamorgana Love
Romantisme


WARNING!!!!


KHUSUS 21+


THANKS


*


*


*


*


Setelah acara pemberkatan Nikah yang sungguh romantis, Clara dan Louis langsung meninggalkan tempat pesta mereka dan segera menuju ke hotel di mana mereka akan menghabiskan acara bulan madunya, yah.., pasangan ini sungguh unik, bukannya makan bersama para tamu, Louis justru meminta kedua orang tua dan kedua mertuanya untuk mengadakan resepsi sendiri tanpa kedua mempelai yaitu dirinya dan istrinya Clara, bukankah Louis sungguh unik?? ahahahaha...,


Namun rupanya keunikkan Louis, bukan hanya di dasari oleh sifatnya, namun sebenarnya Louis ingin membawa Clara jauh dari Lutz, Louis menghindari percakapan antara Clara dengan Lutz bukan tanpa alasan, selain alasan pribadi dari dirinya sendiri, itu juga permintaan dari Clara,


Kini Louis dan Clara telah berada di salah satu resort pengacara terkenal di Indonesia, siapa lagi kalau bukan Bang Hotm*n, yah.., resort yang sungguh romantis ini sanggup membuat siapa saja terlena dengan suasana kamar yang di penuhi dengan aroma terapi, kini Louis dengan lembut menggandeng Clara untuk masuk kedalan kamar,


"Apakah kamu lelah sayang?" tanya Louis dengan lembut, sambil memeluk pinggang Clara dari belakang dan menciun lembut leher Clara..,


"Tidak.., aku sangat bahagia Louis.." sahut Clara, sontak kalimat itu membuat jantung Louis bergetar,


"Benarkah kau bahagia bersamaku?" tanya Louis sedikit ragu,


"Aku sungguh beruntung memiliki suami sepertimu Lou.." lalu Clara membalikkan badannya dan mengalungkan tangannya pada leher Louis,


Sejenak mereka saling bertatapan, ruangan kini sangat hening, melihat tatapan satu sama lain membuat kedua insan ini sama - sama menelan salivanya dengan keras, Louis mengecup lembut Dahi Clara, kedua tangannya kini memegang wajah Clara, sekali lagi sungguh lama Louis mencium Dahi Clara.., "Entahlah.., mengapa aku sangat mencintaimu Lara..," bisik Louis,


Clara yang mendengar perasaan Louis, merasa bagai terbang keangkasa, kini Louis mengecup lembut kedua mata Clara, lalu mengecup kedua pipi Clara, "Jadilah milikku sayang..." ucap Louis,


"Lou..., jadikan aku milikmu...," sahut Clara, mendengar lampu hijau dari Clara, kini tanpa segan Louis melumat lembut bibir Clara, dan membuka bibir Clara serta melumatnya dengan lembut , ciuman itu begitu dalam, namun tiba - tiba terbesit ingatan akan tindakan Lutz kepadanya membuat Clara dengan lembut menghentikan ciuman mereka,


"Wait..! please wait.." pinta Clara sambil menjauhkan tubuhnya dari Louis, "I'm so sorry.., Lou..., I feel so bad, cuz you will not be my first.." tiba - tiba kalimat Clara di potong dengan ciuman lembut dari Louis,


"Lara..., I'm not the first, but I will be your last man.., apakah bisa aku menjadikanmu milik ku Lara?" tanya Louis sambil terus menatap Intens kedua mata Clara, siapa saja akan meleleh mendengar ketulusan Louis,


"Yes Mr. Sweet, with my pleasure, I wanna be yours.." tutur Clara penuh harap, Kini tidak ada lagi banyang - banyang Lutz dalam pikiran Clara, segala rasa trauma yang di berikan oleh Lutz berganti menjadi rasa aman yang di berikan oleh Louis, tanpa menunggu Louis menghampirinya, Clara langsung mengecup bibir Louis dengan singkat, sontak jantung Louis bergetar dan berdetak sangat kencang, ketika sejenak Louis menetralkan pikiran dan hatinya yang shock bahagia, tanpa menunggu lagi Louis langsung melumat lembut bibir Clara, dan kini tangan Louis dengan perlahan menjelajahi setiap jengkal tubuh Clara yg masih berbalutkan baju pengantin, Sungguh Louis mengagumi Clara bahkan bagi Louis, Clara adalah wanita tercantik dan terseksi di dunia ini,


Clara pun tidak tinggal diam dan pasrah, namun Clara dengan perlahan namun pasti membuka kancing - kancing pada kemeja yang di gunakan oleh Louis, dan segera membuka pakaian Tuxedo Louis, kini tubuh atletis itu terlihat sangat menggoda,


Mereka tidak sedikitpun melepaskan ciuman panas itu, kini Louis segera membawa Clara keatas tempat tidur, dan membaringkannya.., kini ciuman itu semakin merajalela.


"Ahhhh...Hemmm..., aaahhh.... Lou...." desahan Clara mulai terdengar, Mendengar desahan itu Louis mengecup lembut bibir Clara,


"You like it Lara?" tanya Louis,


"Eehheemm.." jawab Clara, senyuman sumringah menghiasi wajah Louis, kini Louis menapaki setiap jengkal tubuh Clara dengan lembut, hingga menimbulkan sensasi luar biasa bagi Clara,


"Ah...Lou.., Eehhmmm..., Ah..." desahan itu terdengar lagi, Louis masih sabar dengan pemanasan yang terus diberikan untuk Clara,


"Aaahhh...Yesss...Aaah...."____ clara


"Kau sudah siap sayang..." ____ tanya Louis menggoda Clara,


"Aaahh..., Iyaaah..., aku nggak kuat Louu..." desah Clara,


"Tahan sedikit lagi yah sayang..., aku tidak akan terburu - buru.." bisik Lou, membuat Clara menelan salivanya dengan susah payah,


Louis membuat tubuh Clara menggeliat diatas tampat tidur, seolah kenikmatan ini sungguh membuatnya terbang ke langit ketujuh, Louis kini memainkan klit*ris Clara ..,


"Oh..God...Lou..., pleaseee...." pinta Clara dengan nafas yang tersengal - sengal, tanpa menjawab permintaan Clara, Louis langsung melumat bibir Clara, ciuman panas kini menguasai mereka, Louis segera membuka resleting dan celananya dengan tergesah - gesah, begitu juga dengan Clara kini terburu - buru membuka g- string yang sangat mengganggu bagi mereka,


Kini dengan kecupan lembut di dahi Clara dengan posisi Louis di atas tubuh Clara, Louis memasuki bagian intim Clara dengan perlahan, "Aaaahhhhh....Louuuu....." desah Clara sambil menengadah ke atas,


"Eeehhhhhmmmm......" desahan dari Louis pun terdengar, Clara sungguh frustasi karena Louis membuat irama itu sungguh pelan dan lembut, sambil terus memandang wajah Clara, rasanya ekspresi Nikmat dari wajah Clara membuat kebahagian tersendiri untuk Louis,


"Louuu...,,Aaahhhh....pleasee Lou...." pinta Clara, yang masih menahan keinginannya mencapai puncak,


"You like it beib??" tanya Louis mesra..,


"Yesss... aaahh....Yessss...." desahan itu menggema di kamar yang kedap suara,


Suara desahan Clara sungguh menjadi candu bagi Louis, kini Louis menggoyangkan irama pada pinggulnya semakin cepat, dan kini lebih cepat lagi..., hentakan dan tekanan itu membuat Clara akan mencapai puncaknya, begitu pula dengan Louis,


"Ahhh...Yes...hhheeemmm..., aaah...YESSS Louuu..., I'm comingg!!!"


"Aahhh...Hhheeemmmm Laarraa..,AAHHH...I'm coming too..!!"


Dan kini kedua insan itu sungguh bahagia karena telah sama2 mencapai puncaknya, Louis kembali melumat bibir Clara dengan lembut,


"Thank you Lara..., to be mine.., I love you so much.." ucap Louis..,


"Thank you for being my husband Lou.." sahut Clara,


"Mau kah kau menemaniku mandi sayang?" tanya Lou,


"Yes Lou..., but just a minutes.., give me 2 minutes" pinta Clara, di iringi dengan tawa mereka berdua yang masih ngos ngosan. "you want some coffee Lou?" tanya Clara,


"Yes of course," sahut Louis,


Clara menuju ke kitchen set yang berada di dalam kamar mewah itu segera membuatkan kopi untuk Louis, sebelum mereka menikmati mandi bersama, Clara segera mengambil mini dress yang telah tersedia di kamar itu, mini Dress bahan sifon dengan motif bunga - bunga membuat Lara terlihat sungguh manis,


"Kenapa harus pakai baju sayang?" tanya Louis,


"Biar nanti pas mandi, ada yang mau bukain bajuku" goda Clara sambil mengerlingkan matanya,


"Hol* ****!!" sahut Louis sambil terkekeh dan kini Mr. P Louis kembali menegang, Louis segera mengambil kaos putih dan menggunakan celana pendek hitam lalu menyusul Clara yang sedang mengaduk kopi untuknya,


Tiba - tiba Louis mendudukan Clara di atas meja Kitchen set itu dan segera melumat bibir Clara, namun Clara mengambil gelas kopi itu dan tertawa kepada Louis, "After This..." sahut Clara


"Round two Mrs. Sweet??" tanya Louis, sambil menempelkan dahinya ke dahi Clara,


"Yes Mr. Sweet.." sahut Clara sambil memegang gelas kopi untuk segera di nikmati oleh Louis,



Setelah saling menggoda, dan Louis telah meminum kopi, tanpa aba - aba.., Louis segera menggendong Clara menuju ke Bedtup, dan.... *kalian tau lah apa yang terjadi.....


*


*


*


*


Bersambung*,