
"Sekarang Panggil Lutz untuk bertemu dengan Papa.!" perintah Papa John kepada Ester, dan seketika Ester menelan ludah karena merasa gerogi.
"Baiklah Pa..., Ester akan memanggilnya" Jawab Ester sembari menelan ludah, Ester keluar dari ruangan meeting dan tidak di dapati Lutz di tempat tunggu para tamu, Lalu Ester melihat dari jauh jika Lutz sedang berbicara dengan Jacob, terlihat dari jauh ekspresi Jacob sangatlah gusar tidak karuan, lalu Jacob memegang kerah kemeja Lutz dengan erat, Ester tidak tinggal diam dan setengah berlari menghampiri kedua pria yang sedang berargumen satu sama lain di ujung koridor ruangan tersebut.
"Stoppp!!! apa - apaan ini??!!!!" teriak Ester untuk melerai ketegangan di antara kedua pria ini, Mendengar suara Ester yang cukup lantang Jacob melepas kerah kemeja Lutz dan mundur satu langkah, sedangkan Lutz tetap terlihat tenang,
"Ada apa Sayang?" tanya Lutz seolah mengejek Jacob yang berada di hadapannya, Jacob menyatukan gigi sehingga terdengar suara gertakan gigi di telinga Ester dan Lutz, tak menghiraukan Jacob, Ester langsung memintah Lutz keruangan Papa John,
"Lutz, pergilah keruangan papa sekarang, ada yang ingin di bicarakan oleh papaku sama kamu, dan aku juga harus mencari penjelasan tentang apa yang terjadi barusan diantara kalian, denganmu nanti Lutz, kini aku ingin berbicara empat mata dengan Tuan Jacob White." tegas Ester sambik melirik Jacob yang tertunduk menahan rasa emosinya.
"Baiklah.." sahut Lutz sambil mengecup bibir Ester dihadapan Jacob agar membuat Jacob tidak dapat menahan emosinya dan melakukan tindakan bodoh, dan bila Jacob terpancing marah, maka pastinya Ester tidak akan bersimpati sedikitpun sama jacob, tapi untung saja Jacob masih bisa mengendalikan dirinya saat itu.
Lutz meninggalkankan Ester dan Jacob berjalan menuju ke ruangan kerja Papa John dengan santai, sambil memasukkan tangan kirinya ke saku celananya, sungguh terlihat sangat santai.
_____________
flashback*
Lutz keluar dari ruangan meeting Papa John dan merasa sedikit gelisah ketika tidak dapat mengetahui apa yang di perbincangkan oleh Papa dan anak itu, sedangkan Jacob yang sangat kecewa dan tidak dapat menerima keadaan langsung memutar kembali arah mobilnya menuju kekantor Mr.Smith,
"*** kamu Lutz!!!! kamu pasti merencanakan sesuatu!! kalau memang kamu mencintai Ester mengapa kamu harus berbohong kepadaku ingin kawin lari dengan Clara!!!!" sampailah Jacob parkiran kantor Mr. Smith, buru - buru Jacob naik ke lantai ke tiga rungan meeting, dari jauh Jacob melihat Lutz yang duduk dengan santai sambil membaca sebuah koran di ruangan tunggu para tamu,
"Lutz, sini kau!! kau harus memberikan penjelasan kepadaku!!" tiba tiba Jacob datang dan merampas serta melempar koran yang dipegang oleh Lutz, melihat Jacob sedang gusar Lutz yang licik memanfaatkan kesempatan itu agar Jacob membuat keributan di kantor Papa John, tapi sungguh Jacob bukanlah manusia kampungan yang tau adab.
"Ada apa Jacob?, bicaralah denganku di ujung koridor agar tidak menjadi pusat perhatian para pegawai disini, lalu mereka berdua berdiri diujung koridor ruangan itu,
"Lutz..,!! jujurlah apa maksud dari semua ini Lutz??!! mengapa kau harus berbohong denganku soal Ester?! jika memang kau mencintai Ester mengapa kau tidak mengatakan akan ke jogja dan bertemu dengannya?? mengapa malah kau berbohong dengan alasan akan kawin lari bersama clara, apa maksud semua ini Lutz?!" Tanya Jacob sambil menahan suaranya yang tinggi,
"Maaf Jacob, jika aku berbohong soal kawin lari dengan clara..., aku tidak ingin hidup seperti ini lagi!! sudah cukup aku menerima segala hinaan dari keluarga clara dan sudah cukup kau memerintah aku sesuka hatimu!! aku akan menjadi sederajat denganmu bahkan lebih!!" tanpa menutup nutupi niatnya Lutz sengaja berterus terang dengan Jacob.
"Tunggu...tungguuuu!! **** kau Lutz!!! apa maksudnya kau merayu dan ingin menikahi Ester hanya karena harta nya???!!!!" kini Jacob benar - benar emosi sehingga warna wajah Jacob terlihat berubah,
"Yah!!! aku tidak akan menutupi apa - apa denganmu." jawab Lutz santai...
"Anjing!!!! **** kau Lutz!!" setengah berteriak Jacob dan tetap berusaha menahan suaranya agar tidak menarik perhatian para pegawai, "Lutz!! kau tau aku sangat menyukai bahkan aku sangat jatuh cinta dengan Ester..----" belum selesai Jacob berbicara Lutz memotong pembicaraan itu tanpa melakukan perlawanan kepada Jacob sedikitpun.
"Yah.., aku sangat tau..., oleh karena itu, jika tidak sekarang aku melamarnya.., maka kau yang akan melakukannya, sedangkan Ester satu - satunya batu loncatan untuk masa depanku, dan tidak akan kuijinkan siapapun. siapapun.! mengambil tabungan masa depanku!" Jawab Lutz dengan Santai namun penuh dengan penekanan. "Dan asal kau tau.,, Ester sangat tergila - gila denganku!! hahahahahaha!!, nasib kali ini berpihak padaku Jacob." tawa itu sungguh membuat Jacob tidak lagi dapat menahan emosinya yang dari tadi di tahannya.
"Bajingannn!!Bangsaatt!!! Pria macam apa kau Lutz!!! jika kau berani menyakiti Ester aku akan menghabisimu!!" Jacob menarik kuat Kerah kemeja Lutz dan hendak mendaratkan satu pukulan di wajah Lutz namun dari jauh terdengar suara Ester melerai ketegangan antara Jacob dan Lutz.
_______
Lutz*
"Masuklah" sahut Papa John,
"Om.., apakah anda memanggil saya?" tanya Lutz sangat sopan,
"Duduklah..." Lalu Lutz menuruti perintah Mr. Smith dan duduk tepat dihadapannya, hanya meja kerja yang menjadi jarak diantara Papa John dan Lutz saat ini,
"Apakah kau benar - benar mencintai anak saya?, jawablah dengan jujur." tanya Papa John sambil menatap dalam mata Lutz,
"Sangat. sangat tergila - gila dengan anak anda Om." jawab Lutz pasti,
"Benarkah??? apakah kau memiliki motivasi lain??" tanya Papa John, dan pertanyaan itu sungguh mengena di jantung Lutz, namun Lutz tetap berusaha dengan tenang,
"Tentu saja ada, saya memang memiliki motivasi lain dengan anak Om John, saya sangat termotivasi untuk memiliki sebuah keluarga yang seumur hidup saya tidak pernah saya miliki" sungguh Lutz sangat pintar berbicara dan berkilah. Papa John menautkan kedua alis matanya ketika mendengar apa yang di katakan oleh Lutz, keraguan besar masih menyelimuti hati Papa John, dan firasat tidak baik terus dirasakan oleh Papa John, namun Papa John tidak dapat memaksakan kehendaknya sendiri.
"Baiklah, saya sudah mengatakan kepada Esterm kalau besok TIDAK ADA PERNIKAHAN diantara kalian!" Papa John menahan pembicaraannya untuk melihat reaksi Lutz, Namun Lutz terdiam dan hanya memandang wajah Papa John dengan Ekspresi yang tidak bisa di baca oleh Papa John saat itu,
"Tapi.., besok saya akan mengumumkan pertunangan kalian, dan pertunangan itu akan saya adakan di sebuah restoran sederhana milik sahabat saya. Setelah pertunangan kalian selesai, silahkan berdiskusi dengan Ester dan team EO perusahaan untuk merencanakan acara pernikahan kalian, Saya ingin pernikahan kalian menjadi pernihakan termegah tahun ini." sambung Papa John dan masih memperhatikan reaksi Lutz.
Lutz yang sedari awal merasa bahwa Papa John sungguh jeli pun tetap bermain aman dan tenang, Lutz berpura - pura terharu di hadapan Papa John, tanpa berkata - kata langsung berdiri dan memeluk Papa John erat seolah merasakan kebahagiaan besar,
"Terima kasih Tuan Smith, terima kasih untuk restu anda..., saya akan menjaga dan mencintai Ester dengan segenap hati" sambung Lutz,
Lalu Papa John menyudahi pembicaraan mereka, dan Lutz dipersilahkan untuk bertemu dengan Ester untuk mencari pakaian yang akan di gunakan dalam acara pertunangan dadakan besok malam.
Dengan wajah penuh kemenangan Lutz keluar dari ruangan Papa John menuju ke toilet pria untuk menenangkan dirinya.
"Sungguh...., semua ambisi ini akan terwujud! kalian semua akan menyesal keluarga Hugos!!!" guman Lutz dalam hati, ini adalah langkah awal keberhasilan semua rencanaku.
-----------
"Jacob...., mengapa kau bersikap sungguh tak biasa? dan mengapa kau berada di jogja Jacob?"...
*
*
*
*
bersambung.,