My Fatamorgana Love

My Fatamorgana Love
kesakitan Clara


WARNING, BACAAN INI KHUSUS 21+


Bagi yang masih kecil ndak boleh baca yah..


di skip aja..


thank you


*


*


*


Setelah Clara selesai dengan urusanya di kamar kecil, dia langsung berlari kecil hendak menuju kedalam rumahnya, namun ada sosok lengan kekar yang menariknya di belakang bunga - bunga bougenvil, pohon bunga itu sudah lebih tinggi dari tinggi Lutz, sehingga memudahkan Lutz untuk bersembunyi di baliknya, dengan Kasar Lutz melumat bibir Clara dan meremas payudara Clara, mendapat perlakuan seperti itu Clara berontak namun tenaga Lutz lebih besar dari pada tenaga wanita langsing itu.


"Lepaskan!!!" bentak Clara,


Lalu Lutz mendekap bibir Clara dengan tangannya, "Teriaklah!! aku tidak perduli jika hubunganku hancur dengan Ester!! tapi apakah kau berpikiran hal yang sama denganku??!! bila kau tidak perduli dengan hubunganmu dan keluarga Louis??!! Cuiihh!! yang terhormat itu, teriaklah sesuka hatimu sayang...," sahut Lutz dengan penuh penekanan,


"Kau ******** Lutz!!! aku tidak percaya kau berubah menjadi monster!!! Ester wanita yg baik, mengapa kamu menyakiti wanita itu??!!! dan Lepaskan aku!!!" Clara berbicara dengan suara setengah berteriak,


"Yah..., aku memang ******** sayang,.., karna kamu dan keluarga Bangsatmu itu!!!" Lutz menjadi kalap, melihat sikap Lutz sungguh Clara bergidik ngeri.


"Apa yang kamu inginkan dariku Lutz??!!! tidak kah cukup kebaikanku selama ini denganmu?!" kini Clara sudah mulai frustasi,


"Ini yang ku mau!!" Lutz lalu melumat kasar bibir Clara, dan meremas kedua payudara Clara dengan kasar, Clara merasa kini dihadapannya bukanlah Lutz yang dulu dia cintai, tapi kini dia sedang berhadapan dengan sosok gelap Lutz yang bagaikan Iblis,


Kini kaki Lutz menekan pangkal paha Clara dan melebarkan tanpa perduli tangisan Clara yang terdengar sangat menyedihkan,


"Kau yang pertama bagiku Clara, kini aku ingin merasakannya lagi sebelum laki - laki Sialan itu menikmatimu, Dia akan menikmati barang bekasku" bisik Lutz penuh emosi bercampur napsu, kini tangan tidak lagi meremas payudara Clara tapi kini Lutz menggenggam keras leher Clara, sampai membuat Clara kesakitan,


"Apakah tidak cukup dengan aku memberikan mahkotaku kepadamu dulu Lutz?" lirih Clara..,


"Aku ingin memilikimu, dan bila aku tidak bisa memilikimu, maka aku akan menghancurkanmu!!" bisik Lutz, kini Clara sudah pasrah dengan apa yang Lutz lakukan, sungguh Clara tidak ingin mengambil resiko, Clara tidak ingin acara pertunangannya kacau, Kini wanita ini pasrah dengan pelecehan bahkan bisa dikatakan Lutz telah memaksa Clara unk melayani napsu bejatnya,


Lutz dengan sangat bringas memasukkan Mr.P yang sudah mengeras ke dalam Ms. V Clara, dengan posisi berdiri erangan dari Lutz terdengar bagai lelaki ******** yang telah menggagahi wanita lemah ini dengan paksa, Clara tak bergeming sedikitpun, rasanya kini Clara sangat merasa terpukul, kesakitan itu sungguh terasa menyayat hati dan jiwanya,


Setelah puas melampiaskan emosi dan napsu binat*ngnya, Lutz segera meninggalkan Clara seperti seorang Jalang murahan yang tidak berguna..., Dan Clara menahan deru airmatanya, segera Clara bergegas naik ke kamar pribadinya menggunakan tangga darurat yang berada di taman, arah tangga itu langsung menuju ke balkon kamarnya,


Takut akan di cari oleh kedua orang tuanya, dan keluarga Louis, Clara segera bergegas berganti pakaian, dan memperbaiki make up nya, tentu saja kini Clara masih menahan air matanya, dengan memperlihatkan senyuman palsu, sedangkan di sisi lain, Lutz yg telah masuk sekedar cuci muka dari toilet pria segera menghampiri Ester yang sedang bersenda gurau dengan John dan kedua orang tua Clara,


"Sayang..., ayo kita pulang.." ajak Lutz..,


"Oh.. come on Lutz..., kami baru saja bernostalgia sayang..." rengek Ester,


"I feel not good Ester, My Body feel sick.." bisik Lutz..,


"Apakah tidak lebih baik ke dokter saja lutz?" ester sangat mengkhawatirkan Lutz, yang memang terlihat berkeringat, yang tentu saja..., bagi ester keringat itu karena badan Lutz kurang sehat, tapi yang sebenarnya terjadi adalah..., itu adalah keringat perbuatan Laknat yang baru saja di lakukan oleh Lutz, kepada gadis malang yang kini sedang menuruni tangga dengan baju pesta yang berbeda,


"Clara..., mengapa ganti baju sayang..." tegur Mama Bela..,


"Baju Clara kena air kamar mandi mom..., so sorry Mom.." bisik Clara yang kini sedang berbohong,


Disisi lain,


"Ayolah sayang.." pinta Lutz kepada Ester,


"Papa akan kembali ke yogyakarta sayang, but maybe tomorrow morning" sahut papa John sambil mengedipkan matanya kepada Ester,


"Baiklah.., see you all.." sahut Ester, dan ketika Lutz berjalan melewati Clara, Lutz menampilkan senyuman devil miliknya kepada gadis malang itu, Clara merasakan sesak di dada melihat Lutz mengingat kejadian baru beberapa menit yang lalu.


Rasa sesak Clara di sembunyikan di hadapan semua orang, tak terkecuali Louis, dan kini Clara hendak berbicara dengan Louis empat mata, tidak ingin ada kebohongan apapun yang di sembunyikan, wanita ini memilih untuk berbicara apa adanya,


"Louis.., bisa kah kita berbicara?" tanya Clara lembut kepada Louis,


"Bisakah kita berbicara setelah seluruh tamu pulang?" tanya Louis,


"Hmmmm..., Iyah.., aku akan menunggu.." sahut Clara, dan setelah beberapa saat kemudian, rumah itu tampak sepi, kini tinggal kedua orang tua Clara dan Louis yang masih berbincang - bincang, bahkan Papa John juga sudah pamit, Louis yang melihat ke balkon kamar Clara, kini menyusul wanita yang di kagumi nya dan menyapanya dengan ramah,


"Clara..." panggil Louis lembut..


"Louis..." sahut Clara, " Duduklah.."


"Apa yang ingin kamu bicarakan Lara?" tanya Louis dengan memandang lembut kepada Clara..,


"Louis..., kamu dan aku tau..., bahwa pernikahan kita di dasari dengan perjodohan, mengapa selama ini aku menolakmu.., bukan karena aku membencimu..., tapi karena aku merasa tidak pantas untukmu Louis, aku tidak sesuci yang kamu bayangkan..." lirih Clara, sambil menahan air matanya.., Lalu Clara mendongakkan wajahnya dan memandang kedalam mata Louis,


"Bila nanti kamu kecewa dengan diriku..., aku mohon perlakukan aku dengan baik minimak di hadapan semua orang.., bila kita hanya berdua, kamu bisa melakukan apapun kepadaku Louis..." Ujar Clara..,


Sejenak Louis menarik Nafasnya dalam - dalam...,


"Clara..., entahlah..., mungkin sekarang kamu tidak mencintaiku, karena aku tau...aku bukanlah cinta pertamamu atau bukanlah cinta terakhirmu..., aku tidak tau akan seperti apa aku bagimu Clara..., apapun dirimu..., sekotor apapun dirimu..., serusak apapun dirimu.., itu semua adalah masa lalumu Clara.., sebenarnya bukan kedua orangtuaku yang memaksa aku untuk menikahimu, tapi aku yang memaksa kedua orangtuaku untuk melamarmu Clara..., aku jatuh cinta padamu sejak pertama kita berjumpa..., namun aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku, karena aku tau saat itu kamu sedang menjalin hubunganmu dengan Mantanmu itu, tapi ketika aku tau kedua orang tuamu tidak menyetujui hubunganmu dengannya, aku langsung memohon kepada kedua orangtuaku untuk sesegera mungkin melamarmu..," Jelas Louis.., dan Louis diam sejenak, lalu Louis berlutut di hadapan Clara yang sedang duduk dan tertunduk, Louis merapikan rambut Clara yang menutupi separuh wajahnya serta mengangkat dagu Clara dengan Lembut,


"Tapi aku tidak peraw...__"


"Sssstttt....., jangan di lanjutkan, bukankah sudah kukatakan, apapun dirimu yang dulu, serusak atau seburuk apapun semua adalah masa lalu..., kini kita akan membangun masa depan kita..., Lara..., bukalah hatimu untukku.., tidak berjanji untuk tidak membuatmu marah atau kecewa.., karena aku pun hanya manusia yang akan melakukan kesalahan, tapi aku berjanji akan selalu setia dan berusaha membahagiakanmu, dan selalu memaafkanmu bila suatu saat kamu lupa membuatkan kopi untukku di pagi hari" Sahut Louis dan tersenyum..


Kata - kata Louis, membuat Clara tertawa dan menangis sekaligus, Clara tidak pernah menyangka bahwa Louis sangat mencintai Clara seperti itu, bahwa perasaannya sedalam ini, dan hati yang Louis miliki bagaikan emas yang murni,


"Apakah kamu sedang mengucapkan janji Nikahmu kepadaku Lou?" tanya Clara dengan tersenyum, lalu Louis tertawa dan segera mengelus lembut kepala Clara, mereka berdua saling berpandangan satu sama lain, sampai akhirnya Louis melumat lembut bibir Clara penuh Cinta.., dan Clarapun hanyut dengan perasaan cinta yang diberikan Louis kepadanya,


"Clara...kini istirahatlah..., bila aku terus memandang bibirmu itu, bisa - bisa aku akan menghabiskan malam pertamaku dengan mu bahkan sebelum kita menikah" goda Louis,


"Terima kasih untuk ketulusanmu Louis..." lirih Clara pelan, namun terdengar di telinga Louis, Namun Louis memilih untuk memberikan senyuman terbaiknya dari pada harus menjawab apa yang baru saja di dengarnya,


Di sisi lain, Lutz yang gusar hati karena rasa dendam dan kebencian yang sudah menguasi akal sehatnya langsung bergegas masuk ke kamar Ester dan segera membersihkan dirinya, sedangkan Ester masih saja tidak menyadari kejanggalan yang terjadi pada Lutz,


"Lutz..., bukankah badanmu tidak dalam kondisi baik beib? sebaiknya kamu langsung istirahat.."


"Tidak.., aku ingin mandi Ester.." Sahut Lutz,


"Baiklah..., " Ester pun bergegas menyiapkan pakaian Lutz, di dalam kamar mandi Lutz membersihkan dirinya dan terua memikirkan Clara, ada sedikit rasa penyesalan yang Lutz rasakan atas perbuatan bejatnya yang baru saja di lakukan olehnya,


"Mengapa aku menjadi sebejat ini Tuhan!!" geramnya pada dirinya sendiri, "Aku akan menghancurkanmu Ryan Hugos!!! karenamu aku sampai menyakiti orang yang sangat kucintai!!" amuk dan Dendam Lutz terus menguasainya, dan entah sampai kapan Lutz bisa menerima kenyataan ini.


*


*


*


bersambung