
"Pergilah Lutz.." ucap Ester dengan suara datar,
"Tidak. Kumohon maafkan aku.. maafkan kebiadaban diriku, aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi Ester" ucap Lutz sembari merangkup wajah Ester,
"Aku sudah tau semuanya Lutz.., kau tidak pernah mencintaiku, hatimu hanya ada clara, aku sudah tau bila Clara adalah kekasihmu, dan kalian tumbuh bersama.., pergilah Lutz, kumohon.. biarkan aku bertanggung jawab atas diriku sendiri.." lagi Ester mengucapkan kata - kata menyakitkan itu dengan terisak - isak.
"Tidak.., dia adalah masa laluku, kau adalah masa depanku Ester.., kumohon.. jangan lakukan ini kepadaku.." lagi Lutz memohon,
"Apakah kau mencintaiku? lihatlah aku Lutz.. jawab dan lihat kedua bola mataku, apakah kau mencintai aku?! Kumohon, untuk sekali ini saja jujurlah!" pinta Ester
Sejenak Lutz mengunci bibirnya, karena permintaan itu adalah untuk jujur Lutz ingin memulai lagi dari awal dengan kejujuran, "Aku belum mencintaimu Ester.., tapi aku tidak bisa hidup tanpamu.." jawab Lutz dengab suara rendah.
"Pergilah.., kau dan aku tidak akan pernah bisa berhasil dalam hubungan ini" Ester memohon kepada Lutz,
"Tidak!!! apakah semua ini karena Jacob?? Hah???!!! katakan Ester!! apakah kau mencintai Jacob!!!" Kini Lutz semakin emosi,
"Aku memang memberinya kesempatan, aku memang membuka sedikit hatiku untuk Jacob!! tapi semua itu karena sikapmu kepadaku!! tapi Jacob tidak pernah mendapatkan rasa cintaku seperti aku mencintaimu!! apakah kau paham itu Lutzz??!!" teriak Ester sambil terisak,
"Maka berikanlah aku kesempatan lagi untuk dapat memperbaiki semuanya Ester.., kumohon..." pinta Lutz kepada Ester,
"Entahlah Lutz.., aku mohon, berikanlah aku waktu untuk memikirkannya.., aku hanya butuh sendiri saat ini, kumohon pergilah" Pinta Ester sambil menangkupkan kedua tangannya kepada Lutz,
"Tidak.., aku tidak akan pergi.., aku tidak akan dengan keadaanmu seperti ini Ester..," kini Lutz sudah tidak perduli lagi dengan tembok kekecewaan dari Ester, Dia segera memeluk Ester dengan erat, dan tangisan Ester semakin pecah tak terbendung, dada Lutz terasa sesak dengan apa yang dirasanya kini,
"Maafkan aku... karena telah menodaimu.., maafkan aku..." pinta Lutz penuh penyesalan.
Tidak ada sedikitpun kata - kata yang keluar dari bibir Ester, hanyalah tangisan pilu yang terus berkumandang kala itu, Kini Lutz duduk di halaman samping Villa dengan memeluk Ester yang bersandar di dadanya.
Tanpa di sadari semua drama yang baru saja terjadi di saksikan oleh Jacob dalam diam di ujung jalan pintu Gerbang Vila itu,
"Bila cintamu tidak besar untukku, asal ada sedikit cela yang kau berikan untukku, mala aku tidak akan lagi mundur.., dan kau Lutz.., bila benar kau ingin menjadi baik aku tidak akan bersaing kotor denganmu, aku akan berusaha mendapatkan cinta Ester dengan cara yang tulus" gumannya,
Ketika Jacob hendak pergi, tanpa sengaja Lutz melihat ke arah Jacob, karena merasa membuat suara kakinya terdengar Jacob pun mengalihkan pandangannya ke arah Lutz, dan tatapan mereka bertemu satu sama lain, Lutz menganggukan kepalanya sebagai tanda terima kasihnya juga Jacob memganggukan kepalanya dari jauh sambil tersenyum.
"Baiklah.., let see Jacob..." guman Lutz..
*
*
*
*
*
*
*
bersambung