My Fatamorgana Love

My Fatamorgana Love
Undangan (clara hugos and Louis swett)


"Who Pap?" jawab Ester sedikit bingung,


"Your Lutz, call Him soon, and let Him know if I want to meet Him" Papa John memerintahkan Ester dengan sangat serius, dan Ester benar - benar melihat raut wajah Papanya yang berbeda, sambil menelan ludah, Esterpun menganggukkan kepalanya,


"Okay Pap..." jawab Ester singkat seraya mengambil telepon Genggamnya. "I'll call him know" sahut Ester sembari tersenyum kepada Papa John.


TUUUUUTTTTT.....TUUUUUTTTTT


"Ester,,,, aku tunggu - tunggu telponnya dari tadi, sampai aku lihat - lihat berita takut terjadi apa - apa sama kamu, aku hubungi juga dari tadi handphonemu tidak aktif, mengapa baru sekarang kamu telpon aku Ester???" Belum sempat Ester mengucapkan salam di balik telepon Lutz sudah berbicara panjang lebar,


"Iyah..., Maaf..., aku tadi langsung presentasi sama orang - orang eropa, salah satunya juga orang Jerman nggak tau yang mana yang orang Jerman tadi," jawab Ester,


"Ester...," panggil Lutz


"hemmm???" Ester menunggu apa yang akan Lutz katakan,


"I already miss you.., are you miss me?" tanya Lutz


"Iyah..., sama.,," jawab Ester, dari balik telepon Lutz tersenyum sinis mendengar suara lembut Ester yang dengan tulus mengungkapkan perasaannya,


"Lutz..., ehhmmm..., sebenarnya aku telpon kamu mau ngajak kamu nyusul aku ke yogya.." suara Ester terdengar ragu, Ester takut semua ini terlalu cepat,


"Kamu sudah gak kuat kan jauh dari aku?" Goda Lutz dari balik telepon,


"Iyah Lutz..., dan..., papaku juga sangat ingin mengenal kamu" sambung Ester. Mendengar apa yang di katakan oleh Ester, Lutz merasa sudah sangat dekat dengan tujuannya,


"Iyah aku juga sangat ingin menemui Papa mu, dan Ingin mengatakan bahwa aku tergila - gila pada anak semata wayangnya, dan ingin meminta ijin, apakah aku boleh menjadi kekasihnya" sambung Lutz,


Ester tersipu malu mendengar apa yang dikatakan oleh Lutz, "Okay..., kapan kamu bisa ke sini?" tanya Ester,


"As soon as posible honey," jawab Lutz,


----------


"Okay, see you soon Lutz" Ester menyudahi pembicaraan mereka,


"Bye Honey" Lalu Lutz juga menyudahi pembicaraannya dengan Ester, Pikiran Lutz kemana - mana mengatur strategi bagaimana untuk mengunci hubungannya dengan Ester dan membuat papa John menyetujui hubungan mereka, karena Lutz masih sangat tidak percaya diri dengan latar belakang keluarganya. Tiba - tiba Lutz mengambil telepon kantornya dan menelpon Jacob,


"Halo Pak selamat malam" ucap Lutz,


"Hai Lutz, ada apa telpon aku malam - malam?" jawab Jacob santai,


"Pak, besok apakah saya bisa ijin selama lima hari paling lama, karena ada urusan keluarga mendadak pak" ijin Lutz,


"Keluarga???? keluarga yang mana Lutz," tanya Jacob heran, karena Jacob juga tau latar belakang Lutz, "dan stop panggil gw Pak kalau pas di luar jam kantor lah Lutz..."


"Okaylah Jacob, please ini calon keluarga Jacob," akhirnya Lutz berkata apa adanya, agar Jacob mengijinkannya libur selama lima hari, namun Lutz tetap merahasiakan siapa yang di maksud oleh Lutz karena Lutz juga tau kalau Jacob menaruh hati kepada Ester,


"Ciyeee... siapa??? jujur dulu baru gw ijinin nih.." tanya Jacob,


"Hmmmm... adalah pak..." sambung Lutz,


"Yah sudah, nggak gw ijinkan, tetap masuk seperti biasa" sambung Jacob,


"Sialan bener nih Jacob!!" guman Lutz dalam hati,


"Clara!!! mau aku bawa lari dia, kalo orang tuanya masih nggak setuju aku akan bawa lari Clara" sambung Lutz bohong kepada Jacob,


"Waduh..., okey okey Lutz, sukses yah.. kamu boleh kok libur lebih dari lima hari, kalau ada apa - apa kabari aja, atau mau pindah ke jakarta nggak apa - apa, yang penting kamu aman sama clara" sambung Jacob dengan tulus,


"Thanks banyak yah Jacob" sambung Lutz.


Sebenarnya Jacob adalah teman Lutz ketika mereka masih SMA namun, setelah lulus SMA Jacob kembali ke Jakarta, mereka menjadi lebih Akrab karena secara kebetulan Lutz bekerja di perusahaan keluarga Jacob, dan Jacob juga banyak membantu Lutz, begitu pula sebaliknya, ketika Jacob bertindak seperti anak yang liar, biasanya Lutz selalu saja menjaga Jacob, namun kali ini sudah berbeda bagi Lutz.


"Aku tidak akan mengalah lagi sama kamu Jacob, maafkan aku. Tapi aku harus segera merubah nasibku sendiri, aku tidak mau selamanya jadi jongos kalian orang - orang kaya!" guman Lutz sambil tersenyum sinis.


-------------


Disisi lain Ester sangat bahagia, dan dengan sabar menunggu kabar dari Lutz tentang tanggal kedatangannya di Yogyakarta, tiba - tiba handphone Ester berbunyi dua kali, terdapat dua pesan singkat yang masuk di handphone Ester, dari Jacob dan Lutz, Ester mengabaikan pesan dari Kacob dan buru - buru membuka pesan dari Lutz..


"love you honey..., I'll be there soon" berikut isi pesan dari Lutz, membuat Ester berbunga - bunga bahagia,


"aku tunggu" balas Ester, Ester merasa malu dan masih canggung mengungkapkan perasaannya kepada Lutz, Lalu Ester membuka pesan singkat dari Jacob,


"Hai Lady.., kamu uda di Jogja kan? bulan depan aku ada perjalanan bisnis kesana, apakah kita bisa ketemu? sekitar dua minggu dari sekarang" Isi pesan Jacob membuat Ester tersenyum lebar, ingin membalas kebaikan Jacob selama Ester di Bali, kalo kesombonganmu sudah aku balas kini aku akan membalas kebaikanmu... guman Ester dalam hati,


"Okay Jacob, di tunggu" balas Ester.


------------


Lutz telah sampai di bandara dan telah menunggu di ruang tunggu, tanpa memberi tahu kepada Ester, Lutz bermaksud untuk memberikan kejutan, namun Handphone Lutz berbunyi tanda pesan singkat masuk tepat pukul 5 pagi saat itu, sedikit penasaran ingin menyalakan layar ponselnya tiba - tiba panggilan boarding dari maskapai penerbangan mengurungkan niatan Lutz dan segera Lutz mematikan ponselnya karena akan segera naik kepesawat.


Penerbangan makan waktu selama 55 menit, Lutz akhirnya sampai di bandara Adisucipto Yogyakarta, dan memilih untuk langsung menuju area Palagan untuk menginap di salah satu homestay yang sudah di pesan oleh Lutz.


Sesampai di homestay, Lutz segera bersiap - siap menggunakan pakaian rapi, jeans dan baju kemeja maroon sangat cocok menempel di tubuh bidang Lutz, Kulit Lutz tampak semakin bersih kontras dengan warna bajunya, rambut di sisir semua kebelakang dan diikat rapi karena rambut Lutz sedikit gondrong saat itu. Sambil menunggu tepat pukul 8 pagi, Lutz memilih untuk sarapan pagi di warung dekat homestay. Segera Lutz bergegas menuju kantor Ester pagi itu, tiba - tiba Lutz teringat ada pesan masuk, namun ketika Lutz mau membuka pesan singkat itu, ojek online yang ditumpangi Lutz telah berhenti tepat di depan kantor Ester.


Namun rasa penasaran dan terbesit perasaan yang sangat mengganggu hati Lutz membuat Lutz semakin penasaran dengan isi pesan singkat itu, ketika Lutz menyalakan kayar ponselnya dan membuka pesan text terlihat nama "Clara" lalu Lutz membuka isi pesan itu tapi tiba - tiba dari belakang seorang wanita memeluk tubuh Lutz dengan erat.


"Kok nggak bilang kalau sudah sampai???" Ester sangat bahagia melihat pujaan hatinya berdiri tepat didepan kantornya, buru - buru lutz memasukkan ponselnya ke saku celananya, dan Lutz membalikkan badannya juga seraya memeluk Ester,


"I miss you... mana Papa John?" tanya Lutz,


"Papa di rumah, ayo kita kembali ke rumahku aja" ajak Ester tapi tiba - tiba dari arah pos satpam terlihat mobil Papa John masuk ke parkiran,


"Loh..., itu papa..., katanya tadi nggak ke kantor" guman ester, "Ayo Lutz aku kenalkan sama papaku" ajak Ester, "Eh kita naik masuk aja yukk keruanganku, masa iyah kenalan di jalan ahahahaa!!" sambung ester sambil menggandeng Lutz masuk kedalan dan Lutz menuruti semua yang di katakan Ester, tapi pikirannya dan rasa penasarannya terfokus pada ponselnya,


Dari kejauhan Papa John melihat Lutz dan rasa penasaranpun tak terbendung, akhirnya Papa John menyusul masuk ke kantor Ester dan mengabaikan meeting dadakan pagi ini di kantornya.


Ketika Ester dan Lutz sudah berada di ruangan, Ester mempersilahkan Lutz duduk di sofa dan segera membuatkan kopi dengan tangannya sendiri untuk Lutz, dan Lutz dapat lagi menahan rasa penasarannya, segera Lutz mengambil ponsel dan menyalakan layar ponselnya ketika dibuka isi pesan dari Clara..., Jantung Lutz serasa di pukul besi panas, matanya membulat besar, tubuh Lutz serasa Panas karena rasa sedih dan emosi yang campur aduk tidak karuan, tertulis di pesan singkat itu ,


"Kami mengundang saudara Lutz Domzala, untuk ikut merayakan kebahagian kami :


Clara Hugos dan Louis Swett, yang akan mengikatkan tali kasih kami pada acara pertunangan, yang akan di adakan tanggal 10 September 2019 di Restoran Jimbaran"


Pikiran Lutz kalut, semua rencana yang sudah di susun Lutz dari Bali seakan buyar di otaknya, tiba - tiba pintu kantor Ester terbuka dan terlihat Papa John menatap tajam Lutz yang sedang duduk terpaku di sofa dan Ester yang sedang membuat Kopi di sudut ruangan, secara bersamaan Ester dan Lutz juga melihay ke arah Pintu masuk ruangan tersebut,


"Papa!!!! ini Lutz pa..." Ester menaruh gelas di meja dan menarik lengan Papa John,


Lutz segara beranjak dari tempat duduknya, "Selamat pagi Om, saya Lutz Domzala.." belum selesai Lutz berbicara, Papa John langsung memotong pembicaraan Luts,


"Yah..Yah,,,saya sudah tau, dan saya sudah dengar banyak tentang kamu, apa yang kamu inginkan dari anak saya?" tanya Papa John sinis, membuat Ester merasa tidak enak kepada Lutz,


Namun karena pikiran Lutz yang saat itu sedang terganggu dengan undangan dari Clara tanpa berpikir panjang Lutz menjawab pertanyaan papa John,


"Yang saya inginkan hanya hati dari Ester dan Restu dari Om, saya ingin menjadikan Anaknya Om sebagai Istri saya..."


*


*


*


jangan lupa like and share


saran dan kritiknya dong readers,,


dan follow IG ku @ovie.el