
Lutz segara beranjak dari tempat duduknya, "Selamat pagi Om, saya Lutz Domzala.." belum selesai Lutz berbicara, Papa John langsung memotong pembicaraan Luts,
"Yah..Yah,,,saya sudah tau, dan saya sudah dengar banyak tentang kamu, apa yang kamu inginkan dari anak saya?" tanya Papa John sinis, membuat Ester merasa tidak enak kepada Lutz,
Namun karena pikiran Lutz yang saat itu sedang terganggu dengan undangan dari Clara tanpa berpikir panjang Lutz menjawab pertanyaan papa John,
"Yang saya inginkan hanya hati dari Ester dan Restu dari Om, saya ingin menjadikan Anaknya Om sebagai Istri saya..."
"Lutz??!!!" Kedua mata Ester terbuka lebar, begitu pula dengan Papa John. Wajah Lutz yang awalnya terlihat kalut kini berubah seakan apa yang dikatakannya Lutz benar - benar menginginkan Ester, padahal saat itu hati Lutz berkecamuk antara emosi dan kecewa yang besar, namun semua tertahan dan terlampiaskan oleh kata - kata ngawur bagi Lutz, namun tidak bagi kedua orang yang sekarang sedang memandang wajah Lutz dengan seksama.
"Duduklah Nak," tiba - tiba Papa John mencairkan suasana dengan senyumannya,
"Apakah kamu benar - benar mencintai anak saya?" tanya Papa John halus kepada Lutz,
"Sangat! saya sangat mencintai Ester." jawab Lutz tegas, sambil menatap mata Ester, seketika Ester tersenyum, hatinya berbunga - bunga merasa sangat bahagia,
"Apa Alasannya? mengapa kamu bisa mencintai Ester dalam waktu yang sangat singkat Lutz? sedangkan Om dan almarhum mama nya Ester membutuhkan waktu 2 tahun untuk bisa melamarnya menjadi Istri om, kenang Papa John.
"Om..., saya tidak bisa memberikan jawaban mengapa dan sejak kapan saya mencintai Ester, saya juga tidak memilih Ester dengan akal sehat saya Om, tapi Hati saya yang memilih Ester, dan saya yakin Ester adalah wanita yang paling tepat untuk menjadi Istri saya" Lutz berkata - kata manis dihadapan Ester dan Papa John, mendengar apa yang di katakan Lutz, kedua papa dan anak itu menarik nafas dalam - dalam.
"Apakah tidak begitu cepat kamu melamar anak saya," Tanya papa John. Ester yang dari tadi berdiri lalu mendekati papa John dan duduk di sebelah papanya, sambil memegang tangan kanan papa John,
"Om..., kalau tidak sekarang saya melamar anak Om, maka besok akan ada pria lain yang melamarnya, dan saya tidak akan sanggup kehilangan Ester Om, dia sangat berharga bagi saya, seumur hidup saya..., saya hanya sendiri om, kali ini saya ingin memiliki keluarga yang selama ini tidak pernah saya miliki." apa yanh di katakan Lutz tidak semuanya bohong, namun Impiannya selama ini adalah memiliki keluarga bersama Clara bukan Ester.
Mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Lutz, Papa John langsung berdiri dan mengambil tangan Ester juga Lutz, kedua tangan itu di satukan, "Jika kamu juga mencintai Pria ini Nak..., Papa akan menikahkanmu dengan nya" ujar Papa John tersenyum dan menahan air matanya,
Ester langsung spontan memeluk Papa John, "Yes... Pap... I love Him" bisik Ester di telinganya. Lutz melihat apa yang baru saja terjadi membuatnya merasa tidak tega dengan kepolosan Ester dan ketulusan hati Tuan John Smith, namun tiba - tiba rasa iba itu disingkirkan jauh - jauh oleh Lutz "Aarrrgghhh!!! pergi jauh kau hati nurani, aku sedang tidak menginginkanmu menjadi malaikat penasehatku!!! Kau akan bertekuk lutut dihadapanku Tuan Hugos!!!" gumannya geram dalam hati,
"Baiklah Nak..., kalau begitu papa akan meninggalkan kalian berdua. Lutz..., malam ini kau boleh istirahat di rumah kami, karena sebentar lagi kau akan menjadi anakku." Lalu papa John memeluk Lutz dengan tulus, pergi menuju kantor yang tepat berada di gedung sebelah kantornya Ester.
"Lutz...??" tanya Ester,
"Iyah sayang..." jawab Lutz sambil memeluk Ester, "I love you...." bisik Lutz...
"Secepat ini kah?" Ester terlihat sedikit ragu,
"Apakah kau ragu padaku sayang?, aku tidak ingin membiarkanmu lama - lama sendiri, apakah kau tau? jika atasanku Jacob juga menyukaimu?" Tanya Lutz ingin tau perasaan Ester yang sebenarnya,
"Entahlah..., aku tidak tau.., kurasa kamu terlalu berlebihan Lutz, " sahut Ester sambil berjalan mengambil air mineral. Lutz menatap lekat bibir Ester yang kala itu sedang meminum air melalui sedotan kecil.
"Tidak.., aku tidak berlebihan." sambil beranjak mendekati Ester, Lutz memegang pinggang Ester dan menariknya sehingga membuat tubuh Ester lekat, mereka saling berhadapan dan memandang satu sama lain, Lutz menurunkan Botol air mineral itu di meja dan mendekatkan bibirnya lalu melumat lembut bibir Ester, "Sainganku sangat berat Ester.., aku hanya pria biasa yang memiliki Ekspektasi luar biasa, bahkan aku jatuh cinta pada dirimu yang berasal dari kalangan orang yang sungguh....tidak dapat aku ungkapkan, bila tidak sekarang, maka orang lain akan memilikimu.., aku tidak mau itu terjadi" Tutur Lutz sambil menundukkan kepalanya. Segala macam trick Lutz keluarkan agar dapat meyakinkan Ester bahwa dia sangat mencintai Ester, dan Lutz sudah mengetahui kelemahan hati Ester yang tidak tega melihat orang jika orang itu merendah di hadapannya,
"Jangan.., jangan pernah kamu berpikir kamu tidak pantas untuk aku Lutz..., aku mencintaimu karena dirimu bukan status ekonomimu.." apa kau paham? tanya Ester,
"Terima kasih sayang...," lalu bisa kah kita menikah secepatnya?
"Bukanlah sangat eksentrik bila kita menikah secepatnya, dan hanya di hadiri beberapa orang saja Ester?" tanya Lutz,
"Apa kau tau Lutz, menikah dan duduk di pelaminan itu bagiku sangatlah terlalu megah, aku sangat anti dengan kemegahan dan kemewahan, impianku sebenarnya, kita menikah berdua dihadapan pendeta, dan Papa ku, mungkin bisa kita undang beberap sahabat kita?" Ester sudah membayangkan bagaimana kelak ia menikah dengan Lutz,
"Gleen??? aku telpon Gleen yah sayang..." sambung Lutz,
"iyah, ahahahhaa" Ester sangat bahagia, "Ayo kita mencari jass untuk kamu pakai Lutz" ajak Ester,
"Jazz??? oh tidak Ester aku ingin menikah menggunakan Batik Yogya dengan celana jeans dan sepatu converse ku" hahahahaa sambung Lutz,
"Aku akan menggunakan Baju yang sudah kurancang sendiri Lutz" sambung Ester dengan tersenyum, "Apakah dia benar jodohku..,,mengapa impiannya sama dengan impianku Tuhan..., bila Lutz memang akan menjadi jodohku, lancarkanlah semuanya" tiba - tiba Ester memeluk Erat tubuh Lutz,
"Aku ingin menikah besok dengan mu Ester.." kedua mata Ester berkaca - kaca ketika mendengar niat baik Lutz,
"Baiklah Lutz.., aku akan bilang kepapa..., " jawab Ester,
"Tidak aku yang akan mengatakannya" sambung Lutz..., mereka berdua sama - sama berjalan menuju Kantor Papa John, dilihat papa John baru saja menyelesaikan meeting,
"Ayo..., Take a lunch yukkk" ajak Papa John..,
"Pap..., sebelum makan ada yang ingin kami sampaikan" Ester beranjak dari tempatnya Lutz dan segera memeluk lengan Papa John sambil memberi kode agar Lutz berbicara dengan Papa John,
"Om..., Kami ingin menikah besok Om..." Lutz menahan rasa gerogi, walaupun semua ini tidak serius bagi Lutz namun tetap saja, menikah adalah sesuatu yang tidak dapat di anggap remeh, pikir Lutz.
"WHATTT THEE FFVVVVVCCCKKK????!!!" Suara asing terdengar dari belakang punggung Lutz, sontak semua orang melihat ke arah pintu masuk ruangan meeting tersebut.
*
*
*
jangan lupa like and share
saran dan kritiknya dong readers,,
dan follow IG ku @ovie.el
Cek semua karyaku yah..:
Aku adalah Indah dan Portal jiwa