
#Ester Smith
kriiinggg.....kriiingggg.....kriiinggg.....
"Halo..., ada yang bisa di bantu?" jawab Ester lewat telepon kamarnya
"Selamat malam Nona Ester, ini dengan Naning dari Coztumer services hotel, Nona disini ada Tuan Jacob White, katanya ada perlu dengan Nona Ester mengenai dokumen Villa di jln. Mawar"
"Oh okay Mbk Naning, thanks banyak yah..., minta tolong tunggu 15 menitan gitu yah mbk, saya ngabisin makan dulu, hehehehe"
"Baik Non, akan saya sampaikan pesannya, Selamat malam" tutup Naning
Dengan santai Ester menghabiskan makan malamnya, "Ahh...., Kenyaaaanggggg" gumannya sendiri, Tanpa mengganti pakaian Ester langsung berjalan keluar kamar untuk menemui Jacob. Tampak dari kejauhan Ester melihat Jacob yang sedang duduk sambil memainkan Pensil di tangannya sambil melamun.
"Hai Pak Jacob, Data apa yang mau di berikan pak?" sapa Ester, dan Ester cukup bingung melihat Jacob yang hanya berdiri tanpa sepatah katapun "Nih orang kesambet atau gimana yah?? kok diam aja, mana ngeliat aku kayak liat hantu lagi..., pakai acara keringetan segala, perasaan AC nya dingin....hmmmm cakep juga si Jacob walaupun Pekok orangnya" guman Ester tersenyum.
"Halooooo haloooo..., Are you there??" sambung Ester dan membuat Jacob terkejut seketika, "Hmmmm..., baru sadar nih orang" gumannya dalam hati
"Ouch.., so sorry Ester, please...jangan panggil saya Pak, Panggil aja Jacob, sebelumnya saya mau meminta maaf atas kelakar konyol saya tadi siang yang mungkin sudah kamu ketahui, saya tidak bermaksud meremehkan atau apalah namanya..., walaupun.. ehhmm...,yah..intinya saya mau minta maaf dan btw sebenarnya tidak ada dokumen apapun yang mau saya berikan kepada kamu Ester, hanya ini Cek senilai Dua Ratus Juta saya harus kembalikan untuk kamu, karena kita sudah Deal di angka Tiga Milyar bukan?, saya mohon maaf.. sekali lagi kepada kamu, please uang ini di terima" pinta Jacob
"Oalahhh..., sadar to nih orang,hehehehe" dalam pikiran dan hati melihat tingkah Jacob membuat Ester tertawa, "Ohhh...., It's okay Pak Jacob.."
"Jacob..., please call me Jacob..., jangan ada Pak lagi, okay?" pinta Jacob
"Okay Jacob, hmmmm untuk yang Dua Ratus saya tidak bisa terima, kalau kamu tidak menginginkannya berikan saja pada yang lebih membutuhkan, okay?" dengan santai Ester menjawab dan duduk di depan Jacob, mata Ester memandang Mata Jacob yang terlihat tulus mengakui kesalahannya karena telah menghina karir Ester sebagai seorang seniman,
"Okay Ester.., kalau kamu tidak mau menerima ini, tidak apa apa, tapi saya tidak akan percaya kalau kamu benar benar memaafkan saya..."
"Jacob, jangan di bawa perasaan, saya tidak apa apa kok, saya sudah anggap itu sambil lalu aja" Kata Ester sambil tersenyum manis, Ester berpikir untuk menghargai niat baik Jacob yang sudah datang meminta maaf akan kesombongannya, bagi Ester Butuh keberanian bagi seseorang apalagi orang terpandang untuk merendah meminta maaf, itu ibarat orang yang sedang mendaki gunung dengan memikul beban yang berat, jadi apa yang di lakukan Jacob malam ini sangat dihargai oleh Ester.
"hmmmmm, Ester... kalau memang kamu memaafkan aku, maukah kamu makan malam denganku?Please Ester.., aku akan mempersiapkan makan malam di tempat yang sangat kamu sukai" Kembali Jacob memandang mata Ester.
Hmmmmm...., Dia ngajakin makan malam ketempat yang aku suka??? hmmmm...., okay Jacob surprise me dan ternyata di balik kesombongan mu ada sisi Humble yang tersembunyi, gelitik pikiran membuat lagi lagi ester tersenyum,
"Hmmmmm..., Okay No problem, When and Where, but kita baru kenal bagaimana mungkin kamu tau tempat yang paling aku sukai?" jawab ester sambil memainkan mata nya
"Lusa yah Ester, aku akan jemput kamu, pukul Tujuh malam aku jemput, untuk tempat kamu akan tau nanti,"
"Hmmmm, Ok deh See You soon yah Jacob" sambil berdiri Ester menyodorkan tangannya kearah Jacob, dan Jacob pun langsung menyalami tangan Ester.,
"Thank Ester, Nice to meet you.." Pamit Jacob sambil meninggalkan Ester, berjalan menuju tempat Parkiran mobilnya.
"Tumben nih orang jalan kaki, biasanya di depan uda ada mobil yang nunggu, Gagah juga sebenarnya, cobaaaa gak kebanyakan model dan gak sombong, hihihiiii" Guman Ester sambil lalu menuju ke kamarnya lagi, "Eh.., thank yah mbk Ning" Tegur ramah Ester ke arah CS hotel sambil melambaikan tangan.
Sesampainya di kamar Ester membaringkan tubuhnya di atas Spring bed, dan memainkan handphonenya,
"Pap...,I miss you..., have you dinner?" tanya Ester melalui WA ke Papa John
"Yes Dear.., papa sudah selesai makan, sepiiii...., gak enak makan sendiri T_T " balas Papa John
"I'll be back soon Pap..😘" balas Ester, dan membuka aplikasi sosmed nya. Ada sebuah notifikasi followers baru, "Oh...Lutz..." tanggapan biasa melihat followers baru bagi Ester, Namun Ester sedikit menaruh perhatian ketika melihat video singkat Lutz bermain Saxaphone dengan lihai, sambil tersenyum Ester mengulang ulang kembali Video tersebut, "rasanya tidak salah jika menegur Lutz by direct message, kan toh aku juga sudah kenal dengan Lutz" gumannya
"Hi Lutz, thanks for follow me.., btw are you can play Saxaphone?" tulis Ester
"Haii!!! Nona Ester, nice to meet you di sini hehehe..., Iyah aku bisa bermain Saxaphone, maukah besok Malam nonton saya bermain di Cafe H&K???" ajak Lutz
"Hmmmm....ternyata Lutz juga bermain di salah satu Cafe yang cukup terkenal di sini, berarti beberapa teman musisi ku pasti mengenal Lutz, jika Lutz bermain di Cafe H&K" gumannya
"Oh.., kamu bermain di Cafe??? Okay Lutz, why not :) :)" balas Ester
"Okay Nona Ester, See you tomorrow, btw, maukah saya jemput dengan sepeda Motor ??" tanya Lutz
Naik Motor hal biasa bagi Ester, sebenarnya Ester lebih menyukai kendaraan beroda dua seperti sepeda motor dan vespa, bukanlah hal yang harus membuat nya berpikir panjang untuk menyetujui undangan dari Lutz,
"Thanks, night Miss Ester" Balas Lutz mengakiri pembicaraan,
"Mungkinkah Glenn kenal dengan Lutz?" Tanpa menunggu Ester mengambil Handphone nya dan menghubungi Glenn, salah satu sahabat Ester di Bali sekaligus pemilik penginapan yang Ester tempati saat ini.
"Halooo Bli...., Lagi Ngapain kamu?" Sapa Ester melalui telepon genggamnya,
"Aku lagi di bawah nih, ngerekap semua pembukuan. Woiii Smith! katanya ada Cowok Ganteng yang tadi ngapeli kamu yeee???" Goda Glenn
"Duh Glenn, aku ke sana yah...., Ahh itu cuman urusan Bisnis aja tauu..."
"Iyeee sini.., cepetan! aku tunggu"
Buru buru Ester sedikit berlari ke arah Lobi Hotel untuk bertemu sahabatnya Glenn,
"Gleeeeennnn!!!! Oh My Maaannn!!!" Teriak Ester sambil membentangkan kedua tangannya dan berlari memeluk Glenn.
"Esterrrrr!!!" Dan Glenn pun Memeluk Ester, "Maaf yah Jeng, aku baru datang, kemarin masih sibuk, ini juga kebetulan besok main di seputaran sini, yah sekalian lah mampir ngeliat Bisnis sederhanaku ini" Ujar Glenn sambil merapikan data data dan memasukkan semuanya ke Tas miliknya, "Mau disini atau jalan jalan ke pantai kita?" tanya Glenn kepada Ester,
"Nongkrong di sini aja lah, kamu bawa tas segede gitu juga, hehehehe"
"Yah Yukkk.., sini duduk.., Eh Ning Naning, bawain aku Soda gembira terus buat Jeng Ester Juss semangka gak pake susu yah.." pinta Glenn yang sudah hafal juss kesukaannya Ester.
Tersenyum lebar Ester melihat Glenn "Thanks banyak Bli..."
"Eh, Jangan Senyum gitu, kamu mau aku nanti jatuh cinta terus jadi normal gara gara kamu gitu???" Goda Glenn membuat mereka berdua tertawa terbahak bahak bersama.
"Eh Bli..., kamu besok mau main di H&K Cafe yah?" Tanya Ester
"Iyah..., kok tau, aku mau ngajak kamu nonton, yukkk ikutan yukkk, ntar aku jemput" ajak Glenn
"Aku uda di ajak sama cowok yang main juga di sana sih..., makanya mau nanya ke kamu Glenn, Kenal gak sama itu cowok..??" Ester berbicara sambil memperlihatkan Sosmed Lutz ke Glenn.
"Ohhh Lutz..., kenal lah..., Nih kasihan nih latar belakangnya nih anak nih Ter..." jawab Glen, dan Minuman yang dipesan pun diantar oleh mbk Naning, "Thanks yah Ning" jawab glenn
"Sama sama Tuan" jawab mbk Naning, Namun Ester tidak fokus ke minuman yang diantar, Ester Fokus dengan kata 'kasihan dan latar belakang' yang di katakan oleh Glenn.
"Maksudnya kasihan gimana toh Glenn? dia kerjaannya bagus itu Kepala Marketing di perusahaannya Jacob White, gajinya pasti lumayan lah Glenn" tanya Ester bingung,
"Yang aku yah..., yang aku tau loh..., Lutz itu anak Yatim piatu, dia sendiri yang bilang klo dia di buang sama mama nya, dan Lutz gak pernah lihat mamanya apalagi papanya, disaat semua orang ngadopsi teman temannya, bahkan Kakak ceweknya juga di adopsi walau sama neneknya sendiri, Eh si Lutz gak diambil sama neneknya, di biarin besar di Panti...., Uda gitu banyak yang gak mau ngambil Lutz dengan alasan Latar belakangnya itu..., maaf maaf aja Ter..., bukannya aku mau menghina, tapi Lutz sendiri bilang kalo orang tuanya gak jelas dan itu buat dia sampe selesai kuliah tetap hidup di Panti asuhan, kasihaaannn..... Lutz sekarang agak mending lah gak terlalu frustasi kayak dulu jaman masih SD, dia satu SD sama aku Ter..,, yah gitu di bully sama teman temannya, termasuk aku juga dulu ngebully dia hehehehee..." terang Glenn panjang lebar ke Ester..
"Ih, kamu kok jahat banget sih Glenn..." jawab Ester kesal, namun tiba tiba ada rasa Iba dan empati kepada Lutz,
"Yah Elaah..., masih kecil waktu itu, ikut ikutan lah aku Ter.., tapi pas jaman Kuliah kan ketemu lagi, malah dia akrab sama aku, sekarang aku manggung bareng sama dia, cuman beda motivasi yah Ter..., Kalo Lutz main nyari uang, kalo aku main Nyari Cowok Ahahahahahah" kelakar Glenn membuat Ester Tertawa terbahak bahak,
"Gila lah kamu Glenn, gak ada tobat nya yah..." Jawab Ester sambil menikmati Juss semangka, dan mereka melanjutkan perbincangan hingga larut malam.
Tidak terasa sudah tengah malam, Ester berpamitan untuk beristirahat kepada Glenn, juga Glenn berpamitan untuk kembali ke rumahnya dan mereka berpisah.
*
*
*
Minta kritik dan sarannya yah readers
jangan lupa like dan favoritkan Novelku
juga Follow IG ku @ovie.el