
"Oh God, I need to be fast" guman Ester yang belum sadar bahwa ini masih jam 7 pagi, Ester telah bersiap siap untuk pertemuannya hari ini dengan pemilik Villa.
Ester sangat Cantik dan Modis dengan Kaos ketat berwarna putih dan Celana jins Belel nya, menggunakan sepatu Boots, dan tidak lupa Ester memakai Outer Jaket Jins Belel, Ester lalu turun ke Lobi dan mengambil roti untuk sarapan pagi itu.
Tiba tiba Ester teringat akan Papa John, "tuuutttt.....tuuuuttt.....tuuutttt....."
"Hi Honey, How are you?" sapa Papa John di balik telepon genggamnya
"Pap..., I miss you..., by the way Pap.. I have good news for you, oh,...sorry how are you Pap?"
"I still alive Ester, apa itu berita bagusnya? kamu sangat bersemangat yah hari ini?" tanya Papa John sambil tertawa kecil
"Yes Papa..., Pa.. Ester membeli sebuah Villa kecil di atas Bukit di daerah Ubud, Rumahnya pas di ujung Tebing, But Please papa don't be Mad because you know me Pap..., Impian Ester untuk mandiri right?" rayu Ester kepada papa John
"Ester, apapun yang buat kamu bahagia, Papa bahagia juga, by the way, you need to back soon Ester, because your costumer need you, Listen Ester Yesterday post man bring some letter and I read those Letter from the biggest Art company" sontak Info dari Papa John membuat Ester sangat bersemangat.
"Oh thank you so so much Pap, Ester ada big Project pa untuk karya Artistik dan akan di Export ke Paris, I will back soon Pap, thank you so much, love you Pap" Pamit Ester
"Okay, see you soon Baby Girl" sambung Papa John dan menutup sambungan telepon.
Ester adalah seorang Designer dan juga Seniman di bidang Seni Rupa, mendesign ruangan pun salah satu keahlian Ester, sebagai seniman Ester memiliki sisi eksentrik dalam dirinya, Ester sangat menyukai hal hal unik dan tidak biasa, mulai dari selera musik Sungguh lucu Ester lebih suka dengan musik etnik, Dulu Ester sangat mencintai Etno musicology, mempelajari alat musik dan sejarah dari musik musik atau alat alat musik unik yang disukainya. Lewat bimbingan dari Papa John yang terus mengasah bakat seni dari Ester, maka ester menjatuhkan pilihannya untuk mengambil Jurusan seni rupa di kampus Seni yang terletak di Yogyakarta, dan Kini Ester mendulang rejekinya lewat bakat dan basic seni yang sudah dipelajarinya.
Bagaimana tidak, Papanya Ester memiliki jaringan yang luas baik dalam negeri maupun luar negeri, sekalipun dengan sifat idealisme Ester yang ingin berusaha sendiri namun tanpa sepengetahuan Ester, Papa John sangat banyak membantu, dengan mempromosikan bakat anak kesayangannya kepada kolega di dalam maupun di luar negeri, dan Benar oleh karena Karya Ester sangat Artistic dan Rapi membuat Ester sangat dipercaya bukan hanya karna promosi Papa John tapi juga karena Etos Kerja Ester sendiri.
Waktu berjalan tepat jam 10 pagi, handphone Ester berdering "Halo selamat Pagi Bu Ester, ini Chika mau info kalau pemilik Villa ngajak ketemuannya langsung di Villa nya saja bagaimana Bu?"
"Hmmmmm..., saya sih sudah cocok sama Villa nya mbk Chika, saya rasa kita ketemuan di tempat saya stay aja gimana?"
"Okay akan saya sampaikan, jangan di tutup telponnya yah Bu, (terdengar Chika berbicara dengan seseorang), Okay Bu Ester nanti akan saya dampingi untuk bertemu dengan pemiliknya yah, nama Pemilik Villa nya adalah Pak Jacob, jam 11 kami akan sampai di sana, saya minta shareloc yah Bu" pinta Chika kepada Ester
"Okay, thanks Mbak Chika" tutup Ester
_____11:00am_____
Tampak dari depan Loby seorang pemuda Tampan berjalan bersama Chika mendekat kearah Ester duduk, dan Ester menyambut mereka berdua dengan Ramah,
"Silahkan duduk Mbak Chika dan Pak??" tanya Ester
"Lutz, nama saya Lutz, panggil saja Lutz" sambung Lutz
"Oh, katanya mau datang dengan Pak Jacob?" tanya Ester kepada Chika
tidak lama kemudian datang lagi seorang pria yang tak kalah tampan menghampiri mereka semua
"Hi, saya Jacob, anda Ester??" tanya Jacob
"Iyah saya Ester, silahkan duduk Pak Jacob" dan Ester memanggil pelayan untuk memesankan minuman buat semua tamu tamunya
"Baik pesanan sudah saya catat, mohon di tunggu" kata Pelayan dengan ramah dan meninggalkan Ester dan para tamunya.
"Baik Bu ester, ini Bapak Lutz adalah atasan saya yang akan mengurus semua surat surat yang ibu butuhkan dan notaris butuhkan, dan ini adalah bapak Jacob pemilik Villa dan beberapa Properti baru di sini, kebetulan Villa Mawar adalah Villa pertama yang di buat oleh perusahaan Bapak Jacob dan langsung di beli oleh Ibu Ester" terang Chika kepada Ester
"Oh okay, nice to meet you" jawab Ester menyapa Lutz dan Jacob
"So..., untuk harga bagaimana Ibu Ester?" Tanya Jacob yang masih agak kurang yakin Ester akan membeli propertinya dengan harga yang yah... cukup mahal, dengan penampilan Ester yang eksentrik dan low profile tidak menggambarkan latar belakang ekonomi keluarganya yang sangat luar biasa Kaya nya, mendengar pertanyaan Jacob, Ester langsung sedikit tersenyum
"Oh..., untuk Harga masih nego kan?" tanya Ester merendah
"Yah..., tapi saya tidak bisa menurunkan terlalu jauh dari harga semula" jawab Jacob sombong, yah tidak salah Jacob berlagak sombong, karena tanpa menjual Villa sebenarnya Jacob juga berasal dari keturunan dan keluarga kaya raya, namun Jacob dan keluarganya memiliki gaya hidup yang sangat glamour, berbanding terbalik dengan Ester yang lebih down to earth dan super humble.
Tanpa pikir panjang Jacob langsung mengulurkan tangan tanda deal kepada Ester,
"Okay Thank you" sambung Ester
" So Ibu Ester, mau kami bantu proses KPR nya? dan kira kira uang mukanya berapa?" tanya Jacob lagi kepada Ester
Namun Ester tidak menjawab pertanyaan dari Jacob hanya membalasnya dengan senyuman, "Pak Lutz, kira kira berkas apa saja yang anda butuhkan? dan kapan kita akan bertemu dengan Notarisnya?" tanya Ester lembut kepada Lutz
Lutz memandang Ester yang sangat Cantik pesona Ester saat itu benar benar membuat Lutz dan Jacob salah tingkah, namun Lutz adalah pria yang sangat mampu menyembunyikan perasaannya berbeda dengan Jacob yang malah terlihat over acting dan terlihat sombong.
"Sore ini bisa kok Bu..., karena kebetulan saya dan Chika ini bekerja di perusahaan properti Pak Jacob dan di kantor kami standby Notaris dari perusahaan kami" jawab Lutz
"Oh, bagaimana kalau Notarisnya pakai Notaris saya apakah bisa?" tanya Ester
"Bisa bu, senyamannya Ibu Ester saja" jawab Lutz profesional
Ester langsung menelpon Notaris keluarga nya yang biasa di pakai oleh Papa John dan perusahaannya "Halo Pak Rudi, mengenai Villa yang kemarin saya info by whatsapp mau transaksi hari ini, bisa di bantu jam brpa Pak?..............., oh okay............., okay nanti nomor kepala Marketing yang mempersiapkan datanya akan saya kirim by WhatsApp yah Pak?, okay thank you Pak Rudi" tutup Ester
Jacob sangat terkagum kagum melihat gaya Ester, namun Jacob masih belum sadar kalau Ester adalah anak dari John Smith pemilik perusahaan properti terbesar di Denpasar.
"Pak Jacob, Pak Lutz dan Mbak Chika, nanti kita ketemu jam 3 di kantor Notaris Rudi Purnomo yah, akan saya kirimkan alamatnya" sambung Ester
"Oh Rudi Purnomo, saya kenal dia, dan saya tau kantornya" jawab Jacob
"Okay, oh satu lagi Pak Jacob uangnya mau Cash, transfer or Cek?" tanya Ester
"Kalo bisa Cash ahahahaha..., sekalian di bawain alat hitung uangnya yah..." goda Jacob kepada Ester
Namun Guyonan itu di tanggapi serius oleh Ester karena Ester kurang respect dengan gaya bicara dan tata krama Jacob.
"Okay." jawab Ester sambil lalu meninggalkan ke tiga tamunya dengan semangat.
Lutz memandang Ester dari ujung kaki sampai ujung rambutnya "Gila, semok bener nih cewek" dalam hatinya Lutz
"Body goals banget yah Lutz" kata Jacob membuyarkan lamunan Lutz, dan di sambut senyuman simpul dari Lutz,
"Saya mau dapat yang kayak gitu gampang Lutz, tinggal petik jari dua kali uda dapat," ujar Jacob meremehkan Ester,
"Yah pak..., gitu gitu, dia mau bayar Cash 3M loh pak" timpal Chika kepada Jacob
"Yah itu kan 'katanya' kita lihat aja nanti, kalo feeling saya sih dia mau kasih Down Payment dulu terus ngurus KPR Chik, nginepnya aja di hotel biasa gini Chik...., masa iyah 3M Cash Chik" jawab Jacob
"Yah lets see aja pak, mau Cash or Down Payment KPR kan penting Villa Bapak Laku" kata Lutz sambil mempersilahkan Jacob masuk menuju mobil
"Yah benar kamu Lutz" jawab Jacob sambil tertawa
*
*
*
minta kritik dan saran yah..
jangan lupa like
dan follow IG ku @lizbet.lee