My Fatamorgana Love

My Fatamorgana Love
Keputusan Papa


"Pap..., sebelum makan ada yang ingin kami sampaikan" Ester beranjak dari tempatnya Lutz dan segera memeluk lengan Papa John sambil memberi kode agar Lutz berbicara dengan Papa John,


"Om..., Kami ingin menikah besok Om..." Lutz menahan rasa gerogi, walaupun semua ini tidak serius bagi Lutz namun tetap saja, menikah adalah sesuatu yang tidak dapat di anggap remeh, pikir Lutz.


"WHATTT THEE FFVVVVVCCCKKK????!!!" Suara asing terdengar dari belakang punggung Lutz, sontak semua orang melihat ke arah pintu masuk ruangan meeting tersebut.


"Apakah ada yang tertinggal Mr. White?" tanya Papa John, tanpa menghiraukan pertanyaan Papa John, Jacob langsung mendatangi Lutz dan Ester menahan rasa marah, sedih, kaget semua bercampur jadi satu,


"Bisa kah kita berbicara berdua Lutz?" tanya Jacob di hadapan semua orang, dan melihat apa yang terjadi membuat Papa John sangat bingung, juga Ester.., tapi Ester tidak sekaget Papa John karena Ester sudah tau kalau Jacob adalah atasannya Lutz,


"Baik," Lutz menganggukkan kepalanya, "Ester dan Om, saya permisi sebentar, nanti akan kembali kesini lagi" pamit Lutz, sambil berlalu meninggalkan Papa John dan Ester yang masih tampak kebingungan di dalam ruangan meeting itu, Lutz dan Jacob keluar ruangan dan Jacob dengah sedikit menahan rasa geram kepada Lutz tapi berusaha mengatasi emosinya,


"Lutz!! kamu bilang akan melamar Clara!! lalu mengapa kamu malah ke yogya dan melamar Ester?! HAH?!!! Jawab aku Lutz!!! sedangkan kamu tau kalau aku sangat menyukai Ester!!!" Bisik Jacob kepada Lutz dengan gusar.


"Jacob, jika aku jujur kepadamu, kau pasti melarang.., sejak jaman kuliah aku selalu saja mengalah denganmu, tapi untuk masalah ini, maaf Jacob..aku tidak bisa, aku sangat mencintai Ester dan begitu pula dengan Ester, di Bali kami sudah jadian tapi semua aku rahasiakan Jacob" Lutz berbohong kepada Jacob.


"Kalau kau sudah jadian sama Ester di sana, kenapa kau membiarkan aku mendekati Ester?? HAH?!!Brengsek kau Lutz!! kenapa?! kenapa kamu tidak bicara dari awal?! agar aku tidak berjuang untuk mendekati Ester!! apa kau tau Lutz!! Ester itu cinta pertamaku!!" Jacob sangat gusar dengan kenyataan yang harus di hadapinya,


"Maafkan Jacob.., tapi aku juga sangat mencintai Lutz.." tiba - tiba suara Ester membuyarkan pertengkaran Jacob dan Lutz, dan seketika itu juga Jacob mengatupkan kedua bibirnya lalu memandang Ester dengan mata berkaca - kaca,


"My Lady.., kalau kau memang mencintai Lutz, maka aku tidak bisa berbuat apa - apa, dan kau Lutz jika kau berani menyakiti wanita ini, aku akan menghabisimu!!" ancam Jacob seraya meninggalkan Lutz dan Ester.


Lutz menghela nafas panjang dan merangkul Ester untuk kembali bertemu dengan Papa John, "Apakah ucapan Jacob tadi mempengaruhi hatimu padaku?" tanya Lutz sambil memandang wajah sendu Ester,


"Tidak," jawab Ester, tapi sebenarnya hati Ester begitu sedih melihat Jacob, bahkan Ester tidak menyangka jika Jacob sebenarnya jatuh cinta dengan Ester, namun hati Ester lebih cenderung kuat memilih Lutz,


"So..., kalian sudah putuskan akan menikah besok?" Papa John menegaskan kembali apa yang di katakan oleh Lutz,


"Iyah Pap..." jawab Ester, "Saya tidak mau menunda lama Om, saya takut kehilangan Ester Om" Lutz mempertegas kembali omongannya,


"Lalu bagaimana mungkin kalian mengurus semua administrasi pernikahan hanya dalam waktu setengah hari hah?" tanya Papa John,


"Kami akan ke penghulu pernikahan dulu Pap, untuk urusan administrasi kenegaraan akan kami susulkan, yang penting kami Sah dulu Pap" jawab Ester,


"Pap..... Pleaseeee papppppp......" Pinta Ester manja kepada papanya,


"But Ester, it's not make sense!! How can you want maried with stranger??!!!! you make me Worry!!! you just know Him Ester!!" Papa John terlihat sangat kawatir akan masa depan anaknya,


"But Pap..., Papa bilang papa menyukai Lutz, kenapa sekarang papa berubah pikiran? Pap..., I love him Pap..., pleaseeeee" kembali Ester mencoba meyakinkan Papa John, namun Papa John sangat heran dengan sikap Ester yang berubah menjadi nekat untuk masa depannya, karena Ester sangat memperhitungkan segala sesuatunya dengan matang dan tidak gusar dalam mengambil keputusan. Papa John mendekati Ester dan memeluk erat anaknya, tak terasa air mata Papa John mengalir deras membasahi bahu Ester,


"Pap..., why you crying? please Pap.., jangan kayak gini pap..., please..." Ester merasa dadanya begitu sakit melihat Papa John bersedih,


"Entahlah Nak..., ini airmata kebahagiaan karena kamu sudah dewasa, atau air mata kesedihan karena Papa harus melepasmu dengan Lutz, Papa belum bisa menyimpulkan apa - apa" Papa John kembali duduk di kursi direkturnya, "Ester please give me time to thinking.." pinta Papa John sambil memijit - mijit kepalanya sendiri, melihat Papa John sangat tertekan Ester tidak mau memaksakan keinginannya sendiri,


"Papa..., Ester akan keluar senbentar untuk membiarkan papa berpikir" Ester mengecup kening Papa John dan Papa John memegang pergelangan tangan Ester,


" Duduklah..., " Ester menuruti keinginan papanya, dan duduk berhadapan dengan Ester, lalu Papa John memegang kedua telapak tangan anak kesayangannya itu, "Ester..., Papa tidak setuju jika besok kamu menikah secara mendadak, kita adalah keluarga terpandang, walaupun papa tau selama ini kita berdua selalu mengabaikan derajat ekonomi dan tingkatan sosial, Papa ingat dulu sebelum mamamu melahirkan kamu, dia selalu berpesan kepada Papa, untuk menjadikan pernikahanmu sebuah pernikahan yang megah, karena Papa tidak bisa memberikan itu kepada mamamu.., Papa tau karaktermu seperti Papa.., kamu tidak menginginkan sebuah pesta besar tapi ini adalah permintaan dari mendiang mama.., dan terus terang Papa juga tidak seyakin dirimu tentang Lutz.., maafkan papa, mungkin karena papa cemburu atau memang feeling papa, atau apalah ini namanya nak..."


"But, Pap,,,"


"Hussshhhh...., stop. I'm not finished yet." Potong Papa John sambil menempatkan jari telunjuk di bibir Ester, "But, because you love him so much, I can see it Ester, Papa akan mengadakan acara pertunangan sederhana antara Kamu dan Lutz besok malam di sebuah restaurant, tapi pernikahanmu harus di rencanakan sematang dan sebaik mungkin, ini keputusan final Papa... No more negotiation Ester." Papa John menegaskan pada Ester, ketika Ester melihat wajah serius Papa John, Ester tidak mau berdebat panjang, dan Ester mengembangkan senyum lebarnya kepada Papa John lalu memeluk erat Papa John, satu - satunya kerabat yang dimilikinya.


"Papa..., I will not argue with you about all you want Pap..., Ester akan menuruti semua nasehat Papa..., I love you so much Pap..." Ester kembali memeluk erat Papa John dqn mendarat ciuman di wajah Papanya.


"Sekarang Panggil Lutz untuk bertemu dengan Papa.!" perintah Papa John kepada Ester, dan seketika Ester menelan ludah karena merasa gerogi.


*


*


*


*


bersambung