My Fatamorgana Love

My Fatamorgana Love
Benang Kusut 2


"Tuhan..., mengapa Kau sangat tidak adil untuk hidupku..., jika harus memilih.. lebih baik aku di jadikan sebagai Binatang atau Tumbuhan yang tidak memiliki perasaan seperti manusia, aku tidak pernah ingin di lahirkan sebagai Lutz Domzala, anak yatim piatu yang tidak mengetahui di mana keberadaan kedua orang tuanya dan tidak pernah memiliki Cinta yang bersemayam di hatiku ini.." Guman Lutz dalam hati, sembari menatap ke arah matahari yang kini mulai tenggelam, lagi..., deburan ombak terdengar indah di telinga Lutz,


Setelah Matahari tenggelam dengan sempurna, Lutz segera melajukan kendaraannya ke arah Panti Asuhan, Kini dengan perasaan yang kacau balau, Lutz berlari menuju sebuah Kapel kecil, mengadukan segala keluh kesahnya depan Patung Bunda Maria,


"Kau adalah seorang Ibu, lalu mengapa kamu membiarkanku seorang anak manusia ini bertumbuh tanpa seorang ibu???? hatiku, hidupku semuanya kacau dan kusut!!! aku tidak tau apa yang harus aku lakukan lagi..." racaunya dengan suara Barito yang sangat di Hafal oleh seorang suster yang sudah cukup sepuh.., yang membesarkan Lutz di Panti Asuhan,


"Anakku...," Suster Lydia datang mengelua kepala Lutz yang saat ini sedang bersimpuh di Kapel,


"Mengapa...Suster.., mengapa di saat aku sudah seperti ini pun nasib baik tidak berpihak kepadaku?" isak Lutz tak tertahankan lagi.., hatinya dikacaukan oleh pikiran negatif, dendamnya bahkan sekarang rasa cemburu dan takut kehilangan Ester yang ternyata lebih besar di bandingkan takut kehilangan kesempatannya untuk menjadi kaya,


"Karena, hatimu terlampau kotor anakku, malaikat hanya akan menghuni hati seseorang yang bersih, dan terpelihara dengan baik..., mustahil hati manusia akan selalu bersih, yang benar adalah manusia memiliki hati yang selalu kotor,... pertanyaannya Apakah Kamu mau selalu berusaha membersihkan hatimu dengan selalu memohon ampunan dariNya??? atau kau mau membiarkan debu berserakan di ruang hatimu, sehingga Iblis akan dengan nyaman singgah dan diam tinggal di sana" Ucapnya sambil menunjuk dada Lutz dengan telunjuknya


"Aku tidak tau Suster..." Lirih Lutz,


"Semua tergantung kamu nak, apakah kamu mau menyingkirkan egomu? atau mempertahankannya, gunakan ini (menunjuk lagi ke arah jantung Lutz) dan gunakan ini (menunjuk ke arah kepala Lutz) dengan energi positif atau energi negatif?" lalu suster Lydia mengecup kening anak asuhnya tersebut,


"Berdamailah dengan masa lalumu, dan berdamailah dengan dirimu sendiri, itu permulaan yang baik, Berhenti menyalahkan Tuhan dan mulailah bersyukur mulai detik ini!" dan kini Suster Lydia meninggalkan Lutz sendirian dalam malam yang sepi..


Semua perkataan Suster Lydia sangat menohok di hati Lutz, kembali Lutz menyelidiki apa yang sebenarnya hatinya inginkan,


"Mungkinkah saatnya aku harus mengikuti semua arahan Suster Lydia dan menghilangkan segala ego ku Tuhan?" Gumannya,


Beberapa saat menenangkan diri, kali Lutz merasa akan mengambil keputusan yang benar sekali saja seumur hidupnya, yaitu untuk jujur kepada dirinya sendiri dan kepada Ester, Lutz berlari menuju ke halaman parkiran Panti dan segera mengambil motornya membelah jalanan dengan perasaan yang lebih tenang,


Beberapa saat kemudian, Lutz berdiri tepat di depan pintu gerbang Vila milik Ester, dan ketika gerbang itu terbuka, Lutz mendapati Ester tengah terduduk di pinggiran Vila, Terlihat Ester sedang terisak - isak tak karuan, suara Ester sangat memilukan hati Lutz saat itu,


"Ester...." Panggil Lutz, dan Ester seketika menoleh kearah suara barito itu.


*


*


*


*


*


*


*


*


bersambung