
Pagi ini Ester sangat bahagia, bagaimana mungkin tidak, ester beristirahat untuk pertama kalinya di Vila yang baru saja di beli, rasanya masih ingin berlama - lama di bali, Bahkan Ester belum sempat berkunjung ke galery sederhana milik Ester di daerah Jimbaran, tiba - tiba dering handphone berbunyi..., terlihat panggilan masuk dari Papa John,
"Morning Pap...." jawab Ester,
"Morning honey, How are you?" balas Papa
"I'm happy today Pap..., Pap.. lets Video call" pinta Ester,
"Okay, I will turn it" jawab Papa John
dan seketika mereka beradu pandangan lewat smartphonenya masing - masing,
"Papaaaa, Do you looked my room?" dengan bangga Ester memperlihatkan desain kamarnya, dan beranjak keluar kamar yang langsung mengarah ke luar Vila, pemandangan awan putih dan lautan terhampar di hadapan Ester, terlihat juga sisa lampu obor dari semalam, dan bunga mawar putih tertata dengan rapi di pinggiran tebing Vila tersebut, sontak pemandangan yang lihat Ester ini sungguh lebih manis karena awal mula Ester melihat Vila ini belum di design sedemikian rupanya,
"Ester..., kamu memiliki rumah di antara Bumi dan Langit," tiba tiba Papa John berkomentar,
"What??? Pap??? sejak kapan papap menjadi sangat puitis?" Goda Ester,
"So beautiful girl" sambung Papa John,
"Let me show you something," sambil berjalan Ester masuk dari pintu utama, terlihat ruangan tamu, ruang tengah, dan dapur yang ternyata di meja makan sudah tertata rapi beberapa makanan, dan cake tiramisu serta sebuah kartu ucapan, Ester mengambil kartu itu dan membukanya tanpa segan membaca dengan suara agar Papa dapat mendengar dengan jelas isi Kartu tersebut.
"*Welcome at your Vila, your own home Lady Ester, you make my Vila alive, and you make me alive too, I hope you happy with all detail I give to you.., but I happier than you, because I meet you.., now you are shunsine for this Vila and for me.., I...., Hmmm I hope the best for you Ester, I just want make you happy and look you happy, than I will happy too....
My Lady, thank you for last nigh, thats the best Dinner at my life, even I need to cooked for us and services you, but.. you are a Lady you diserve to get the best services, before I go to Jakarta, I send you some food and this Cake, hope you like it,
I hope can meet you soon Ester...,
I...Hmm..., to soon for you I think,
but... Hmmm..., I will gonna miss to meet and dinner with you again."
yours,
Jacob White*.
Papa John dan Ester saling mengangkat alis dan membuka lebar matanya serta tersenyum,
"Woooww Pap..." serasa Ester tidak mampu berkata - kata,
"Yup! I think this Jacob fallin with you Ester, from his letter I think his good, and he call you Lady!!!" tiba tiba suara papa John begitu riang dan meninggi, "His sounds like me Ester" sambung papa John,
"But not Him Pap..., I like the other Man" jawab Ester sambil tersenyum memperlihatkan gigi ratanya di depan camera,
"Who is He?, at Bali too?" tanya Papa John,
"Yes..., His to cool Pap, hahahahaa" dengan tertawa manja Ester melanjutkan "Are you okey? If I get a new competitor for you Pap?" goda Ester,
"Hmmmm..., If he can be my competitor, I will let him to show me, seberapa pantas dia untuk anak papa, ahahaha" Sahut Papa John "Oh, Ester, your clien this night arrive at Yogyakarta Ester, I call you to remind you," Tiba tiba papa John dengan serius mengingatkan Ester,
"Oh..., thank you Pap, I will back home this afternoon or evening, okay?" sahut Ester,
"Okay, take care yah Sayang and Enjoy your food, I will go to office too this morning, Bye.., Papa love you" pamit papa John,
"I love you more papap" lalu Ester mematikan telepon genggamnya,
"Thank you for everything and all food plus good cake, I love it Jacob. see you" , pesan itu belum terkirim masih centang satu,
"Hmmm..., mungkin dia masih di pesawat pribadinya" guman ester,
Ester segera bersiap - siap dan memesan tiket pesawat melalui aplikasi yang ada di handphonenya dan memesan taxi online untuk segera menuju ke Hotel tempatnya menginap untuk segera chek out, tak lupa Ester berpamitan dengan Glenn, dan segera menuju ke Galery miliknya di Jimbaran, setelah mengatur beberapa design dan merekap pendapatannya bulan itu, Ester segera menuju ke kantor Lutz, bertujuan untuk berpamitan dengan Lutz, selang beberapa saat kemudian Taxi berhenti di depan kantor milik Jacob, "Hmmmm...., kantornya lumayan, ternyata Jacob memiliki sisi eksentrik juga hehehehe, tapi.. kenapa aku lebih suka Lutz.." gumannya dalam hati,
"Permisi mbk, apakah saya bisa bertemu dengan Tuan Lutz Domzala?" tanya Ester kepada salah satu CS di Loby,
"Saya cek dulu yah..." sahut wanita tersebut sambil mengambil telepon, "Maaf bu, Tuan Lutz lagi ada meeting, apakah mau di tunggu?" tanya CS
"Hmmm, gak usa mbk, saya langsungan saja, dan menitip pesan saja, bisa kah saya minta secarik kertas?" pinta Ester,
"Bisa, ini bu" seraya memberikan kertas note, dan Ester menuliskan pesan di kertas tersebut, lalu segera berpamitan, "saya permisi dulu dan terima kasih untuk bantuanya" lalu Ester beranjak meninggalkan kantor tersebut menuju ke Bandara Ngurah Ray Bali.
Panggilan pesawat yang di tumpangi oleh Ester telah di panggil, dan Ester bersiap - siap untuk masuk menuju ke ruang tunggu dan melanjutkan untuk menuju ke Pesawatnya, namun langkahnya terhenti ketika namanya dipanggil oleh seseorang,
"Ester!!!! Ester Smith!!!" Teriak Lutz,
Ester pun berbalik seketika, dan lari ke arah Lutz, begitu pula Lutz berlari ke arah Ester dan segera memeluk Ester, "Aku tidak akan membiarkanmu kembali ke Jogja tanpa memelukku Ester" kata - kata rayuan keliar dari bibir Lutz membuat Ester tersipu malu,
"Aku sengaja menunggu di luar karena siapa tau kamu akan datang seperti ini, dan ternyata haraoanku terwujud," Sahut Ester sambil memeluk erat Lutz, "Tapi aku harus segera masuk ke dalam Lutz" sambung Ester,
"Iyah sayang..., apakah kamu mau menerima cintaku? apakah kamu mau mendampingiku seumur hidupku?" tanya Lutz,
"Apa tidak terlalu cepat? kita baru saja bertemu, dan aku tidak bisa menjawab semua pertanyaanmu ini" Jawab Ester penuh dengan kebingungan,
"Entahlah aku sudah mencintaimu sejak pertama kali memandangmu," tiba - tiba panggilan penerbangan Ester di umumkan untuk kedua kalinya,
"Biarkan aku berpikir yah Lutz, tapi...Aku juga sayang sama kamu" jawab Ester sambil memandang lekat wajah Lutz, dan Lutz langsung menyambar bibir sexy Ester, dilumat dengan lembut di depan khalayak umum, seakan akan dunia hanya milik mereka berdua, dan Ester pun hanyut dalam nikmatnya ciuman yang diberikan oleh Lutz, dan dengan lembut Ester mengakhiri ciuman itu,
"Aku akan menuju pesawatku, bila aku sudah siap..., aku akan kembali ke sini dan menemuimu lagi," Jawab Ester,
"Tidak..., Bila kamu siap, telponlah aku, agar aku akan datang melamarmu dan bertemu dengan Papa mu walau harus memberabikan diri menghadap dengan segala keterbatasanku ini" Ujar Lutz sambil mengelus lembut wajah Ester, "Masuklah sayang..., nanti kamu ketinggalan pesawat" sambung Lutz,
Kata - kata Lutz membuat hati Ester sangat trenyuh..., jantungnya seakan di siram air dingin sehingga membuatnya Ngilu namun bahagia..., "Terima kasih Lutz, aku masuk dulu," pamit Ester sambil mengecup singkat bibir Lutz,
"See you soon.." sambung Ester, dan Lutz pun tersenyum, Esterpun berlari menuju ruang tunggu dan menlanjutkan ke pesawatnya yang sudah Boarding, sesampainya di Pesawat perasaan bahagia itu tidak bisa di tutupinya, sepanjang penerbangan Ester selalu tersenyum mengingat Lutz, dan tidak sabar rasanya Ester ingin menceritakan semuanya kepada Papa John,
Perjalanan memakan waktu 55 menit, dan selang beberapa saat pesawat yang di tumpangi Ester landing di bandara Adisucipto Yogyakarta,
"Hmmm... Jogja...." Guman Ester sambil tersenyum..,
*
*
*
jangan lupa like dan share yah
readers aku juga minta kritik dan sarannya
jangan lupa follow IG ku @ovie.el