
Tiga hari berlalu begitu cepat, kini Louis tengah berdiri di depan cermin yang besar, mengingat kembali saat - saat pertama ia melihat Clara sedang bergandengan mesra dengan seorang pria tampan, begitu indah melihat senyuman Clara yang mereka dan ranumnya bibir itu, Namun kala itu Louis hanya dapat memandangnya dari kejauhan, bahkan untuk hanya sekedar mengatakan, "Hai" saja tidak bisa.., Namun semua perjuangan Louis, tidak sia - sia.., sekalioun Louis sudah mengetahui sejauh apa hubungan Clara dengan Lutz dulu.., bisa dikatakan mereka bagaikan suami istri ilegal, tapi cinta yah tetap cinta.., seburuk apapun masa lalumu, cinta akan mengalahkan segalanya, dengan cinta tulus inilah Louis ingin memulai masa depan yang baru untuk Clara,
"Aku tidak akan berhenti membuatmu mencintaiku Clara.., suatu saat..., kamu akan mencintaiku sebesar aku mencintaimu.." guman Louis dalam hatinya...,
Hari ini adalah hari yang di tunggu - tunggu oleh Louis, beberapa menit lagi Louis akan segera bertemu dengan Clara, Mempelai Wanitanya...,
"Louis, apakah kamu sudah siap Nak?" panggil Mrs. Sweet
"Iyah Mam.., Oh God.., I'm so nervous!!" sahut Louis, sungguh tingkah itu membuat siapa saja tertawa,
"Ayo Nak.., kita segera taman, dan kau langsung menuju ke Altar.., sebentar lagi Clara akan keluar sayang.." ajak Mrs. Smith
"Okay Mam.." namun sekali lagi Louis melihat penampilannya di kaca, dan memastikan bahwa dialah yang paling tampan hari ini,
Dengan perasaan yang sangat gugup, Louis menuju ke Taman, dimana lokasi pemberkatan pernikahannya akan di lakukan, Walaupun kini wajah itu tampak sangat gugup, namun bukan Louis namanya kalau tidak bisa menguasai dirinya, Louis tetap tersenyum, bahkan kearah camera yanh sedang mengambil gambar moment - moment penting dalam hidupnya itu,
Louis Sweet ------ Nick Bateman
Semua tamu tertawa melihat tingkah Louis, yang terlihat sangat gugup, di sisi lain terdengar suara piano memainkan instrumen musing lagi Ave Maria.., sungguh terdengar Syahduh..., kini para tamu telah berdiri dan membalikkan badannya, terlihat seorang wanita cantik, dengan gaun pilihannya sendiri, gaun yang sangat sederhana, rambut hitam terurai membuat kecantikan alami Clara terpancar, rona kebahagian kini terpancar di wajah Clara, bagaimana tidak?,
Clara merasa sangat beruntung, memiliki calon suami seperti Louis, yang mampu menerima keadaan Clara apa adanya, tanpa memandang masa lalu Clara, "Aku akan membuka hatiku untukmu Louis",
"Clara..., please smile.." kata seorang cameramen,
"Tidak kah kau tau aku sedang gugup, aku akan menuju ke altar sekarang..," sahut Clara, lalu Clara membalikkan badannya setengah kearah Camera man itu, dan..
Cekriikkk...,
Clara Hugos ------- Maria Corigan
Clara tersenyum di depan Camera, dan mengatasi rasa gugupnya..., Semua mata kini tertuju kepada Clara, termasuk Lutz dan Ester yang menghadiri acara pernikahan mereka, Papa John pulang ke jogja karena ada sesuatu yang sangat penting, dan tentu saja sesuatu yang penting itu adalah informasi dari Devara, Jacob pun hadir di acara pernikahan Louis dan Clara, Louis cukup mengenal Clara, dan Clara sendiri pun sangat mengenal Jacob, Yah... karena ketika Clara menjalin hubungannya dengan Lutz saat itu Lutz masih bekerja di Perusahaan Jacob.
"Apakah kau siap, sayang?" Bisik Louis,
"Heemmm..." sahut Clara sambil menganggukkan kepalanya,
"Baiklah, dengan Kuasa dari Tuhan dan dari Negara ini..., saya akan meresmikan kalian sebagai pasangan suami Istri, namun sebelum para mempelai di resmikan sebagai sepasang suami istri, apakah ada yang ingin membatalkan proses pernikahan ini??!! dan berikan alasannya..." Ucap Pendeta saat membuka acara pemberkatan tersebut,
"********, akan kubongkar bila aku telah memakan perawanmu Clara!!! Bahkan dimalam pertunanganmu, kita sempat bercinta!! lebih tepatnya kau sempat menikmati malam itu denganku Clara!!" guman Lutz dalam hati, dan ketika niat Lutz untuk memprotes pernikahan mantan kekasihnya, tiba - tiba Ester menarik tangan Lutz, dan berbisik lembut di telinga Lutz,
"Lutz..., papa baru saja mengirimkan pesan, bila gedung untuk acara kita juga sudah di booking, dan kita juga akan mengadakan Pesta Taman sayang..., aku bahkan membayangkan pernikahan kita akan sesederhana pernikahan Louis dan Clara.., but you know Papa kan? dia tidak akan mengijinkannya" bisik Ester sambil tertawa, bisikkan itu membuat perhatiannya Lutz teralihkan, dan Lutz berusaha menanggapi apa yg di katakan Ester, sementara mereka berbincang - bincang, kedua mempelai sedang mengucapkan janji nikahnya masing - masing, dan kini Ester maupun Lutz terdiam mendengar janji Nikah kedua mempelai yang kini sedang saling menatap dan saling bergenggaman tangan,
"Aku Louis Sweet, menerimamu Clara Hugos..., sebagai istriku yang Sah.., baik di hadapan Tuhan dan di hadapan hukum negara ini, dan berjanji untuk selalu setia dalam suka dan duka, menerima segala kelebihan yang kamu miliki, dan menerima segala kekuranganmu, menerima masa lalumu dan akan membawamu kepada masa depan yang akan selalu di selimuti dengan canda, tawa, pertengkaran kecil, air mata, yang aku yakin akan semakin mempererat hubungan kita, dan akan membuatmu tegila - gila akan ketampananku maupun keromantisan yang akan kuberikan hanya untukmu.., my queen Clara Hugos Sweet.." janji Luois terdengar romantis dan serius di awal, namun terdengar cukup konyol pada beberapa kalimat akhirnya, sehingga membuat seluruh tamu tertawa, bahkan pendeta yang berdiri dihadapan kedua mempelai itu pun ikut terbahak - bahak, termasuk Ester, hanya Lutz yang tidak tertawa namun memberikan senyuman kecut kepada dirinya sendiri,
"Aku Clara Hugos..., menerimamu Louis Sweet, sebagai suamiku yang Sah di hadapan Tuhan dan di hadapan hukum negara ini, dan berjanji akan membuka hatiku untuk mu.., melayanimu lahir dan batin sebagai istri yang selalu berusaha menyenangkan hatimu, aku pun berjanji bila ada pertengkaran diantara kita, aku akan tetap dengan setia menunggumu di rumah, dan tidak akan kabur dari rumah, terima kasih untuk besarnya cintamu kepadaku, dan aku akan berusaha terus mencintaimu lebih dalam setiap harinya hingga mautpun tak dapat memisahkan jiwa kita, sekalipun raga kita terpisah" Ucap Clara dengan tulus..., mendengar janji Clara.. Louis meneteskan air matanya, bahkan seluruh tamu, terutama para gadis dan ibu - ibu menangis karena haru akan ketulusan janji nikah yang diucapkan oleh Clara,
"Baiklah.., itu sungguh janji nikah yang sangat unik, romantis, dan sangat dalam, dengan Kuasa yang Tuhan berikan dan Negara berikan kepada saya, hari ini kalian berdua di nyatakan sebagai suami istri yang Sah, Tuan Louis Sweet dan Clara Hugos Sweet, kini kau bis a-..." tiba - tiba omongan Pendeta dipotong dengan Louis yang segera menggapai Clara dan melumat bibir Clara dengan mesra di hadapan para tamu, semua bertepuk tangan dengan meriah, begitu pula Ester dan Jacob, namun Louis memilih untuk meninggalkan pemberkatan tersebut dengan alasan ke kamar kecil kepada Ester.
*
*
*
*
bersambung