
Sinar matahari sungguh menyilaukan, guman Ester dalam hatinya, dengan berat hati wanita itu membuka perlahan kedua kelopak matanya, pandangan pertama yang dilihatnya adalah sosok pria yang begitu dicintainya sedang tertidur diujung ranjang miliknya sambil menggenggam salah satu telapak tangannya,
"Lutz..." ucapnya, dan membangunkan lelakinya, "Apakah semalaman kamu disini?" suara lembut itu seketika membuat kesadaran Lutz terkumpul dengan sempurna, seketika kedua kelopak matanya kompak memandang wajah wanita dihadapannya,
"I..Iyah... maafkan aku... maaf karena aku lancang telah tidur di kamarmu" ucap Lutz dengan nada sungkan.
"Sudahlah.. tidak apa - apa, aku akan membuatkab sarapa untuk kita berdua" sahut Ester sambil berusaha beranjak dari ranjangnya, namun tangan kokoh Lutz menahannya dengan lembut,
"Biarkan aku saja yang menyiapkan sarapan untuk kita, kamu tunggulah disini dan beristirahatlah" ucap Lutz sambil berlalu dari kamar Ester, dan Ester menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis kepada Lutz.
Selang beberapa menit Lutz datang dengan membawa secangkir White tea silver needle dan semangkuk cookies ,
"Makanlah dan minumlah White Tea ini..." sembari menyodorkan cangkir yang di pegang kepada wanita di hadapannya,
"Ini sangat baik untukmu.., setelah ini aku ingin membicarakan banyak hal denganmu, apakah kamu berkenan" Tanya Lutz dengan sangat hati - hati dan berusaha sesopan mungkin.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Lutz?" tanya Ester dengan penasaran.
"Sarapanlah dulu, lalu jangan lupa mandi, baru kita akan berbincang - bincang, aku juga akan membersihkan diriku terlebih dahulu" ucap Lutz lalu sejenak memandang wajah Ester dan mengecup lembut dahi wanitanya, sebelum Lutz benar - benar beranjak dari kamar Ester,
"Sebenarnya apa yang akan kau bicarakan denganku" guman ester pada dirinya sendiri.
Setelah membersihkan diri Lutz menunggu kedatangan Ester di halaman depan Vila, derap langkah lembut mengiringi hembusan angin sepoi - sepoi semakin membuat jantung Lutz bertedak tak karuan,
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Ester yg telah tiba di belakang pria itu,
"Maafkan aku.." kalimat pertama yang terucap dari bibir Lutz,
"......" Hanya suara angin yang terdengar, bukan suara Ester,
"Apakah kamu masih mencintaiku?" lagi Lutz bertanya dengan kegelisahan yang tidak bisa di tutupi.
Tidak ada jawaban dari Ester, namun mendengar pertanyaan Luzt membuat mata Ester memanas "Apa yang kulakukan dari hati pasti akan di rasakan oleh hati juga, maka kamu sudah tau jawabannya" lirih Ester sambil menundukkan kepalanya.
Dengan lembut Ester menjauhkan tubuh Lutz dengan tangannya di dada Lutz, dengan memandang wajah Lutz yang sudah memerah "Apakah selama ini semua hanyalah kebohongan?" tanya Ester dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir.
"Apakah semua latar belakangmu, juga hanyalah kebohongan belaka?" Lanjut Ester dengan suara yang masih bergetar karena menahan sesak di dadanya,
"Tidak semuanya.., hanya saja.., kali ini aku ingin memulai dengan sesuatu yang benar, aku ingin memperbaiki semuanya, itupun bila kamu mengijinkannya" ucap Lutz, "Tapi aku sangat berharap kamu mau memberiku kesempatan ke dua Ester" sambung Lutz tanpa melepaskan tatapannya di kedua manik Indah di hadapannya,
Ester kembali membisu beberapa saat, kembali membuat Lutz gelisah, karena Ester menghindari tatapan mata Lutz dengan memilih menundukkan wajahnya melihat kedua kakinya, " Kamu boleh menanyakan apapun yang kamu inginkan, aku akan menjawabnya dengan jujur" lagi Lutz berusaha menyakinkan Ester,
Mendengar perkataan Lutz yang terakhir, Ester segera mengangkat wajahnya dan kembali menatap Lutz dengan pandangan sendu dan dalam, sampai akhirnya Ester bertanya "Apakah kamu sangat mencintai Clara?" tanya Ester dengan ragu,
*
*
*
*
*
*
bersambung
***Hi readers... maaf banget beberapa bulan ini aku mati kutu, no idea sama sekali, bahkan pikiranku di buat setres dengan pekerjaan yang sangat menumpuk, semoga up kali ini dpt mengobati rasa rindu kalian di novelku "My Fatamorgana Love",
InsyaAllah aku bakal menyelesaikan My Fatamorgama Love bulan depan, dan melanjutkan kisah "Portal Jiwa" yang juga mangkrang 😓,
Mohon support dari para Readersku... thanks all***..