
Kebaya berwarna Emas di balut manik - manik, menambah kemewahan pada pakaian yang digunakan oleh Ester sore ini, jantungnya berdebar - debar ketika melihat dirinya begitu anggun dalam balutan busana jawa yang begitu sempurna menempel di badan Ester yang sangat proposional bak model papan atas, "Hnnm....., kamu bisa meruntuhkan hatiku Lutz.., sungguh kamu pria yang sangat luar biasa..." guman Ester.
Sedangkan di sisi lain Lutz juga sudah bersiap dengan kemeja Batik dan celana jeans serta sepatu kulit, Lutz terlihat begitu tampan, serta rambut ikal sebahu di ikat semua kebelakang, "Lutz,ini akan menjadi batu loncatan untuk hidup bahagiamu, dan kau akan merebut Clara dari keluarga dan suaminya!!" monolog Lutz sambil berkaca melihat penampilannya.
Acara pertunangan akan di mulai Pukul 18:30 WIB, Ester yang sudah berdandan natural mencari keberadaan Papa John, sejak siang Papa John belum juga pulang ke rumah, bahkan pesan text yang dikirim belum terbaca sampai sekarang, perasaan tidak enak hinggap di hati Ester, ada apa gerangan, sungguh tidak biasa Papa John seperti ini.
tok..tok...tokkk...,
"Masuk...." sahut Ester,
cekleeekkk...,
"Kamu pasti mencari Papa kan?" tanya Papa John sambil merentangkan kedua tangannya,
"Pap...., you make me worry..., Ester menunggu Papa dari tadi.., kemana saja Papa seharian?" tanya Ester manja,
"Ada yang harus papa kerjakan anakku..., Yah Tuhan..., sungguh cantik...," Papa John memuji Ester hingga membuat kedua nya terharu, dan air mata jatuh dari pelupuk mata Papa John,
"Pap..., don't cry..., ini baru pertunangan, bagaimana bila Ester akan menikah nanti?" goda Ester,
"Papa akan menangis sambil guling - guling di depan altar pernikahanmu" sontak keduanya tertawa terbahak - bahak, "Papa mengundang beberapa kolega, termasuk Mr. Dom dan Jacob"
"Terima kasih pap..." Ester memeluk Papa John, kini mereka hanya menunggu waktu berjalan hingga tiba pada acara inti pertunangan tersebut.
__________
Pagi hari sebelum acara pertunangan
tok..tok,,tok...,
"Masuk saja.." undang Papa John yang sudah menunggu kehadiran Teddy Nugroho, pengacara sekaligus kepala kuasa hukum dari John Smith,
"Selamat pagi Mr. Smith, apakah berkas - berkas kemarin sudah di tanda tangani?" tanya Pak Teddy,
"Yah..., sungguh ini adalah sebuah strategi yang sangat baik, untuk menyelamatkan semuanya, erima kasih Pak Teddy atas win win solution ini" Puji Papa John,
"Sama - sama Mr. Smith, saya akan berusaha mengamankan semuanya, dan memberikan keamanan serta kenyamanan secara hukum bagi keluarga anda" Sahut Pak Teddy, "Dan Mr. Smith, perkenalkan ini adalah Devara Wang, detektif yang kemarin saya ceritakan, silahkan Dev perkenalkan dirimu" perintah Pak Teddy,
"Selamat Pagi Tuan, saya akan membantu anda untuk mencari tau segala latar belakang dari Lutz Domzala, dan mohon maaf saya baru mendapatkan informasi singkat mengenai garis besar kehidupan pribadinya" terang Devara,
"Apa saja?" tanya Papa John penasaran,
"Tuan, ini adalah Ibu Lutz Domzala, dia bernama I Putu Desri sekarang berada di Mataram tepatnya berada di RSJ. Mutiara Sukma sedang di rawat karena depresi berat, dan ini adalah kakak Lutz, bernama I Made Putri, seorang pegawai toko biasa, hidup bersama nenek dari sang ibu, Lutz di titipkan di panti asuhan, dan sengaja tidak di ambil oleh neneknya karena nenek lutz tidak mau mengakuinya sebagai cucunya, pasalnya I Putu hamil diluar nikah, berbeda dengan I Made anak sah dari pernikahan pertama I Putu, sedangkan Ayah dari target belum saya temukan karena posisi berada di luar negeri tepatnya di Jerman, untuk foto dan lain - lain belum saya temukan Tuan" tutup Devara,
"Terima kasih Devara, informasi ini sudah sangat membantu, apakah Lutz tau jika ibu nya masih hidup?" tanya Papa John,
"Tidak Tuan, sama sekali tidak tau, karena target selama ini tidak pernah berusaha mencari ibu dan ayahnya, bahkan kepada kakaknya serta keluarga dari ibunya target benar - benar di buang" sambung Devara,
"Sungguh kasihan anak ini..., hanya saja...., aku memiliki firasat buruk terhadap anak ini, dan aku berharap dia sebaik yang di ceritakan oleh Ester anakku," guman Papa John,
"Apakah ada yang diperlukan lagi tuan?" tanya Pak Teddy,
"Tidak untuk saat ini Pak Teddy, dan Devara ini adalah Cek kosong, tulis lah berapapun kebutuhanmu untuk akomodasi mencari keberadaan ayah daru Lutz" ujar Papa John seraya memberikan Cek kosong yang sudah di tanda tangani dan di stempel perusahaan.
"Terima kasih Pak.., kami permisi.." pamit Pak Teddy dan Devara,
____________
kringgg.... kriingggg...
"Ada apa Mega?" tanya Papa John ketika mengangkat telepon ruangannya,
"Pak, ada Tuan Jacob White yang meminta waktu untuk bertemu dengan anda?" jawab Mega,
"Okay persilahkan dan tolong antar Tuan Jacob ke ruangan saya" perintah Papa John,
"Baiklah Pak" tutup Mega,
Sedangkan di luar ruangan Mega mengantar Jacob keruangan Papa John, semua mata tertuju pada Pria Gagah asal Jakarta ini, "Silahkan masuk Tuan Jacob, " tutur Mega seraya membukakan pintu ruangan Mr. Smith.
"Hai Jacob, apakah dokumen kemarin sudah dipelajari?" tanya Papa John ramah kepada Jacob,
"Yah Mr. Smith, semua berkas sudah saya tanda tangani, untuk project kita semoga semua nya lancar," kata Jacob penuh dengan semangat seraya memberikan satu bundel berkas MOU kerjasama
"Jacob, aku mengundangmu pada acara nanti malam, acara pertunangan putriku" Papa John menunjukkan foto Ester dan dirinya kepada Jacob,
"Saya sangat mengenal baik Putri anda Mr. Smith," sahut Jacob dengan suara sedih,
"Benarkah?" tanya Papa John heran, Lalu Papa John teringat akan perkataan Ester, bila Jacob adalah boss dari tempat Lutz bekerja.
"Iyah..., Putri anda membeli Vila saya di Bali, Rose Vila, sungguh Ester adalah wanita yang sangat luar biasa Mr. Smith, anda sangat beruntung memiliki anak seperti ester" Puji Jacob, sambil tersenyum kecut.
Papa John memperhatikan ekspresi wajah Jacob setiap kali mengucapkan nama Ester, mata Jacob terlihat sendu dan suaranya seolah sedang menahan rasa sakit yang tak terungkap.
"Apakah kamu menyukai Putriku Jacob?" tanya Papa John to the point.
"Yah.., sangat!!" Jawab Jacob Pasti,
"Lalu mengapa tidak kau perjuangkan?" lagi Papa John bertanya sesuatu yang sangat ganjil bagi Jacob,
"Saya sedang memperjuangkannya Mr. Smith, tidak dengan cara yang frontal, bila Putri anda bahagi maka saya pun akan sangat berbahagia untuknya, tapi saya akan selalu mengawasi tiap Langkah Lutz!, bila saja dia berani menyakiti Ester, saya tidak akan tinggal diam" ungkap Jacob seraya mengepalkan kedua tangannya, dan kembali pikiran Jacob teringat akan kata - kata yang Lutz lontarkan ketika mereka bersitegang di ujung koridor kemarin.
"Jacob, apa yang kau ketahui tentang Lutz?" tanya Papa John,
"Banyak Mr. Smith, tapi saya tidak akan menjelekkan seseorang, apalagi saya menaruh perasaan kepada Putri anda, saya tidak ingin menghancurkan hanya dengan ucapan yang berupa teori saja" tegas Jacob,
"Mr. Smith, saya tidak akan sanggup menghadiri acara pertunangan Putri anda sore ini, sampaikan salam saya kepadanya, " pamit Jacob seraya menyalami Papa John yang memandangnya penuh dengan empati,
"Baiklah hati - hati nak Jacob" Lalu Papa John juga bergegas untuk menuju ke restaurant koleganya tempat mereka mengadakan acara pertunangan .
*
*
*
bersambung