
kriiinggg!!!!!!!! kriiinggg!!!! kriiingggg!!! suara alarm berbunyi nyaring, jarum jam menunjukkan saat ini pukul 02:30pm,
Ester terlah bersiap menuju Kantor Pak Rudi Notaris kepercayaan keluarganya, perjalanan memakan waktu hanya sekitar lima belas menit dari tempat Ester berangkat.
"Siang Om Rudi, apa kabar" sapa Ester dengan Ramahnya
"Halo Ester, bagaimana kabarmu dan papa mu nak?" benar saja, Om Rudi sudah mengenal Ester dari usia Balita, dan keluarga mereka sangat dekat, Namun hingga saat ini Om Rudi belum juga menikah dan rasanya Om Rudi lebih nyaman hidup sendiri tanpa siapapun di sisinya, hanya fokus ke pekerjaan yang selalu di katakan Om Rudi jika di tanya soal pendampingnya.
"Papa sehat Om, Ester juga, jadi gini Om.., Ester beli Villa di jalan Mawar pas di atas tebing, minta tolong di bantu prosesnya yah Om, by the way please om jangan bilang - bilang kepada siapapun kalau Ester anaknya Papa John, soalnya Info yang Ester dengar yang jual Villa ini pengusaha Property baru sih di sini katanya, lajang and Cakep banget hihihiiii, cuman orangnya gak santuy Om Rud, agak sombong gitu lah" cerita Ester dengan semangat kepada Om Rudi, Om Rudi hanya menahan tawa mendengar anak dari sahabatnya ini bercerita dengan antusias.
"Oh yah om, tuh mereka uda datang tuh, nanti aku panggil Pak loh... bukan Om, biar keliatan lebih formal yah Om" sembari menunjuk kearah luar kantor,
"Hahahahaa!!! iyah suka suka kamu deh, om juga nanti sok jaim lah yah" goda Om Rudi dan mereka tertawa,
Selang beberapa menit kemudian,
"Permisi..." tegur Lutz
"Silahkan masuk Pak, mari... mari silahkan duduk" sambut Om Rudi kepada ketiga tamu nya
"Saya Jacob, Jacob White!" dengan percaya diri Jacob memperkenalkan diri, "Ini Lutz kepala Marketing di perusahaan saya dan ini Chika Marketing saya" sambung Jacob memperkenalkan para pegawainya.
"Okay, apakah semua berkas sudah siap, agar AJB bisa segera kami siapkan" sambung Om Rudi, tidak menunggu lama Lutz memberikan semua berkas berkas secara lengkap, dan semua berkas langsung di periksa oleh Om Rudi dengan seksama, juga melihat nomor sertifikat secara online pada aplikasi Badan Pertanahan Nasional, semua di lakukan secara profesional, cepat dan tepat.
Setelah beberapa saat semua hening sampai Om Rudi memecahkan keheningannya,
"Okay, all done, Sertifikat saya tahan dulu yah, dan silahkan di bacakan Draft AJB nya, serta bagaimana Pak Jacob untuk pembayarannya nanti mau dengan cara seperti apa? harap nomor rekening di kasih ke Bu Ester yah" jelas Om Rudi
"Okay, ini Bu Ester nomor rekening perusahaan saya" Jacob memberikan nomor rekening atas nama perusahaannya
"Okay Pak Jacob, wait yah..., saya permisi ke depan sebentar" pamit Ester
Dari dalam kaca terlihat Ester sedang menelpon seseorang, dan selang beberapa saat Ester kembali masuk ke ruangan Om Rudi,
"Pak Jacob, coba di lihat M-bangkingnya sudah masuk belum notifikasi pengiriman uang dari rekening saya?" tanya Ester
"Ehmmmm., belum...." cling cling suara Handphone Jacob berbunyi membuatnya segera memeriksa, tentu saja itu adalah suara notifikasi laporan M-banking jika ada uang masuk sebesar Tiga Milyar Dua Ratus Juta Rupiah, Jacob senang namun Jacob lantas mengerutkan keningnya dan sontak melihat bingung kepada Ester.
"Iyah..., Anggap aja yang Dua Ratus Jutanya Amal atau mungkin mau di sumbangkan...? silahkan, karena bagi saya kok sangat tidak sopan yah... menawar hasil karya yang Bapak buat... dan Apa yang anda Jual itu sungguh tidak patut untuk di tawar lagi, di tambah lagi denger denger bapak kurang percaya klo seniman berpakaian belel seperti saya sanggup membayar Villa Mewah bapak kan?" Ternyata pada saat Jacob berkelakar dengan Lutz... Ester mendapat informasi dari salah satu pelayan hotel yang setia dengan Ester , pelayan tersebut juga tau siapa Ester sebenarnya apalagi pemilik Hotel tempat Ester tinggal adalah temannya sendiri.,
Dengan wajah cool Ester membuat Malu Jacob yang kini wajahnya sudah berubah warna , tak lama kemudian Ester berpamitan dengan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
"****!!!" wajah Jacob memerah, tidak sadar kini Dia sedang mengumpat di depan seorang Notaris senior, "Ehmmm..., Maaf Pak Rudi, sebenarnya siapa Wanita ini? dia masih sangat muda dan katanya hanya seorang seniman" Jacob sangat penasaran bukan main. Biasanya jika sudah terjadi transaksi jual beli maka urusan antara penjual dan pembeli sudah selesai bukan? tapi karena rasa malu yang di ukir oleh Ester di hati Jacob membuat segala urusan ini tidak akan selesai sampai Jacob katakan selesai.
"Lutz..., mana Foto copy Identitas Bu Ester?" pinta Jacob penasaran
"Ini Pak" Lutz menyodorkan fotocopy KTP nya
"Ester Smith???, hmmmm Pak Rudi, apakah dia anak dari Mr. John Smith yang sangat terkenal itu?" Tanya Jacob penasaran, belum sempat di jawab oleh Om Rudi, Jacob sudah mengambil kesimpulan sendiri,
"Ah...rasanya tidak mungkin, kalau Bu Ester benar benar anak Mr. John Smith untuk apa dia membeli Villa ku sedangkan properti Jhon Smith ada di mana mana, dan rasanya aneh anak Sultan tinggal di hotel sederhana seperti itu, bukankah Mr. John punya Resort Megah di Jimbaran?" Jacob seakan berbicara dengan bayangannya sendiri, Chika dan Lutz hanya terdiam mendengar ocehan Bos nya.
Pemandangan yang sangat lucu bagi Om Rudi melihat Jacob yang terjebak dengan rasa penasaran kepada Ester,
"Okay Pak Jacob bila ada beberapa data yang kurang lagi akan saya follow up yah.." seakan ingin mengakhiri pertunjukan dihadapannya Om Rudi langsung berdiri dari Kursinya dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan klien barunya.
"Baiklah Pak Rudi, bila butuh data data langsung hubungi pegawai saya Lutz yah..., Lutz kasih nomor handphone mu ke Pak Rudi yah" dengan segera Lutz memberikan kartu namanya dan diterima dengan baik oleh Om Rudi,
"Okay Pak Rudi saya permisi dulu" pamit Jacob langsung bersalaman dengan Om Rudi walaupun terlihat jelas Jacob masih dengan wajah gundah gulana, malu, dengan wajah tidak karuan - karuan, semua itu tidak dapat disembunyikan dengan baik oleh Jacob.
"Okay Pak Jacob, terima kasih atas kerjasamanya" jawab Pak Rudi.
Jacob segera mengambil langkah seribu untuk beranjak dari kantor notaris tersebut, semua kejadian di dalam ruangan tadi seolah sedang diputar ulang reka adegannya, membuatnya sesekali tertawa sendiri sambil berjalan, dan pikirannya benar - benar sudah terganggu dengan sikap Ester dan tentu saja... rasa ingin tau akan latar belakang siapa itu Ester kini menjadi salah satu target yang harus di pecahkan.
*
*
*
Bersambung