
#Lutz Domzala
Rasa Penasaran pun melanda pikiran Lutz yang saat ini sudah berisitirahat di apartemen kontrakannya, Lutz tidak Fokus berpikir dan masih penasaran siapa sebenarnya Ester Smith ini. Rasa Penasaran dan pikiran tetap menerawang otak Lutz, dan..., Lutz beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil laptop yang berada diatas Meja Kamar Lutz.
Lutz membuka Google dan mencari pada Pencairan Smiths Property.Ltd, di buka satu persatu website perusahaan Mr. John, Namun Lutz tidak menemukan informasi pribadi apapun. Tidak menyerah sampai disitu Lutz mengubah kata pencarian "Owner Smiths Property.ltd" dan lagi lagi hanya bergambarkan foto foto Mr. John dan Istri semasa hidup, hanya ada beberapa Foto Mr. John dengan seorang gadis kecil yang tampak tidak jelas.
Pikiran Lutz tidak mau menyerah begitu saja, "Hmmm.. pasti orang kayak Ester memiliki Sosial media lainnya, Lutz membuka salah satu sosial media di Smartphonenya dan mencari Ester Smith, namun sangat banyak Ester Smith di Daftar Kolom pencariannya. Lutz membuka semua berkas Ester yang berada di Tasnya dan ternyata ada kartu nama Ester yang terselip di beberapa tumpukkan berkas itu,
"Smith Art and Design...,hmmmmm, Let see sosial medianya" guman Lutz
Dan yah...., Akun Ester terbuka dan tidak di private, mulai lah Lutz melihat satu persatu foto foto karya Ester, dan beberapa video Ester memainkan alat music tradisional dan tertulis jelas bahwa fav music adalah etnic music and Jazz, sontak membuat Lutz tersenyum. Seluruh foto foto Ester dilihat satu persatu oleh Lutz dan Mata Lutz terbuka Lebar tepat saat melihat Foto paling bawah yaitu Foto Ester memeluk Mr.John Smith dengan caption "Only you I have Pap.."
"O...My.... God...., you are John Smith daughter!!!!" seketika Lutz mulai memutar otaknya
"Aku Harus bisa mendapatkan cinta Ester, hanya ini satu satunya cara untuk menjadi kaya raya tanpa melalui proses panjang, hmmmm Yah Tuhan..., Aku sudah lelah dengan hinaan seumur hidupku, bahkan ibu kandungku membuang ku dan tidak mau merawat ku, aku tidak pernah minta di lahirkan sebagai anak Haram!! aku juga ingin hidup mapan dan bahagia.... Clara... tunggu aku, setelah aku memiliki semuanya aku akan menjemputmu dan kita akan hidup berdua seperti yang ku janjikan selama ini" guman Lutz
"Dia suka Jazz..., " Lutz berbicara sendiri, seketika itu juga Lutz mengambil sebuah koper music kecil yang berisikan Saxaphone pemberian Suster yang merawat Lutz semasa di Panti Asuhan, dan mulai membuat sebuah rekaman melalui smartphonenya dan segara mengupload video tersebut, tidak menunggu lama Lutz langsung klik "Follow" pada akun Ester, dengan gelisah Lutz menunggu notifikasi dari Ester untuk Follback akun Lutz.
Clingg...Benar saja Notifikasi dari Ester yang sudah mengikuti akun Lutz dan clingg clingg....
"Yesss!!! Dia mengirimkan pesan" Ujar Lutz
"Hi Lutz, thanks for follow me.., btw are you can play Saxaphone?" isi pesan singkat itu seolah membuat Lutz merasa menang karena sudah dengan mudah menarik perhatian Ester.
"hmmmm you so easy Ester" gumannya sendiri sambil tersenyum.
"Haii!!! Nona Ester, nice to meet you di sini hehehe..., Iyah aku bisa bermain Saxaphone, maukah besok Malam nonton saya bermain di Cafe H&K???" ajak Lutz
"Oh.., kamu bermain di Cafe??? Okay Lutz, why not :) :)" balas Ester
"Okay Nona Ester, See you tomorrow, btw, maukah saya jemput dengan sepeda Motor ??" tanya Lutz
"Thanks, night Miss Ester" Lutz merasa benar benar mendapatkan peluang besar pikirnya, ini adalah kesempatan emas yang tidak datang dua kali, dan Lutz juga sudah stalking akun sosial medianya Ester, tidak nampak satu fotop un Ester bersama kekasihnya, semua foto - foto hanya foto yang umum saja.
Berbagai macam trik Lutz coba agar segera keluar dari zona yang membuatnya muak akan hidupnya, Rasa dendam dengan diri sendiri dan kedua orang tuanya membuat Lutz selalu berambisi untuk menjadi orang kaya agar kelak dapat mencari kedua orang tuanya dan menghina mereka karena telah menelantarkannya semasa kecil.
Ditambah lagi Lutz juga sangat berambisi untuk bisa menikahi Clara sahabat kecilnya, namun rasanya tidak mungkin karena orang tua angkat Clara sudah menjodohkan Clara dengan rekan bisnis Papa nya Clara, maksud kedua orang tua Clara sangat baik, mereka berpikir bila masa kecil Clara sudah sangat berat hidup di panti asuhan, mereka ingin Clara mendapat suami yang mapan dan kaya sederajat secara sosial dengan mereka agar Hidup Clara tidak menderita lagi secara Ekonomi., walaupun Clara juga mencintai Lutz namun Clara lebih memilih berpikiran realistis dari pada harus memperjuangkan cinta namun akan kandas karena himpitan ekonomi, di tambah lagi Clara merasa berhutang budi dengan kedua orang tuanya, sehingga segala faktor itu membuat Clara menuruti semua kemauan orang tuanya dan bagi Clara apa yang di inginkan orang tuanya sama sekali tidak buruk melainkan sangat baik untuk masa depannya.
Bahkan berkali-kali Clara memberikan pengertian agar Lutz mau mengerti, dan berkali - kali pula semua berakhir dengan pertengkaran, sampai pada titik akhirnya Clara menyerah dengan ke egoisan Lutz, disisi lain walaupun Lutz mengerti tujuan baik kedua orang tua Clara, tapi rasa ditinggalkan selalu menghantui hidupnya, semua orang meninggalkannya, hanya Clara satu - satunya harapan hidupnya, mereka sudah tumbuh bersama dari kecil, apakah semua orang sampai hati tega memisahkannya dari Clara kesayangannya itu?
Semua itu membuat Lutz sangat Frustasi, dan menginginkan Jalan pintas menuju ke puncak kesuksesan. Lutz merasa dewi Fortuna kini sedang berpihak padanya, semua kegundahannya terjawab sudah, ternyata Ester bukanlah seorang seniman biasa seperti yang di pikirkan oleh Jacob.
"Don't look the book by the cover bukan?" ucapnya sendiri, bahkan seorang Bob Sadino saja bisa ke Istana Presiden dengan celana Pendek, mengapa harus kaget melihat Ester yang selalu sederhana namun ternyata anak tunggal seorang pengusaha kayak raya asal Inggris, Luar biasa!!
Sambil berbaring pikiran Lutz sudah kemana - mana membayangkan bagaimana kehidupannya kelak, dan bagaimana Clara akan menjadi miliknya, bagaimana kedua orang tua Clara akan menerima Lutz, semua perandai - andaian itu membuatnya tersenyum sendiri.
Segala sesuatunya harus pakai strategi yang matang, Lutz tidak lagi memperdulikan perasaan orang - orang disekelilingnya, Dia bahkan sudah bertekat untuk menjadi kaya apapun caranya, sekalipun itu akan membuat siapa saja sakit hati dan menangis darah, semua itu setimpal dengan apa yang dilaluinya, sudah cukup!!! sekarang giliran kalian orang - orang beruntung yang mendapatkan keuntungan dengan terlahir nyaman, berbeda dengannya.
"I Will make My Dream came true!!!" gumannya lalu memejamkan mata.
*
*
*
minta kritik dan sarannya yah...
jangan lupa like dan favoritkan novel ini
jangan lupa juga follow IG ku @lizbet.lee