My Fatamorgana Love

My Fatamorgana Love
siapa yang lebih dicintai?


WARNING!!!


BACAAN UNTUK 21+


DI BAWAH UMUR TOLONG DI SKIP YAH.


Ketika sampai di depan pintu utama dilihat Lutz tertidur di lantai depan bartender dalam Vila..


"Lutz!!!" teriak Ester panik,


"Halooooo......'' sahut Lutz dengan suara yang lemas dan tercium bau alkohol sangat tajam, Melihat apa yang baru saja terjadi membuat Ester iba dan bingung, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan Lutz,


"Lutz... Ayo.. aku bantu kau untuk mandi..," ucap Ester, dan Ester dengan kesusahan membantu Lutz ke kamar mandi, dan segara menyalahkan shower untuk menyadarkan Lutz dari mabuknya, mabuk Lutz seketika berkurang, dan Lutz melihat Ester dengan balutan gaun pesta yang masih dipakainya, sontak pikiran Lutz melayang jauh, mengingat akan Clara, pikiran jahatpun kembali merasuki Lutz malam itu,


"Ester.... terima kasih..." bisik Lutz..., rasa amarahnya dan segala kesedihan yang di rasakan, di tumpah kan kepada Ester, karena hanya Ester yang kini berada di hadapannya,


"Iyah Lutz..., ayo... sini sayang, aku sabuni.." perintah Ester dengan lembut, dan dengan sabar memandikan Lutz.., hingga membuat gaunnya ikut basah karena shower, Lalu Lutz melihat semua lekuk tubuh Ester yang sangat sempurna, setelah berbalik saling menatap, Lutz mencumbu Ester dengan panas, suara engahan keluar dari kedua insan ini, seakan lupa untuk memberikan kesempatan untuk Jacob, Ester kembali terperangkap dalam pesona Lutz Domzala,


"Ahhh.... Lutz.... jangan.., ayo... aku keluarlah, dan gunakan pakaianmu" bisik Ester..,


"Mengapa kau menolak nya Ester... bukankah kau mencintaiku??" tanya Lutz...


"Iyah.. tapi kita belum menikah" sahut Ester,


"Tapi kita akan segera menikah bukan??, kumohon Ester.. aku sangat mencintaimu" pinta Lutz dalam keadaan mabuk,


Tanpa menunggu jawaban dari Ester, Lutz segera menyandarkan tubuh Ester ke tembok dan membiarkan guyuran air shower membasahi keduanya, Lutz sudah dalam keadaan naked sedari tadi, sedang kan Ester Masih berbalutkan gaun pesta nya, dan tanpa memberikan jeda sedikit pun, Lutz mencumbu panas Ester, serta menjelajahi setiap lekuk tubuh Ester dengan jemarinya,


Ester tak mampu melawan, di satu sisi Ester terlena dengan sentuhan dan cumbuan dari Lutz sedangkan di sisi lain Ester ingin untuk mempertahankan mahkota nya, Lalu dengan tanpa aba-aba Lutz membuka celana dalam Ester dengan cara merobek nya tanpa ampun, kini Ester merasa sangat malu, dan menyilang kan kedua kakinya, kembali Lutz mencumbu bibir Ester, dan tangan Lutz terus menjelajahi tubuh Ester, hingga turun kebagian inti Ester,


Suara erangan dari bibir Ester menggema di kamar mandi, membuat gairah Lutz semakin memuncak, kini Lutz memainkan bagian inti Ester, membuat Ester sangat terkejut dengan rasa dan sensasinya, karena ini adalah pertama kalinya bagi Ester,


Namun Lutz tidak tau... bila ini adalah pertama kalinya bagi Ester, Lutz merobek rok Ester pada bagian belahannya, sehingga memudahkan kan untuk memasuki Ester, Kini Lutz kembali melumat bibir Ester dengan keras, dan mengangkat salah satu kaki Ester, serta memasukinya dengan kasar, Namun terdengar Ester berteriak kesakitan, tapi Lutz tidak memperdulikan nya,


"Aarrgghh!!! Sakit!! Lutz Sakit!!" teriak Ester,


Tanpa memperdulikan Lutz memaksa masuk ke dalam Ester, sampai Lutz menuju puncaknya, dan ketika Lutz menundukkan pandangannya,


"Shiitttt!!!" teriak Lutz ketika melihat Darah mengalir dari pangkal paha Ester dan memenuhi lantai kamar mandi, Ester menangis sejadi-jadinya malam itu,


"Maafkan aku..., aku tidak tau jika ini pertama kali untukmu" ucap Lutz,


"Kumohon tinggalkan aku.." pinta Ester dengan suara rendah,


Lutz segera, bergegas keluar dari kamar mandi dan meninggalkan Ester, dalam keadaan kacau, setelah Lutz keluar, Ester kembali menangis, "Apa yang ku lakukan, mengapa aku sungguh bodoh," gerutanya menyalahkan dirinya sendiri,


Sedangkan Lutz, diluar yang sudah lebih sadar, merasa sangat bersalah dengan apa yang baru saja terjadi, "Shittt!!! Lutz!!! kau memang monster!! mengapa kau lakukan itu pada Ester!! ******** kau Lutz!!" kembali Lutz memaki maki dirinya sendiri, rasa menyesal melanda Lutz,


cekleekkk


"Maafkan aku.." ucap Lutz,


Tanpa menjawab, Ester hanya mengangguk perlahan, tiba - tiba Ester bertanya kepada Lutz, "Apakah kau benar - benar mencintai aku? seperti kau mencintai Clara????"


Mendengar pertanyaan Ester, Lutz sontak sangat terkejut, rasanya niatnya sudah di ketahui oleh Ester, dia memang tidak mencintai Ester, tapi tetap saja, Lutz merasa bersalah dengan perbuatannya barusan, "Apa maksud ucapan mu Ester??? Aku sangat mencintaimu, aku bahkan tidak menyesali apapun, aku meminta maaf padamu, karena melakukan nya dengan keadaan mabuk dan bukan di malam pertama kita, mengapa dan siapa yang mengatakan bahwa aku mencintai Clara hah??" yg tanya Lutz berusaha lembut di hadapan Ester,


"Aku hanya bertanya saja.." sahut Ester dengan suara rendahnya, ternyata saat Lutz menuju ke kamar mandi disaat Clara dan Louis mengucapkan janji nikah, seorang wanita tua yang tukang gosip berbisik kepada Ester


*Flashback*


"Apakah dia yg baru saja beranjak dari kursi ini kekasihmu nak?" tanya wanita itu,


"Iyah Tante, dia adalah tunangan ku" jawab Ester bangga,


"Oh.. pantas saja dia berani datang, karena Lutz dulu sangat mencintai mantan kekasihnya itu" ujar Wanita itu sambil menunjuk kearah Clara,


Ester seperti tersambar petir mendengar ucapan wanita itu, bahkan Lutz tidak pernah bercerita apapun tentang Clara kepadanya,, dan tidak mau percaya begitu saja, ketika Ester bersama aunty Bella, Ester juga menanyakan sesuatu yang membuat Aunty sungguh terkejut,


"aunty mengapa dulu aunty menolak Lutz menjadi kekasih Clara?" tanya Ester to the point,


"Mak.. maksudmu apa nak?" tanya aunty Bella,


"Tidak bermaksud apa-apa hanya ingin tau saja, ditambah aunty tadi bilang agar aku jangan tergesa-gesa mengambil keputusan besar dalam hidup ku, dan Lutz berkata jujur siapa Clara sebenarnya bagi Lutz, DULU..." tutup Ester berbohong,


"Aunty tidak setuju karena aunty ingin Clara hidup mapan, maafkan aunty bukan karena matre, tapi aunty berpikir realistis, mengingat latar belakangnya Clara yang juga yatim piatu, Aunty tidak tega kalau Clara harus berjuang lagi untuk mendapatkan kehidupan yang mapan" Jawa aunty Bella jujur,


"Baiklah terima kasih untuk kejujurannya aunty" sahut Ester dengan mengembangkan senyuman terbaik nya kala itu.


*Flashback end*


"Aku mencintaimu Ester!! jangan ragukan cintaku!" Jawa Lutz mantap,


Namun Ester memiliki firasat bila Lutz sedang berbohong saat itu, tapi perasaan lelah dan rasa pedih yang melanda ************ Ester membuat Ester enggan berargumentasi, dan memilih untuk beristirahat.


"Aku ingin tidur,. selamat malam Lutz" pamit Ester lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur,


*


*


*


*


*


bersambung