
Sedangkan di sisi lain, setelah Lutz keluar dari kamar kecil, dan melihat bagaimana Clara dan Louis dengan mesra masuk ke dalam mobil pengantin mereka untuk berbulan madu, Lutz memilih untuk mengajak Ester pulang,
"Ester ayo kita pulang" ajak Lutz,
"Tapi Lutz, aku harus menyampaikan pesan dari Papa John kepada Om ryan dan Tante Bella dulu" sahut Ester,
"Terserah padamu ester, aku akan pulang sekarang juga, kau ikut ataupun tidak, aku tetap akan pulang" jawab Lutz dengan gusar,
Lantas melihat sikap Lutz, Ester cukup bingung dan mengernyitkan dahinya, "Ada apa sebenarnya??" tanya Ester heran,
Lalu dari belakang Jacob mendekati mereka dan berkata "Pulanglah jika ada urusan yang hendak kau lakukan, aku akan menemani Ester, dan mengantarkannya pulang bila Ester sudah selesai dengan urusannya"
"Kau!! jangan ikut campur urusan kami" geram Lutz..,
"Heiii.,,Lutz.., sebenarnya kamu ada apa??" tanya Ester lagi - lagi tidak tau mengapa sikap Lutz sangat aneh,
"Maaf, aku tidak ikut campur masalahmu Lutz, aku hanya ingin membantumu.., mengapa kau bertingkah seolah tidak mengenalku" jawab Jacob, Melihat wanita yang sangat dicintainya, jacob menahan amarah terhadap Lutz, sungguh Lutz tidak memperlakukan Ester dengan baik,
"Maafkan Lutz yah Jacob, ayo beib..., aku antar kamu ke depan, aku akan menerima tawaran dari Jacob, aku akan pulang dengannya.., bila kau sakit atau ada urusan, pulanglah.," sahut Ester lembut,
Mendengar jawaban Ester, Jacob tersenyum dengan menundukan kepakanya agar tidak dilihat oleh Lutz, "Aku tetap akan mengambil setiap kesempatan untuk menjagamu Ester" guman Jacob dalam hati,
Lalu Lutz meninggalkan pesta resepsi tanpa berpamitan dengan siapapun, bahkan Lutz meninggalkan Ester begitu saja, andai Ester dapat berpikir rasional pasti siapa saja akan merasa tersinggung dengan sikap Lutz, tapi sayang..., segala rasionalitasnya dan segala logikanya telah tertutup oleh cinta nya yang begitu besar kepada Lutz..,
Lutz Domzala ---- Hozier
"Hhemmmm..., sabar yah Ester..," sahut Jacob sambil menepuk - nepuk bahu Ester, Ester menguasau dirinya dengan tersenyum kepada Jacob,
"Iyah.., aku tidak apa - apa.., aku juga tidak tau mengapa dia bersikap aneh seperti itu.. tapi rasanya tidaklah mungkin aku akan bertanya kepada Lutz disini bukan?" tutur Ester sambil tersenyum,
"Sudahlah jangan di pikirkan, Lutz akan membaik jika mood nya juga membaik, aku cukup mengenalnya, selain pegawaiku, Lutz juga temanku" kata Jacob menghibur Ester,
Kini mereka kembali berbaur kepada keluarga Clara, dan saling bercerita tentang kesibukan masing - masing, sedangkan Bella selalu bercerita kepada Ester bagaimana kehidupan Meili dulu sebelum meninggal, dan Ester sangat antusias mendengar cerita Mama Bella,
"Aunty..., mengapa dulu Aunty tidak pernah membawa Clara bertemu denganku, bila dari kecil kami sudah berteman pasti sekarang kami akan menjadi sahabat akrab," kata Ester,
"Yahh.., Ester.., maafkan Aunty, tapi mobilisasi mu dan John tidak memungkinkan kami untuk berkunjung satu sama lain, bahkan John memberikan uang uang cukup besar untuk di kelola sama Uncle Ryan tanpa perjanjian resmi di notaris, John terlalu percaya dengan Uncle dan Aunty dalam hal pekerjaan, tapi tidak untuk urusan hatinya.., John terlalu bersembunyi akan kesedihannya di balik segala kesibukannya, Ester pasti lebih tau itu dari pada aunty.." cerita Mama Bella,
"Yah.., Benar aunty.., mungkin aku akan menjadi sahabat Clara nanti..," sahut Ester,
"Kalian pasti akan cepat akrab sayang..., by the way.., maaf sebelumnya..., bolehkan aunty bertanya sesuatu yang pribadi tentang kamu Ester?" tanya Mama Bella ragu - ragu,
"Iyah.., silahkan aunty.." kata Ester mempersilahkan
"Apakah Ester yakin, akan menikah dengan Lutz??" tanya Mama Bella, dan tentu saja pertanyaan itu membuat Ester terkejut, "Sejak kapan kamu menjalin hubungan dengannya sayang?" sambung mama bella lembut,
"Sebaiknya Ester.., ini hanya saran yang nak.., di terima syukur.., tidak pun tidak apa - apa.., sebaiknya selidiki dulu hati Lutz kepadamu seperti apa.., jangan mengambil keputusan besar dengan tergesa - gesa nak.." kata Mama Bella dengan wajah kawatir kepada Ester,
Tentu saja Ester sangat terkejut dengan nasehat Mama bella, tapi Ester menerimanya dengan baik, "Terima kasih Aunty untuk nasehat aunty.." jawab Ester..
"Apakah kalian sudah berbincang - bincang?" tanya Jacob ramah, dan menegur Mama bella dengan ramah, lalu mencium punggung tangan Mama Bella dengan sopan,
"Yah.., kami sudah bercerita lama..., apakah kau ingin makan?" tanya Ester,
"Mungkin iyah.., kalau ditemani kamu" jawab Jacob dengan tatapan penuh cinta, dan membuat Ester sedikit salah tingkah, melihat tatapan Jacob kepada Ester, sebagai orang yang cukup berpengalaman Mama Bella menyadari rasa cinta terpancar pada mata Jacob, lalu dia berbisik kepada Jacob,
"Selamatkan cintamu dari serigala berbulu domba itu.., kau tau apa yang kumaksud bukan??" tanya Mama Bella, dan Jacob hanya membalasnya dengan senyuman tanpa mengiyakan ataupun menjawab tidak..,
Lalu Jacob dan Ester menyelesaikan makan - makannya, dan kini langit sudah hampir gelap, "Jac.., apakah kamu akan mengantarkan aku sekarang?" tanya Ester,
"Yes.., My Lady.., lets we back.., but... sebelum kembali bolehkan aku mengajakmu ke ujung dermaga?" tanya Jacob sopan, Ester pun menganggukkan kepalanya tanda setuju,
Setelah mereka berpamitan dengan keluarga Clara dan Louis, mereka berjalan ujung dermaga, dan duduk berdua, "Apa yang ingin kau tunjukkan kepadaku di sini Jacob?" tanya Ester..
"Apakah kau melihat sinar bulan itu? bukankah pantulan cahaya itu sangat indah Ester?" kata Jacob, Lalu Sejenak Ester menengadah ke atas dan melihat bulan purnama malam itu..,
"Jacob.., apakah menurutmu terlalu cepat kah aku memutuskan menerima lamaran dari Lutz?" tiba - tiba pertanyaan itu membuat hati Jacob dingin, seolah Jacob melihat tanda - tanda kesempatan untuk dirinya,
"Ester.., aku tidak berani menjawab pertanyaanmu.., tapi..., kau sungguh tega.., bahkam tidak memberikanku kesempatan sama sekali.., dan yah.. menurutku.., terlalu cepat kau menutup hatimu untukku.." ucap Jacob jujur,
"Maafkan aku Jacob.., aku sendiri tidak tau, mengapa aku bisa sangat lemah ketika berada disisi Lutz.., seolah aku tidak bisa mengatakan tidak untuknya.., aku pun merasa segala berjalan terlalu cepat, benarkan?" lagi tanya Ester ragu,
"Iyah..., tapi apakah benar kau mencintainya pada pandangan pertama?" tanya Jacob,
"Iyah.., entahlah..., mungkin kau tidak mengerti dengan apa yang kurasakan Jacob" sahut Ester,
"Aku sangat mengerti dengan perasaanmu Ester.." jawab Jacob Lembut..
"Benarkah??? bagaimana mungkin kau tau tentang rasa yang kurasakan Jacob?" Tanya Ester sambil terkekeh, Namun tidak dengan Jacob, jacob lantas memegang kedua tangan Ester dan menatapnya dengan dalam,
"Iyah...karena aku jatuh cinta pada pandangan pertama ketika aku bertemu denganmu, segala keangkuhanku, dan tingkah konyolku.., semua terjadi karena aku sangat gugup ketika bertemu denganmu dulu.., tapi itulah yang kurasakan Ester.., seperti yang kamu rasakan sekarang.." jawab Jacob lembut..
*
*
*
bersambung