COLD FLOWER (Will Bloom Again)

COLD FLOWER (Will Bloom Again)
KECEMBURUANKU (YOON MIN JUN)


Sejak aku sampai diperusahaan aku disibukan dengan semua berkas yang masih menumpuk dimejaku.


Aku duduk sambil memegangi pelipisku dan memejamkan mata,terbayang kembali wajah bergetar takut Hana di benakku.


Di tambah lagi laporan sekretaris Kim tentang informasi latar belakangnya sewaktu di panti asuhan,serta siapa lelaki brengsek yang berniat membunuhnya tempo hari membuat bulu kudukku merinding membayangkan wanita itu menerima begitu banyak penderitaan.


Serangan panik yang dia derita bukan hanya sekedar omong kosong melihat ekspresinya saat dia hanya mendengar suara pukulan sekretaris Kim pada lelaki brengsek itu.


Bagaimana dia bisa jatuh cinta pada seorang lelaki yang bahkan tega ingin membunuhnya,tanpa tahu apa yang telah ia derita selama bersamanya?!


Seandainya saja aku menemukannya duluan mungkin dia takan mengalami hal - hal tragis itu.


Aku benar - benar telah jatuh cinta padanya , otakku bahkan hanya memikirkannya sedari aku meninggalkan rumah.


Aku meraih smartphoneku dan ingin menghubunginya,sampai aku baru sadar bahwa dia tidak membawa satupun barang miliknya dari rumahnya.


Mungkin saat ini dia sedang melamun,memikirkan lelaki brengsek yang masih berkeliaran bebas ingin membunuhnya.


Sekretaris Kim bisa - bisa nya kehilangan brengsek itu didepan mata!


Aku menekan ekstension telepon ke meja sekretaris Kim dan menyuruhnya menghadap,tak lama dia datang padaku.


"Si brengsek itu harus segera di temukan dan di hukum!"


aku menatap sekretaris Kim tajam,dia membungkuk


"Maafkan kelalaian saya tuan,akan saya pastikan kali ini akan mendapatkannya secepatnya"


Dia membungkuk dalam


"Bawakan Hana smartphone baru dan masukan nomor ku."


aku sibuk membolak balik berkas agar sekretaris Kim tak melihat ekspresiku yang merindukan Hana,tak lupa ku tulis sebuah note dan menyerahkannya.


"Baik Tuan muda"


Dia berlalu saat aku mengisyaratkannya untuk pergi


Tak lama smartphoneku berbunyi,sekretaris Kim memberikan nomor Hana yang baru padaku.


"Antarkan aku makan siang ke kantor sekarang!"


aku mengetik pesan singkat dengan cepat dan menyimpan kembali smartphoneku.


Sekretaris Kim kembali mengetuk pintu dan masuk ke ruanganku


"Tuan,CEO Perusahaan A ingin makan siang dengan anda di restoran dekat dari gedung ini"


Aku enggan sebenarnya,tapi sepertinya perusahaan A bisa membuat keuntungan bagi perusahaanku,maka beranjak mengikuti langkah sekretaris Kim


"Apa Hana sudah menuju kemari mengantar makan siangku?"


aku berjalan menyusuri perusahaan dan disambut tundukan para pegawai.


"Sudah Tuan,Ha neul yang mengantarnya menuju kemari"


Aku sedikit lega mendengar siapa yang sekretaris Kim tunjuk untuk mengantarnya kemari.


"Suruh dia menunggu di ruanganku,aku tidak akan lama"


Ujarku di depan pintu lift executive


" Baik Tuan"


Aku masih menunggu pintu lift terbuka saat aku mendengar percakapan di balik lift pegawai.


" Lalu ? kenapa kau disini?"


Aku tak bergeming,saat pintu lift terbuka dan membiarkannya menutup kembali sengaja mendengarkan suara dari lift di belakangku.


"Aku mau mengantarkan makan siang Tuan Min jun "


Itu suara Hana


"Apa? "


suara seorang lelaki yang semakin lama jelas terdengar


"Panjang ceritanya sunbae,yang pasti sekarang aku bekerja sebagai asisten pribadinya"


jujur Hana


"Dari rumor yang beredar bukannya dia tak suka kalau ada yang menemaninya makan selain mendiang Ayahnya?!"


Ya selain Hana dan Ayah...


Sesaat suara di lift berhenti terdengar


" Tapi yang terpenting sekarang,kau baik baik saja"


Ucap lelaki itu sok perhatian


Cih...


Aku berbalik ke arah lift karyawan,sekretaris Kim nampak memperhatikan raut wajahku diam - diam.


Dan nampaklah Hana dalam dekapan pria itu,aku bahkan tak mengenal namanya.Tapi yang jelas dia pasti salah satu pegawai disini yang mengenal Hana.


" Ehhemm!!!"


Suara berdehem yang ku buat - buat agar mereka berhenti berpelukan


Mereka nampak terkejut melihatku.Seasyik itu mereka berpelukan sampai tak menyadari pintu lift sudah terbuka.


Setelah melepaskan pelukannya,pria memberi hormat tanpa rasa bersalah dan berlalu meninggalkan Hana yang masih terlihat terkejut.


Dia melangkahkan kaki keluar dari lift,rasanya ingin ku tarik tubuh mungilnya itu kedalam pelukanku untuk menetralkannya dari sentuhan pria itu!!!


"Tuan,makanan anda sudah datang"


Dia menyodorkan kotak makanan itu,tapi hanya ku lirik sekilas


"Tunggu di ruanganku! "


Lalu aku berlalu ke lift executive di sebrang lift pegawai yang menjadi saksi acara berpelukan mereka,diikuti oleh sekretaris Kim.


Aku masuk ke lift dengan tangan mengepal,rasanya aku sudah benar benar akan marah membayangkan dia ada dekapan pria tadi.


Sebuah rasa yang di namai cemburu sedang menguasai hatiku sekarang,baru sampai dilantai dasar aku menekan kembali lift untuk kembali ke ruanganku.


"Batalkan makan siang,ada sesuatu yang harus kupastikan!"


Sekretaris Kim menangkap aura menyeramkanku nampak dari dia yang tak menjawab perkataanku dan langsung sibuk dengan smartphone di tangannya.


Setelah sampai di lantai lima,sekretaris Kim ijin untuk mengambil segelas juice yang biasa aku minum bersama makan siangku


Aku memasuki ruangan,sambil menatapnya yang duduk di sofa hitam itu.Selang kemudian sekretaris Kim datang meletakan jus di atas meja tanpa berkata dan berlalu meninggalkan aku dan Hana.


Dia berinisiatif membuka kotak makan siang itu saat aku duduk di sampingnya.


Dia akan menyuapiku,tapi aku sedang tak ingin makan sama sekali sekarang


Dia menurunkan sendok dan meletakannya di kotak makan.


Dia sungguh tak mengerti apapun walaupun dia sudah pernah menikah.


"Aku tak suka kalau barang milikku di sentuh orang lain"


Kalimat itu lolos begitu saja dari mulutku


Aku sudah benar - benar marah mengingat betapa hangatnya dekapan mereka berdua.


"Kotak makan ini hanya saya dan chef Jo yang memegangnya Tuan"


Pertanyaannya malah membuatku makin gemas,dia benar - benar tak sadar sama sekali bahwa aku cemburu!!!!


"Apa kau sedekat itu dengannya?sampai berpelukan di lift?!"


Langsung pada intinya,dia mengerjapkan matanya seakan memperlihatkan bulu matanya yang lentik.


"Maaf Tuan ,Jin Ho sunbae hanya mengkhawatirkan saya karena saya tidak membalas pesannya"


mengkhawatirkannya ? Apa hubungan dia dengan pria sialan itu sih?!


Dia menggigit bibir bawahnya,tumbang sudah pertahananku selama ini


Dalam sekejap,Aku ******* bibirnya sedikit kasar.


Dia terkesiap,berusaha mendorong tubuhku agar menjauh.


Aku ******* habis bibirnya sambil merengkuh tengkuknya,rasa bibirnya yang manis dan nafasnya yang tersengal membuatku semakin tenggelam dalam nafsuku


"Tuan!"


Dia memanggilku lirih di tengah ciumanku.


Saat tangannya melayang ke arah pipiku,aku menangkis dengan mudah dan mencengkram lengannya dengan sedikit kuat agar dia tak terluka.


"Itu barusan hukuman karena kau sudah disentuh oleh orang lain selain aku"


Dia masih berusaha menjauh dariku


Aku menyeringai dan ku tarik wajah mungilnya mendekat,pipinya nampak merona merah membuatnya nampak semakin cantik.


"Dan ini hukuman karena kau berusaha melawan dan menamparku"


Alasan ini ku gunakan untuk bisa kembali ******* bibirnya yang manis itu.


Ku alihkan peganganku pada lengannya ke telapak tangannya dan sedikit meremasnya.


Entah kenapa perlawanannya berkurang,aku yang melihat kesempatan itu menikmati setiap sisi bibir mungilnya.


Ada desiran berbeda saat aku menciumnya,entah perasaan menang dari pria tadi yang hanya sekedar mendekapnya atau entah apalah ini.


Aku melepaskan ciumanku.Nafasku memburu cepat hingga aku lupa bernafas.


"Tuan,ini bukan bagian dari kontrak kerja!"


Dia kembali berusaha melepaskan cengkraman tanganku.


Aku merasa aku sedang ditolak sekarang.Bagaimana dia masih membahas tentang kontrak kerja saat kami ada di keadaan seperti ini?!


"Kau selalu melupakan poin penting kontrak itu 'AKU ADALAH ATURANNYA'!"


Aku mengulang kembali isi kontrak itu,dia beringsut mundur sedikit menjauh dariku.


Rasanya ini belum cukup untukku


"Aku juga sudah menyuruhmu untuk tidak menggigit bibirmu sendiri,atau..."


Aku tak melanjutkan perkataanku dan kembali menyerangnya dengan ciumanku yang lembut sambil menggigit bibir bawahnya yang selalu membuatku tak bisa tidur itu.


Aku kesulitan mengatur nafasku yang semakin memburu,dan dia malah kembali mundur.


Dia nampak terengah - engah


Aku bahkan tak ikhlas melepaskan bibirnya sekarang


"Aku suka bibirmu yang manis itu"


Aku benar - benar gila sekarang


Dia makin beringsut mundur,namun aku mendekatinya lagi


"Bagaimana kalau kau jadi istriku saja ?"


Dia terperangah mendengar lamaranku,bukan ini nampak seperti memaksanya.


Dia seakan berpikir keras


Belum sempat aku menambahkan kata bahwa aku serius dengan lamaranku dia menyerang balik.


"Jangan permainkan saya Tuan!"


sekarang aku sungguh sedang ditolak mentah - mentah oleh wanita ini!!!!


Aku berdiri dan berbalik tak lagi melihat wajahnya,menyembunyikan raut kecewaku.


"Maafkanku telah mempermainkanmu! pulanglah !"


Aku bahkan tak lagi bisa mengontrol nada suaraku yang terdengar sedang menyentaknya


Aku sudah melukainya....


"Tuan,saya tahu saya hanya seorang wanita dengan status janda dan saya sebatang kara disini.Tapi tolong hargai saya,saya hanya ingin bekerja dengan baik untuk anda,jangan membuat saya merasa di rendahkan seperti ini lagi.saya mohon !"


Ucapnya setengah terisak sambil meninggalkanku yang tak ingin melihat air matanya.


Selepas kepergiannya,aku mendesah kesal pada diriku sendiri


Harusnya aku lebih lembut dan tak berlaku cemburu seperti anak- anak,aku bahkan tak mengenali diriku tadi saat menciumnya penuh nafsu tadi.


Bagaimana bisa aku malah membuatnya terluka?!


Bodoh !!!


Aku mengacak rambutku kasar .


Frustasi


Ini tak bisa di biarkan,akan semakin banyak kesalah pahaman antar aku dan Hana bila keadaannya terus seperti ini.


Aku keluar menuju lift,namun tak menemukannya saat ku lihat lift tak ada yang menggunakan.


Aku melirik ke arah pintu tangga darurat,dan menghela nafas kesal


"Si bodoh itu,sudah ku peringati dia untuk tidak pergi sendirian!"


****


Halo readers,


saya Nuti Park menulis novel ini , ini karya pertama saya jadi semoga kalian suka,saya sangat menghargai dengan segala masukan kalian, dan mencoba memberikan yang terbaik. Vote dan like kalian adalah dukungan besar untuk saya menulis novel.


terimakasih ... 💕